Menerawang Mayjen (Purn) Tritamtomo
Bagi saya, bila besok diadakan pilgubsu 2008, maka Tritamtomo-lah yang bakal tersenyum lebar. Alasannya, kekuatan militer.
Bagi saya, bila besok diadakan pilgubsu 2008, maka Tritamtomo-lah yang bakal tersenyum lebar. Alasannya, kekuatan militer.
Trisula politik nasional adalah dinamika politik antara Militer-Golkar-PDIP. Ini bahasan yang sederhana saja, jangan terlalu serius.
Ali Umri boleh sedang tersenyum lega. Chairuman Harahap, bakal calon gubsu yang paling berpotensi namun kemudian tak mendapatkan perahu, sudah bergabung dengannya. Kekuatan Chairuman Harahap dalam politik memang tak bisa dipandang enteng, apalagi sebelah mata.
Tulisan halus kasar masih menjadi mata pelajaran wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD). Guru mengaku tulisan anak-anak menjadi lebih rapi dan seragam. Tulisan huruf sambung sudah tak diminati anak sekarang.
* * *
Seorang anak SD memegang pensilnya. Tangannya agak gemetaran. Sembari menggores buku yang punya garis-garis khusus itu, matanya menatap ke papan tulis. Di sana, gurunya baru saja selesai menuliskan kalimat ini: Raja Adil Disembah, Raja Lalim Disanggah. Tulisan dengan model tulisan sambung di papan tulis itu bagus betul. Mata pelajaran waktu itu memang khusus menulis indah: menulis halus kasar.
Perubahan yang didasarkan atas kata menjadi bukti kuat determinasi kata terhadap hidup manusia. Merangkai kata ataukah meracik coklat?
* * *
“It’s Valentine Day!” Maka di hari itu, pekik hati remaja bersanding dengan ornamen dan produk berwarna merah jambu alias pink, plus hadiah bagi pasangan muda-mudi (di beberapa negara tertentu, pink dan valentine diasosiasikan dengan kelompok homoseksual). Apa wujud hadiah itu, terserah persepsi masing-masing. Syaratnya cuma satu, romantis.
Berita ini saya ambil dari waspadaonline. Dituliskan, kalau kantor Walikota Medan yang “terbakar” pada 25 Januari lalu, sengaja dibakar. Putusan yang (tidak terlalu) mengejutkan ini diambil dari hasil penyelidikan Laboratorium Forensik (labfor) Mabes Polri Cabang Medan.
Film yang diangkat dari novel laris, Ayat-ayat Cinta, diliris MD Pictures pada 19 Desember lalu dengan judul yang sama. Novelnya lahir dari situasi perang antara sastra sekuler dan sastra Islami. Ke mana film ini (nantinya) dibawa Hanung, sang sutradara?
Aktivitas dunia hiburan di Kota Medan sungguh marak. Event organizer (EO) tumbuh bak cendawan di musim hujan. Panggung-panggung hiburan, mulai dari yang mendatangkan artis lokal, nasional hingga internasional berdiri gagah di Kota Medan. Kondisi sebaliknya kelihatan di dunia budayawan.
“Sahabat
Biarlah daku pergi
Berjalan menuju
Pangkalan …”
Entah siapa yang disebut sahabat oleh Almarhum H Ahmad Baqi. Bait lagu “Tersiksa Dalam Kenangan” di atas merupakan lagu terakhir yang diciptakan maestro musik religi Sumatera Utara. Lagu itu diciptakan Ahmad Baqi, sesaat sebelum ia mengambil sajadahnya untuk shalat tahajud malam di awal Syawal tahun 1999.
Waktu itu dia sedang bermain playstation
Game-nya Ultraman.
Kesenangannya Ultraman Gaia atau Cosmos
Kalau lagi kumat, dia pilih monster badak bernama Gomora
Lesung pipinya membuncah, senyumnya mengembang
Ah, senang sekali dia
Sampai dia kelelahan sendiri
Tertidur di depan tivi
Saat Ultraman dan Gomora tak hendak lagi meladeni
Saya sungguh kagum dengan militer di Indonesia. Bagi saya, ada tiga institusi yang menjadi penguasa sebenarnya di negeri ini: militer, Departemen Dalam Negeri dan Partai Golkar.
