jump to navigation

SBY Ingin Mega di Putaran Kedua, Bukan JK 6 Juli 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Islam, Politik, luar negeri.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
2 comments

Sederhana saja asumsinya. Pertama, SBY dan timnya sudah merasa pilpres 2009 tak mungkin bisa dimenangkan satu putaran. Kalau mereka tetap yakin, maka iklan-iklan soal satu putaran tak akan dikeluarkan. Tim SBY bukan tim kelas kampung. Jadi mereka tahu persis, iklan-iklan seperti itu tak akan cukup kuat untuk diketahui masyarakat di tingkat grass root. Iklan satu putaran hanya konsumsi elit dan wacana di kalangan berpendidikan saja. Atau dalam kata lain, “satu putaran” merupakan perintah yang ditujukan bagi tim sukses dan jaringan pendukung SBY-Boediono di seluruh Indonesia, sekaligus psywar bagi kompetitor. Jadi, sasarannya bukan seluruh pemilih. Ya, kalaupun ada pemilih yang terpengaruh, ya lebih baik.

sby-obama

Nah, mengapa mereka tak yakin? Itu karena popularitas terus melorot sementara di pihak kompetitor justru meningkat. Itu tidak bisa dipungkiri. Hampir seluruh lembaga survey, baik yang independen sampai yang mereka bayar pun, mengungkapkan hal itu. Jadi itu realitas politik.

(lagi…)

Sihir SBY, Indonesia Makin Mundur Ke Belakang 4 Juli 2009

Posted by nirwan in All News, Islam, Kebudayaan, Politik.
Tags: , , , , , , , ,
14 comments

cengengGeli, lucu, aneh, ironis, tragis, sekaligus memuakkan. Seorang Presiden, yang mencalonkan diri lagi untuk periode keduanya, bicara soal sihir yang dikenakan kepadanya. Di hadapan para kyai, di hadapan orang, ah, ada pula Mas Tifatul Sembiring, Presidennya PKS, dia berbicara soal sihir. Luar biasa!

SBY jelas-jelas telah panik sekaligus cengeng. SBY panik betul dengan naiknya popularitas dua kandidat lain, JK dan Prabowo, terutama Jusuf Kalla di hadapan pemilih muslim.

Entahlah. Bagi saya, inilah cara SBY menegaskan dirinya kalau dia sedang panik! Panik dan pusing tujuh keliling, dan lantas mengeluarkan jurus lamanya; memposisikan diri sebagai orang yang sedang dizalimi.

(lagi…)

Just Love You, Michael … 27 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Sastra dan Seni.
Tags:
3 comments

michael-jackson

Tuhan mungkin sedang cemburu. Habislah sudah kata-kata.

“…Jidatnya Dicap Sekalian.” 25 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Lapak, Politik.
Tags: , , , , , , ,
8 comments

Prabowo Subiyanto

“Cukup hanya dengan KTP ditambah dengan tinta yang kuat. Kalau perlu jidatnya dicap sekalian.” (Prabowo Subianto)

* * *

Komentar Prabowo Subianto, Calon Wakil Presiden PDIP-Gerindra, ketika KPU menambah 5 Juta orang lagi dalam DPT Pilpres 2009. Sebelumnya, kubu Prabowo menengarai ada 44 juta rakyat tidak bisa berpartisipasi dalam Pileg 2009 lalu karena kisruh DPT dan rumitnya administrasi pemilihan. (sumber: okezone/25 Juni 09)

Sekularistik Ala Boediono-Prabowo, Pemilih Parpol Islam Kemana? 24 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Islam, Politik.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
6 comments

Prabowo sepakat dengan Boediono soal posisi agama dan politik. Sekuler menjadi tipikal keduanya dan dengan kekhususan meletakkan agama lebih tinggi dari politik (negara). doaYang jelas, bagi mereka, harus ada pemisahan yang tegas antara agama dan politik. Sementara Wiranto justru berani menarik agama langsung ke dalam politik, walaupun masih dalam level substansial dan belum ke legal formal.

