Kalau bisa, seluruh isi blog ini maunya Amien Rais semua. Tapi pasti ada yang tak suka dengan Amien Rais. Ada resiko kalau pilihan saya kepada Amien Rais justru membuat sebagian orang antipati terhadap blog ini dan mungkin saja terhadap saya sehingga traffic menurun. Well, saya sudah memilih dan tentu sudah siap dengan resiko itu. Walau demikian, tentulah pula tak bijak bila seluruh isi blog ini bercerita soal Amien Rais. Karena itu, saya menyisipkan halaman khusus untuk Amien Rais.
Dus, saya bermohon kepada Anda, pengunjung, pembaca, teman-teman, atau siapapun itu, memberikan petunjuk-petunjuk kepada saya untuk pertanyaan ini:
“Mengapa Amien Rais gagal menjadi presiden?”
Saya tak melarang bagaimana bentuk jawaban Anda, mau serius, bercanda, asal-asalan, makian (please, jangan pake kata kotor!), atau kalau ada pujian. Apapun itu, berikanlah kepada blog ini. Namun, tentu saja, saya akan sangat berterimakasih kalau Anda memberikan argumentasi yang objektif kepada saya, atau malah memberikan informasi soal Amien Rais yang mungkin saja luput dari pandangan saya.
Tenang saja, saya bukanlah tim suksesnya Amien Rais atau siapapun (setidaknya untuk saat ini, hehehehe
). Bagaimanapun, hal itu pasti berguna bagi saya, dan mungkin saja kepada Anda. Karena, mungkin saja saya salah.
Beberapa tulisan saya bercerita soal Amien Rais, di antaranya bisa disimak di link ini:
Amien Rais (2), Antara Imam dan Njawani
salam pena
nirwan, tukang ngarang
* * *














Kata tetangga sebelah Wan, Bukan kata abang…
Sebab kegagalan Amien Rais maju ke putaran ke dua. Kesimpulan utama dari berbagai analisa itu adalah bahwa kegagalan Amien lebih disebabkan oleh gagalnya ia beserta tim kampanyenya dalam membangun citra yang sesuai dengan selera pemilih. Karenanya bahkan ada yang menyarankan untuk melakukan de-idealisasi politik, karena kegagalan Amien bermuara pada terlalu idealnya dia dalam berpolitik.
Bagi saya ini adalah pemikiran berbahaya dalam konteks demokrasi substansial, yaitu demokrasi yang berlandaskan pada tujuan untuk membawa rakyat kepada kesejahteraan dan keadilan. Demokrasi secara intrinsik tidak memiliki mekanisme untuk memilih pemimpin (atau wakil rakyat) yang baik. Dalam sistem demokrasi kandidat yang memperoleh dukungan terbanyaklah yang akan terpilih, terlepas dari bagaimana kualitas kandidat itu. Ini karena pemilih menetukan pilihan atas dasar faktor-faktor yang sangat variatif, di mana kualitas kandidat hanyalah salah satu dari banyak faktor itu. Situasi ini oleh banyak pihak telah diakui sebagai sebuah kelemahan bawaan demokrasi.
Kelemahan ini oleh banyak fihak dianggap sebagai hal yang termaafkan. Banyak orang berpendapat bahwa dengan kelemahan itu demokrasi masih menjadi sistem politik terbaik dia antara sistem-sistem yang lain. Apologi ini tentu berbahaya mengingat di banyak negara demokrasi telah terbukti gagal membawa rakyat kepada kesejahteraan dan keadilan, karena kegagalan dalam menanggulangi kelemahan intrinsik tadi. Untuk menanggulangi ini perlu disuntikkan beberapa karakter ektrinsik pada demokrasi. Salah satunya dengan melakukan idealisasi politik dan pembatasa pragmatisme, yang sangat koheren dengan politik jalan lurus yang saya sebut di muka.
saya tidak termasuk kepada salah satu atau mungkin slah banyaknya penggemar amin rais, entah kenapa saya pun tidak dapat menjelaskannya secara rasionalis atau teoritis..yang saya tau amin rais selalu menghilang dan tiba2 muncul, kemana saja saat beliau dibutuhkan? bukankah melayani rakyat tidak pada saat deket2 pilpres atau pemilu? atau bahkan memberikan sesuatu yang berharga kepada negara ini tidak harus menjadi presiden?
maaf jika ada kata-kata yang menyinggung…
tapi sungguh saya menyukai tulisan-tulisan anda…
Tks
Jika hanya ada “aktor” SBY dan “artis” Megawati, atau “tirani Wiranto dan Prabowo, atau “gimblang-gomblong” Sutrisno Bachir dan yang sekelas ujicoba pragmatis Rizal Mallaranggeng, maka Amien Rais menjadi keniscayaan Republik Indonesia. Negara api memburonnya ke mana-mana sebagaimana halnya negara zhulumatuzzalim “mempulosoro” untuk kepentingan “plangka-plingku” KKN ria di negeri malang Indonesia Raya yang tak se Raya gagasannya.
“If, and only If”, Indonesia sebagai bangsa yang ingin punya masa depan menyadari, negara teateral Indonesia tidaklah untuk para gangster.
Kuidentifikasi basis-basis yang mendorong di balik kekuatan para kandidat “aktor, artis, tirani, gimblang-gomblong, ujicoba pragmatis dan zhulumatuzzalim” itu,aku jadi sadar tentang alam bawah sadar bngsa kuli. TNI selama berpuluh tahun merasa perkasa dan pahlawan menjauhkan Indonesia dari demokrasi. Sekali ada demokrasi maka Matilah Munir. Hingga saat ini juga TNI itu masih merasa paling tahu, padahal ketakmampuan Indonesia untuk duduk setara dengan negara-negara bermartabat justru karena pola asuh modelTNI yang tidak pernah mengajak Indonesia menjadi bangsa bebas dari drama perkulian abadi. Alasan apa anda menjadi suka Wiranto dan Prabowo jika anda sadar mereka justru hanya orang-orang yang seolah diberi mandat penuh berbuat leluasa di negeri ini hanya karena mereka TNI? Trik SBY seolah tak mengakar di TNI.Tetapi lihatlah hasil kutak-katiknya di TNI, siapa yang dia buat Panglima ini dan panglima itu. Dia gebrak tebang pilih sana-sini dengan andalkan media kampanye bernama KPK. Coba pikir, apa betul damkar itu soal diri Abdillah melulu? Bukankah Damkar itu proyek pemenangan Pemilu untuk Megawati 2005? Mengapa orang TNI Hari Sabarno tak tersentuh? Mengapa Megawati tidak dimintai pertanggungjawaban? Oh APBD. Abdillah tersangkut APBD? Walah, ito tercinta. Yakin bawa APBD Medan lebih bobrok dari APBDLangkat? Yakin bahwa APBD Medan lebih buruk dari APBN? Jangan main-main.
Di balik kekuasaan itulah, di balik jaringan TNI itu, Wiranto, Prabowo dan mungkin Sutiyoso akan merasa percaya diri menjadi capres,sebagaimana halnya tokoh yang merea cemburui karena sudah berhasil meraih kenikmatan kekuasaan dari ke-TNI-an (SBY).
Megawati cuma andalkan titisan darah Bung Karno, tanpa kemampuan dan tanpa kejujuran. Hanya Panda Nababan yang tahu mau dikemanakan Megawati. Jualan Megawati sudah begitu merisaukan hingga Indonesia menjadi milik orang-orang PARKINDO (sebuah partai yang fusi ke PDIP) di bawah asuhan orang-orang Batak itu. Taufik Kiemas juga sama pragmatisnya. Itu sebabnya sejumlah orang memberontak menyadarkan lalu dibentuklah di PDIP itu Baitul Muslimin. Organisasi baru iu ingin mengatakan bahwa pemilih PDIP itu mayoritas muslim wong cilik yang suka sekali figur Bung Karno, tetapi kenapa anggota legislatifnya 93,7 % orang Kristen? Siapa yang tak merasakan bahwa aroma Kristen beitu kental pada sosok PDIP? Jadi itu kisah malang bagi Megawati yang cuma bermodalkan kharisma seorang Bung Karno.
Bahaya baru muncul lgi. Sultan HB X digadang-gadang mau jadi capres. Tahu apa dia? Di negaranya Yogyakartahadiningrat ditetapkan demokrasi tak perlu ada, gubernurnya tak perlu dipilih, diberi saja begitu kepada Sultan. Bah, nanti dia minta pula bantuan ke negeri Belanda agar Indonesia diizinkan kembali menjadi kerajaan. Gawat gak?
Ha, orang-orang juga sudah mulai menggadang-gadang puteri Bung Hatta, itu Meutia Hatta. Di sana ada seorang suami yang berperan seperti Taufik Kiemas, namanya Sri Edi Swasono. Jualan kharisma menjadi model.
Dulu populer betul Gus Dur. Jualannya ya NU. NU itu Agama lho di Jawa Timur.Dan Gus Dur itu separoh ilahi di mata pendukungnya yang terus-menerus dipagari agar tak keluar dari mios sempit pengagungan Gus Dur.
Nah, itu. Ito, akulah orangnya, Sinta Maya Siagian yang merasa Amien Rais harus tampil kembali. Dia memang tak punya duit, karena tak doyan korupsi. Itu memang sebuah masalah serius. Aku lirik masa lalunya. Dalam kebesaran sebagai Ketua Muhammadiah, dia tinggalkan dan pamit karena akan terjun ke dunia politik dengan membentuk PAN. Jadi secara bersih di putus hubungan itu agar ia tidak naik karena Muhammadiah dan agar Muhammadiah itu juga tidak terbawa rendong. Lain dengan Dien Syamsuddin, baru baca dua buku sudah mau jadi Presiden dan lucunya menggunakan Muhammadiah sebagai perahu politik. Kuikuti, ito, semua proses yang terkait dengan pendirian PMB yang dimaksudkan menjadi political vehicle buat capres Dien Syamsuddin. Itu memalukan. Sampe-sampe ia membela Bahdin Nur Tanjung yang salah seorang Rektor di perguruan tinggi Muhmmadiah meskipun nyata-nyata korupsi besar-besaran dan menjualasset Muhammadiah berupa kebon, tanah dan lain-lain. Ito, aku tidak memfitnah, koran yang berbicara. Dia bahkan pukuli mahasiswanya untuk maksud itu. Kata orang belum pernah ada Ketua Muhammadiah yang didemo, tetapi Dien Syamsuddin sudah mengalami di Medan karena itu membiarkan Bahdin Nur Tanjung korupsi dan membiarkan anak-anak mahasiswa dipukuli. Aku di New York saat kejadian itu. Aku hany pernah TK Muhammadiah diAsahan, tetapi aku menangis hingga saat menyaksikan itu pacarku yang orang Athena berkata “whats wrong with your lovely country, honey?
Kembali ke pokok persoalan. Orang-orang bersih yang maju dengan kal sehat dan tanpa kepalsuan. Itulah yang dicari untuk memimpin Indonesia. Jika masih ada yag lebih baik, ya silakan bukan Amien Rais. Tolong tunjukkan kepada saya. Persoalanku bukan Amien Rais, tetapi Indonesia. Kita akhirikah kekulian bangsa ini, kita akhirikan ketakbermartabatan bangsa ini? Itu pertanyaan pokoknya. Jadi bukan menuduh Amien Rais datang waktu tertentu dan hilang pada waktu panjang yang lain. Media yang membuat kesan itu. Media juga yang membuat Amrozi bisa menjadi ancaman dunia. Medai juga membuat Abdillah koruptor terbesar abad ini. Media juga yang membuat SBY capres paling pantas pada ahun 2005. Ito, kita sudah lalui semuanya.Tutup. Stop it. “Lets begin the new paragraph”.
Horas. Horas. Horas.
Amien Rais?
Aku gak simpatik
Kampanye penuh degan kepalsuan, makan di warteg bareng warga, mengayuh becak dan si tukang becak yang naik, dan itu hanya pas hanya menjelang Pilpres, norak aja gitu!
Keluarganya juga kurang menunjukkan keislaman yang kuat, anaknya jadi caleg (kroni juga nih).
aku tuh tetangganya Amin Rais
dikampung sendiri aja kalah dengan PDIP dan PKS malu-maluin aja.
dah lah jangan disebut-sebut lagi nama AMIN elingaku jadi panas. kalau dia punya pikiran untuk bangsa dulu dia sudah ditawari jadi presiden oleh poros tengah dan golkar tapi malah mengajukan gus dur. itu hasil orang yang suka mikir sendiri, kerja sendiri dasar egois
abis kalah gak jadi presiden kok ada video amin ngambek ya
terus terang aku bangga dengan pemikiran amin rais n ide-ide beliau sebetulnya kalau mau dijalankan pasti bagus utk indonesia..! kenapa kok kalah…? ingat indonesia ini penuh dengan agama yang diikuti dengan teradisi ..atau budaya yang sangat melekat dihati rakyat… sementara Amin rais dengan PANnya tidak menghendaki tradisi-tradisi yang tak sejalan dengan islam ..? ya.. otomatis..seperti itulah..!? Hampir sama dengan partai-partai baru yang sekarang yg perolehan suaranya lebih besar… yang kebanyakan orang pelarian dari PAN ..ya seperti aku ini ..? tapi ingat partai yang baru ini lebih menjanjikan paling tidak semakin bertambah tiap tahunnya ..! kalo bung nirwan pingin tau tolong ikuti dan teliti ..! jangan sehari lo ? tapi ikuti dan belajar gimana partai yang baru ini gag usah dicoblos dulu tapi teliti dulu…(yg lama ya ?) aku rasa pasti kecantol… wekekekekekek
Saya rasa pada tahun 2004 lalu pak Amien terlalu cepat mencalonkan diri m’jadi PRESIDEN.Mengapa..?? itu karna beliau tidak begitu familiar….banyak yg tidak kenal beliau.saya mendengar bahwa beliau adalah bapak reformasi,…ah..masa c..? apa beliau hanya mengambil keuntungan dari reformasi itu sendiri? maklum lah banyak yg mengaku. sorry untuk tokoh yang 1 ini mungkin sulit untuk bersaing dengan tokoh yg lain. ga percaya…??? jawabannya dapat kita lihat kl beliau menjalonkan diri kembali..SABAR YA
Amien Rais….tetangga 200 meter saya….orang yang unik
th 1989 ..di saat orang takut sama Soeharto dia bilang Soeharto harus lengser..saat itu saya memburu setiap ceramah beliau di seputar UGM dan Jogja…mulai dari seminar,talkshow,khotbah jum’at dll…seorang pemimpin bukan “kancil pilek telah hadir”
th 1998 ..di saat Reformasi ..dia dapat kesempatan jadi ketua MPR dan disitu saya baru sadar kalo beliau kurang gape memimpin Sidang ..he..he..he…
th 2004 ..di saat dia nyalon Presiden dan kalah saya ikut menangisinya
th 2004-2007 ..ada rasa sesak di dada ketika dia mulai ngomong yang tingkat akurasinya rendah..puncaknya ketika ternyata dia dapat uang dari si rochmin daruri dan mengajak SBY blak-blakan…saya mulai berpikir si tokoh reformis mulai kehilangan jiwa kenegarawanannya apalagi ontran-ontran tadi redup dalam jangka 2 hari saja…dan gak ada hasilnya…menyisakan tanda tanya..apakah yang dilontarkan pak AR adalah fakta?..ato Fitnah belaka?
