jump to navigation

2015, Indonesia Bubar? 28 Desember 2007

Posted by nirwan in All News.
trackback

Jakarta-Indonesia pada 2015 diperkirakan bisa pecah menjadi sedikit-dikitnya 17 negara bagian. Sebagai induknya, Negara Republik Jamali, terdiri dari Jawa, Madura dan Bali, yang merupakan cermin imperium Majapahit zaman dulu.

“Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committe), Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis (27/12).

Lembaga swadaya internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah jadi 15 negara merdeka, kemudian Yugoslavia menjadi enam negara merdeka, demikian juga Cekoslowakia. “Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku,” katanya.

Indonesia, kini juga sedang digarap untuk dipecah-pecah menjadi sekitar 17 negara bagian oleh kekuatan kelompok kapitalisme dan neoliberalisme yang berpaham pada sekularisme. Pokok pikiran itu, kata Djuyoto, dia tuangkan pada bab II bukunya yang juga memberikan jalan keluar agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada peluncuran buku yang dihadiri para tokoh nasional seperti Djafar Assegaf itu, Djuyoto memaparkan adanya konspirasi global yang berupaya memecah dan menghancurkan Republik Indonesia.

Upaya memecah-belah Indonesia itu dilakukan melalui strategi “Satu dolar Amerika Serikat menguasai dunia,” yang digarap oleh organisasi tinggi yang tidak pernah muncul di permukaan, namun praktiknya cukup jelas, yakni berbaju demokratisasi dan hak asasi manusia (HAM).

“Jika pecahnya itu menuju kebaikan rakyat, tidak menjadi soal. Tetapi pecahnya NKRI itu justru akan menyulitkan rakyat karena semua aset penting dan berharga dikuasai investor asing di bawah kendali organisasi keuangan internasional,” jelas Djuyoto.

Sementara itu, Dirjen Bina Sosial di Departemen Sosial, Prof DR Gunawan Sumodiningrat, yang mewakili Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah, menyatakan ancaman perpecahan NKRI itu kini tampak nyata. “Saya sendiri sampai saat ini merasa bingung, mengapa rakyat Indonesia dapat bersatu, padahal banyak perbedaan di antara suku-suku yang ada,” katanya.

Ia menilai, pada dasarnya Indonesia mudah akan terjadi perpecahan, jika generasi penerus tidak menyadari adanya pihak asing yang ingin membuat Indonesia tidak kuat.

Buku berjudul, Indonesia Pecah, yang terdiri atas 172 halaman, termasuk foto-foto, kata Gunawan, menarik untuk dibaca karena sedikit-dikitnya ada tujuh penyebab Indonesia terancam pecah, seperti siklus sejarah tujuh abad atau 70 tahun.

Kemudian, tidak adanya figur atau tokoh pemersatu yang berperan menjadi bapak seluruh bangsa, pertengkaran sesama anak bangsa yang terus terjadi, upata stategis dari konspoirasi global, dan adanya nama Indonesia yang bukan asli dari nusantara. “Semua itu perlu diteliti lebih lanjut, apakah ada relevansinya dengan kejadian saat ini di mana banyak daerah ingin pisah,” tegasnya.

* * *

sumber: antara/medanbisnisonline (28/12/07)

Komentar»

1. angel - 2 Januari 2008

waduh kayak apa yach..kalo Indoanesia ada negara bagiannya…apa kayak Amerika yach.. gimana dengan daerah yang rakyatnya miskin..apa bisa berdiri sendiri ???

2. Zamri Yahya, SH - 11 Juli 2008

Saya sebagai aktivis PK.KNPI Kuranji, tentu sangat menyayangkan kalau negara kita pecah. Sebab, kalau Indonesia pecah, Bangsa Indonesia akan lemah, umat Islam akan pecah pula. Pecahnya Indonesia akan menyebabkan susahnya menyatakan Umat Islam.

bagaimana kalau Indonesia sebagai negara pecah gara-gara umat Islamnya pecah? Entahlah … :D bagaimanapun terimakasih atas pemikiran Anda Pak Zamri. :)

3. Andos - 17 Juli 2008

Kalau pemerintah kita masih begini terus (peraturan2 yang membuat yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin) kemungkinan besar perpecahan bakal terjadi ni Bang

Revolusi memang cukup menggoda. cukup menggoda… :D

4. Batur - 22 Juli 2008

Kurang..
Bumi kebelah dua baru cukup..

