Beranda > All News, Lapak, Politik > Politisi Nganggur

Politisi Nganggur

Begini. Suatu kali, terlintas dalam benak saya kalau partai politik yang sedang berkampanye sekarang ini, tidak ada lagi. Artinya, tinggallah dua atau tiga partai saja yang bertahan akibat hukum alam. Kemana para politisi itu akan bekerja lagi?

 

Saya mencoba menyusun daftarnya, berdasarkan perkiraan kelas warung kopi saja. :D Berminat nambahin silahkan aja.

 

1.   Betul-betul jadi pengangguran. Karena banyak mereka yang punya syahwat politik tinggi, ternyata tidak punya skill teknis kecuali ilmu “mengolah”. Pemerintah pun terpaksa menanggung ongkos yang luar biasa besar karena pengangguran sejati ini. Alhasil, pemerintah dengan sangat concern membina banyak partai politik agar pemerintahannya sendiri tak mendapat serangan dari partai politik yang masih eksis karena tingginya angka pengangguran.

 

2.   Mereka masuk dalam partai politik yang mapan walau dengan cap “kutu loncat”. Tapi cap ini pun tak berarti banyak. Soalnya, untuk menjadi politisi, hipokrasi menjadi syarat utama.

 

3.   Para politisi yang kebetulan sudah “mengolah” dan mendapatkan proyek pemerintah, tetap menjadi kontraktor, spesialis proyek-proyek pemerintah. Bila tak jadi kontraktor, cukuplah menjadi agen “aduhai”. Mereka-mereka ini memang tidak bisa bekerja di proyek swasta. Jadi, sedapat mungkin mereka akan berusaha menggelembungkan angka APBN dan APBD agar tak menjadi pengangguran. Pemerintah pun senang-senang saja. Karena 30% bersih dari nilai pagu proyek sudah jadi bagian resmi. Itu syaratnya, bila tidak jangan harap dapat proyek. Indikasinya, nilai belanja pembangunan dan pemeliharaan makin tinggi, sementara jenis kegiatannya tak berubah sama sekali. Nilainya naik, jenis kegiatan tetap sama.

 

4.   Sebagian besar dari politisi yang menganggur ini bakal tercantum dalam catatan kriminal. Itu pun bila aparat mau mencatatnya. Tingginya angka kriminal membuat pemerintahan yang mapan menggelembungkan program-program sosial. Tentu saja, program sosial bukan untuk menekan angka kriminalitas dan penyakit sosial, karena akan sedapat mungkin lebih ditingkatkan terus. Karena bila angka kriminal makin kecil, tentu budgetnya tak jadi tinggi lagi.

 

5.   Saya nggak ngerti lagi. Soalnya mereka bikin pusing pemerintahan saya aja. :D

  1. infogue
    31 Juli 2008 pukul 3:09 pm | #1

    artikel anda :

    http://politik.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/politisi_nganggur

    promosikan artikel anda di http://www.infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler menurut pembaca.salam blogger!!!

  2. 31 Juli 2008 pukul 4:34 pm | #2

    aduh sayah gak berminat nambahin, udah kliyeng2 liat diatas..

    jadi.. sebelum sayah mau jadi politikus musti jadi pengusaha dulu nih.. :D

    eh.. mau nambah satu..

    6. kembali kuliah, banyak teman mahasiswa yg direkrut jadi kader bahkan dijadiin ketua dpc demi lolol verifikasi KPU, huehuehuehue

    wekekekekkekkekkkk :D wah beminat juga rupanya jadi politikus ya

  3. 31 Juli 2008 pukul 8:53 pm | #3

    mohon idenya untuk acara 17 an bloggersumut
    mampir ke blog saya ya

  4. 1 Agustus 2008 pukul 11:17 am | #4

    agh..klo politik mah, gitu2 aja nya itu..(ujung2nya LICIK)

    syarat utama politik: LICIK …hahahahaha :D nikmatin ajah

  5. 2 Agustus 2008 pukul 4:51 pm | #5

    Yang paling cepat 6. Jadi kuli angkut atau galian tanah pinggir jalan untuk menanam kabel dan pipa air minum

    cocok pak…di medan ajah soalnya di sini banyak galian … :D

  6. eseitj en esardji
    29 Agustus 2008 pukul 7:01 am | #6

    Kita tak mungking memutar jarum sejarah hingga nol politik, atau berfikir seperti mahasiswa semester 2 yang demonya menuntut agar semua orang yang lebih tua daru mereka di bunuh saja karena tak becus.

    Tahun 2004 ada isyu politisi busuk, kini pun PPP berusaha membuatnya sebagai trik jualan. Sayangnya, pekerjaan itu hanyalah trik orang-orang jahat yang berusaha heboh agar kejahatannya tak terdeteksi.

    Saya tawarkan begini. Kita cari cajalah orang-orang baik di sembarang partai, yang kita yakini bisa mengantar republik sakit parah ini sedikit menjadi lebih sehat. Kita titipkan mereka sesuatu, katakanlah missi.

    Ketimbang ribut-ribut, padahal akan berlangsung juga tanpa kekuasaan di tangan kita untuk memberhentikannya. Malah mereka bisa berkata “anjing menggonggong, kafilah lalu. Yang kafilah itu, yang lelu itu, ya mereka-mereka itu. Jadi, kita? Ah, ah, ah.

    Jadi, mari agak aktif sedikit. Saran aja, kawan.

    mari mengarang soal remeh-temeh :D

  7. rhythmreddel
    16 September 2008 pukul 5:11 pm | #7

    ah, pak nirwan ini bisa-bisa saja…udah nggak ada kerjaan lagi kau bang?

    ginila dek….kebanyakan kerjaan jadi malas …hahahaha :D

  8. queen
    7 Januari 2009 pukul 12:51 pm | #8

    politikus itu kumpulan orang-orang yang hobinya menggerogoti, merusak dan memakan yang bukan haknya…apalagi jumlahnya banyak…waduh perlu diberantas tuh…he..he..kalo tukang ngarang sendiri ada keinginan jadi politikus gak ya?

  9. Tulkiyem
    7 Januari 2009 pukul 1:38 pm | #9

    @queen
    tukang ngarang ya jelas politikus, orang yang ditulis ini unsurnya ya politik semua kok ? hi hi hi
    nanti klo yang punya blog udah jadi ketua partai aku mau daftar caleg No. 1
    Pengen tau nama partainya ..? ntar klo you sudah jatuh hati sama bung nirwan aku kasih tau nama partainya okeeee….?!!!!!

    mgk dia emg dah jatuh hati sama saya hahahaha … :P

  10. jamalsmile
    7 Januari 2009 pukul 5:52 pm | #10

    sepertinya Politisi di indonesia ga bakalan nganggur.,wong kerjaan aslinya pasti ada, klo politisi kan kerjaan sampingan.. ya kan? ya dong! jd harap maklum deh klo kerjaannya ga maksimal,namanya jg sampingan.. hehehe

  1. Belum ada trackback.