Archive for the ‘All News’ Category
demokrasi, kasus century, KPK, supremasi hukum
In All News, Kebudayaan, Politik on 5 November 2009 at 1:49 pm
Jangan Anda bermimpi soal penegakan hukum ketika mengikuti kasus KPK. Dengarkanlah rekaman itu, dan dengarkanlah kemudian bagaimana pemerintahan (dan negara) menyikapinya.
Hampir seluruh orang menyatakan, termasuk Presiden SBY sendiri bahwa nama-nama yang disebutkan di rekaman itu mesti diusut tuntas, dinonaktifkan, mulai dari perwira polisi, Anggodo, Anggoro, sampai yang bersuara perempuan, Yuliana. Tapi mengapa ketika nama Presiden SBY alias RI-1 disebut-sebut, kok malah itu hanya disebut “akal-akalan”, dan “main-main”?
Jangan bilang-bilang soal penegakan hukum, karena ini adalah ketidakadilan dan tebang pilih.
Yang adil adalah ketika semua orang yang terlibat maupun yang disebut dalam rekaman itu diusut, disidik, diselidiki dan bila terbukti segera diadili dengan adil. Ini bukan perkara membela KPK atau kepolisian, kejaksaan sampai pengacara atau yang lain-lain yang berhubungan langsung dengan sistem hukum dan penegakan hukum. Apa gunanya menjaring orang untuk membela KPK, tapi kalau substansi masalah lain yang lebih besar kita tutup-tutupi.
Lihatlah ketika semua orang dikumpulkan oleh negara yang menganggap kasus ini dapat membuat “people power” sehingga perlu membikin TPF soal KPK. Dan kemudian Susno dan Ritonga (disuruh) mundur dan sahlah sudah kalau mereka hanya sebagai “kambing hitam” demi sesuatu persoalan yang jauh lebih besar dari itu. Kalaulah mereka salah, jangan cuma “disuruh” mundur tapi langsung adili.
Biarkan seluruh masyarakat melihat kalau kebobrokan
penegakan hukum telah terjadi (lama), tak cuma di tingkat kepolisian, jaksa, pengadilan, pengacara, hingga KPK dan yang lain-lainnya. Hukum beserta aparat-aparatnya ternyata tak sekuat istana negara. Kepolisian harus berani, kejaksaan harus tegas, hakim-hakim harus punya integritas, KPK dan para pengacara pun harus bertobat dan tak lagi memicing mata terhadap megakorupsi.
Tidak cuma kalian, tapi juga media, karena hampir seluruh media memakai kata “pencatutan” untuk SBY, tapi tidak kepada yang lainnya…
Jangan ngomong manis!
bangunan bersejarah, belanda, Hindia Belanda, indonesia, kerajaan Deli, kota medan, kota tua, Paris van Sumatra, sejarah, sumut, tata kota
In All News, Ekonomi, Geliat, Kebudayaan, Panggung, Politik, Sastra dan Seni on 2 November 2009 at 5:12 pm
Konon, Kota Medan sempat dijuluki dengan sebutan super keren “Paris Van Sumatra”. Dirk A Buiskool, sejarahwan Belanda, pun sempat menyitir dengan kalimat “Paris of Sumatra” dalam sebuah paper-nya. Dengan perubahan wajah yang begitu kontras, kini ia dikhawatirkan hanya jadi sekedar mitos. Kota metropolitan atau kota emperan?

Kota Medan di daerah Lapangan Merdeka, Kantor Pos, Hotel Dharma Deli (dulu hotel de Boer), gedung BI, Balai Kota dan seterusnya. (foto: Roemono)
Penanggung Jawab: Nirwan
Reportase: Sri Mahyuni
Fotografer: Roemono
(Foto-foto lama repro Dr Phil Ichwan Azhari)
* * *
“Kota Medan pernah dijuluki Paris van Sumatra. Itu mungkin karena pada masa itu kota ini begitu mulus, indah, dan tertib. Setiap hari mobil penyapu jalan dengan sapunya yang bundar, berkeliling menyusuri sudut kota untuk membersihkan jalan dari segala macam sampah, termasuk kotoran kuda dan lembu. Di belakangnya menyusul mobil mengangkut sampah dan kotoran tersebut untuk dibawa ke tempat pembuangannya.
