Pesan dari Makassar: “BBM Naik, SBY-JK Turun” 12 Mei 2008
Posted by nirwan in All News, Politik.Tags: BBM, demonstrasi, indonesia, minyak, reformasi
trackback
Pesan seperti judul di atas, saya ambil ketika melihat berita di detik.com. Isinya, demontrasi mahasiswa anti kenaikan BBM di Makassar yang sudah melibatkan ribuan mahasiswa dan (mungkin) hampir seluruh kelompok.
Anda pun mungkin sudah melihat berita ini. Tapi tanpa mengurangi rasa hormat kepada detik.com, bila link-nya gak jalan, saya posting aja keseluruhan beritanya. Bagi saya, pesan dari Makassar ini cukup dalam dan mungkin saja menentukan eksistensi pemerintahan SBY-JK. Yang patut dicatat, Jusuf Kalla berasal dari Makassar. (*)
===========================
12/05/2008 13:29 WIB
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Makassar Semakin Besar
M Nur Abdurrahman – detikcom
Makassar – Ribuan mahasiswa Makassar dari berbagai elemen gerakan kembali turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM. Ini merupakan unjuk rasa terbesar dibandingkan aksi-aksi demo sebelumnya.
Demo besar-besaran ini digelar di kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (12/5/2008). Para mahasiswa mulai berdatangan ke gedung rakyat itu sejak pukul 09.00 Wita.
Para mahasiswa ini antara lain tergabung dalam KAMMI, HMI, PMII, GMKI, dan BEM se-Makassar. Mereka berangkat dari kampusnya masing-masing dengan menggunakan berbagai kendaraan, seperti truk, mobil pribadi, maupun sepeda motor.
Ratusan mahasiswa UIN Alauddin Makassar, datang dengan menumpangi truk pengangkut BBM berkapasitas 8000 liter, 2 truk tronton, dan beberapa mobil pik up yang dicegat di depan kampusnya.
Selain berorasi, para mahasiswa juga meminta sejumlah anggota DPRD Sulsel membacakan pernyataan sikap. Salah satunya adalah Abdul Qadir Jaelani dari fraksi Golkar.
Massa juga sempat melaksanakan salat Dzuhur berjamaah. Mereka meletakan jeriken kosong di depan imam. Tembok gedung DPRD Sulsel jugatak luput dari aksi corat-coret mahasiswa yang antara lain berbunyi “BBM Naik, SBY-JK Turun”.
Kapolwitabes Makassar, Kombes Genot Hariyanto, mengungkapkan pihaknya menerjunkan 180 personel Dalmas untuk mengamankan aksi unjuk rasa ini. Para personel polisi itu disebar di sejumlah titik, seperti kantor cabang Pertamina, Jl Garuda, rumah Wapres Jusuf Kalla Jl Haji Bau, Monumen Mandala dan kantor DPRD Sulsel.
“Unjuk rasa mahasiswa Makassar selama ini aman-aman saja. Unjuk rasa boleh asal melapor terlebih dahulu pada polisi supaya ada pengawalan dan tidak anarkis,” ujar Genot. (djo/djo )












kalo bisa, tolong sms saya di 085281481835 ya. ada sesuatu yang perlu dibicarain dan mendesak.
thank you
Saudara nirwan,, saya jg minta d hubungi dan ini jg mendesak!! Tp sebelumny cepat bereskan markas dulu,,, (ehem,,)
Kalau memang dengan menjatuhkan SBY-JK keadaan akan lebih baik, aku ikut; paling depan!
aku numpang nitip link artikel yang ramai diperdebatkan di blogku :
http://tobadreams.wordpress.com/2008/05/14/kajian-antropologi-orang-mandailing-adalah-etnis-batak/
Mauliate Lae kandung,
Raja Huta
mau minta tolong soal LSM dan beberapa narasumber.
sampeyan kan orang pers.
jadi, help yak.
yang diatas coment saiah!
tinggal tunggu waktu, bakar2an seperti mei 98 syukur diikuti bunuh2an 1965. SBY-YK bapak bencana alam dan bencana kemanusiaan !!!
Gerharap akan muncul pemimpin sejati