Beranda > Wajah & Wawancara > Soeharto, Sejumlah Memori Kelam

Soeharto, Sejumlah Memori Kelam

Jenderal Besar Purnawirawan Soeharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Dia adalah Presiden Indonesia yang kedua, menggantikan Soekarno.Soeharto

Ia mulai menjabat sejak Supersemar diteken oleh Soekarno pada 12 Maret 1967. Setahun kemudian ia dilantik sebagai Presiden pada 27 Maret 1968 oleh MPRS.

Soeharto dipilih kembali oleh suara MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993 dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR RI oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai presiden, yaitu 32 tahun.

Soeharto menikah dengan Suhartini yang biasa dipanggil Ibu Tien Soeharto. Mereka dikaruniai 6 anak, yaitu Sigit Harjojudanto, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Selama karir militernya, pada 1959 dia pernah dituduh terlibat kasus penyelundupan dan kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh Kolonel Ahmad Yani. Waktu itu dia bekerja sebagai pejabat militer di Divisi Diponegoro Jawa Tengah. Namun atas saran Jendral Gatot Subroto saat itu, dia dibebaskan dan dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung.

Pada 1961, dengan pangkat Brigadir Jendral, dia memimpin Komando Mandala yang bertugas merebut Irian Barat. Soeharto yang telah naik pangkat menjadi mayor jenderal, ditarik ke markas besar ABRI oleh Jenderal AH Nasution dan pada pertengahan tahun 1962, ia diangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga 1965.

Setelah peristiwa G-30/S-PKI, Soeharto justru naik ke tangga kekuasaan. Pertamanya melalui Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno.

Soeharto akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS pada tahun 1967 dan kemudian mendirikan apa yang disebut Orde Baru.

Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 – 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF.

Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie.

Pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun, terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di antaranya melalui tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora.

Modusnya antara lain, pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri.

Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar AS selama 32 tahun masa pemerintahannya.

Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006. (*)

 

 

* * *

foto: http://www.acehinstitute.org/images/p_suharto.jpg

Categories: Wajah & Wawancara
  1. 7 Januari 2008 pukul 3:44 pm | #1

    Menurut saya mendingan ketika Pa Harto jadi Presiden (sebelum tahun 1995) harga-harga masih murah, bandingan dengan keadaan sekarang. Hehehe. :D Salam kenal.

  2. 7 Januari 2008 pukul 7:50 pm | #2

    KeDuaX!!!

  3. 8 Januari 2008 pukul 11:24 am | #3

    @ awan: Saya yakin, Anda sedang tidak merindukan Pak Harto berkuasa kembali :)

    @ maxbreaker: terimakasih atas komentarnya. tp, mhn dijelaskan ulang, krn sy krg mengerti maksudnya. :)

  4. 8 Januari 2008 pukul 7:53 pm | #4

    Mksdny saya komen kedua di postingn ini :mrgreen:
    sbnrny komen saya ntu gx cma sgitu,tp krn jrgn error mgkn jd gx msk smw
    lo saya sk jamane p.Harto coz aman,preman tmbk dt4t, gx ky skrg preman bbs kliaran. Mlh aprt ikt2n kd preman

  5. 9 Januari 2008 pukul 12:07 pm | #5

    @ max…. ok max :) syg ya max…soalnya pak harto udah mo koit … :) jd keinginan max kyknya gak terkabul neh …

  6. ag
    10 Januari 2008 pukul 12:17 pm | #6

    udahlah,ALLAH SWT tau apa yang tidak kamu tau,pak harto dah tua klo di sidang ya lucu,duduk aja sulit,pengadilan akhirat yang akan mengadilinya,ga’ usa dipikirin,salam kenal

  7. aag
    6 Februari 2008 pukul 4:31 pm | #7

    cuma allah yang tahu hati manusia!
    walaupun pak harto punya masa lalu yang kelam,tp dia juga pernah membawa kita ke
    era yg gemilang dgn pembangunan dan pangan,semoga allah mengampuni dosa2 beliau .

  8. TM
    11 Maret 2008 pukul 3:48 pm | #8

    SAYA RINDU DENGAN KEADAAN INDONESIA YANG DULU,WAKTU ITU MASIH DI PIMPIN OLEH PA SOEHARTO ATAU YG DIKENAL SEBAGAI BAPAK PEMBANGUNAN. HARGA2 PADA MURAH AMAN, TIDAK SEPERTI SEKARANG YANG SEMAKIN HANCUR BANGSA INDONESIA INI. KL WAKTU BISA MUNDUR SAYA PENGEN PAK HARTO MEMIMPIN LAGI BANGSA INDONESIA.

