Kesawan, Wajah Murung Kota Medan (2)
(bagian kedua/habis)
Usang Gara-gara Walet
Namun, yang menyesakkan di Kesawan adalah burung walet. Setiap sore burung-burung yang telah “melahirkan” banyak konglomerat itu berbunyi riuh di sepanjang kawasan Ahmad Yani. Dulu, walet itu menjadi salah satu sajian khas. Namun feeling bisnis kota Medan yang lapar pun menyambut riuh-rendah burung walet itu.
Kawasan Kesawan merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang dilindungi pemerintah kota. Menyimpan kejayaan bisnis masa lalu, kini kota yang terlihat STW alias setengah tua (sebagian gedung tua, sebagian gedung modern) ini, semakin “kumuh” akibat sarang walet yang dibalut gedung modern. Parijs van Sumatera tinggal lembaran sejarah yang tidak (akan) diingat lagi.

Yang Ngomen