Th 2009 ..adalah pertaruhannya..jika dia tergiur mencalonkan diri menjadi Presiden setelah mengatakan akan tidak lagi mencalonkan diri karena itu menelikung kaderisasi ..maka habis sudah rasa kagum saya yang pernah bikin saya berani “bertengkar” dengan bos saya yang benci Amien dan Pro Mega secara terbuka di depan seluruh pekerja di kantor saya….jadi Semoga Pak Amien Rais gak tergiur jadi Presiden…karena manuver pengurus PAN DIY ..adalah “jebakan” …jika sahwat Berkuasa Pak amien tergoda..dan dia jadi Nyalon Presiden…habis sudah…..
PS..saya masih berteman sama Pak Amien via facebook
saya juga masih menyimpan foto “salaman” dg Pak Amien setelah seminar tentang Mempertahankan kepemilikan BUMN dari rongrongan asing
Pro cah Yojo….emang sampeyan tetangga sebelah mananya Amien Rais?…
kalo pada pemilu 2004 silam..pak Amien Rais menang di kampungnya ….
1. Kp.Pandean Sari (kampung Pak amin)…Pak Amin menang..PAN kalah
2. Kp.Sawit Sari (kampung saya) …Pak Amin Menang PAN kalah amaPKS
3. Kp.Poh Ruboh …pak Amin juga menang
4. Kp.Pik Gondang ..Pak amien juga menang
ketiga kampung itu (sawitsari-Pik Gondang-Poh Ruboh) itu salin berbatasan dengan kampungnya Pak Amien Rais yang di Pandean Sari….jadi sampeyan Kampungnya dimana?
bagi saya..walau gak lagi ngefans Pak Amien….namun jika ada yang bilang Pak amien kalah di kampungnya sendiri …saya wajib meluruskannya…he..he..he…
ini menyangkut kredibilitas Kampung saya je….dulu kami solid mendukung pak amien…he..he..he..masak tonggo dewe nyalon gak di dukung…dosen saya lagi walau satu mata kuliah saat di MM UGM he..he..he…
klo ngomong P. Amin waduuuh saya sangat tertarik .. tapi klo ngomong PAN saya alergi banget…! maklum PAN orang-orangnya bikin gregetan tapi kurang greget. Tapi klo soal Amin waduuh waduh saya dibuat kagum dengan pemikiran beliau ini…waktu wawancara di acara Metro TV..uiih huebat men ..? sayang beliau ini kurang Pendukung ..! Pokoknya P. Amin oke banget…Hidup PKS… Loh… Hi Hi Hi
Amin Rais… saya hanya pernah sekali melihat beliau langsung pada saat (dulu sekali) mengantar teman yang kuliah di Fisipol UGM. Yang saya pahami Amin Rais adalah Tokoh yang berani dan cerdas. Berani melawan kemungkaran (rezim orba dan kekutan asing yang menjarah kekayaan SDA Indonesia) dan cerdas dalam pemikiran. Hanya sayang kesalahan dan kelemahan beliau terlalu banyak antara lain :
1. Terlalu jujur
2. Terlalu lugas
3. Terlalu berani
4. Terlalu baik
5. Terlalu Islam
6. Terlalu Pintar
7. Berasal dari Organisasi Islam Muhammadiyah sehingga Umat Islam Non Muhammadiyah enggan memilih dan kalangan non muslim takut memilih.
8. dll
Dengan “kelemahan” yang “terlalu banyak” tadi sangat tidak mungkin Amin Rais dapat diterima oleh “Rakyat Indonesia” untuk menjadi pemimpinnya. Naif sekali memang!!!!.
Hanya harapan dan do’a yang selalu kita panjatkan semoga ada anak bangsa Indonesia (Bukan Amin Rais) yang juga berani dan cerdas yang dapat diterima oleh Rakyat Indonesia untuk menjadi pemimpinnya.
Dulu jaman SMA, pas mo jaman reformasi kayaknya mendukung banget ama amien rais, keluarga tiap kampanye pasti ikutan, maklum historis sebagai minang muhamadiyah sangat kuat, sampe sampe kita bikin kaos PAN pas pemilu pertama ber karung karung buat dibagiin, padahal ga nyaleg, atau apa. Smua kareng ekspektasi ama AR yang sangat tinggi. Sekarang setelah tahun tahun berlalu, setelah saya kuliah economics di luar negeri sampe sekarang saya sadar omongan amien rais semakin gak ada isinya, maaf buat pendukungnya, Amien apalagi kalo ngomong masalah kemiskinan, masalah utang, masalah antek antek asing dan lain lain, itu kebanyakan omong asal cablak aja, gak dipikir dulu, kasian AR, dikerjain ama orang orang, manfaatin sifat orangnya yang cablak, dan meledak ledak. Amien sekarang purely politikus bukan negarawan lagi.
utk RAJA WALI
anda bicara asal-asalan, anda sepertinya bukan orang ekonom, apalagi dari luar negri..? gak mungkin ..! melihat tulisan andapun aku gak tertarik sama sekali, kata anda sepertinya hanya lulusan SMP atau SMA aja.. aah sayang..?
Karena indonesia bukanlah negaranya orang yang “cerdas” yang bisa “membaca”
Karena indonesia adalah negaranya orang-orang yang busuk, yang tidak siap kebusukannya tercium hidung-hidung kebenaran.
Karena Indonesia dihuni oleh kebanyakan “rakyat” yang tidak siap menghadapi perubahan
Karena Indonesia berisi para pemilih yang terlalu pintar memilih untuk kepentingan pribadi
maka, pemimpin-pemimpin seperti AMIN RAIS tidak akan pernah terpilih untuk memimpin negara ini.
tunggu sampai Indonesia “tersadar” dengan sakit yang dideritanya…
pasti mereka akam mencari pemimpin seperti amin rais jika saat itu amin rais memang telah tiada.
Dan itu juga kalau mereka bisa “sadar”
Iya deh, luar negerinya mana dulu. Kan Kamboja? Terus S3-nya di Ethiopia. Makanya komentarnya jadi gituan. Emang kalo luar negeri itu hebat?
semoga saja bangsa ini skarang bisa “sadar”…
bangsa ini sudah sangat terpuruk….?!
- manipulasi masih di anggap lazim & wajar2 saja.
- moralitas semakin tergerus.
- kepedulian sosial di anggap sikap yg bodoh.
- …………
bencana jadi semakin akrab…krn bangsa ini menganggap DOSA ADALAH BUDAYA.
duh pa..
makin dengerin amien rais ceramah…
makin nangis hati gw…
makin tau betapa bobrok para pejabat kita….
hanya untuk amie rais…
gw rela bolos kerja untuk kampanye waktu pilpres…
pernah salaman waktu dia menyatakan menerima kekalahan…
gak bisa tidur seminggu….
pertama liat waktu ceramah dimasjid zaman orba…
klo gak salah seminggu pas pak harto tanda tangan kesepakatan ama IMF….
emang bukan sekedar berani…
emang bukan sekedar kritik….
emang bukan sekedar cerdas…..
tapi disitu ada keihklasan seorang amien untuk menyelamatkan bangsa nya….
tahun 2009 katanya sih cuma jadi cadangan waktu di wawancara ama metro TV….
klo amien gak nyapres…
golput deh…
Saya juga tetangganya pak Amien Rais..
Dan cuman dia mantan capres yang concern dengan budaya Indonesia, mensupport acara Pangkur Jenggeleng (TVRI Yogya) hampir 10 tahun. Padahal dia cuma dosen dan pemilik yayasan yg berkecimpung dalam dunia pendidikan (Yayasan Budi Mulia – bikin TK, SD, SMP)
Sekalipun sebagai mantan pejabat dia bisa saja meraih harta dengan mudah, tetapi dia tidak melakukannya.
Yahh…saya rasa orang2 yg menilai buruk pak Amien Rais adalah orang-orang yang melihatnya dengan cara skeptis lebih dulu…
Negatif thinking.
bagi saya amien rais adalah suri tauladan politik indonesia, dan bagi saya kalah atau tidak menjadi presiden bukanlah suatu aib yg harus ditutupi, dan bagi saya amien rais adalah amien rais.
entah knapa di-indonesia manusia sekaliber amien rais kalah dalam pemilu ???
klo boleh mengandai bila amien dilahirkan di iran atau malaysia, sy yakin kondisinya berbeda…
itulah masyarakat indonesia… masih bnyk yg blm cerdas..
dan yg cerdaspun masih saja blum tahu….. mana yg baik dan mana yg benar…
Pak Amin, itu tokoh kritikus yang menjadi idola semasa zaman suharto, karena memang dia memiliki yg tdk dimiliki orang lain sebagai kritikus pada waktu itu, dan sebenarnya saya pernah berharap dia menjadi presiden pada 2004, namun pada pemilu 2004 tiba2 tiba saya termasuk orang yang tidak memilih amin rais. Kenapa : karena menjelang pemilu tsb amin bener2 menunjukkan kelasnya sebagai kritukus no.1 di indonesia, kampanye yang norak dan selalu memberikan komentar yang negatif terhadap orang lain. Sebagai saudara sebangsa saya sangat berharap amin rais menghilangkan kebiasaannya mencela orang lain, membicarakan kekruangan orang lain, melihat kebijakan orang selalu dari sisi negatif, padahal menurut saya seandainya beliau berubah menjadi orang yang selalu berpikir positif thd orang lain- memberikan komentar yang berimbang thd setiap pertanyaan wartawan (karena komentar negatif sudah tdk dapat dinikmati sekarang ini- tapi solusi yang dicari), saya yakin beliau akan menjadi lebih besar dari yang sekarang ini dan simpati masyarakat pasti akan muncul. ( coba cari pernyataan presiden kita sby – yang menyerang pihak lain dgn bahasa yang ksar, apa ada- terlepas dari segala kekurangan beliau- santunnya beliau dalam bicara itu yang menjadi daya tarik beliau- hal yang berlawanan dengan amin rais
Saya suka jika para petinggi politikus negeri ini bisa:
1. Berpolitik dengan santun
2. Beroposisi dengan elegan
Tidak asal kritik tapi tanpa solusi, kan jadi capek dengernya
Santun dan elegan, langka sekali rasanya…
Amien Rais ???
)
Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menjaga satunya kata dan perbuatan. Amien masih perlu banyak belajar untuk bisa menjaga satunya kata dan perbuatan.
Setiap melihat Amien Rais, selalu saja saya langsung terbayang seorang tokoh dalam cerita pewayangan Mahabarata. Tokoh itu bernama SENGKUNI.
Hidup Amien Rais !!!!
)
Pak Amien…kalo mau maju lagi.ya saya milih lagi ahh,
Kalo yang lain mah kulitnya saja cakep, dalamnya busuk.
Cuma bagaimana cara kampanye yang tidak terlalu ‘tinggi’,
orang pasar dan tani gak akan ngerti tuh ‘neokolonialisme’
dan sejenisnya.
Ayo dong maju lagi, masak Prabowo (ini dulu mantu siapa ya?), Sri Sultan (sekolah apa dulu ya..?)…wis ora mutu blas
Kesalahan terbesar Amin Rais adalah ketika menjadi Ketua MPR dan dengan Poros Tengahnya mengusung Gus Dur menjadi presiden, yang kemudian dilengserkannya kembali. Amin Rais telah diberi kesempatan untuk berbuat untuk bangsa ini tetapi beliau tidak menggunakan momen itu dengan sebaik-baiknya.
Kritis dan terlalu banyak bicara saja tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin, ingat contoh Sri Bintang Pamungkas ! Kurang kritis apa dia tapi tak laku sebagai pemimpin.
Rakyat butuh solusi bukan, pembicara yang selalu berpikir negatif tentang Bangsa Indonesia. Saya heran dengan berbagai komentar yang mengatakan bahwa bangsa kita bermental kuli. Saya tidak melihat ada yang salah dengan bangsa Indonesia dan saya tidak merasa bermental seperti itu.
Kita harus mulai terbiasa berpikir positif tentang bangsa ini. Berbagai masalah memang masih melilit bangsa ini, tetapi harus kita ingat Indonesia adalah negara kepulauan, dengan ribuan pulau, terdiri dari ratusan suku dan latar belakang budaya. Kesemuanya ini mempengaruhi perilaku pemimpin kita disemua tingkatan.