5. Batur - 22 Juli 2008

Coba saja di belah beberapa hari.
jika makin makmur biarkan saja, tapi jika makin kacau satukan lagi

6. Batur - 22 Juli 2008

bfjkb’dm jgje kbgkjgeph khjkhudghpe jkhgjhd[ag knh gdgdhjeh’hegh gjdhdja gada

7. hadi - 30 Juli 2008

indonesia tidak akan pecah sampai kapanpun…tak akan lagi perpecahan di bumi pertiwi yang indah ini..

8. hadi lagi - 30 Juli 2008

maju Indonesia…kita akan tetap bersama …dari sabang sampai merauke tak terpisahkan…
BHINEKA TUNGGAL IKA..
Hidup Indonesia….

9. Arie Surastio - 16 Agustus 2008

Seorang veteran saya tanya, bagaimana jika Indonesia bubar? Beliau tersinggung…. “Kita ini merebut dan mempertahankan kemerdekaan, bukan di beri oleh penjajah seperti yang terjadi pada negara2 tetangga!” kemudian beliau menambahkan “Dulu yang penting merdeka dulu! kita bisa try & error seperti yang telah terjadi sekarang…… sabar! bekali terus dengan ilmu pengetahuan, dan terus bersatu”. tangan tua nya gemetar. Umur kita sebagai sebuah negara memang “masih” 63 tahun, bagaimana kalau kita berpikir sederhana? Sumber daya manusia yang berpendidikan, beriman dan bersatu padu. Atau singkatnya, BERPANCASILA! sederhana bukan….

Kakek saya tak pernah mengunci mulutnya ketika melewati fase belanda, jepang, zaman soekarno dan soeharto. Tapi ia tak sempat melihat reformasi. Mungkin ia akan menangis kalau ternyata banyak mereka yang dulu berperang ternyata lebih bengis dari penjajah, dan lebih banyak lagi mereka yang dulu berperang ternyata dilupakan oleh mereka yang berkuasa. Dan dulu, kakek saya, tak kenal sama sekali dengan Pancasila. Yang ia tahu sederhana saja: ia tak pernah rela dirinya dijajah oleh siapapun. :)

10. Arie Surastio - 31 Agustus 2008

Ya, tidak dijajah oleh siapapun itu mutlak sebagai manusia. dan jika dituruti, manusia adalah ego, jadi sah saja jika berbeda apa-apanya antara manusia satu dengan lainnya. membuat perpecahan sampai berkeping-keping pun bisa saja, mau nanti makmur atau tambah hancur itu bisa “diatur”. tapi selama masih ada pemerintahan dalam sebuah negara, akan tetap terdapat ego-ego yang merasa terjajah. kecuali (dalam kasus ini) Indonesia pecah, dan pihak-pihak yang percaya akan terjadinya hal itu dapat merubah juga bagaimana sekumpulan ego-ego tadi bisa berkumpul bersama membangun sebuah negara dengan sistem yang sama sekali baru di dunia sekalipun (revolusi-red).

11. Papa Lauren - 2 September 2008

Betulkan NKRI bakal bubar? Sudah dipastikan akan bubar. Paling cepat 2015,paling lambat 2035. Imperium Roma yg kuat saja bubar. Soviet yg superpower : runtuh. Ottoman Turki yg digdaya: gulung tikar. Apalagi cuman RI yg lemah lunglai banyak utang. Logis kalau potensi bubarnya makin tinggi.

argumentasi yang tak disangka-sangka, hihihihihihi…. :D

12. Papua Merdeka - 10 September 2008

Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini. Bumi berputar mengembuskan perubahan. Kerajaan Roma runtuh, Kerajaan Majapahit runtuh, Uni Sovyet pecah berkeping-keping, Yugoslavia terbelah, Timor Timur bebas dari genggaman NKRI. Tinggal tunggu waktunya bagi Papua bebas dari genggaman NKRI. Aceh bebas dari genggaman NKRI, Maluku bebas dari NKRI, Bali bebas dari NKRI, dan lain-lainnya. Lambat atau cepat, NKRI akan bubabr. Syukurlah kalau NKRI bubar 2015.