Read the rest of this entry »
Hindia Belanda, indonesia, kesawan, kota lama, kota medan, sejarah Medan, sumut
In All News, Ekonomi, Geliat, IPTEK, Kebudayaan, Panggung, Politik on 26 Oktober 2009 at 5:38 pm
Kombinasi sisa-sisa bangunan kuno peninggalan Belanda yang dijumpai di kawasan Kesawan, Kota Medan, dengan bangunan “modern” yang desainnya hanya berkelas “ruko”, memperlihatkan perkawinan yang aneh. Simbol kekacauan dan ketidakpedulian terhadap sejarah dan perkembangan Kota Medan.
* * *
Reportase: Sri Mahyuni
Fotografer: Ariandi
Foto-foto lama repro koleksi Muhammad TWH dan Dr Phil Ichwan Azhari

Kesawan dulu dan sekarang. Foto gedung PT London Sumatera, terletak di ujung titik Kesawan (foto Ariandi dan repro Ichwan Azhari)
Kawasan Kesawan Kota Medan. Konon, di sinilah –konon– bermukim sekitar 600 bangunan bersejarah yang ada maupun yang pernah dimiliki Kota Medan.
Mari hitung lagi sedikit demi sedikit apa sejarah apa yang pernah menjejak di Kesawan, yang berdasar peta tahun 1913 (dan direpro pada 1945) –menurut keterangan yang didapat dari sejarahwan Unimed, Dr Phil Ichwan Azhari– berada di sebuah kawasan yang memanjang dari Jalan Nienhuysweg (kini dirubah jadi Jalan Jend Ahmad Yani) hingga ke Jalan Istana (kini simpang jalan Balai Kota).
Read the rest of this entry »
indonesia, kabinet, kabinet indonesia bersatu, kekuasaan, militer, pemerintahan, Politik, presiden, reformasi, SBY-Boediono
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, militer on 22 Oktober 2009 at 8:25 pm
Nah, Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang diracik Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Prof Boediono, untuk sementara, selesai sudah. Saya tulis sementara karena masih ada prosedur “reshuffle” bila nantinya si Presiden sudah tak berkenan. Dan kini, nama-nama itu sudah tersaji bak hidangan di restoran Minang.

SBY, Hatta Radjasa dan Sudi Silalahi (sumber foto: beritasore.com)
Yang bisa dikatakan dan hampir umum dibicarakan khalayak adalah pemilihan kue-kue kabinet memang sangat heterogen dari segi politik. Tampaknya geliat partai politik dalam peta koalisi sebelum pilpres kemarin, jadi kenyataan di kabinet ini. Bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan lima tahun ke depan, sangat terasa. Apalagi, dengan judul kabinet yaitu “Kabinet Indonesia Bersatu II”, si Presiden tampaknya tak ingin merubah tema starting line up pemerintahannya. Dia ingin persatuan lebih diutamakan. Dengan demikian juga, itu tandanya dia mau stabilitas politik yang kokoh dalam lima tahun ke depan. Dan itu tak cuma di level eksekutif, tapi juga di sektor lain misalnya di legislatif.