Kita seharusnya bangga karena sampai hari ini NKRI masih tegak berdiri.
dear igo ..
bila masy indonesia mayoritas seperti anda …
insya Allah bangsa ini tidak akan bangun dari keterpurukan selama ini
nah pr indonesia saat ini adalah merubah mindset mayoritas seperti anda, yg masih merasa bangga dengan keadaan indonesia sekarang ini ….
berpikir positif oke, tapi kritis terhadap kondisi yg dzalim lebih penting…
biasanya orang yg menyatakan tidak merasa dirinya bermental seperti kuli, secara tidak sadar dia menyatakan bahwa sendirinya bermental seperti tersebut ….
nkri masih tegak berdiri ….
lihat fakta mas : timor-timor dah lepas, gpk, papua merdeka dan sebagainya masih eksis
untuk : igo
nama loe IGO…pantes nggak jauh2 dgn yg namanya EGO……
coba bayangkan, kl seandainya 200 juta penduduk indonesia hanya sibuk mikirin EGO nya masing2…….
ehmmm……gue yakin tuhan akan membubarkan negara ini.
kepedulian sosial & pemikiran kritis harus di punyai setiap anak bangsa.
hanya dgn cara seperti itu…bangsa & negara ini bisa selamat. sesuai dgn amanat UUD 45.
“mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”
Saya pengagum berat Amien Rais, walaupun beratnya belum ditimbang (hehhehhe).
Saya hanya memberikan masukan saja untuk Amien Rais dan Caleg2 yang memanfaatkannya.
Untuk Bpk. Amien Rais = Jangan mengecewakan pendukung dan pengagummu dengan cara menjadi boneka caleg2 yang memanfaatkanmu untuk tujuan pribadi, selektiflah.
Untuk Caleg2 = Jangan menjadikan seorang Amien Rais sebagai bahan untuk sosialisasimu, sampai2 anda menempatkan Amien Rais di tempat yang tidak semestinya, dengan alasan yang anda buat demi Amien Rais.
Kekecewaan Saya ditujukan Untuk Bpk. Amien Rais dan Caleg berdasarkan acara bedah buku di daerah Indramayu. Dengan semangat saya dari jauh datang untuk mengikutinya, tapi setelah sampai disana malah seperti acara sosialisasi caleg.
Tolong mas nirwan, sampaikan kekecewaan saya dan teman2 kepada Bpk. Amien Rais, saya takut hal seperti ini bukan malah meningkatkan pamor, akan tetapi malah menjadi bumerang untuk Amien Rais.
Hmmm…saya kira, saya dan mungkin Anda serta kita semua, juga perlu banyak belajar untuk bisa memahami dirinya. Tapi minimal apa yang Anda katakan adalah salah satu gambaran yang ada di masyarakat kepada Amien Rais. Saya akan lebih berterima kasih bila tuliskan saja di sini apa yang Anda ketahui soal “sindiran” Anda soal “menjaga satunya kata dan perbuatan” itu dan “SENGKUNI” itu. Tak perlu takut. Saya yakin, Amien sangat tak alergi kepada kritik, hujatan, apalagi ancaman. Dia sudah mendapatkan itu semua sejak dia mahasiswa, di zaman Soeharto dan di sepuluh tahun reformasi ini.
Salam untuk Anda.
————-
Tentu…, sayapun akan lebih berterima kasih jika pandangan tentang Amien Rais bisa diungkapkan dengan pilihan cara yang beraneka.
Rasanya tak perlu kita menebar garam di laut untuk meyakinkan semua orang bahwa air laut rasanya asin.
Takut ?????, ha..ha..ha..
cuma Allah yang saya takuti..
Tabik…
amin rais?….suatu nama yg begitu harum di tahun 1998 sampai 1999.sayang, jika mengkritik dan mengeluarkan statement,tidak dibarengi dengan data yg akurat dan valid,jadi kesannya hanya mengumbar nafsu saja.akui atau tidak, rumor yg beredar amin rais begitu benci dengan PKS,dikarenakan kalah dalam pilpres. Saya baru sadar,mengapa andapun sepertinya begitu benci dengan PKS,ternyata anda adalah pengagum amin rais. Sudah beberapa kali saya bertemu dengan pengagum amin rais, semuanya ternyata membenci PKS.Pertanyaan saya,mengapa amin rais begitu benci dengan PKS?apakah pks pernah berbuat salah terhadap amin rais?atau prediksi amin rais mengenai parpol asas islam bajunya terlalu sempit ternyata tidak benar?bahkan suara partai tersebut sudah melampaui PAN?hanya amin rais yang tahu jawabannya
nggak ada yg perlu di kritik soal amien rais.bagi saya,dia sudah cukup perfect….
saya lebih suka mengkritik pemerintah.
pupuk langkah,elpiji kosong,beli minyak tanah harus antri sehari semalam,sekolah mahalnya minta ampun…………..dll.
saya berharap amien rais jd presiden.
supaya keadaan negara yg nggak jelas seperti ini bisa berubah jdi lbh baik.
wah wah wah………jadi melebar ke PKS segala.
Ini kita lagi ngomongin Amien Rais bukan Partai, kok malah melebar ke Partai.
Bagi saya semua Partai di Indonesia sama saja, nih pendapat saya :
PAN :
Awal berdiri masyarakat memilih karena Amien Rais, tetapi setelah berhasil diakui menjadi partai muhammadiyah, sehingga masyarakat yang bukan muhammadiyah beralih.
PKS :
Awal berdiri menyatakan Partai dari Golput, landasan Islam, bla bla bla (banyak haditsnya), tetapi kenyataannya golput semakin banyak dikarenakan hadits dipakai senjata untuk politik, makin lama makin tidak jelas.
Kalau kita lihat Partai pasti semua sama, hanya saja untuk ketokohan PAN lebih bagus, karena di partainya banyak orang2 yang berani maju, bukan hanya ngintip dan ikut2an. sedangkan PKS sampai sekarang saya masih sangat belum yakin kalau orang2nya berani maju dan menyuarakan hati rakyat, apalagi untuk berani menjadi presiden. Saya yakin 1000 persen pada Pilpres nanti PKS tidak akan mencalonkan kadernya.
@ Eka
Penipuan adalah sebuah kejahatan. Tapi yang lebih biadad adalah ketika penipuan itu dilakukan dengan mengatasnamakan dalil-dalil agama untuk meraih kekuasaan…
Hidup PKS !!!!!
Berarti menurut anda GOLPUT haram nggak?????
Tidak memilih dalam Pemilihan Umum itupun sebuah pilihan. Jika agama dikaitkan dengan politik kekuasaan, maka disitulah awal kehancuran agama. Apalagi jika politik dikaitkan dengan halal dan haram, itu namanya keblinger.
pa amien kalah bkn karna kredibilitasnya. tp karna allah berkehendak lain. waduh mas eka tudingan yg tdk berdasar,sy mantan aktivis kammi tp sy adlh pengagum pa amien,tp sy tdk membenci pks . maaf mas eka menurut sy klo diadakan pemilihan yg fair dan fit n propr tes yg fair ditubuh pks itu sendiri sy yakin pa amien jd pilihan yg terbaik.
pak jamal, saya tidak menuding. Saya hanya bilang rumor. Namanya rumor bisa benar bisa tidak hehehehhehe…..saya tidak berani menuding pak amin, karena suka atau tidak suka pak amin adalah bapak reformasi,beliaulah yg menjadi motor pendobrak dinasti soeharto.Kalau pak jamal bilang jika diadakan fit n propertes di pks,boleh2 saja dan silahkan diusulkan pak (maaf saya bukan kader PKS hehehehhe), tetapi jika benar prediksi pak jamal bahwa pak amin yg terbaik, pertanyaan saya apakah pak amin mau pimpin partai yg berazas islam? Kalau tulisan saya dianggap menuding pak amin,insya allah tidak ada dihati saya untuk berbuat seperti itu,jika rekan2 sesama muslim ada yg merasa terganggu,dengan segala hormat saya menghaturkan permohonan maaf.untuk pak golput,apakah golput termasuk haram atau tidak,usul saya sebelum anda bertanya,jika anda muslim coba anda cari tahu di Al-Quran dan Hadist,apakah haram atau tidak hehehehehe. Pada saat Nabi Besar Muhammad SAW menjadi pemimpin, setiap tindakan beliau dalam berpolitik selalu mengacu kepada agama,yg kebetulan agama yg diyakini beliau adalah Agama Islam. Tetapi pada saat itu,saya tidak membaca bahwa hal tersebut awal dari kehancuran agama,yg saya tahu awal dari kehancuran agama islam dikarenakan umatnya sebagian besar tidak lagi menjalankan kehidupan sesuai dengan Al-Quran dan Hadist,kalau anda bertanya dengan saya seperti apa kehidupan yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadist,saran saya silahkan pak mahendra pelajari dulu Al-Quran dan Hadist,nanti juga tahu kok heheehhehe…..sekali lagi saya mengucapkan permohonan maaf kepada pengagum pak amin rais, tidak ada di hati saya berniat menuding pak amin,sampai detik ini pak amin rais adalah salah satu muslim terbaik yg dipunyai oleh bangsa indonesia. semoga permohonan maaf saya bisa diterima oleh saudara2ku yang seiman…..wasalam..
saya pendatang baru di dunia blogger.
saya terusik untuk berhenti dan ngintip blog anda,
karena merasa ketemu dengan “teman senasib”.
mengapa amien rais kalah? hmmmm terasa mengusik luka lama.
ya… saat itu saya meratap.
masihkah mengharap amien rais maju kembali sebagai capres?
ya… seperti anda, saya juga masih berharap, kerena belum ada tokoh lain yang tampil, yang dimata saya, sekaliber dia.
ketika orde baru tumbang dan negeri ini dilanda krisis, pak amien pun disebut sebut sebagai “bapak reformasi”. rupanya itu hanya di lingkungan terbatas. kalangan (terpelajar) menengah kota.
ketika nongkrong di warung kopi emperan jalan, wacana yang berkembang ternyata lain lagi.
krisis ini gara gara amien rais. hidup jadi susah. enakan di zaman soeharto. dsb. dst.
lalu ketika ikut nimbrung, kongkow di mushala kampung?
hati2, pan dan amien rais itu muhammadiyah, kalau dia menang, nanti kita gak boleh tahlilan lagi.
di tempat lain, malah banyak yang gak kenal dan gak tahu amien rais.
anda tentu bisa menambahkan cerita lainnya lagi mengenai citra amien rais di mata masyarakat kebanyakan.
ya… komunikasi politik belum sampai ke lapisan terbesar dari masyarakat kita. berapa banyak pembaca dan pemirsa berita politik.
golkar yang jelas2 bagian dari orde baru, ternyata masih laris dan berjaya. artis sinetron dan penyanyi dangdut pun dipajang partai karena popularitasnya. tahapan kita dalam berdemokrasi tampaknya memang baru sampai di sini dan sebegitu. jalan masih panjang. semoga anda masih punya stamina untuk menghelanya, di antaranya melalui blog ini.
ini indonesia bung, bukan amerika.
muhammad amien rais sekedar sebuah nama atau tokoh. lebih pada personifikasi dari sebuah harapan dan idealisme bagi masa depan negeri tercinta kita yang terlalu lama terbenan dalam lorong sumpek keterpurukan yang tak bertepi.
rupanya anda cita mati. susah untuk beralih ke lain hati.
terima kasih. saya menikmati blog anda yang cerdas dan bergelora. enak dibaca dan perlu (hehehe minjam slogan tempo).
horas bung nirwan.
sama2 mas eka, perbedaan itu biasa..
Pas kemaren aku mampir ke sini ada title judulnya “AMIEN RAIS”…kepalaku langsung bilang, “wah satu lagi nih penggemarnya Mr. Amin. Pas baca sampai paragraph 4 …dalam hatiku “wah satu lagi nih tim suksesnya Mr. Amin” tapi pas baca paragraph 5 he he semoga paragraph 5 itu betul adanya.
Jadi inget Mei ‘98 lalu, di balairung UGM…ketika Mr. Amin sedang berorasi di tengah kerumunan mahasiswa yang dari hari ke hari semakin memanas memaksa Soeharto turun. Pas aku lihat beliau, dalam hatiku “Wah…ini dia calon pemimpin bangsa”. Seiring jalannya waktu, nampaknya figur seorang Amin mulai memudar. Jujur… kala itu, kami sendiri, para mahasiswa nya seperti berebut untuk bertanya “Ada apa dengan Anda, Pak?” Seperti orang yang kehilangan momentum dan gelar “Bapak Reformasi” seakan luntur dengan sendirinya mengingat pasca reformasi…semua yang dilakukannya menjadi antiklimaks.
Beliau seperti menghilang. Ketemu-ketemu…ya pas dia hadir di wisuda Hanafi, putranya, dan aku menghadiri wisuda suamiku. Aku lagi-lagi tersenyum…”Kemana saja dirimu, Pak?”
Bahkan rakyat Jogja, tempat dimana beliau berdomisili hingga kini, seakan juga lupa, bahwa ada seorang Amien Rais, yang perannya diperhitungkan di detik-detik akhir kekuasaan Soeharto, yang demikian cerdas, kritis, peka dan segala macam gelar itu..
Karena dia tiba-tiba saja menguap dan menghilang. Kadang muncul…kadang menghilang. Tenggelam dalam beraneka isu politik…termasuk gegap gempita agenda politik yang lebih (maaf) nggak mutu seperti agenda pencalonan Sultan sebagai Capres. Walah!