Ini soal menarik. Jawaban ketiga kandidat telah menerangkan siapa mereka sebenarnya. Boediono berpijak pada dirinya yang seorang pekerja karir, intelektual dan bukannya seorang politisi. Sedangkan dua lainnya mengetahui dengan jelas kalau status yang mereka sandang sekarang adalah politisi. Itu bukan berarti Prabowo-Wiranto tidak intelektual. Namun jawaban yang mereka berikan jelas mengarah pada kontekstualisasi dinamika politik yang ada di Indonesia. Dalam kasus ini, maka etalase politik pilpres justru menarik.

(lagi…)

Cantik itu Relatif, Jelek itu Mutlak! 23 Juni 2009

Posted by nirwan in Lapak, luar negeri.
Tags: , ,
6 comments

megan fox

Megan Fox dinobatkan sebagai wanita terseksi sejagat tahun ini oleh majalah FHM. Setuju?

Melihat sosoknya cuma satu kalimat: “Cantik itu relatif, jelek itu mutlak…”

Setujukah Anda? Ah, kok macam si Prof Anis Bawesdan pula. :D

Debat Semu yang Menjemukan, Debatnya Si Anak Manja 23 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, IPTEK, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri.
Tags: , , , ,
4 comments

Well, ini memang bukan topik baru. Tapi apakah memang ada hal yang baru dalam pentas politik Indonesia? Presiden yang muncul itu-itu juga, tim sukses yang beredar itu-itu juga, lembaga survey tetap menjalan metode toonpoolyang itu-itu juga, parpol yang menang dan tema kampanye politik yang itu-itu juga. Lima tahun lalu berbicara soal ekonomi kerakyatan, kemandirian, perlindungan hukum, pemberantasan korupsi, dan sekarang untuk lima tahun ke depan, temanya masih dalam pusaran itu. Amerika sudah sibuk menjajahi negara lain, Iran dan Korea Utara sibuk dengan program nuklirnya, India dan Cina sudah mulai menjelajahi antariksa, dan Indonesia ternyata masih harus disibukkan mengurus calon-calon presidennya yang manja.

Ya, presiden Indonesia adalah gambaran dari anak-anak manja dan mengkek. Manja dan mengkek dalam politik adalah tingginya ketergantungan si politisi pada imej alias pencitraan. Yang dipusingkan para calon Presiden itu adalah “apakah kalau aku begini nanti diperhatikan orang?”

(lagi…)

Aturlah Anak Muda Kalau Bisa! 16 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Esai, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni.
Tags: , , , , , ,
13 comments

Aku bukan pion-pion caturGenerasi_Biru
Aku gak suka diatur-atur
Jangan coba-coba halangi aku
Karna aku generasi biru

Aku gak mau direkayasa
Aku ingin berpikir merdeka
Jangan coba-coba untuk memaksa
Karna aku generasi biru

Biarkan terbuka lebar
Gak perlu tutup mataku
Aku ingin melihat jelas
Ini zaman generasi biru

Oh biarkan ku teriak lantang
Untuk apa sumbat mulutku
Aku ingin bernyanyi keras
Ini lagu generasi biru

Aku bukan anakmu
Aku cuma titipan
Mimpiku milikku
Aku ciptaan Tuhan

* * *

Lagu setengah lama itu, Generasi Biru ciptaan Slank, saya dengar pertama kali ketika saya masih di sekolah menengah itu. Sesaat lalu, dia menggebrak lagi kuping saya. Keras sekali. Bulu roma langsung merinding. Lagu itu penuh semangat dan membawa saya ke gemeretak hidup ke arah di mana anak muda akan melakukan apapun sesuai dengan yang ada di kepalanya. Saya teringat seseorang pernah berkata kepada saya dengan bijak. “Look that man! He stands and walks with his mind.”

(lagi…)

Geothermal Sarulla, Mengapa? 9 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, IPTEK, Politik, luar negeri.
Tags: , , , , , , , , , ,
2 comments

Sebuah posting dari blog ‘nBASIS, mengernyitkan kening saya. Silahkan klik di sini untuk melihat postingan itu.

