Arsip

Arsip untuk 18 Juli 2008

Pramoedya Ananta Toer, Sebuah Wawancara Imajiner (3)

18 Juli 2008 nirwan 1 comment

Sambungan tulisan …

* * *

Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsasay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 sastrawan Indonesia menulis surat protes ke Yayasan Ramon Magsasay, di Filipina. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai “jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang” di masa Demokrasi Terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya.

Read more…

Pramoedya Ananta Toer, Sebuah Wawancara Imajiner (2)

Sambungan tulisan …

* * *

Generasi sekarang ‘kan generasi buku sejarah. Sumber-sumber mengenai Polemik Manikebu dan Lekra pun banyak ditingkahi kepentingan. Bagaimana sebenarnya?
Kalau versi saya, sebagian bisa dilihat di Lentera, itu lembaran budaya di harian Bintang Timur. Majalah Tempo punya salinannya, Anda bisa baca di sana.

Read more…

Pramoedya Ananta Toer, Sebuah Wawancara Imajiner (1)

18 Juli 2008 nirwan 1 comment

Dua tahun lalu, tepatnya, Minggu, 30 April 2006, sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, wafat di kediamannya, daerah Utan Kayu, Jakarta. Benarkah Pramoedya “meninggal”?

* * *

pramoedya ananta toerSastrawan besar itu “akhirnya” meninggal dunia. Tepatnya pada Minggu, 30 April 2006, di kediamannya daerah Utan Kayu, Jakarta, paru-parunya yang sering berkelahi dengan asap rokok –dalam hari-hari terakhirnya ini, keluarganya harus menyelipkan sebatang rokok di mulutnya mengantisipasi kegemarannya merokok – pun harus berhenti mengeluarkan oksigen. Pram memang perokok berat.
Read more…