Saya cukup sepakat dengan kata-kata mas Rozan di atas. Kita akan dengan mudah menjumpai mahasiswa2, blog2 atau komunitas profesi yang membicarakan seorang Mr. Amiin dan sepak terjangnya. Tetapi ketika kita masuki sebuah pasar, kampung-kampung atau sawah(misal di Jogja saja)…mereka hanya akan bilang “O…Pak Amiin kan orang Muhammadiyah, tho?” Mr. Amiin bukan siapa-siapa buat mereka.
Hmm…jadi panjang nih…ntar lagi deh tak mampir lagi. Kalo dah diskusi nggak inget waktu. Makasih juga karena dah mampir ya mas
salam kembali bung nirwan.
anda bilang (pada jawaban comment untuk yenni): “amien mesti keluar dari baju intelektualisme dan cendekiawanisme”
ah yang bener aja. pak amien tanpa intelektualisme dan cendekiawanisme, ya bukan pak amien lagi.
nampaknya anda membenturkan intelektualisme atau cendekiawanisme dengan kenegarawanan atau politisi.
o… atau mungkin kita beda tafsir mengenai intelektual atau cendekiawan.
yang segera terbersit di benak saya, intelektual adalah “raushan fikr” menurut ali syari’ati. (saya kira pak amien boleh jadi semacam ali syari’ati nya indonesia saat ini). dia bukan hanya sekedar pandai atau berilmu, tapi juga punya ideologi, punya pemihakan dan kepedulian serta berjuang untuk kemanusiaan. ini bedanya dengan teknokrat, yang suka dipandang sebagai tukang. tergantung pemesan. malah bisa menjadi pelegitimasi kekuasaan yang korup.
saya juga jadi teringat pada pandangan michel faucault (maaf kalau slah tulis nama wong Prancis ini) yang mengingatkan bahwa pengetahuan(ilmu)suka bersekongkol dengan kekuasaan, yang katanya cenderung korup itu, dan punya daya (hak) memaksa serta memonopoli kebenaran. waspadalah.
lalu baju apa yang harus dikenakan pak amin kalau dia mau manggung (lagi) di pentas capres. harus dipoles di salon lembaga pencitraan yang kini lagi ngetrend? ya boleh2 aja, tapi justru integritas intelektual pak amin itulah yang menjadi daya tariknya, setidaknya bagi saya, dengan asketisme, konsistensi dan pandangan serta sikap “ideologisnya”.(tentunya dengan tanpa menutup mata dari kekurangannya sebagai manusia biasa).
seperti saya bilang di atas (sekaligus ralat dari salah ketik), bagi saya muhammad amien rais bukan sekedar sebuah nama atau tokoh, tapi lebih pada personifikasi dari sebuah harapan dan idealisme bagi masa depan negeri tercinta kita yang terlalu lama terbenan dalam lorong sumpek keterpurukan yang tak bertepi.
dan untuk itu diperlukan integritas keintelektualan dan kecendekiawanan. itulah yang saya temukan dalam diri pak amin; dan yang saya cari pada tokoh lain yang belum saya temukan.
dulu saya pilih sby, ibarat beli kucing dalam karung. kalau sekarang kucing yang mau manggung di pentas capres udah jelas pada kurapan semuanya, ya sikap paling bertanggungjawab adalah golput.
kata teman saya, golput adalah selemah lemahnya iman. perlawanan dengan hati.
ya…. itu lebih baik toh, daripada tidak beriman atau gak punya hati, hehehe.
kalau saya pilih tokoh macam bung nirwan yang “tukang ngarang”, weleh2 saya takut kualat dan nanti kena gebuk malaikat.
hehehe…. ternyata kalau bicara tentang tokoh idola, selalu menarik.
tetap semangat bung nirwan.
o… iya, terima kasih udah mau nengok blog blogan saya yang asal asalan. saya mau kaya anda, jadi “tukang ngarang”. anda pemberi comment pertama untuk tulisan pertama di blog pertama saya. semoga bukan kunjungan dan komentar anda yang terakhir.
eh… bu yenni, terima kasih atas dukungan dan persetujuan ibu untuk comment saya di atas.
hehehe…. bung nirwan saya udah dapat satu suara pendukung tuh. lumayan kan?
anda percaya survey, sekali kali tengoklah webnya lembaga survey indonesia bung saiful mujani, angka pak amien kok rendah terus. sebelum ada alat ukur lain untuk ngukur tingkat popularitas, saya kira survey itulah yang jadi patokan. jangan karena dapat angka rendah terus bilang gak percaya suvey, kaya jk itu. tapi angka itu bukan berarti statis, kalau digenjot dengan kamapanye yang baik dan benar, tentunya akan meningkat. kecuali emang kalau si sosok tokohnya emang gak bisa diangkat/didongkrak lagi. mau apa lagi. paling2 kita bicara pembagian peran. untuk kita tempatkan di tempat terhormat sebagai “guru bangsa”.
o… iya bu yenni itu semacam kpk nya urusan masalah validitas penelitian (kuantitatif)tuh. saya kira bu yenni (yang baik hati) tetap akan sutuju dan mendukung pendapat saya, hehehe.
Hmmmm begitu ya.
Sebagai ilustrasi, kita lihat sosok Soekarno dan Hatta. Tak diragukan lagi keduanya adalah intelektual/cendekiawan, juga ideolog. Tapi keduanya berbeda dalam hal performen kepemimpinannya. Herbert Feith bilang, Soekarno bertipe solidarity maker, sedangkan Hatta administratur. Yang satu menggelegar dan flamboyan, yang satu lagi cool dan cermat. Bisakah keduanya bertukar peran/posisi? Gak mungkin kan?.
Dalam konteks Pak Amien, bisakah dia berubah dari peran keinteltualannya/kecendekiawanannya dengan segala karakter dan posisi sosialnya? Saya meragukannya. Pak Amien memang tipikal intelektual. Seperti Rendra bilang, berumah di atas angin. Dalam ungkapan da’i sejuta ummat, Zainuddin MZ, ada di mana mana dan tidak dimana mana. Tugasnya memang menyuarakan kebenaran dimana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun. Makanya mereka cenderung oposan dan tidak peduli dengan dukungan massa. Setidaknya itu kata Edward Said. Tak diragukan lagi, Pak Amin dengan gemilang telah memerankan dirinya sebagai intelektual dalam pengertian ini.
Untuk konteks Indonesia, saat ini, type intelektual kaya Pak Amien memang kayanya kurang pas. Kuntowijoyo sempat mengulas masalah seputar gaya Pak Amin ini. Secara diametral karakternya berseberangan dengan Mbaknya PDIP, kemudian SBY sebagai pemain tengah. Makanya banyak orang masih bicara tokoh gaya Jawa yang adem dan akomodatif dengan non Jawa yang serba lugas. Inilah salah satu kritik yang biasa dilontarkan terhadap demokrasi dengan pemilu yang luber: kok bisa bisanya suara penjahat sama nilai suaranya dengan ulama dalam menilai dan memilih pemimpin.
Wah, menarik juga untuk diskusi tentang insan kamil, raushan fikr, khudy, atau manusia paripurna, dengan proses pendakian spiritualnya yang beraneka dan berliku. Tapi kayanya topik ini udah di luar konteks. Kita sedang bicara tentang Pak Amien jagoan kita, hehehe. Duh Pak Amien……, apa kabarnya dikau.
Terima kasih untuk tanggapan anda. Menarik dan menambah wawasan saya.
Wassalam.
Bro Nirwan…barusan saya baca semua comment di posting ini. Luar biasa
. Dalam hati saya “Bro Nirwan telah berhasil menaikkan rating blog nya
. Tapi salutnya, kunjungan ke blog Anda tinggi memang krn tulisan Anda berkualitas. He he tidak bermaksud memuji…tapi hanya bermaksud untuk jujur. Btw…ini bro Rozan yang di Godly Confusion ku? Wah..wah…aku baru menyadarinya sekarang…ternyata dunia maya sempit juga ya
)
Tergelitik pada tulisan Bro Nirwan:
“Muhammadiyah itu kaya raya tapi ternyata tak memberikan modal yang cukup kepada Amien”
Waktu Hanung Bramantyo maju membawa skript tentang niat baiknya untuk “mengenalkan kembali” sosok kepahlawanan seorang Ahmad Dahlan dalam sebuah Film…PP Muhammadiyah bilang: “Muhammadiyah tidak punya uang”. Lalu mana yang benar?
“Kesenjangan itu memang sengaja diciptakan. Di antaranya bisa dilihat dari dua paramater:
1. Kekalahan lingkar politik Amien menghadapi peperangan politik, secara konseptual dan secara operasional.
2. Miskin”
Kesenjangan seperti apa yang diciptakan, ya bro? Maksud saya, saya tidak melihat kesenjangan itu sebagai sebuah hubungan sebab akibat dengan dua point di atas. Atau saya saja yang salah memahaminya?
Okelah jika yang dimaksud bahwa kesenjangan itu memang diciptakan oleh lawan2 politik Amin untuk menggerus pencitraannya di hadapan publik, tetapi jika tim sukses Amiin juga memiliki kapabilitas untuk memperbaiki pencitraan itu, saya kira itu tak akan menjadi sebuah rintangan yang signifikan. Namanya juga orang jualan…ya pinter-pinternya mengemas jualannya, kan?
Realitas bahwa hampir sebagian besar masyarakat muslim Indonesia yang tinggal di pedesaan berasal dari basis NU, yang menganut madzhab Syafi’i…nampaknya juga agak diabaikan beliau. Beliau lupa, bahwa komunitas profesi, intelektual, mahasiswa, cendikiawan dan orang2 dengan latar belakang well educated…itu hanya sepersekian persen dari keseluruhan penduduk Indonesia.
“Amien mesti keluar dari baju intelektualisme dan cendekiawanisme. Tak ada yang perlu dibuktikannya lagi dalam ranah-ranah akademis. Serahkan itu kepada mahasiswanya, doktor-doktornya dan kampus-kampusnya. Tugas kecendekiawanannya selesai. Titik.”
He he setahu saya…ketika Pak Amin maju di 2004, beliau seharusnya sudah tidak tercatat sebagai guru besar di FISIPOL UGM. Tapi ya itu dia…nama beliau masih tercatat di sana…tapi kata penghuni Fisipol…secara defacto beliau kok ya nggak pernah nongol di kampus? Nah bukankah secara tidak langsung beliau juga sudah melepaskan semua atribut keakademisannya?
Tapi itu juga yang saya khawatirkan…ketika seorang ilmuwan kehilangan ruh akademisinya…kehilangan ruh keilmuwanannya…maka dia juga akan kehilangan ruh humanis nya…maka kita hanya akan melahirkan tiran-tiran baru, yang berfikir sangat oportunis dan hanya mengejar kekuasaan ansih. Maka akan lahirlah apa yang disebut oleh N. Machiavelli sebagai Sang Penguasa, yang sudah benar-benar memisahkan politik dengan moralitas…ya bener2 kekuasaan ansih. Oh no…
Ketika melihat kasus AR…sedikit banyak saya suka teringat HAbibi. The right man in the wrong place…ketika dia memutuskan masuk di dunia politik. Dia bukan seorang politisi…dia seorang ilmuwan yang tak memiliki basis gerakan. BEdanya dengan AR, AR masih memiliki basis gerakan yang dia sebenarnya sudah terbiasa dengan dunia politik. Tetapi orang menganggap kekalahannya di 2004 nggak ada bedanya dengan kesalahan yang dilakukan Habibi ketika dia mau menerima posisi sebagai wapresnya Soeharto.
Wallahu alam…
Untuk bro Rozan, saya sepakat bahwa kita tidak bisa langsung mengatakan “survey itu salah” hanya gara-gara hasilnya tidak seperti yang kita inginkan. Tetapi memang masalahnya, pada beberapa kasus penelitian dan survey yang dilakukan lembaga2 survey akhir-akhir ini, saya tidak bisa sepenuhnya langsung menelan mentah2 output survey nya. Jujur, kami…di Valid Consulting, mendekati 2009 ini agak lebih berhati-hati membaca sebuah produk survey
. Biasanya kami lihat dulu siapa yang melakukan riset, bagaimana metodologinya dan bagaimana pengambilan samplingnya. Sebuah lembaga yang besar belum tentu produknya juga Valid lho…:). He he…
Udah ah…malah panjang banget.
BTw, bro Nirwan, minta ijin tak link blog nya. Trus diskusi ttg si Guru Bangsa, nampaknya ada yg ngerespon kata2 Fir’aun Anda tuh (di blog saya)…langsung dlaam 3 kali posting
amien rais figur yg cukup layak memimpin bangsa indonesia meski banyak pihak skeptis dgn sepak terjangnya.beliau adalah pahlawan reformasi yg begitu mudah di lupakan orang.ketika pak amien bergerilya dr kampus ke kampus (sebelum reformasi terjadi) menyampaikan orasi menggejolakan di lakukannya suksesi…tokoh2 macam SBY,kalla,mega,dll…hanya duduk manis menimang2 peluang.di kala reformasi terwujud para tokoh2 tersebut berlomba2 menyetor muka seakan akan merekalah yg paling pantas memimpin negeri ini. sungguh sikap yg memalukan…!! seperti bintang kesiangan…!! pak amien lanjutkan terus perjuanganmu…..DEMI MENGGAPAI IMPIAN YG BELUM TERWUJUD.