thanks untuk komen anda :)

13. Papua Merdeka - 10 September 2008

Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini. Bumi berputar menghembuskan perubahan. Kerajaan Roma runtuh, Kerajaan Majapahit runtuh, Uni Sovyet pecah berkeping-keping, Yugoslavia terbelah, Timor Timur bebas dari genggaman NKRI. Tinggal tunggu waktunya bagi Papua bebas dari genggaman NKRI. Aceh bebas dari genggaman NKRI, Maluku bebas dari NKRI, Bali bebas dari genggaman NKRI, dan lain-lainnya. Lambat atau cepat, NKRI akan bubar. Syukurlah kalau NKRI bubar 2015. Silahkan kunjungi http://www.papuapost.com

14. Papua Merdeka - 10 September 2008

Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini. Bumi berputar menghembuskan perubahan. Kerajaan Roma runtuh, Kerajaan Majapahit runtuh, Uni Sovyet pecah berkeping-keping, Yugoslavia terbelah, Timor Timur bebas dari genggaman NKRI. Tinggal tunggu waktunya bagi Papua bebas dari genggaman NKRI. Aceh bebas dari genggaman NKRI, Maluku bebas dari NKRI, Bali bebas dari genggaman NKRI, dan lain-lainnya. Lambat atau cepat, NKRI akan bubar. Syukurlah kalau NKRI bubar 2015. Silahkan kunjungi http://www.papuapost.com ottis_wakum@yahoo.com

15. NKRI Harga Mati - 10 September 2008

Hmmm… Ada benernya juga yang dikatakan Papua Merdeka. Tapi saya masih optimis dengan negeri ini yang akan segera berbenah diri dari segala macam ketidakadilan dan jauh dari kesejahteraan.

Tidak berkeadilan misalkan karena pulau Jawa lebih dominan dalam hal pembangunan daripada pulau lainnya.

Tidak berkesejahteraan karena nyatanya rakyat kita masih miskin, baik materi maupun mental.

Tapi, saya yakin NKRI tetap utuh, insya Allah…

semakin luas suatu wilayah maka kemungkinan sang penguasa untuk makin jauh dengan rakyatnya akan makin tinggi pula… adakah presiden indonesia yang dekat dengan rakyatnya sendiri dan pernah menikmati kopi dengan para tukang becak di pinggir jalan? BIla itu tak pernah terjadi, maka perpecahan itu justru datangnya bukan dari rakyat Indonesia tapi perilaku kekuasaan yang ada di Indonesia…

16. untuk diingat... - 15 September 2008

Jika terjadi pemaksaan ideologi, Indonesia sudah pasti akan pecah…. ingat itu…

Saya juga mau indonesia ini pecah. Saya bosan dipimpin orang2 munafik, orang yg mengaku2 agamanya kuat tapi sebenarnya lebih iblis dari iblis.

17. Jibril - 18 Oktober 2008

kaum fundamentalis agama adalah akar masalah sesungguhnya jika mereka memaksakan kehendak untuk ideologinya maka lebih baik kita berpisah disini saja

18. Pengamat - 19 Oktober 2008

Tukang Ngarang, pasti pemimpin yang bisa ngopi bareng rakyat itu adalah Amien Rais, yang kau idolakan.

Kampanye beliau dulu kan seperti itu: makan di warteg, ngayuh becak, iya kan? aku amati seperti itu meskipun cara itu tidak eye cathching, tidak elegan :)

19. Soeharto masa kini - 22 Oktober 2008

jangan kuatir saya akan bangkit lagi agar bisa menyatuken daripada indonesia, apabila sampean semua tidak menjatuhken saya dan mengerti akan politik yg saya anut ! pasti tidak ada yg ingin merdeka mereka akan takut dari pada saya, semangkin kuat tekanan daripada saya akan semangkin aman he he he. indonesia sebetulnya sudah mulai bubar dan kacau semenjak saya diturunken he he he

siapa yg ingin lihat zombie ….hihihihi

20. ewn - 6 April 2009

Senadainya terjadi beneran segala yag di tuliskan bapak..mungkin juga akan lebih bagus..karena dari bencana itulah akan terjadi perubahan hebat bgi bangsa indonesia..khususnya perubahan mental untuk TIDAK SOMBONG terhadap dunia…itu kalo terjadi..lha kalo enggak terjadi ..tetep aja yang kaya makin kaya , yang miskin makin miskin…(kayak lagunya bang rhoma.. he..he….he… )

21. h - 7 April 2009

hancur!!