Infrastruktur jaringan tidak sekedar plang nama jaringan tapi kualitasnya dijamin nomor wahid. Setiap jaringan terikat dengan sistem komando di atasnya. Lem perekatnya adalah “ideologi” dan kekuasaan.
Final Liga Indonesia 2007/2008 sangat menyesakkan. Sudahlah tak boleh ditonton langsung, PSMS Medan pun keok.
Seandainya saja suporter Persija dan Persipura tak berulah, final itu bisa dipenuhi suporter PSMS Medan di Jakarta. Bisa diprediksilah, bila suporter PSMS Medan di Jakarta, bakal lebih melimpah dari Sriwijaya. Tapi tampaknya, PSMS memang harus berjuang “sendirian”. Jakarta tak rela, PSMS menang.
“Ya, Metallica, lindungilah aku dari godaan dangdut yang terkutuk…” 
Kontan, ketika kalimat itu mampir di gendang kuping saya, saya langsung terbahak. Baru ini saya mendengar kalimat yang super dodol itu. Saya langsung minta teman saya yang nyerocos itu, untuk mengulanginya lagi. Dan lagi, saya tertawa juga.
Sepanjang 2007, sebanyak 65 wartawan di seluruh dunia tewas. Sekitar tujuh dari 10 wartawan yang tewas merupakan korban pembunuhan dan sisanya karena terjebak tembak menembak. Perang Irak merupakan liputan paling angker tahun lalu dan disusul kemudian liputan di Somalia.
Riwayat Kehidupan Malam di Kota Medan
Bila rentang topik ini dimulai, maka didapatlah titik pada tahun 1970-an. Simak penuturan dari Fija Faurika. Fija, bos Spektrum Production, dan dianggap “sesepuh” untuk kehidupan malam di kota Medan mengatakan, ia sudah memulai kehidupan malam sejak tahun 1975.
Warkop
Lagi-lagi, kalau bicara kehidupan malam di Medan, tidak bisa dilepaskan dari warkop Harapan. Café Harapan juga sering disebut café Sudirman. Disebut begitu, karena asal mulanya adalah beberapa warung kopi yang mangkal di belakang sekolah Yayasan Harapan di jalan Sudirman.
Kehidupan malam kota Medan seolah tak berhenti. Warung kopi (warkop) dan jajanan malam, menyaingi hotel, diskotik, pub, dan café. Ngeseks, bukan hal tabu lagi. Tapi, ada yang merasa tidak adil.
Syamsul Arifin adalah calon gubsu yang “kocak”. Saya tidak hendak mengatakan, dia seorang pelawak, walau bila dalam lontaran-lontarannya selalu membuat lawan bicaranya tertawa.
Kocak itu artinya sama juga dengan lucu. Ia memang sosok yang bisa membuat suasana jadi lucu. Dan pilgubsu 2008 ini, menjadi lebih segar dengan sosoknya ini. Pilgubsu ini, bakal menjadi tontonan serba menjemukan bila sosok-sosok serius terus diperlihatkan oleh Ali Umri-Maratua Simanjuntak, Wahab Dalimunte-RM Syafii, Tritamtomo-Benny, dan RE Siahaan-Suherdi.
Nyali Rambo adalah juga nyali Sylvester Stallone. Nyali itu jadi modal Sly membikin Rambo IV.
Banyak yang mengatakan, latahnya Sly ini karena dua “koleganya” seperti Arnold Schwarzenegger dan Bruce Willis sudah berhasil dalam lanjutan film-film laris mereka. Arnold dengan Terminator 3-nya dan Bruce dengan Die Hard 4-nya. Kedua film ini merupakan box office dan dalam dua film ini, kedua aktor itu masih sangat sangar. Mereka masih “sendirian” dalam menyelamatkan dunia. American film style, sangat jelas di situ.
Namun, Rambo IV menunjukkan cerita yang berbeda. Sly sebagai sutradara dan penulis skenarionya memperlihatkan jelas kerut tuanya. Padahal, di banding dengan karakter dua tokoh kompetitornya, John Rambo jelas paling “realistis”.
Yang Ngomen