jump to navigation

Pirlo + Rossi = Totti 23 Juni 2008

Posted by nirwan in Lapak, Sport.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Italia masa kini adalah sebuah Andrea Pirlo. Italia di masa depan adalah Danielle De Rossi.

Pirlo adalah nyawa Italia. Dia menangis, matanya sembab dan kulit wajahnya yang putih itu berubah merah ketika Fabio Cannavaro merangkulnya pasca sebuah keputusan yang diteken oleh Fernando Torres-David Villa-Fabregas: Italia harus angkat kaki dari Euro 2008.

Dia kalem, tak meledak-ledak namun insting untuk mengatur permainan sudah lebih ganas dari idolaku yang dulu, Roberto Baggio. Kekalahannya pada Baggio hanyalah insting membunuh Baggio di depan gawang jauh lebih unggul darinya. Zinedine Zidane tak takut pada Materazzi, tapi mengkhawatirkan Pirlo kalau dalam kondisi fit. Michael Ballack tak gentar pada Cannavaro, tapi harus was-was kalau Pirlo akan memberikan umpan.

Dan dinihari tadi, dia tak main karena akumulasi kartu kuning. Diterimanya resiko itu hanya agar sayap Perancis tak masuk daerah pertahanan Italia.

Sewaktu Piala Dunia 2006, sorot televisi pertama kali mengharah padanya ketika Fabio Grosso menentukan gelar keempat Italia. Dia mengangkat kedua tangannya, dan berteriak bahagia. What a momentum!

I love Pirlo, dan bila aku dilahirkan sebagai seorang perempuan, maka aku akan mencintainya sepenuh hati. Hal itu memang telah membuat tulisan ini sangat subjektif. 19 Mei 1979 dia dilahirkan dan kutunggu dia di Piala Dunia 2010, walau umurnya sudah 31 tahun.

Dan Danielle De Rossi? Lahir pada 24 Juli 1983, pada Piala Dunia 2010, dia masuk umur emas, 27 tahun. Dia bakal matang, sematang senior dan idolanya di AS Roma, Fransesco Totti. Dia hanya harus bermain sedikit ke depan bila ingin menyamai seniorennya itu. Walau, di posisi itu sudah ada Aquilani, namun kedua orang ini bakal menjadi tandem mumpuni untuk menjadi kerangka baru midfielder timnas: Pirlo-De Rossi-Aquilani. Dengan sedikit perhitungan, Pirlo layak jadi kapten timnas.

Mengapa aku menaruh harapan pada ketiga orang ini, terutama Pirlo dan Rossi? Bagiku, dua orang ini adalah bila Fransesco Totti dibelah dua. Satu menjadi Pirlo, satu lagi menjelma jadi Rossi. Mammamia…Il Capitano!

Komentar»

1. Komunitas Indonesia - 23 Juni 2008

Nice Blog
Please join at komunitas Indonesia at http://www.indonesian.co.nr

2. Jenderal - 24 Juni 2008

italia sekali….

tapi sayang, spanyol harus mengubur sementara laju aksi pemain idola anda….

“spanyol sialaannn…!!!!”

wekekekekekekkkkkkkkk 4 now, i’m in love with totti, pirlo n rossi. :D

3. namira - 24 Juni 2008

pilihan yang luar biasa…seperti pepatah lama..kekalahan adalah kesuksesan yang tertunda…
tunggu di world cup 2010..pasti akan lebih menarik

4. boliyeri - 20 September 2008

pinkiler.blogfa.com

5. vieri - 20 Januari 2009

juve vs lazio skor ny brapa bung …??