Ada banyak pertanyaan di situ yang harus dijawab oleh pemerintah daerah Sumatera Utara tentang persoalan Proyek Geothermal Sarulla, sebuah proyek pembangkit tenaga listrik yang diprediksi memiliki kapasitas 330 MW (mega watt) yang terletak di Pahae, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dengan pelibatan konsorsium MedcoEnergi bersama Itochu Corp. (Itochu) dari Jepang dan Ormat Technologies Inc. (Ormat) dari Amerika Serikat, maka lagi-lagi, pesakitan bernama “neo liberalisme” diam-diam menusuk dalam dalam tubuh Sumatera Utara.

Setelah kasus konflik berdarah di PT Indorayon, Taput, beberapa waktu lalu, dan kemudian membekaskan luka yang sangat dalam, inilah proyek yang nantinya diprediksi bakal menjadi sumber-sumber ketidakadilan sosial di negara ini.

Neo-liberalisme telah menjadi sumber petaka bagi negara ini. Tapi, mengapa negara justru menikmatinya? (*)

Ekonomi “Jalan Tengah” SBY, Kompromi Sosialisme-Kapitalisme? 6 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Politik.
Tags: , , , , , , , , , ,
15 comments

Dalam sebuah acara di televisi, “Capres Bicara” di Trans TV, SBY terang menyebut “ideologi ekonomi politik”-nya dengan “jalan tengah”. Dia membenturkan dua kubu bertolak belakang sekaligus: sosialisme di satu sisi dan kapitalisme di sisi yang lainnya. Dia mengatakan ekonomi komando yang –konon- dipegang teguh oleh sosialisme maupun sistem pasar bebas ala kapitalisme, sama-sama tak bisa diterapkan di Indonesia. Tapi hal-hal positifnya tetap ada.

Dalam perjalanan ideologi di Indonesia, yang dikatakan SBY ini jelas sungguh berbahaya. Kalau dia mengambil hal positif dari sosialisme, maka amat patut diduga sosialisme telah diterapkan dalam kebijakan negara. Padahal ada TAP MPRS No. XXV/1966 yang sudah melarang paham itu.

Pertama, lontaran seorang Presiden yang mengatakan ekonomi jalan tengah di antara dua kutub itu, jelas sekali telah mengambil sisi-sisi “positif” dari ideologi sosialisme dan kapitalisme. Bila dipertentangkan dengan ketentuan yang ada di ideologi negara Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, maka tidak satupun ketentuan yang menyinggung-nyinggung soal sosialisme dan kapitalisme.

Setahu saya, ekonomi kita yang berdasarkan ideologi Pancasila jelas bukan hasil jalan tengah ataupun kompromi dari dua ideologi; sosialisme-kapitalisme. Tidak ada yang mengatakan itu, baik orang sekarang maupun para founding father kita. Ir Soekarno telah terang-terang mengatakan, Pancasila lahir dari bumi Indonesia dan dicetuskan oleh orang-orang Indonesia sendiri. So, kalau tiba-tiba seorang kepala negara memuja sisi positif dari sosialisme maka patut diduga ada hal-hal yang sangat membingungkan dari sisi hukum akan soal itu.

Saya juga tak mengerti, apakah ia ingin mengatakan bahwa perlindungan sosial kepada masyarakat dan pengendalian negara terhadap ekonomi pada ukuran tertentu, dia ambil dari ideologi sosialisme?

Ataukah dia ingin mengatakan bahwa adanya pasar bebas di Indonesia ini, dia tarik dari ideologi kapitalisme?

***

(lagi…)

Incredible Hulk dan Kebudayaan Monster 5 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Esai, IPTEK, Islam, Kebudayaan, Politik.
Tags: , , , ,
3 comments

“A great civilization is not conquered from without until it has destroyed itself from within.”(Will Durant)

* * *

Bruce Banner (dimainkan oleh Edward Norton) adalah sosok yang lembut namun cerdas. Ia dipekerjakan oleh seorang Jenderal Amerika bernama Jenderal Theddeus Ross (William Hurt) dalam sebuah proyek pembuatan prajurit super bagi tentara Amerika. Ia menjalin kasih dengan anak sang jenderal bernama Betty Ross (Liv Tyler).