Intinya, SBY ingin membentuk pemerintahan yang kuat di mana dia menjadi poros alias sumbu utama kekuasaan dan kekuatan politik. Kalau pemerintahan kuat, program akan mudah dijalankan. Rakyat pun sejahtera. Itu versi Presiden.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, kabinet SBY 2009-2014, militer indonesia, pemerintahan sipil, Politik, Prabowo Subianto, reformasi, SBY, Sjafrie Sjamsoeddin, TNI
In All News, Kebudayaan, Panggung, Politik, militer on 20 Oktober 2009 at 6:53 pm

Letjend TNI Sjafrie Sjamsoeddin (sumber foto: inilah.com)
Saya kira, salah satu jenderal terganteng yang dimiliki oleh TNI saat ini adalah Letjend TNI Sjafrie Samsuddin. Nasibnya pernah akan diramalkan akan cemerlang. Dulu, bersama Letjend TNI (Purn) Prabowo Subianto, dia adalah salah satu bintang terang yang dimiliki Angkatan Darat. Bintang yang lain adalah Jenderal (Purn) Wiranto, plus Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono. Dia disebut-sebut sebagai salah seorang lingkaran terdalam dari “pasukan perwira”-nya Prabowo. Mereka dinilai sangat akrab sejak menjadi perwira pertama, perwira menengah, apalagi saat menjadi perwira tinggi. Ketika Prabowo menjadi Pangkostrad, Sjafrie adalah Panglima daerah paling strategis, Pangdam Jaya.
Namun faktor kedekatan itu pula yang membikin pamor Sjafrie terus meredup. Terbuangnya Prabowo pasca gerakan 1998, membuat Sjafrie juga kena dampak ikutan. Dia disimpan menjadi jenderal berkategori staf yang notobene tak bisa membikin keputusan apalagi punya pasukan. Ya, kecemerlangan, kecerdasan dan tentu saja kegantengannya itu, sirna.
Read the rest of this entry »
kota medan, Lapangan Merdeka Medan, Merdeka Walk, Paris van Sumatra, sejarah kota medan, Sumatra Utara, tata kota, tata ruang, tempoe doeloe
In All News, Ekonomi, Esai, Kebudayaan, Sastra dan Seni on 19 Oktober 2009 at 8:58 pm
Kawasan Lapangan Merdeka ditetapkan sebagai Titik Nol Kota Medan. Pertimbangannya, kawasan itu dulu menjadi sentra kegiatan dari perdagangan, pemerintahan, kantor pos, stasiun kereta api hingga hotel pertama di Kota Medan. Sempat dijuluki “Taman Burung” oleh Belanda dan “Fuku Raidu” oleh Jepang, pada 6 oktober 1945 di tempat itu, Mr Muhammad Hasan sebagai Gubernur Sumatra Timur mengumumkan kemerdekaan RI kepada seluruh masyarakat Kota Medan.
* * *
Reportase: Sri Mahyuni
Fotografer: Roemono, Ariandi Kopral
Foto-foto lama: repro koleksi Muhammad TWH

lapangan merdeka medan tempoe doeloe (foto: repro Muhammad TWH)
Read the rest of this entry »
aburizal bakrie, akbar tanjung, golkar, ical, indonesia, Kalla, Politik, reformasi, SBY, surya paloh
In All News, Kebudayaan, Politik on 18 Oktober 2009 at 5:49 pm

Aburizal Bakrie sudah sah menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Konon, dia adalah orang terkaya di seluruh Indonesia, dan bahkan Asia Tenggara. Benarkah? Kalaupun itu diragukan untuk apa? Toh, informasi soal kekayaan itu, seperti juga laporan kekayaan orang terkaya di dunia yang dilansir media tertentu, tak juga bisa dipastikan kebenarannya. Namun, dampak dari pemberitaan soal itulah yang penting. Bagi petugas pajak, tentu itu akan menjadi makanan empuk. Namun bagi si “tersangka” sendiri, itu menjadi kampanye yang bagus terutama untuk menaikkan harkat dan derajatnya. Dari titik itu, peluang untuk memperbesar jaringan semakin terbuka. Pepatah lama Indonesia yang berkata, “ada gula ada semut”, toh berlaku universal.
Untuk Golkar, banyak yang mengatakan duduknya Ical sebagai ketua sebagai langkah para “semut-semut” itu supaya tetap eksis. Mereka butuh sandaran terutama dalam hal finansial dan kekuasaan agar Golkar tidak mati bak pelanduk dalam pertarungan antara “gajah” politik saat ini seperti Partai Demokrat dan PDI Perjuangan.