PRO REFORMASI….!!!
salam lagi bung nirwan,
mau nyambung dikit tentang diskusi kita.
sebenarnya kita, atau cuma saya, tengah bicara tentang apa yang dikenal dalam teori marketing dengan “posisioning”. dari sini akan muncul dan terbangun “brand image”.
betul, kalau pak amien mau maju lagi sebagai capres, harus melakukan “reposisioning”. tidak lagi tampil sebagai “intelektual” yang berumah di atas angin. ia harus lebih membumi agar lebih sesuai dengan “selera pasar”.
anda menilai, “penampilan” pak amin, selama ini yang “ceplas ceplos” dan hoby mengggugat/berkomnetar, adalah sebagai ekpresi dari “konsep diri” pak pak amin dalam menempatkan dirinya yang berada dalam “maqam” cendekiawan/intelektual. Karena itu, menurut anda, ia harus pindah/bergeser posisi “maqam” nya. harus reposisioning. biar lebih pas dan punya daya jual yang lebih populer.
hmmmm bagi saya, lebih pada karakter dan style pak amien. sudah menjadi watak bawaannya emang poak amien begitu itu. udah given. seperti halnya dua sosok proklamator kita. dua pribadi yang berbeda, meski sama sama cerdas dan pantas memimpin bangsa.
sampai sekarang, dibanding yang lain, kita bisa menilai pak amien, emang yang paling ok.
masalahnya, apakah masih punya nilai jual?. Merubah brand bukan perkara mudah. apalgi udah terbanguan sekaian lama. selain itu, seleraa pasar kita, masih lebih terpukau pada kulit, ketimbang isi. maka salon pemoles citra pun kini lagi laris. artis sinetron dan penyanyi dangdut pun diusung ke senayan.
tentunya harapan selalu ada. perubahan cuaca kadang tak terduga. dan di atas segalanya, kita masih percaya, Allah Sang Maha Penentu.
gunawan muhammad pernah bilang, ketika pak amien kalah: nabi nuh aja ratusan tahun berjuang ternyata gagal memimpin ummatnya. kalaupun pak amien maju dan gagal lagi, mudah2an aja endingnya tidak seperti ummat nabi nuh. umatnya tenggelam ditelan banjir.
mudah2n bisa menjelaskan. atau malah tambah ngelantur.
————-
sebagai pendatang baru, ngeblog ternyata mengasyikkan. ada warna lain dibanding milis/chatting. rasanya… gimanaaaa gitu ya. pokoknya asyik deh. hehehe.
tetap semangat bung.
terima kasih.
suatu saat indonesia akan butuh sosok seperti pak amien rais.
sama seperti 10 thn lalu (ketika reformasi terjadi).
I HOPE SOO……….
MAJU TERUS PAK AMIEN….!!
KAMI DI SINI SELALU DUKUNG LANGKAHMU……………
amin rais gak jadi presiden mungkin karena negeri kita ini masih dijajah sama yang namanya kekuasaan…orang2 yang berkuasa dan zalim..mana ada yang suka ama amin rais..kalo pun ada yang suka paling hanya sedikit…tapi saya pribadi sangat setuju jika pada suatu saat nanti tuhan menjadikan dia presiden di negeri kita ini…optimis lah buat amin rais..bravo..
SALUT AJA TUK PAK AMIEN RAIS! SIP DAN OKE POKOKE!
amien rais tidak berkharisma. perilakunya tidak indonesiawi.Gaya ngomongnya mengidentikkan kepalsuan.
amien rais gagal jadi presiden karena salah nama. Kan amien raiso dadi presiden, hehehe… Harusnya amien is, gitu. Capres seumur hidup aja kan ga papa wekekek…..
gak papa …..daripada jadi petruk….??!!?? hahaha……..
Amin Rais ??? menurut saya beliau itu “Bapak Politik Indonesia”, jadi gak jadi presiden itu hanya sebuah akibat yang ringan saja, tapi ketika saya membayangkan 20 tahun ke depan,ternyata Beliau itu merupakan tokoh penting yang akan menjadi panutan bagi bangsa ini, misal M. Hatta, Hamka, Soekarnao dll..
Saya salut ketika wawancara di Metro TV, beliau bilang kalau kalah Pilpres “ALhamdulillah”, saya merasa beliau mempunyai rasa tanggung jawab besar dengan bangsa ini.
Hidup Amin Raissss !!!!
amien rais tidak berkharisma. perilakunya tidak indonesiawi.Gaya ngomongnya mengidentikkan kepalsuan. (?)
Trus Yang asli indonesia kayak apa? GUsdur yang menjual aset bangsa dan bekerjasama dengan zionis yahudi (israel sang pembantai) ataukah megawati yang hanya bermodal nama bapaknya sementara dia sendiri jauh dari “mirip” dengan sang bapak?
hahaha….
argumen kamu ngacau …AMIEN RAIS tokoh yg sangat berkharisma beliau adalah “bapak reformasi” (masa yg sekarang terjadi).
AMIEN RAIS bukan saja sangat indonesia …malah bisa di bilang “njawani” (sangat ke jawa2an).
km kira SBY – KALLA indonesiawi….???
pengalamanku bertemu pak Amin Rais
pertama: waktu aku ndengerin ceramah kultum tarawih di masjid ugm (eh bukan masjid ding cuma gelanggang olahraga, soalnya pada waktu itu ugm blm punya masjid) kira2 th 1994 (agak lupa) waktu itu dengan dengan berapi2 beliau meluncurkan wacana “SUKSESI kepemimpinan” saya salut,kataku dalam hati: gile bener nih orang berani ngomong kayak gini padahal waktu itu pak Suharto masih kokoh menjadi pemimpin.jadi menurutku tokoh reformis sejati ya hanya satu yaitu Amin Rais, jadi yang lainya cuma ngekor tragisnya kadang udah ngekor aja banyak yg nyasar……
kedua: sedikit cerita, temenya temenku (sebut saja namanya imam) imam ini adlah keponakanya pak Amin Rais yg tinggal bersama pak Amin Rais, nah, pada suatu hari aku bersama temenku main kerumah pak amin (waktu itu blm ada satpamnya)stelah sampai didepan pintu temenku manggil2, imam…imam…imam…setelah beberapa lama muncul pak amin saat itu pak Amin pake sarung (kayaknya cap gajah duduk soale mirip ama sarungku) dan kaos oblong ada tulisanya “NO SPAM” lengkap dengan lambangya (tapi yg ini bo’ongan, just kidding…)
PAK AMIN: cari siapa mas…?
Temenku: cari imam pak…
pak Amin: kamu kuliah dmn?
temenku: bareng imam pak..(salah satu universitas islam di yk)
pak Amin: koq gak ngucap salam…. hayoo ulangi lagi.
kemudian pak amin nutup pintu masuk ke rumah.
temenku: Assalamualaikum…..
pak amin: waalaikum salam, mari masuk mas… tunggu sebentar ya tak panggilin imam. kemudian dengan muka cengengesan aku dan temenku masuk. setelah itu aku baru tahu pak amin orang yang sederhana dan sangat menjunjung etika, gak sombong walaupun udah jadi orang besar masih mau menemui rakyat jelata seperti saya ini, hallah…..
ketiga(pak Amin udah jadi ktua MPR): ketika aku melakukan perjalanan dari lampung ke jakarta gak dinyana aku ketemu pak amin di dalam kapal cepat beliau habis melakukan kunjungan ke lampung. waktu itu aku masuk duluan gak beberapa lama kemudian pak amin beserta rombongan (cuma 3 orang pengawal) masuk, gak disangka pak amin nyalamin aku (gak ada potonya nih….) sambil berkata permisi mas…. terus beliau duduk dibangku tepat didepanku (sempet kecewa sih koq pak Amin gak inget aku yah, padahal dulu aku pernah ke rumahnya…….) sepanjang jalan aku berpikir koq seorang ktua MPR mau naik kapal laut ya? emang helikopternya lagi rusak..? wah jan, kelewatan nih orang, lah wong pesawat aja gratis koq mau2nya naik kapal laut.
sampai saat ini saya masih jadi pengagum berat pak Amin Rais, saya berharap beliau mau maju pada pilpres nanti. saya mohon pak amin jangan mendorong saya berbuat yang diharamkan MUI yaitu GOLPUT karena kalo pak Amin gak nyalon tekadku bulat untuk GOLPUT.
PILIH PAK AMIN ATAU GAK MILIH SAMA SEKALI…….
sorry bos nirwan kalo tulisanya gak mutu….
waduh ngalor ngidul,nngulon ngetan ndak da yang jelas,
namanya pro dan kontra itu yo biasa,wis koyo padang karo peteng,bungah susah,suka dan ndak suka dan masih bnyak lagi.itu adalah kehidupan.
Nah,semua dah di bentangkan lebar-lebar tinggal pilih, kita sebagai manusia yang dikaruniai Alloh akal dan fikiran disuruh memilih sesuai dengan akal,kemampuan ,ilmu yang kita miliki.
Kaitanya apa dengan pak Amien Rais????
Nah ini perlu Kecerdasan!!! Untuk melihat Sosok pak Amien Rais tidak Boleh sepotong – sepotong.harus secara keseluruhan,dalam arti memandang dengan mata batin disamping dengan kasad mata.
Saya adalah orang ndeso,pendidikan ndak tinggi,tapi saya memandang Ketokohan pak Amien Rais adalah LUAR BIAS HEBATNYA .untuk kelas Pemimpin di Indonesia ini tak ada yang sebanding dengan Beliau,kalau ada sedikit kekurangan yah itu masih dalam batas sebagai manusia biasa.
Jadi kalau ada yang menilai pak Amien Rais,yang macam2 dan kurang sejalan dengan PENGAGUMNYA, singkat jawaban saya.
TERGANTUNG YG KOMENT
KALAU YANG KOMENTAR ITU ORANG GOBLOK, BERARTI ORANG ITU MEMANG GOBLOK!!!!
KALAU YANG KOMENTAR ITU ORANG YANG BERPENDIDIKAN,AKADEMIS BERARTI ORANG ITU LEVELNYA JAUH LEBIH GOBLOK DARI ORANG YANG BENAR -BENAR GOBLOK.
Diatas ada yang bilang,memang Indonesia belum saatnya punya pemimpin
yang kecerdasannya selevel PAK AMIEN RAIS.
MAAF AGAK KASAR BAHASA SAYA BANG……MAKLUM WONG NDESO …..
TAPI SORRY KECERDASAN SAYA NDAK MO KALAH SAMA ORANG 2 YANG SEKOLAHE DUWUR .HAAAA………………HIIIIIIIIIII……….HEEEEE.HOOOOOOO
AMIEN RAIS, SI PENIPU
REFORMASI!
Kami, para manusia bijak di Bali yang tergabung pada
LSM Merah Putih, telah membaca artikel yang sangat
tajam, kritis, analistis, dan sangat mencerdaskan
sekaligus mengejutkan di:
http://PolitikCerdas21.blogspot.com/
Setelah membaca dengan teliti dan seksama artikel
tsb., kami merasa sedih dan prihatin, serta tidak tahu
harus bertindak bagaimana. Artikel itu telah
menyadarkan kami, ternyata berkali-kali kami hanya
menjadi sekedar permainan orang Jakarta (dan Orang
asing). Regim Suharto telah berkali-kali menipu
bangsanya sendiri, misalnya: Gestapu 1965, Supersemar
yang hilang, dan Serangan Umum 1 Maret di Yogya, dst.
Kali ini, bersama murid terkasihnya (Amien Rais, plus
Habibie), kembali menipu bangsanya lagi melalui
“reformasi palsu” demi menyelamatkan diri dan
regimnya. Kami prihatin dengan kemampuan manajemen dan
kecerdasan etnik Jawa yang merupakan mayoritas di
Indonesia, sebab Indonesia dibawah manusia Jawa terus
menerus menjadi manusia jajahan belaka, sebut saja
penjajahan: Belanda, Portugis, Jepang, regim Orde Baru
(sebagai boneka USA), dan saat ini: Arab/TimurTengah
yang berkonspirasi dengan parpol/ormas/lsm berbasis
Islam (melalui penjajahan kebudayaan dan politisasi
agama), serta regim bablasan Orde Baru yang
berkonspirasi dengan perusahaan internasional (plus
pemerintah asing). Prestasi Indonesia yang
terusmenerus dibawah penjajahan asing kiranya akan
merupakan record yang luar biasa (terlama dalam
sejarah, barangkali) sehingga pantas masuk Guiness
Book (mirip dengan prestasi KKN nya yang selalu
menjadi tiga besar dunia). Seolah-olah tak ada gunanya
P. Jawa (atau bangsa kita) memiliki: ITB, UI, UGM,
IPB, dst., sebagai sumber kecerdasan bangsa mengingat
para alumni PTN tersebut menguasai pemerintahan (dari
menteri, eselon 1, s/d pegawai biasa). Sampai dengan
saat ini, kami masih merasa dijajah asing yang
berkonspirasi dengan para pejabat pusat di Jakarta
(militer/polri, birokrat, poitisi, dan bussinesmen),
kasus Freeport dan Exon serta hutang baru dari bank
dunia/IMF adalah bukti nyata. Dengan menyuap 100
petinggi penting di Jakarta, perusahaan multi nasional
atau negara asing sudah bagaikan memiliki Indonesia,
rakyat setempat yang kaya raya akan natural resources
bagaikan “ayam mati dilumbung padi”. Tidak heran
pabila: Aceh ingin merdeka, Riau ingin merdeka, Papua
ingin merdeka, dan bahkan Bali pun ingin merdeka.
Semua pihak yang ingin merdeka mempunyai pandangan
yang sama yaitu para pejabat tinggi di Jakarta hanya
sekedar kepanjangan tangan negara asing atau
perusahaan multi nasional! Semua natural resources di
eksport dengan harga murah (rupiah, dijajah dollar),
diproses di luar negeri, kemudian menjadi barang
setengah jadi atau jadi yang diimport kembali dengan
harga tinggi (dalam dollar, dijajah dollar); para
petingginya mendapat komisi yang tinggi sekali dari
eksport-import sehingga menjadi “pegawai negeri
milyarder” atau konglomerat plat merah. Dengan
demikian nilai tambah diperoleh negara asing, dan kita
cuma menerima tambah pesatnya pengangguran.