Formulasi ditemukan dan Bruce yang terkena efek radiasi gamma harus rela ketika hal itu mengakibatkan dirinya menjadi sebuah makhluk yang tak cuma super tapi juga monster.

Monster berkulit hijau yang ini penuh amarah, yang logika dan perasaannya berada di tahap paling minimal. Yang ada dalam dirinya hanya kekuatan yang harus diledakkan dan dilampiaskan. Alter ego-nya menjadi dominan.

(lagi…)

Mengeluh itu Dosa, Mbak … 5 Juni 2009

Posted by nirwan in Lapak.
4 comments

Di negeri ini, jangan pernah mengeluh. Melawan pun jangan. Berbisik pun kalau bisa dihindarkan. Simpanlah semua kekesalan, kegeraman, kemarahan apalagi perlawanan di dalam hati saja.

Cukuplah apa yang dirasakan oleh setiap manusia Indonesia itu untuk dirinya sendiri. Hanya untuk dirinya sendiri.

Magnet Negeri Datuk-datuk Malaysia 2 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Geliat, Kebudayaan, Politik.
Tags: , , , , ,
4 comments

Pariwisata telah menjadi pemasukan negara terbesar kedua di Malaysia, setelah industri manufaktur. Tahun 2008 lalu, lebih 2,4 Juta orang Indonesia –dari 22 juta lebih wisatawan asing di Malaysia– melancong di negeri itu. Inilah sebuah industri yang rancak dikelola para datuk.

* * *

Dato’ Seri Abdul Rahman Said terus mengumbar senyum manisnya. Pria muda bertubuh tinggi dan berkulit bersih itu menyalami satu per satu undangan dari 23 negara. Malam itu, di acara makan malam yang disertai sajian seni budaya Malaysia, sosok yang masih berkerabat dengan Raja Malaysia, Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah, dan kini berposisi sebagai Timbalan Menteri Pelancongan Malaysia (semacam Departemen Pariwisata di Indonesia-red) itu, menyampaikan salamnya.

(lagi…)

Pancasila! Membunuh Ideologi Membunuh 1 Juni 2009

Posted by nirwan in All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik.
Tags: , , , , , ,
9 comments

Ada yang salah kalau melihat pentas pilpres 2009 ini hanya untuk pertarungan kekuasaan semata. Jusuf Kalla, seorang kandidat, pernah berujar kalau ada pertarungan ideologi yang sedang berlangsung. SBY menjawab, itu tidak benar karena ideologi negara sudah ada yaitu Pancasila. Jadi perdebatan ataupun pertarungan ideologi itu tak perlu dan tak akan ada.

***

gmr

Baru saja saya melihat film yang sebenarnya tak baru lagi, Mummi 3: The Tomb of the Dragon Emperor. Setelah Kaisar Han menguasai kerajaan Cina, kerajaan sekitarnya, dia kemudian menguasai empat elemen dunia yaitu bumi (tanah), air, api dan udara. Dia tak terkalahkan dan dia makin digdaya. Dia lantas maju ke tahap berikutnya, ingin mengalahkan kematian. Dia ingin tetap hidup dan kuat.