Read the rest of this entry »
demokrasi, golkar, indonesia, Politik, reformasi
In All News, Kebudayaan, Politik on 13 Oktober 2009 at 2:15 pm
“Hebat, luar biasa, mantap, tokcer.” Itu beberapa kata yang ada di kepala ketika Aburizal Bakrie “hanya” menang tipis dari Surya Paloh dalam perebutan Panglima Tertinggi Partai Golongan Karya. Elit Golkar, sekali lagi, memberi tanda sekaligus pelajaran puluhan sks kepada partai-partai lain mengenai riil politik Machiavellis cita rasa Indonesia.
Golkar adalah partai yang realistis melihat pertarungan supra elit mereka dalam perebutan kursi Ketua Umum. Ini juga sekaligus tamparan bagi pengamat-pengamat politik “sok moralis” yang menyematkan harapan-harapan agar Golkar punya kepedulian terhadap pendidikan politik yang “baik-baik”. “Jangan kami yang disuruh belajar politik, kalian saja yang belajar,” mungkin seperti itu kata mereka kepada pengamat-pengamat itu. “Kami mempunyai seluruh instrumen untuk berkuasa, kecuali moral. Catat itu!” Mungkin kayak gitu.
Read the rest of this entry »
anggaran, indonesia, infrastruktur, jalan, jembatan, kota medan, pemerintahan kota, Politik, reformasi, sumut, tata ruang kota, walikota medan
In All News, Ekonomi, IPTEK, Politik on 7 Oktober 2009 at 2:02 pm
Di sana-sini, jalan-jalan di Kota Medan hancur berantakan. Status kota Metropolitan dipertaruhkan.
* * *

Kota Medan terus sibuk meladeni hujan yang turun tak kenal waktu. Beberapa ruas jalan, harus rela menjamu air hujan. Jangan cepat berharap panas segera datang karena persoalan baru sudah mengintip ganas di sana. Panas membuat rongga badan jalan yang compang-camping itu menyebarkan debu dan abu.
Read the rest of this entry »
bencana alam, gempa padang, gempa sumatra, indonesia, korban gempa
In All News, IPTEK on 6 Oktober 2009 at 11:55 am
Tayangan ketika gempa berlangsung di Padang, Sumatra Barat, yang dipertontonkan televisi begitu mengerikan. Ribuan orang panik dan membanjiri jalanan di Kota Padang, menangis dan menjerit. Itu yang sempat keluar dari gedung-gedung. Tidak ada yang tahu dan bisa menebak, kengerian bagaimana lagi yang dirasakan mereka yang terjebak di reruntuhan. Semuanya terjadi begitu cepat dalam gempa yang berukuran 7,6 Skala Richter (SR).

Laporan-laporan yang kemudian muncul, bak tragedi bersambung saja. Hingga artikel ini ditulis, sudah 450 orang yang meregang nyawa. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring massifnya kerusakan yang ditimbulkan gempa.
Read the rest of this entry »
bencana alam, gempa padang, gempa sumatra, indonesia, korban gempa
In All News, IPTEK, Politik, luar negeri on 6 Oktober 2009 at 11:30 am
Gempa Padang bukanlah gempa yang terakhir kalinya dialami Indonesia. Apalagi kalau melihat “riwayat kerja” gempa di Indonesia selama ini. Selama September 2009 saja, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat lebih dari 30 kali gempa bumi di wilayah Indonesia dengan kekuatan di atas 5 SR.
Beberapa yang terbesar di antaranya mengguncang Tasikmalaya (7,3 SR), Yogyakarta (6,8 SR), Tolitoli (6,0 SR), Nusa Dua (6,4 SR), dan Ternate (6,4 SR) dan Padang Pariaman (7,6 SR).