22. iva - 23 Mei 2009

aku gak mau…klo indonesia bubar !!!

23. hye jun - 4 Juni 2009

Ngeri kalau bicara so’al kehancuran negeri ini.
Wahai saudara-saudaraku seIndonesia, coba kita ingat sejenak, bagaimana usaha para pahlawan kita yang dulu rela mempertaruhkan segalanya untuk negeri ini? sebegitu murahnyakah mereka hingga sama sekali tidak di hargai? Atau karena kita yang terlalu egois?
Bagaimanapun keadaannya, aku tidak akan rela bangsaku hancur…apapun yang akan terjadi kelak, Indonesia adalah satu!!

24. kasian - 5 Juni 2009

Aduuhh….apakah itu maksdunya kiamat negara?

25. Ayuranarutahikansi - 5 Juni 2009

PROTES!…..indonesia gak boleh hancur. Buat apa memangnya dihancurkaN?….ada ide?…Saya tak terima kalo indonesia dihancurkan!!…….jadi sekecil apa nanti indonesia dikecilkan?. Kenapap tidak menghancurkan *RUSSIA??*. atau *CHINA* .kan masih lebih besar daripada indonesia!. kalo dikecilkan terus. Ntar semakin tahun mau jadi makin kecil dan terus mengecil .Terus semuanya hancur. MAu tinggaL DimANA?

ya kalau lemah, indonesia pasti hancur. :D

26. firmangasa - 6 Juni 2009

Perlu digaris bawah bahwa , konsep federasi tidak sama dengan perpecahan. Karena pola pikir kita emang sejak dulu sudah dididik untuk alerg federasi. padahal Konsep federasi adalah jalan terefisien dan terbaik mambangun bangsa.

blog.its.ac.id/firmangasa

27. Sayidina Alland - 26 Juni 2009

“Apa Indonesia pecah jadi jadi 17, sedangkan se gde gini ja masih blum kliatan, apa lagi klo sampe pecah jadi 17,”
PROTES!…..indonesia gak boleh hancur. Buat apa memangnya dihancurkaN?….ada ide?…Saya tak terima kalo indonesia dihancurkan!!…….jadi sekecil apa nanti indonesia dikecilkan?. Kenapap tidak menghancurkan *RUSSIA??*. atau *CHINA* .kan masih lebih besar daripada indonesia.”

28. Raja Malingsialan - 26 Juni 2009

orang jawa bilang,”nusantara bakal makmur,tentrem,adem,kuat,imbang,adil,santosa,lan jaya.nek wis liwat saka taun 2032″,”ning nusantara iki bvakal ana raja(saya lupa namanya) lan ratu adil sing bakal nyekeli kejayaane bangsa Indonesia iki,sing benr bakal bener lan sing salah bakal salah lan ilang saka nusantara iki”

so, PEACE …

29. Raja Malingsialan - 26 Juni 2009

saya sebagai orang jawakan pasti ada aura mistiknya… yakan???
kata simbah saya ” mbesuk bakal ono raja utawa satrio piningit lan ratu adil sing bakal nyekel nusantara iki dadi dohdohane kapal ing jagad raya iki” seingatku sih kayak gitu…
artinya : suatu saat ada raja atau satria piningit dan ratu adil yang akan memegang nusantara ini menjadi ( dalam bahasa jawa, arti dari dohdohane kapal ya mercusuar itu…) di jagad raya….
simbah bilang lagi kayak gini :” nanging, kedadean kuwi bakal lan mesti kedaden nek nusantara iki wis nemoni pageblug sing rupa-rupa”
artinya : tetapi, kejadian itu akan dan pasti terjadi jika nusantara ini sudah menemui (pagebluk=bencana) yang bermacam-macam…
jadi tinggal kita nunggu aja tuh satria piningit dan ratu adil datang.
simbah menambahkan kalau kejadian itu bakal terjadi pada generasi 16 (maksudnya pada generasi orang2 yang sekarang umurnya sudah mencapai 16 tahun).
nuwun sewu lan matursuwun…..