  9. kodir
    9 Agustus 2008 pukul 4:07 am | #9

    yang jelas jamane orde baru uripku susah, jaman saiki aku biso punya mobil n rumah halal

  10. Alberthus
    15 Oktober 2008 pukul 2:03 pm | #10

    kalo aku sih enak jaman sekarang, usiaku dah 51 th jadi merasakan jman p harto, semua serba murah tapi cari duitnya juga susah, aku anak kolong suka sewenang-wenang sm anak non kolong (tentara wtk itu katanya serem banget) bayar spp sekolah sering nunggak, makan aja nasi jagung, klo ada selamatan warga baru bisa makan enak itupun sangat jarang sekali, eh sekrng hidupku dah ada mobil,spd motor, makan lumayan yang penting lagi anak sekolah beres , pokoknya mau semangat kerja pasti duit buaaanyak man ?klo dulu aman tenang duitnya juga tenang..! gerakan dibatasi salah dikit masuk bui…maaflah gak lagi2dulu hyiii… ngeri aku

  11. Tulkiyem
    2 Desember 2008 pukul 1:07 pm | #11

    kok gak ada yg komentar lagi ya..?

  12. ricaardo passstelli
    2 Desember 2008 pukul 1:11 pm | #12

    yaa kepenak jaman dulu brur, beli ini bisa beli itu bisa, lhaa kalo sekaaraaang bisanya cumaa utaaang thok. emmmh rasanya komentar ini cuma cocok buat aku yang lagi bangkrut…………………..

  13. Vivi
    2 Desember 2008 pukul 8:47 pm | #13

    Gue pikir Soeharto punya setumpuk keburukan.
    Tapi banyak rakyat yang nggak ngerti apa-apa dan hanya tahu kalau jaman beliau harga sembako murah, posyandu, puskesmas, pkk, askes semua terjamin.

    Rakyat kecil secara umum gue pikir cuma bisa nilai dari itu aja. Soalnya mereka juga nggak ngerti demokrasi dan kebebasan berpolitik, yang penting sembako murah dan aman.

    Itu pendapat rakyat banyak lho, bukan gue. Gue mah sekolah dong, walaupun pengetahuan politiknya kurang, hehe…

  14. nongkrong 24 jam
    2 Desember 2008 pukul 10:03 pm | #14

    makan nggak makan asal kumpul.
    alon alon asal klakon.

    the smiling general :)

  15. Tulkiyem
    7 Januari 2009 pukul 1:06 pm | #15

    makan kenyang nggak makan kelaparan brur..!
    cepat cepat pasti dapat brur

  16. Tulkiyem
    7 Januari 2009 pukul 1:11 pm | #16

    nggak cepat rejeki minggat brur…!
    udah nggak musim alon-alon brur…!

  17. jamalsmile
    7 Januari 2009 pukul 5:59 pm | #17

    Gitu2 suharto guru bangsa lo..

  18. Tulkiyem
    8 Januari 2009 pukul 11:06 am | #18

    aku gak merasa jadi muridnya kok…?

  19. jamalsmile
    8 Januari 2009 pukul 5:59 pm | #19

    hahaha.. ya dah klo gt.. berarti tulkiyem setuju dong,klo iklan pks itu ga tepat atau ga syar i ..

  20. hantu soeharto
    9 Januari 2009 pukul 5:23 am | #20

    apa sich yg kalia bicarakan….?!??
    wong,kalian itu rakyat yg bodoh…!!!gue tipu kalian selama 32 tahun nggak ada yg merasa…!!!gue korup,kalian malah bilang…ABS (asl bpk senang)…haha DASAR RAKYAT BODOH ..!!!

  21. Tulkiyem
    9 Januari 2009 pukul 1:17 pm | #21

    @Jamalsmile
    ya jelas gak tepat (alias melenceng)lha wong dulu sebelum jadi PKS mereka rata2 dikejar-kejar BIN setiap ada kajian selalu sembunyi2, malah bisa2 ditangkap aparat..! dan temen2 dr PKS itu dulu GOLPUT…? tapi mengapa kok sekarang mengharamkan golput ..? aku jadi bingung..!
    padahal keluargaku eh..Juraganku semua PKS..? memang aku sangat tertarik pada mereka yg aku tau mereka ta’at2 beragama tdk merokok dll.klo menurut bang Nirwan aku hrs selektitf memilih tapi belum ada yg sebaik PKS jadi sampe skrng aku masih blm bisa menentukan pilihan.

  1. Belum ada trackback.