Dari situsnya Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir terjadi akibat dinamika pada lapisan bumi. “Gempa terjadi akibat penunjaman lempeng tektonik Samudera Hindia di bawah lempeng Asia di Pantai Barat Sumatera,” ujar Kepala Badan Geologi, Departemen Energi, R Sukhyar dalam penjelasannya di website Menteri Energi, 1 Oktober 2009.
Read the rest of this entry »
In All News, Islam, Kebudayaan, Lapak on 23 September 2009 at 5:09 pm
Bagaimanapun terlalu banyak kesalahan, walau tentu tak akan sebanding dengan ampunan Tuhan. Di sisi itu, optimisme terhadap sang Maha Penggerak, akan selalu ada, berdenyut dan hidup. Benarlah dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Terkasih, yang Tersayang.
Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah, mohon maaf lahir batin. Mungkin selama ini, saya terlalu banyak mengarang.
demokrasi, indonesia, mbak tutut, Politik, reformasi, soeharto, tommy soeharto
In All News, Politik on 4 September 2009 at 8:29 pm
Mungkin agak basi, tapi tombongan Partai Golkar memang mulai membuka jati dirinya secara terus terang. Setelah Hutomo Mandala Putra, giliran Sri Hardiyanti Rukmana. Setelah itu siapa lagi?
Let’s see pasca lebaran.
Memang politik ‘gak ada matinya!
In All News, Lapak on 3 September 2009 at 1:16 pm
Dulu di Aceh dan Nias, Sumatera, pada 2005 kala SBY-JK baru memulai pemerintahannya. Kini, sedikit lagi masa pemerintahan mereka habis, gempa di Pulau Jawa. Nyawa-darah-tangis. Mitos? Pasti.
cinta, farududdin at-Tar, ibadah, perempuan, pria, ramadhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak, Sastra dan Seni on 27 Agustus 2009 at 8:25 pm
Cinta itu ibarat apa, api atau air? Sekelumit kisah disuguhkan dalam “Musyawarah burung-burung” karya Fariduddin At-Tar. Seorang ahli ibadah suatu saat bermimpi, dia sedang menyembah patung di Yunani. Ahli ibadah itu penasaran. Bersama rombongannya dia mendatangi Yunani dan sampailah di suatu kuil dia melihat seorang wanita yang sangat-sangat cantik. Dia terpikat dan betul-betul terpikat. Dalam kisah itu, si Ahli Ibadah tersebut rela melepaskan seluruh atribut keagamaannya dan masuk ke agama si wanita. Namun, tetap ada yang tak tega dengan si ahli ibadah. Murid-muridnya berusaha melepaskan dia dari ketergantungannya akan cinta. Itu berhasil, walau dengan sangat bersusah payah. End of fragmen.
Read the rest of this entry »
ayat, berbuka, debat, iman, Islam, keyakinan, ramadhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak on 26 Agustus 2009 at 7:52 pm
Waktu memang sungguh nakal. Gara-gara waktu, terjadilah perdebatan, mungkin serius, mungkin juga tidak. Suatu saat diputuskanlah berbuka pada pukul 18.36. Tentulah setiap arloji tak sama. Ada yang berbuka duluan ada juga yang belakangan. “Duluan” dan “belakangan” ini kita kutipkan saja, karena itu ‘kan persepsi saya.
Yang duluan berkata, “Sesuai arloji yang sudah melingkar di pergelangan saya sejak muda, sudah waktunya berbuka. Saya tak salah, kalian yang salah.”
Yang belakangan menjawab, “Mungkin suatu kala pernah baterai jammu mengulah dan terlambat. Itu bukan tak mungkin, bukan? Jangan dulu salahkah orang lain. Mungkin saja, kami yang benar.”
Yang duluan berbuka berdebat dengan mulut mengunyah, sementara yang belakangan, tentu belum mengunyah. Yang belakangan ternyata ingin mengikuti waktu berbuka yang dimiliki oleh televisi. Setelah tivi menayangkan beduk, barulah yang belakangan mendebat lagi yang duluan tadi. Kini kedua mulut mereka sama-sama mengunyah.