Setelah membaca dengan teliti/seksama dan
berulang-ulang, maka kami paham bahwa sdr. Amien Rais
ternyata telah membodohi dan membohongi bangsanya
sendiri di saat reformasi. Kami kutipkan sedikit
artikel yang luar biasa kritisnya sebagai berikut
(sebaiknya baca sendiri di web site tsb diatas, masih
banyak artikel yang luar biasa bagusnya):
- Ketika regim militer sudah terdesak oleh kaum
intelektual kampus, maka Habibie bersama para Jendral
(Hartono, Ahmad Tirtosudiro, mbak Tutut, dsb.)
mendirikan ICMI di Universitas Brawijaya Malang guna
menarik simpati dan mengelabui kaum intelektual. dst
- Seiring dengan ICMI, Suharto juga mengganti para
menterinya yang semula berwajah Nasionalis menjadi
bernuansa Arab-Islami demi mengambil hati umat Islam
guna menyelamatkan regim militer dan ORBA. Para
menteri keturunan Arab tsb. adalah: Marie Muhamad, Ali
Alatas, Saleh Affif, Fuad Hasan, Bedu Amang, Fuad
Bawazir, dsb. Kemudian mbak Tutut Suharto yang cantik
dan seksi ke Mekah naik haji, dan sepulangnya dari
Arab, beliau memakai jilbab. Bob Hasan pun berganti
nama menjadi Muhamad Hassan. dst
- Seminggu sebelum tragedi Mei 1998 (yaitu
pembantaian/perkosaan umat Tionghoa di Jakarta dan
Solo, yang didalangi Wiranto atau Prabowo dengan
operator RPKAD dan Pemuda Pancasila) para provokator
telah diinstruksikan untuk menulisi rumah2 penduduk
dengan kata2 bernuansa SARA yaitu:”Milik Pribumi
Muslim”. Dengan demikian, para oknum jendral AD tsb.
berusaha mengadu domba Islam dengan etnis Tionghoa.
Nampak bahwa regim Suharto/militer ingin mengalihkan
tanggung jawab salah urus negara kepada etnis Tionghoa
dan ingin membuat citra bahwa umat Muslim marah kepada
Tionghoa. Padahal hampir semua bisnis militer,
politisi dan pejabat tinggi kebanyakan dijalankan oleh
konglomerat hitam Tionghoa (sekali lagi, di Indonesia
tercinta ini jauh lebih banyak Tionghoa yang baik
daripada yang “hitam”). dst.
- Ketika Akbar Tanjung diadili masalah penyelewengan
dana Bulog, ia berdalih bahwa uang itu telah
disalurkan ke yayasan Islam yang disebut Rudhatul
Janah guna mengentaskan kemiskinan; padahal uang itu
dipakai untuk mendirikan berbagai partai politik agar
PDIP saat itu tidak menang mutlak. (Bila saat itu
tetap hanya ada tiga partai, PDIP menang mutlak,
pastilah regim ORBA sudah musnah! Ini politik devide
et impera) dst.
- Ketika terjadi reformasi, Suharto dengan tenang,
aman, nyaman dan tentram tetap bercengkerama di jl.
Cendana bersama anak cucunya, ini sungguh luar biasa!
Para politisi dan profesor dari Luar Negeri sampai
tidak habis herannya, mereka meminta bangsa Indonesia
untuk secara cerdas menganalisa hal ini mengingat
fakta sejarah didunia mengatakan bahwa jatuhnya rezim
diktator atau koruptor selalu dibarengi dengan: a)
kaburnya penguasa ke luar negeri atau terbunuh,
misalnya Marcos, Shah Iran, Mobutu Seseseko, Jean
Betrand Aristi, dst., b) partai pendukung utamanya
dibubarkan, c) militer kembali ke barak. Namun yang
terjadi di Indonesia adalah aneh bin ajaib: partai
pendukung Orde Baru dan militer tetap dominan, d)
presiden berserta keluarga hidup
aman-tentram-sejahtera di istananya, e) tidak ada
usaha repatriasi/pengembalian harta rampokan presiden,
keluarga, dan kroninya kepada negara (padahal beban
utang negara terus-menerus meningkat). Sayang, bangsa
ini memang baru terlelap tidur sehingga otaknya tidak
mampu menganalisanya. Para kaum supercerdas politik
(terutama pengamat politik luar negeri, akademisi
kampus) mengatakan bahwa disamping Suharto mendapat
jaminan keamanan dari kelompoknya (TNI AD lewat
Jendral Wiranto dan Prabowo), Suharto juga mendapat
jaminan keamanan dari salah seorang tokoh reformasi
yang berhasil diselundupkannya hebat bukan? Dalam
politik, cara terbaik melumpuhkan lawan adalah
strategi penyusupan (ingat dimasa ORBA: berapa kali
PDI disusupi dan dipecah belah dari dalam).
Siapakah diantara ketiga tokoh reformasi (Mega, Gus
Dur, dan Amien Rais) yang merupakan tokoh selundupan
itu? Ia adalah Doktor Amien Rais, warga keturunan Arab
asal Solo, sahabat lama Prabowo jauh hari sebelum
reformasi (Prabowo = menantu Suharto); jadi regim
Suharto sudah lama mempersiapankan strategi penyusupan
Reformasi. Amien Rais, kader brilian ICMI, kemudian
pura-pura bentrok dengan ICMI, keluar dari ICMI dan
menyelundup sebagai tokoh reformasi. Bukti lain bahwa
Amien Rais adalah antek Suharto terlihat jelas dari
gerak zig-zagnya. Sebagai reforman selundupan dengan
tujuan justru menyelamatkan regim Orba, maka Amien
Rais secara cerdik membelokan arah reformasi dengan
cara:
a) Ketika Suharto dengan seenaknya/inkonstitusional
menunjuk Habibie sebagai penggantinya, maka kaum
intelektual kampus dan para mahasiswa menolak Habibie
(Hbb) dan ingin menurunkannya, Amin justru melindungi
Hbb dengan himbauannya agar Hbb diberi kesempatan tuk
memimpin reformasi dan Amin sanggup menjadi sparing
partnernya apabila Hbb menyeleweng.
b) Pemilu pertama setelah Suharto jatuh, maka partai
politik dibikin banyak sekali, tujuan utama adalah
devide et impera (pecahbelah kekuatan lawan). Dana
pendirian partai diambilkan dari Bulog gate; PAN
mendapatkan dukungan keuangan yang besar dari regim
Orba, tidak heran kalau kampanye cukup mengagetkan dan
dapat menggaet banyak suara walau sebagai partai baru
(mirip dengan kasus PKS, lihat bawah).
c) Ketika PDIP menang pemilu (tidak bisa menang
mutlak, karena partai peserta Pemilu disengaja banyak
sekali), regim ORBA masih merasa takut sekali apabila
Megawati menjadi presiden (siapa tahu Mgw, anak
Sukarno, akan balas dendam thd regim Suharto); maka
perlu kelicikan untuk menjegal Mega, Amien menjadi
dalangnya dengan membentuk poros tengah yang bernuansa
Islami dan dengan jargon “Wanita belum bisa diterima
oleh ulama Islam sebagai presiden”. Maka Gus Dur yang
dianggap kurang berbahaya terhadap regim ORBA dinaikan
menjadi presiden (walau dari persyaratan kesehatan
jasmani jelas2 tidak mungkin ia menjadi presiden sebab
buta; namun saat itu hanya Gus Dur yang dapat
menandingi kepopuleran Megawati).
d) Ketika dalam perjalanannya sebagai presiden, Gus
Dur ternyata dianggap membahayakan regim Orba, maka
Amin Rais kembali beraksi lagi melalui MPR/DPR dan
berhasil menjatuhkan Gus Dur. Gebrakan gus Dur yang
membahayakan regim Orba misalnya adalah: membubarkan
Deppen dan menetralkan LKBN serta TVRI (senjata
informasi paling canggih regim Orba, pembius dan
pembodoh rakyat), pemulihan hak kebudayaan etnis
Tionghoa, serta diangkatnya Baharudin Lopa menjadi
Jaksa Agung, yang kemudian ditengah masa jabatannya,
ia dihabisi oleh Regim ORBA (regim Orba yang pakar
dalam bunuh membunuh dan adu domba juga menghabisi
Munir-Kontras serta jendral bersih dan cerdas Agus
Wirahadikusumah).
e) Ditahun 2004, Gus Dur ngotot ingin jadi calon
presiden lagi; namun karena tidak dibutuhkan lagi oleh
regim ORBA, maka cacat matanya dipermasalahkan, kali
ini tidak ada lagi yang membelanya! Megawati yang
sudah bisa dijinakan dan mulai dekat dengan militer
akhirnya direstui tuk jadi presiden.
f) Kemudian, dalam salah satu pidatonya, Amin Rais
menandaskan untuk tidak mengungkit-ungkit lagi
Soeharto dengan alasan usia dan sakit; padahal
Soeharto dkk. itu kunci keadilan, kunci KKN, kunci
masalah dan pelurusan sejarah, kunci uang yang ada di
bank2 L.N; Soeharto adalah sumber dari segala sumber
malapetaka Indonesia (bagaikan Hitler bagi jerman);
jadi sebaiknya Soeharto diadili dulu, mengakui
bersalah, barulah diampuni. Kasus terakhir, bulan
Maret 2006, AM Fatwa dari PAN menjenguk Tommy Suharto
dengan alasan kemanusiaan, diperkirakan ini adalah
bagaikan balas jasa PAN atas pendanaan awal partai PAN
oleh regim Soeharto, serta mengingat menguatnya
kembali regim militer (kembali USA ingin dibelakang
militer lagi). Dalam gerakan zig-zag si reforman palsu
ini (Amin Rais), ia banyak mendapat dukungan resmi dan
restu dari HMI, KAHMI, Muhammadiyah, dan MUI. Sampai
dengan saat ini Amien Rais beserta petinggi HMI,
KAHMI, Muhammadiyah, dan MUI sudah tidak pernah lagi
mengusik Suharto beserta kroninya, karena sudah
kenyang akan keduniawian: kekuasaan dan materi/uang.
Akhirnya Suharto dan regimnya ternyata selamat, aman,
tentram, dan sejahtera sampai sat ini.
Saat ini, masyarakat luas yang kebanyakan buta politik
telah menerima bahwa telah terjadi reformasi, padahal
belum! Regim ORBA adalah ibarat rangkaian seratus
gerbong kereta api Argo Bromo, kemudian melalui
reformasi semu, yang turun baru satu masinis saja,
yaitu Soeharto, sedangkan lainnya masih mendominasi
tatanan bisnis, birokrasi dan perpolitikan di
Indonesia (terutama oknum petinggi militer/polri dan
Golkar). Persamaan mathematik reformasi di Indonesia
sungguh kayal dan irasional, persamaan itu adalah:
Orde Reformasi = Orde Baru cukup dikurangi satu
Soeharto saja!!! Setelah rakyat yang buta politik
tertipu dan percaya bahwa telah terjadi reformasi
sungguhan, maka kaum bablasan ORBA ini lalu justru
“mengobok-obok sampai mabok reformasi palsu” ini,
setelah rakyatnya benar2 mabok, kemudian regim
bablasan Orba menimpakan/mengalihkan semua krisis
bangsa akibat kesalahan regim Suharto ke generasi
reformasi palsu ini (jurus lempar tanggung jawab),
dengan demikian generasi tua ini telah berhasil
membalik situasi: rakyat yang bodoh politik menjadi
rindu kembali akan regim Soeharto/militer dan mulai
membenci reformasi (yang sebenarnya palsu ini).
dst.
Karena sudah kenyang ditipu, maka bersama email ini,
kami menuntut Amien Rais untuk meluruskan pemahaman
politik masyarakat dengan memberikan statemen di
harian ternama, misal harian Kompas, tentang peran
bunglonnya dan sekaligus statemen bahwa belum terjadi
reformasi, bahwa yang terjadi adalah reformasi palsu!
Tuntutan ini perlu dilaksanakan mengingat krisis
Indonesia akan segera berulang kembali akibat adanya
reformasi palsu ini.
Setelah memahami kepalsuan reformasi ini, marilah kita
himpun semangat dan persatuan lagi untuk mengadakan
reformasi yang sungguh-sungguh! Reformasi palsu
berarti yang berkuasa saat ini adalah regim bablasan
Orde Baru, maka tidaklah mengherankan kalau krisis
ekonomi, moral, dan kebudayaan tetap berlangsung.
Mohon dukungan anda semua untuk meneruskan tuntutan
ini ke ybs. dan meneruskan ke segenap insan di
Indonesia (terutama kepada ketua organisasi: Parpol,
LSM, Ormas, Mhs, dosen). Mari kita tuntut Amien Rais
bersama-sama, dan mari kita singsingkan lengan baju
untuk melakukan reformasi kembali, jangan sampai mudah
ditipu dan dikerjain lagi! Semoga Tuhan beserta kita.
Denpasar, pertengahan April 2006
LSM Merah Putih
Denpasar, Bali.
Berita terbaru: di harian Kompas, Kamis tgl. 20 April
2006 hal. 2, nampak Amien R. diapit mantan dua
jendral kesayangan Suharto: Try Sutrisno dan Wiranto.
Dua jendral yang tangannya berlumuran darah para
korban pelanggaran HAM berat. Photo tsb. juga
mengindentifikasikan siapa AR dan habitat yang
sebenarnya.
— End
Ada yang Ngomen “Bung Amien bukan Tokoh Reformasi”. Dah mayat kale yang ngomen itu. Ga tau diya, kemana diya puluhan tahun yang lalu ato jangan-jangan masih ingusan ketika itu. Ga ada yang berani mengatakan bhwa Soeharto harus lengser; Bung Amien berani mengatakan itu. Ga ada tokoh yang berani berada di antara lautan mahasiswa/i meminta agar Soeharto lengser; Bung Amien ada di sana.