(lagi…)

SBY Berjoedi 29 Mei 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Islam, Kebudayaan, Politik.
Tags: , , , , , , , , ,
15 comments

Fenomenanya sungguh asyik. Konon, rating SBY terus turun. Dia memang masih yang tertinggi namun penurunannya sudah drastis. Tim sukses JK-Wiranto dan Mega-Prabowo paling tidak sudah seringkali mengumbar itu. Mereka bilang, bedanya tinggal 1-3%. Benarkah? Mungkin.

gamblingAgaknya sudah menjadi indikator utama kalau blunder sekaligus pertaruhan terbesar SBY dalam pilpres 2009 adalah sosok wakilnya, Boediono. Kalau sematan neo-liberalisme kepada SBY bisa saja dibelokkan atas alasan “ketidakmengertian SBY terhadap teori neo-liberalisme karena dia adalah tentara dan gelar ‘doktor’nya bukan studi ekonomi”, maka ketika SBY memilih Boediono, alasan itu serta-merta telah pupus. Hingga hari ini, tim sukses SBY-Boediono harus memutar otak dan terus melawan stigma neo-liberalisme atas pasangan itu. Berhasil? Saat ini belum.

* * *

Jangan pandang neo-liberalisme itu pada prakteknya yang ada di negara Eropa, Amerika dan negara-negara maju lainnya. Indonesia tidak bisa memandang kemiskinan yang ada di negara ini dengan perspektif orang kaya. Orang lapar itu lain pikirannya dengan orang yang kenyang. Dan kalau orang kenyang membahas orang lapar, itu adalah sebuah keanehan paling menjijikkan.

(lagi…)

Boediono Dipercaya SBY 27 Mei 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Politik.
Tags: , , , , , , , ,
15 comments

Semat Boediono sebagai pengusung neoliberalisme hampir-hampir tak terbantahkan lagi. Semakin kuat dia membantah, justru semakin pekat pula kesan itu melekat sama dirinya. Semakin dia bilang tidak benar, malah dia terkesan semakin jujur. Semakin dia berkata, ekonomi harus dilepaskan kepada pasar namun pemerintah perlu mengendalikannya, jelaslah tampak semakin naifnya dia. Lambat laun, orang-orang malah justru akan semakin meragukan gelar profesor ekonomi yang disandangnya itu.

Masalahnya adalah dia adalah orang yang dipercaya oleh dua Presiden sekaligus; Megawati Soekarnoputri dan Soesilo Bambang Yudhoyono. Dia ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Megawati dan oleh Yudhoyono semakin tebal kepercayaannya kepada orang ini. Tak hanya sebagai Menteri Koordinator bidang ekonomi dan keuangan, tapi juga sebagai Gubernur Bank Indonesia dan terakhir sebagai calon wakil Presiden RI 2009-2014.

(lagi…)

Medan, Kota Ancur-ancuran! 18 Mei 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Lapak, Politik.
8 comments

Sesuai kesepakatan hukum dan politik, tanggal berdirinya Kota Medan ditetapkan pada 1 Juli 1590. Hampir lima ratus tahun kemudian, tepatnya jelang harijadi yang ke-419, ide Kota Medan Kota Metropolitan yang digagas sejak sebelum Walikota Abdillah terpilih menjadi Walikota Medan tahun 2000 lalu mendapat ujian. Kota yang diniatkan sebagai kota yang mempunyai tiga pilar penting yaitu jasa, industri dan religius, dengan kondisi pasca millenium ini justru menyajikan hal yang sebaliknya.

Pembangunan pasar modern seperti plaza dan mall memang maju pesat secara kuantitas. Namun di sisi lain menimbulkan persoalan pada eksistensi pasar tradisional. Hotel, apartemen dan gedung-gedung bertingkat memang terlihat menjadi wajah baru kota yang lebih modern, namun ternyata persoalan tata ruang menyembul ke permukaan ketika tak jelasnya konsep pemerintah tentang kawasan perindustrian, pemukiman, jasa dan perkantoran, serta pemerintahan. Itu diperparah dengan kondisi infrastruktur yang sama sekali tak mencerminkan sebuah kota modern; mulai dari jalan yang rusak parah, banjir, timbunan sampah, drainase yang berantakan, aliran sungai yang kotor dan makin sempit dengan pemukiman kumuh di tengah-tengah inti kota, dan seterusnya.