Perdebatan semakin panas, bahkan sudah saling tuding. Ada pula yang sudah membawa-bawa ayat-ayat, di antaranya “Segerakanlah berbuka”. Tapi ada pula yang bilang begini, “Lebih cepat lebih baik.”
Muncullah seorang yang mencoba arif alias bijaksana. “Berbukalah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Yang berbuka lebih dulu pasti ada dasarnya, dan kebalikannya, tentu yang belakangan tak begitu saja menunggu kalau tak punya alasan pasti. Jadi, sesuai dengan keyakinan masing-masing saja.”
Ah, ada pula yang menyeletuk dari belakang perdebatan itu. “Ternyata, walau kita sama-sama Islam, keyakinan kita tak sama.” (*)
fatwa MUI, haram, indonesia, Islam, negara, orang miskin, pengemis, ramadhan
In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan on 25 Agustus 2009 at 7:55 pm
Namanya tersebut sebagai Abu Dzar Al-Ghifar. Ia berteman dengan Salman Al-Farisi. Keduanya datang dari belahan wilayah di luar kota suci Makkah Al-Mukarramah. Satu dari suku bangsa Ghifar, suku nomaden yang punya tabiat merampok kabilah-kabilah. Dan yang terakhir disebutkan, berasal dari belahan bumi yang punya peradaban yang banyak ditulis bangsa-bangsa Eropa, Persia.
Sejak kecil, kedua orang ini diberitahu melalui ustadz-ustadz saya dengan kategori orang-orang yang kukuh pendirian, punya sikap dan cerdas. Abu Dzar punya kekhasan sebagai pelindung dan pembela orang miskin, yatim dan lemah. Seakan-akan kata “mustadha’afin “ itu sudah melekat erat dengan dirinya. Sementara Salman, diberitakan sebagai orang yang lurus, jujur dan cerdas.
Saya membayangkan seandainya Abu Dzar masih hidup dan kemudian mendengar fatwa sebagian ulama Indonesia yang mengharamkan “pengemis”. Apakah yang akan terjadi?
* * *
Read the rest of this entry »
berbuka, Islam, kurma, muhammad, puasa, ramadhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan on 24 Agustus 2009 at 8:41 pm
Berbukalah dengan yang manis. Betul? Betul, dan itu betul-betul betul. Nabi suka kurma? Betul, dan itu betul-betul betul. Apakah kemudian kurma identik dengan yang manis-manis? Betul sebagian, sebagian lagi tidak. Apakah kemudian menjadi sunnah berbuka dengan kurma? Betul, tapi hanya separuh, separuh yang lain mungkin saja tidak.
Ketika nabi diikuti sikap dan perilakunya, maka itu adalah sunnah. Dan untuk itu, maka kurma bisa jadi menjadi pahala tersendiri bagi orang yang memakannya ketika berbuka. Namun saya juga membayangkan ketika berbuka di suatu daerah yang sama sekali tidak kenal dengan kurma. Kalau “sunnah” itu diberlakukan, maka akan terjadi “ketidakadilan sunnah”. Bagaimana mungkin saya mendapatkan pahala kalau saya tidak menemukan kurma?
Karena itu, “berbuka dengan manis” menjadi sandaran keduanya. Dia lebih lentur. Itu artinya, makanan halal yang rasanya manis, akan mendapatkan predikat “sunnah”. Dan mengikuti sunnah sudah jelas pahala.
Tapi untuk itu pun, ukurannya masih akan tetap ada. Bagaimana seandainya ketika Anda suatu saat berbuka dan tidak tersedia makanan yang manis-manis? Apakah Anda akan kehilangan pahala “sunnah”? Apakah nabi akan setega itu?