Kalo kemudian Bung Amien seperti Cat Air, itu karena Citra dari Pencitraan Diri dengan Opini yang menempatkan Bung Amien harus berlari terengah-engah… sendiri tanpa ada yang mengawal apa yang dia “bawa” bahkan dirinya sendiri. Itulah Bung Amien; disodorkan kemudian dipecundangi. AS itu emang brengsek! Bung Amien telah tau siapa internal corrosiver dan yang mana external corrosiver. Sendi-sendi Reformasi belum tertuang utuh, masih tersimpan rapi di benak Bung Amien walaupun ada yang berteriak Reformis justru Roh Reformasi ada di tangan Bung Amien, sesungguhnya… Thx.
Huehehehe….hmmm…
Gue stuju skali komentar di atas……
REFORMASI BELUM TERJADI
amien rais? hmm..jangan jadi presiden! sayang …itu jebakan batman.
bahkan manusia sehebat amien pun takkan mampu melawan arus sistem yang udah bobrok masya allah ini…mending pak amien jadi dosen aja…(sekarang dah jarang ngajar di kampus S1). didik generasi muda agar bisa secerdas, seamanah, dan seberani pak amien..jadi akan banyak lahir amien rais2 baru yang bisa mengubah indonesia. satu amien rasi? mana cukup.
Pak Amien sdh kehabisan momentumnya untuk jadi RI-1. Mendingan beliau jadi tokoh bangsa yang tugasnya mengkader anak muda agar siap tampil menuntaskan reformasi negeri ini.
He he…si Bapak katanya mau nyalon lagi neh…
Apa strategimu buat support si Bapak, bang?
Jadi manajer kampanyenya aja sana
Ampooooooooooooooooooooon bang …….!
Abdul Hadi terima suap……????????????????? (ternyata dari PAN ..) wadooooh
Gimana neeh……….!
kasian babe gue nih………..
Boleh ikut komentar nih. Gabung di blog yang ramai ini.
Yuk, kita memilih yang bener.
Kalau gak ada partai yang bener.
Ya yang lebih bersih sedikit dari yang lain.
Kita sudah paham lah.
Pilih partai itu saja.
ya deeeh….. ayas AREMA pasti pilih yang kadit kanyup halas
katanya EBES yang baik cuman utas ……okey
ngayas Abdul Hadi kena KPK boos……….pindah aja ke yg lain yang lebih baik
Pilih yuk no. 9
tapi dikurangi 1 angkanya
Gak bersih banget juga, tapi lumayan lah dibanding yang lain-lain
Sudah paham.
PAHAAAAAAAAAAAAAAM ……
waduh…. pede banget nih no.8, padahal tidaklah jauh berbeda dengan partai islam lainnya… idealisme di-jual hanya dengan secuil kekuasaan….
Biarin aja, yang penting rame…
ikut memeriahkan suasan Pemilu 2009
Nggak ada “Loe” Nggak Rame
belum ada alternatif lain sih
jadi ya udah gw tetep pilih partai itu
gw juga PAHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM no 8
semakin bosan ………… saja sy melihat kampanye kalian ………..
Kalo bosan nggak usah komentarlaaah ………….
diem ajalaah maaal…..?
blok ini kan bebas ……….orang yang punya blok ya diem aja kok…….!
silahkan anda menulis apa saja yang penting bukan kata2 kotor….
itu yang bilang yg punya blok….ngerti nggak ………?
paling kalo kampanye dia bilang…….. lanjut2…..
hhahahahahahahahahahahaha abang jamal yang selalu senyum……..hehehehehe……
hiihihihihihihihihiihiii
ketawa muluk bau tau……..!
nggak kok Bang …….kan udah gosok gigi pakek modol eh odol
wakakakakkak
makanya sekolah dunkz….
Pada pemilu legislatif 2004 saya tidak ikut nyoblos karena gak punya pilihan yang pas menurut saya…
Tapi waktu pilpres 2004 saya aktif berjuang untuk Pak Amien Rais.
Walaupun akhirnya Pak Amien kalah… tapi SAYA BANGGA KARENA TELAH BERJUANG DAN MEMILIH PEMIMPIN YANG BENAR….!!!
@ Jamalsmile
lu sok sekolah tinggi mal..mal..?
biar gini gw lulusan ……SD……..tau..!!!!!..payah kamu mal..?
Pilpres besok menurut saya tidak akan lebih dari 4 calon, karena kemungkinan pemilu bulan depan tidak ada satu partaipun yang bisa meraih suara sampai 20%. Jadi harus ada koalisi.
Yang sudah kelihatan didepan baru : SBY, Megawati dan Yusuf Kalla. Tinggal 1 calon lagi yang bisa masuk. Yaitu yg bisa mengambil suara2 yg kecil2.
Pada tahun 80-an saya terbiasa mendengar ceramah Pak Amien di kampus atau masjid2 di Jogja. Dia bisa sebagai imam maupun khatib. Ilmu dunia (sebagai profesor)dan akhiratnya (mantan ketua Muhammadiyah) tidak diragukan lagi.
Bang Nirwan, kalau Pak Amien mencalonkan lagi saya akan pilih dia. Tapi sy akan lebih senang kalau Pak Amien tidak mencalonkan lagi. Orang baik untuk terpilih/menang di negeri ini sangat susah. Kita harus realistis dengan kondisi masyarakat kita.
Jadi gimana ya. Untuk ini Golput aja apa ya.
Salam.
saya kira ini blog independent.. tidak berafiliasi ke partai manapun..
ternyata oh ternyata… AMin rais (+PAN) minded.
pantesan turut menjelek2an PKS. rupanya ada abdul hadi djamal juga di situ.
Bang Nirwan, saya kira kalau PAN & PKS bersatu pasti menang.Tapi bersatunya PAN & PKS ini membuat sekelompok orang yg serakah ketakutan.
Bang. menurut saya : PAN & PKS yang pada awal reformasi begitu bersahabat (PKS masih bernama PK — belum Sejahtera, yg sy dengar sama2 dibidani Pak Amien) telah berhasil dibuat tidak kompak oleh para status quo.
Coba kalau PAN bertindak sebagai ujung tombak (dengan intelektual keilmuannya) dan PKS bertindak sebagai pagar (dengan intelektual keagamaanya) kompak & bersatu maju bersama, maka KITA PASTI MENANG, dan orang baik bisa mengendalikan negeri ini.
Benar nggak Bang pemikiran saya ini.
Salam.
Tolong kepada saudr2ku sesama muslim jangan saling menjelekkan, kepada pendukung pks jangan takabur seolah-olah anda yang paling bersih, kita tidak bisa pungkiri kalau Amin Rais adalah satu-satunya manusia yang berani mengatakan Suharto mundur pada waktu Suharto masih jaya anda-anda kemana anda seharusnya berterima kasih kepada beliau tanpa ada reformasi ga ada yang namanya PKS, PAN, PKB dllkecuali GOLKAR, PPP dan PDI
ya.. memang rakyat indonesia adalah bangsa yg cepat lupa…..
@Yahyabasa
kata2 anda memang bijak utk ukuran saya …….kami
sekelompok kecil mahasiswa simpatisan PKS sangat mengharapkan kemenangan PKS untuk legislatif namun kami betul2 menginginkan Amin maju sebagai Presiden
harapan kami kedepan sebetulnya ingin mempersatukan antara Amin Rais dan PKS, namun berbagai kendala yang sukar utk ditembus sehingga pilihan kami terpecah, namun cita2 kami sangat ingin mempersatukan semua partai muslim walaupun itu hanya mimpi .
bagaimana mungkin anda betul2 menginginkan p Amin Rais jadi preiden. partai anda sama sekali tidak mendukung P amin. Anda para pkser (simpatisan dan kader adalah sama saja) mau bilang apa?
partai anda partai dakwah dianggap lebih tau dibanding dengan partai yg nasionalis ttg bagaimana memilih pemimpin (tabligh amanah fathonah) tapi sama sekali tidak memilih p amin, rekomendasi yg disampaikan hidayat nw pada hari terakhir… itu sama aja bohong.
partai anda malah membandingkan dengan wiranto yg nota bene jauh banget dari p amin. padahal pas pemilu legislatif partai anda menjual p amin (terutama di jateng & diy) untuk menaikkan perolehan suara pks.
dakwah partai anda kering (=hanya tipu2 aja) … tabligh amanah sidiq fathonah yg anda pahami tidak diamalkan. (mana dakwah anda diwilayah politik ?)
itu sekelumit masa lalu 2004, apalagi sekarang ..tak mungkin pks akan memilih pa amin.(karena tidak menguntungkan … hahaha)
jadi @jamal angry dan konco2nya akan memilih pa amin adalah bohong belaka dan tidak usah perlu bertindak sebagai musang yang berbulu domba.( udah ketahuan !)
ya… tahun 2004, sy sangat sakit hati, dukungan PKS thd amien rais pada waktu itu hanya akal-akalan, bagaimana tidak, didukung aja 3 hari sebelum pilpres. bagaimana pesan itu samapai kpd grasroot.
tapi itulah kenegarawan sosok amien rais, legowo dan tidak menyalahkan siapapun pada saat itu.
tapi anehnya, pada putaran ke-2, tidak banyak pikir langsung jauh2 hari dukung SBY.
sekarang 2009, hampir mustahil pa amien didukung PKS, bila benar berarti PKS sudah bertobat.. hehe..
bila melihat konstelasi politik terbaru, ky2nya PKS akan merapat kpd SBY, ahh partai Islam apa ini, terang2 SBY kiblat ekonominya menghamba thd IMF dan amerika(kapitalis).
memang belum saatnya orang baik memimpin indonesia…
ya Allah sadarkanlah teman2 ku di-PKS ini ya Allah..
@ Mentaramam.
Kata2 anda benar tapi kami berpendapat sendiri
terserah anda mau mengatakan apa pada kami, berbohong atau mengatakan hanya tipu2kami persilahkan, tapi kami tetap berpendirian demikian, maaf kami tetap mendukung PKS untuk legislatif, namun kami tetap akan mendukung
P Amin Rais. sekali lagi mohon maaf, anda mau mengatakan apa saja terhadap kami silahkan karena segala kritikan terhadap klompok kami akan kami anggap sebagai suatu dorongan yang positif untuk mengoreksi diri kami.
Salam untuk anda.
@jamal angry
tidak ada yang meminta anda meninggalkan partai tercinta anda, terserah kalianlah mau milih partai itu hak anda, tapi lebih gentle buat pkser, pilihlah capres dari partai anda annis matta misalnya, nggak usah melakukan tindakan yg penuh kepura-puraan. pura2 mendukung pihak lain biar perolehan naik, tapi setelah itu mendukung yang lain, maaf itu tindakan yang tidak gentle dan tidak satria. Maaf, apakah partai dakwah seperti itu ? katakan bahwa yang benar kalau memang itu benar dan katakan salah kalo itu memang salah. bukan mengatakan benar atau salah berdasarkan kalau menguntungkan partai. maaf dakwah partai anda kalah dengan kepentingan kekuasaan partai anda. menurut kami untuk saat ini dakwah tidak bisa berjalan beriringan, dan itu sudah terbukti.
dan maaf lagi nih …kenapa kami selalu menghubungkan dengan dakwah?, karena jargon anda partai dakwah.
……
salam juga untuk anda
Kampanye PAN Tidak Mendidik?
Kampanye yang dilakukan beberapa partai semakin tidak mendidik. Untuk menggaet massa yang besar para partai pun melakukan segala cara pada saat kampanye. Dan yang paling sering mewarnai kampanye beberapa partai adalah dengan menampilkan goyang erotis.
Miris sekali melihatnya, belum terpilih saja sudah memberikan pendidikan yang kurang baik pada masyarakat. Bagaimana nanti jika sudah terpilih.
Harusnya para partai itu sadar bahwa yang menghadiri kampanye mereka bukan hanya orang dewasa, namun anak-anak juga turut menyaksikannya. Baru-baru ini kampanye PAN juga menampilkan goyang erotis. Seorang perempuan dengan goyangan mautnya menghibur massa yang datang. Tak ayal massa pun terbawa suasana.
Harusnya Partai yang diketuai Sutrisno Bahir ini lebih mengedepankan etika dalam berkampanye. Jangan hanya asal kampanye, seolah-olah massa adalah segalanya tanpa mempertimbangkan manfaat dan mudarat yang akan timbul. Apalagi partai ini juga dimotori oleh Amien Rais yang dikenal dengan tokoh yang agamis.
Melihat setiap kampanye PAN seakan-akan partai ini bukan Partai yang didukung oleh salah satu ormas islam, karena goyangan erotis yang selalu digencarkan untuk memikat massa.
