The Godfather in Mind 24 Juni 2008
Posted by nirwan in Lapak, Panggung.Tags: brando, de niro, film, godfather, mafia, pacino
trackback
The Godfather Trilogy adalah film terhebat. Tentu bagiku. Novelnya? Idem ditto. Mario Puzzo harus berterimakasih kepada Francis Ford Coppola yang telah –meminjam istilah iklan rokok- “bikin hidup lebih hidup”. Aku berkali-kali menekankan pada diriku supaya jangan menulis soal film ini. Bukan apa-apa, hasilnya pasti sangat subjektif.
Film ini pertama kali kutonton ketika aku SMP, tepatnya kelas berapa, aku sudah lupa. Tapi, ia sungguh berkesan dan tak ada yang bisa dipikirkan oleh seorang anak SMP selain kagum. Dunia menjadi begitu sempit dan yang sempit itu hanya dipenuhi oleh godfather, godfather, godfather…Marlon Brando, brando, brando…Al Pacino, pacino, pacino…De Niro, Niro, Niro…dan mafia.
Bertahun-tahun setelah tamat kuliah di S-1, kutonton lagi, dan tatapan kagum itu masih seperti dulu. Terus terngiang-ngiang nyanyian lirik Speak Softly Love versinya John Williams dan dan Andy Williams. Novelnya dibaca berulang-ulang, game-nya terus dimainkan walau tak selesai-selesai.
Itu sajalah. Akan kutulis secara lengkap kalau aku sudah bisa membuat jarak terhadap film ini dan objektivitas sudah di tangan. Hahaha…what a movie.












pertama kali ditonton sewaktumenunggu jagoan pertama..dan ditonton kembali ketika menanti belahan hati yang kedua…:D
huhuhu film2 yang di bintangi alpacino semuanya keren, tapi yang ini masterpiecenya.
menurut gw sih.
nice film
kata orang sih bagus..
tapi tetep aja, aku pusing klo nontonya…
bukan tipe film ku sih… (mungkin…)
Peran mana yg akan kau mainkan bang?/
Sebuah pelajaran untuk tidak jump to conclusion, supaya jangan melihat segala sesuatu hitam-putih saja.
apapun, kung fu panda tetep yang paling lucu
*gak nyambung*
Mas
Bikin dong resensinya………
the Godfather Trilogy, adalah film idolaku, aku punya cd dan bukunya, tapi tidak lengkap rasa kalau tidak membaca buku orang-orang sisilia, manajemen mafiah dan sejarah lahirnya mafiah italia … setiap aku kesal melihat orang-orang di miskinkan secara ediologi dan melihat para badut-badut politik dengan partai barunya, aku langsung menonton atau membaca buku tersebut agar kemarahanku lebih militan
http://esaifoto.wordpress.com
salah satu film yang sangat membekas…:)