(lagi…)

SBY Giring Pilpres ke Diskursus Ekonomi 18 Mei 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Islam, Politik.
Tags: , , , , , , , , , ,
9 comments

Ini kata guru saya. SBY dengan jeli memanfaatkan resistensi masyarakat terhadap partai politik dalam pencalonan Boediono sebagai calon wakilnya. Kedua, SBY dan timnya membikin semacam pertentangan baru terhadap jalur politik Islam yang selama ini masih konvensional; Islam simbolik. Itu di antara indikator pemilihan Boediono yang bukan orang parpol maupun organisasi keagamaan.

Pemilihan Boediono sekali lagi meyakinkan publik kalau selama ini SBY tetap sangat setia pada kubu ekonom-ekonom neoliberalisme. Lebih parah dari itu adalah ancaman-ancaman neo-kapitalis dan secara sadar atau tak sadar, geranyangan neo-kolonialisasi yang berganti baju di abad millieneum ini. Sementara, Boediono dalam pidato dan kemudian diperkuat dengan statemen-statemen timnya di media massa, terus membantah kalau Boediono adalah budaknya neo-liberalisme.

(lagi…)

SBY-Boediono: Teknokrat, Birokrat dan Demokrat 16 Mei 2009

Posted by nirwan in All News, Ekonomi, Islam, Kebudayaan, Politik.
Tags: , , , , , , , ,
15 comments

Masuknya nama Boediono di pentas pilpres 2009, memperlihatkan betapa SBY memanfaatkan resistensi masyarakat terhadap partai-partai politik. Kedua, leburnya politik Islam simbol dalam peta politik Indonesia. Itu dua di antara faktar-faktor yang membuat SBY memilih Boediono. Dan, itu kata guru saya.

Alasan itu memang menarik. Politik Islam memang harus kalah sebelum bertarung kali ini. Kubu partai Islam seperti PPP, PKS, PAN dan PKB memang langsung pasang badan ke SBY begitu hasil pileg sudah diketahui. Kekalahan itu jelas tergambar ketika tidak adanya simbol Islam yang duduk sebagai kandidat dalam pilpres kali ini. Kemenangan terpampang di kubunya kaum “nasionalis” dan “kekaryaan”.

Tapi tunggu dulu. Itu kalau mainstream politik lama masih hendak dipakai untuk melihat pola politik di masa reformasi ini. Pilpres 2009 telah menggambarkan ada pergeseran etalase politik yang begitu kuat. Apakah pergeseran itu sebuah kemajuan atau kemunduran, mesti hati-hati juga melihatnya.

(lagi…)

Alhamdulillah, SBY Memilih Boediono … 13 Mei 2009

Posted by nirwan in All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik.
Tags: , , , , , , ,
25 comments

Walau kening mengernyit-ngernyit, SBY (konon) akan menetapkan Boediono pada 15 Mei mendatang. Kalaulah benar SBY telah melakukan istikharah dan kalaulah nama Boediono itu hasil istikharah yang dilakukan SBY, saya hanya mengucapkan Tuhan telah memilih calon yang cocok untuk dirinya. Dalam kepala saya menghayal-hayal, mungkin seperti ini jawaban dari Tuhan; “Inilah kawan yang pantas untukmu. Inilah jawabanku untukmu!”

Saya sungguh percaya akan Tuhan saya, dan kali ini pun Tuhan telah memberikan jawaban yang sungguh-sungguh “menarik” atas apa yang dilakukan SBY selama kurun 5 tahun dan sebelum-sebelumnya. Soal pasangan ini akan menang atau tidak di lima tahun ke depan atau malah jatuh ke jurang kehancuran pada Juli nanti, bukan porsi postingan ini.
* * *

Saya teringat pada sebuah cerita mantan Presiden, Abdurrahman Wahid, kala dia masih bersekolah di Timur Tengah dan waktu itu pulang ke Indonesia. Di sebuah rumah ibadah, entah bagaimana caranya dia mendengar seorang pelacur memanjatkan doanya kepada Tuhan. Si pelacur itu berdoa agar “dagangannya” laris. Gus Dur kemudian menuliskan, kebutuhan dan kepentingan setiap manusia kepada Tuhannya berbeda-beda.

(lagi…)