Kampanye akan berakhir dalam waktu dekat ini, akankah PAN mengubah cara kampanyenya? Kita simak saja tindak tanduk partai SB ini.(sumber inilah.com)
seorang amin rais tidak bisa mendidik partai yg didirikannya…….ckckckckckck…..
ya… tahun 2004, sy sangat sakit hati, dukungan PKS thd amien rais pada waktu itu hanya akal-akalan, bagaimana tidak, didukung aja 3 hari sebelum pilpres. bagaimana pesan itu samapai kpd grasroot. (wkakakakawkakak…..akhirnya terbukti juga omongan saya mengenai hal ini, jika bang nirwan masih ingat dengan tulisan saya. Mau dukung 2 hari sebelumnnya atau satu hari sebelumnnya,jika PAN memang capable,tidak akan menjadi masalah buat Amin Rais)
@mataraman
minimal untuk saat ini PKS masih lebih bersih sedikit dari PAN hihihiihi
@ eka
kalo dasar pemikiran sudah keblinger, dakwah hanya dijadikan alat untuk mendulang suara. politik menunggangi agama. niatnya sudah tidak benar mau dikemanakan juga akan tetap salah.
akibatnya apa? tabrak sana, tabrak sini. saat itu partai Islam lain ? berbasis Islam spt PBB, PKB, PAN PPP dll melihat ulah pks hanya mendiamkan saja karena masih menganggap saudara seiman, tapi ternyata dengan pongah pks mengkhianati saudaranya sendiri. apalagi sekarang yg sudah merasa besar sedikit … ogah untuk bersilaturahmi (khususnya kasus iklan)
ckckckck… jauh dari bayangan sy pks sebagai partai dakwah. dakwah hanya pilih-pilih … pengajian hanya orang tertentu … dasar pertimbangan apa? pertimbangan kalkulasi politik tuk mencapai kekuasaan, bukan amar makruf nahi munkar.
kalo pks dakwahnya benar… tidak akan menjual apapun yang bukan haknya..
ck ck ck (lagi..) kok ada ya yg begitu .. hihihihi
@ eka
ternyata masyarakat kita belum tahu bagaimana seharusnya pemimpin itu shg tdk bisa menerima p amin sbg pemimpin, tapi kasus pks sbg partai dakwah adalah BUKANNYA TIDAK TAHU TETAPI pks TIDAK MAU. pks tahu bagaimana kriteria pemimpin, dalam memilih pemimpin pks lebih mengerti. namun sayang sekali kepahaman yang dipunyai tidak pernah diamalkan hanya karena kepentingan politik karena p amin diperkirakan tidak menang, karena milih p amin tidak menguntungkan secara politik (& ecara financial tentunya ckckckck), bukan karena tabligh amanah fathonah siddiq. kmd mencari mulailah mencari-cari kesalahan p amin, sekarang aja bilang “dr yg buruk2 pilih partai yg paling baik” dulu di th 2004 ucapan itu tidak pernah keluar dari pks’ser ck ck ck …
dulu 2004 mengatakan dosa besar p amin adlh mengatakan baju islam terlalu kecil, hahaha sekarang anda melakukannya juga ..contoh pks mengubah menjadi partai terbuka, caleg non-muslim masuk. ck ck ck … (padahal anda partai dakwah .. wkakwkwka… eh ck ck ck .. )
pks adalah partai, sebuah institusi yang harusnya lebih “terjaga” dari individu ternyata lebih tidak mendidik anggotanya, apalagi diwilayah yang lebih mendasar yaitu niat dan pembodohan-pembodohan publik. ck..ck..ck..ck .. ditambahin dengan arogansi kader dan simpatisannya (tentunya diilhami partainya donk … hihihi)
bener bang nirwan…. partai ini tidak melakukan silaturahmi dengan kelompok lain dan merasa paling suci. dan kalo terbukti ada kadernya yg korupsi dan ke panti pijat … mereka akan bilang “kami bukan sekumpulan malaikat” hwa kakkaka … (katanya kadernya sudah ditarbiyah …..)
semua orang juga tahu kalo hahahaha ngelesnya itu lho … gak nguwatin …. hahaha
maaf ya ….
@jamalangry : anda lebih cool dikit ternyata… salam buat anda.
@mataraman
hal yg sangat mustahil bila pilihan itu jatuh pada pa amien, bila pilihan itu jatuh pada pa amien, sy yakin PKS telah bertobat…
sy jd bertanya-tanya sumbangsih dari HNW itu apa sih pada era orde baru…
kemana para pendiri2 PKS pada saat itu..
alasan PKS tidak memilih pa Amien adalah tidak islami bila dibandingkan wiranto pada saat itu th 2004… sakit hati sy sebagai warga muhammadiyah bila kader terbaik kami diberi stigma sperti itu….
jd yg islami itu seperti apa sih…?
Sekarang diem dulu aah ………….!
besok kan mau mencontreng…selamat pesta demokrasi saudara2ku… selamat berjuang, tetapkan hati pada pendirian anda masing2, semoga setelah pemilu nanti kita rukun2 aja. yok setelah ini mari kita bicarakan soal yang lain semoga bang nirwan mengangkat persoalan diluar partai biar gak ada perbedaan pendapat yang menohok kehati kita…okey
trima kasih Bang Jamalsmile …sy dan kawan2 mohon maaf yg sebesar-besarnya banyak kesalahan dan kata2 kasar saya, sungguh permohonan maaf ini datang dari lubuk hati sy yg paling dalam,begitu juga pada bang Nirwan, Mataraman, Tulkiyem,Mas Ekoz,pokoknya semua kawan2 yang ada di bloknya Bang nirwan.
semoga Anda semua diberikan kesehatan dan pajang umur oleh Allah YME Amin
okey tetap semangat dan kritis
Ada bangsa yang sengaja menyusup ke negeri tercinta ini.. mereka membawa isu buruk terhadap anak bangsa yang hendak membebaskan mereka dari cengkeraman TIRANI….
Namun sayang…bangsa ini tak cukup cerdas untuk melihat siapakah yang pantas memimpin bangsa ini…
Saya masih berharap Amin Rais jadi PRESIDEN RI…..
manuver pa amien sekarang2 ini membuat pro-kontra dari luar partai dan internal partai…
mudah2an ijtihad pa amien ini mendapat 2 pahala…
1 atau 2 minggu ke-depan, menjadi pertaruhan yg besar dari sosok bapak reformasi ini…
will see…
@jamal angry:Sekarang diem dulu aah ………….!
hahaha.. ngeles …hwa haha…
apa itu ngeles……..?
orang bang Jamal Angry sekarang lagi ke LN
nggak tau kemana ? Timor Leste kale ?
Amien Rais dukung SBY
Soetrisno Bachir dukung Megawati
Bang Nirwan ikut yang mana?
Gimana sih Pak Amin ini kok malah koalisi sama Demokrad ? manufer apa ini ?, padahal yang punya blog ini waduh bencinya setengah mati sama SBY.
kalo partai lain yg mendukung dikatakan mendukung indonesia menjadi kuli nah kalo Pak Amin yg mendukung SBY trus yg punya blog mau komentar apa neh…?
@gadis
itu masih mending dari pada partai dakwah yang dakwahnya dikalahin kepentingan politiknya …
jadinya …. “mari bersama-sama secara sistematis menjual dakwah untuk kepentingan kekuasaan ”
hwakakaka…..
@Biru putih
kamu itu kok o on banget sih !
emangnya aku orang PKS..? gak baca komentarku
apa ?
Aku nih ..! nggak partai2an tau..!
aku mau pilih presiden aja ! ngerti nggak ?
dasar o on lu..!
Amien ….Amien …….Au Ah ….(gelapp).
Segelap harapan menjadi Presiden…………….?
Dear friends….
Bicara tentang Pak aminnya, bagi saya dia adalah salah satu aset bangsa yang saat ini nomor satu, dan seimbang dari segi iptek dan imtaq. saya juga simpatik dengan beliau setelah banyak yang dilalui hingga saat ini, bangsa indonesia ini ternyata yang belum siap menerima keberadaan beliau di eksekutif. soalnya beliau tidak punya uang. makanya tidak punya masa sebagai mesin politiknya. adapun pan, sebagai parpol cukup miskin visi&misi dan nggak kuat dari sisi keteguhannya. lihat saja isinya “cuman” artis-artis makanya layak dise-lewengkan sebagai Partai Artis Ngumpul.
rasanya indonesia ini masih penuh dengan sekumpulan masyarakat yang memiliki kultur tradisional. baik dari segi pemikiran maupun pergaulan. nggak salah sih. lha wong sudah dijajah sedemikian lamanya dan pasti udah jadi penyakit turun temurun.
namun kalau sekian banyak generasi muda nggak melek sama “krisis global” yang sekarang melanda seluruh permukaan bumi ini. maka tinggal tunggu saja kesia-siaan yang akan menimpa kita semua.
ingat loh… kehancuran setiap peradaban… adalah juga salah satunya karena salah memilih… PEMIMPIN….
Bagi P Amien pribadi jadi hamba Allah yg bertaqwa sudah cukup. Dia maju jd presiden karena sangat ingin berbuat sesuatu untuk bangsa agar tdk semakin jatuh. Tapi bangsa ini merasa tdk butuh petolongan P Amien.
Peluang P Amien untuk jadi Presiden telah lenyap. Inilah keberhasilan musuh2 kebenaran.
Pak Amien tiap hari akan mengajar/berdakwah dan ke masjid. Menikmati sisa hidup dengan puasa Nabi Daud (sudah lebih 10 tahun dijalaninya). Sedang bangsa ini … kehancuran didepan mata.
Tiap hari sy berfikir akan jd apa bangsa ini. Apakah akan jadi kuli dinegeri sendiri. Sangat menyedihkan … !!!!.
Yg akan makmur nanti adalah mereka yg mau menjual harga diri bangsa dan agama dengan setumpuk harta dan tahta.
@gadis
sabar dong dis …..ga usah gusar ….
biasanya orang pks pandai berpura-pura ….
pura-pura ngedukung … pura-pura simpatik …
dan pura – pura menang
hihihi
@Gadis & biru putih.
ya benar dis sabar aja gak usah gusar,,,!
dari pada biru putih yang abu2 mendingan pura2 yang beneran……! tapi nggak o on..hihihi
Sosok Amin Rais memang unik,berawal dari korupsi yang semakin merajalela waktu masa Soeharto gak terbayang ada yang sanggup merubah zaman yang diukir olehnya , muncul seorang Amin Rais yang berani merubah hari lebaran yang sudah ditetapkan orde baru ,berlanjut dengan jorgan hapuskan KKN .
Dipenghujung era Soeharto dimana tidak adanya kebebasan Pers ,aku masih ingat waktu itu aku sering dengar berita dari siaran radio luar negeri tentang keberanian Amin Rais bersama para mahasiswa untuk menjatuhkan Soeharto dan antek anteknya ,tapi dibandingkan dengan penduduk indonesia berapa oranglah yang tau tentang sepak terjang beliau dan cita-citanya tentang indonesia yang lebih maju ,bermartabat dan demokratis ,tidak tergantung dan dibodohi dengan negara asing yang selalu ingin merampas kekeyaan kita .
Memang sangat disayangkan setelah kejatuhan orde baru beliau tidak ditakdirkan jadi presiden RI,sehingga agenda reformasi agak tersendat dan bahkan melenceng dari yang dicitakan ,ada juga yang berhasil seperti Tentara kembali kebarak ,Otonomi Daerah walaupun masih orientasi kepada kekuasaan ,kebebasan Pers yang kebablasan,Mengadili Korupsi yang tebang pilih,Amandement UUD 45 tentang masa jabatan Presiden 2 priode ,20% APBN untuk pendidikan dll.
Walaupun beliau tidak menjadi Presiden,namun buah pemikiran beliau bisa kita rasakan ,masih panjang perjuangan yang harus dilakukan untuk memajukan indonesia ini,sehingga Freport dapat kita kuasai,antrian BBM ,BLT tidak terlihatlagi ,polisi dijalan tidak ada yang salam tempel. Mafia peradilan ,mafia mafia lain , ilegal loging tidak bisa hidup diindonesia ini ,mudah mudahan muncul Amin Rais Amin Rais yang lain .
Sy setuju dengan Mas Bry. Semoga anak cucu kita nanti bertemu dengan kehidupan yg keadaannya lebih baik dari kita.
Mari kita berdoa. ….. Amien.
@bry, tulkiyem, gadis:
betul mas bry sy setuju dengan pendapat anda yang jelas.
gak seperti si tulkiyem dan gadis yg tidak jelas, selalu pake topeng kepura-puraan .. oon lagee … kacian deh loe
@biru putih palsu
komen lu palsu doank bikin abis2sin energi
g perlu dtanggapin lagi !
@Biru putih @ Gadis
sama-sama palsu gak usah banyak bacot dah ! kalian ini..!
bapak amin itu sangat bagus pemikiran nya namun tidak punya amunisi untuk mewujudkannya , tapi anak cucu indonesia 100 tahun akan datang akan mencatat beliau sebagai orang besar indonesia
Orang kok bisanya cuman saling umpat n umpat, gmn negri ini bs maju kl kt masih sprt ini. Mari kita bersatu demi negri ini. Hilangkan smua kebencian, pererat tali persaudaraan. Dulu negri ini bisa menang melawan penjajah hny dg bambu runcing, tp knp skrng kt tdk bs melawan kehendak orang2 asing yg ingin berkuasa kmbl dinegri ini, apa krn bambu runcing kita udah gak runcing lagi ya. Sadarlah wahai saudaraku sebenarnya kt sdng diadu domba oleh orang orang2 yg tdk bertanggung jawab. Jadikan sumpah palapanya gajah mada sbg tombak kebangkitan negri ini.
bang nirwan… 2 minggu lalu sy baru sj bertemu pa amien rais dikediamannya, kbetulan ingin berencana mengundang dalam acara kejuaraan beladiri yg sy selenggarakan….
ternyata tidak hanya sambutannya yg hangat, tapi beliau membantu secara materil 50% dari anggaran acara… padahal kenal pun tidak…..??
ada guyonan “klo presidennya orang pinter nanti bisa minterin rakyat (membodoh-bodohin / ngakalin / mboongin rakyat)” he..he..he.. dengan kritik ato jargon-jargon Pak Amien selama ini kan sudah bisa membuat sebagian masyarakat berpikir kritis terhadap keadaan, maka lebih baik Pak Amien nggak perlu jadi Presiden biar bisa isi acara tausiah di TV he.. he.. he.. , janganlah kita berdebat seperti pengamat-pengamat di TV itu, rakyat Indonesia itu 200 juta lebih, susah lo ngajak supaya pilih Pak Amien ! mari kita mohon kepada Allah supaya negeri kita ini semakin aman dan sejahtera … Amien