Read the rest of this entry »
Esai, Hatta, indonesia, kemerdekaan, Politik, proklamasi, reformasi, soekarno
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 19 Agustus 2009 at 12:16 pm
17 Agustus 1945, Indonesia belum punya apa-apa. Hanya sebuah proklamasi oleh hanya dua orang yang mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia, Soekarno dan Hatta. Sebuah bendera, merah dan putih, yang belum disepakati sebagai bendera kebangsaan. Semua terjadi begitu tiba-tiba.

Suatu hari, beberapa dari kawan saya, memberi saya catatan penuh sinisme. “Proklamasi hanya untuk pulau Jawa!” kata mereka.
“Tapi Muhammad Hatta yang orang Minang itu?” saya berbalik bertanya.
“Lho, justru itu yang harus dipertanyakan. Mengapa Hatta mau di-fait accomply?” tangkis mereka lagi.
Saya tak meneruskan perdebatan itu. Mereka resah, gundah gulana dan lebih dari 50% kemungkinannya mereka akan tak hendak menerima argumentasi orang lain. Saya, tentu punya pendapat yang berbeda dengan mereka.
* * *
Read the rest of this entry »
indonesia, proklamasi
In All News, Kebudayaan, Politik on 18 Agustus 2009 at 8:19 pm
“Proklamasi! Kami, rakyat Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan …”
Begitu sakral dia dulu. Begitu indah dia dulu. Begitu menggelora dia dulu.
Kini begitu sunyi. Begitu birokratis. Hanya sebatas upacara di tanah lapang, gelar panjat pinang dan ramai-ramai memakan kerupuk.
Selamat merayakan Hari Ulang Tahun Indonesia ke-64, bagi mereka yang merayakannya. (*)
boediono, demokrasi, indonesia, JK, megawati, pilpres 2009, Politik, prabowo, presiden, reformasi, SBY, wiranto
In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 13 Agustus 2009 at 1:37 pm
Sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) soal Pilpres 2009. Bagi Mega-Prabowo dan JK-Wiranto ini jelas tidak enak, tapi perasaan sebaliknya ada di SBY-Boediono. Selamat bagi para pemenang! Apa pekerjaan selanjutnya?
Terlalu banyak yang harus dikerjakan. Legitimasi kekuasaan SBY dalam lima tahun ke depan mungkin kuat, tapi sangat mungkin akan lemah. Bukan masalah apakah oposisi yang nantinya akan lahir itu kuat atau tidak, karena kejelasan soal oposisi itu sendiri belum ada hingga kini. PDIP yang terkena dampak putusan Mahkamah Agung, jelas tidak segarang dulu. Mereka bakal punya pertambahan kursi. Dalam berbagai segi, ini kompromi tingkat elit untuk paling tidak meredam bibit-bibit konflik politik di Indonesia di lima tahun ke depan. Paling tidak untuk sementara.
Read the rest of this entry »
budaya, rendra, seni dan sastra
In All News, Esai, Geliat, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 8 Agustus 2009 at 11:49 am
Terlalu sulit untuk menuliskan orang sebesar WS Rendra dalam hitungan karakter dan beberapa paragraf. Puisi, konon, membongkar dengan penuh lembut kesulitan simbolisasi pemikiran maupun perkataan perasaan hanya dalam beberapa kalimat dan bentuk. “Beban” yang demikian berat itu, suatu waktu pernah sangat merisaukan Sutardji Calzhoum Bahri.
Itu pun, banyak dari kita yang tak pandai berpuisi. Bahkan, kalau kita pandai-pandaikan untuk mencatat beberapa larik, akan ada saja yang bergumam kalau catatan itu bukan sebuah puisi. Konon, puisi harus memenuhi unsur ini, unsur itu dan segala tetek bengek yang berderet-deret laiknya barisan panjang gerbong kereta api.
Tak bisa pula diabaikan gumaman yang demikian itu. Manusia, alkisah, disebutkan sebagai satu makhluk sosial, selalu berdampingan satu dengan yang lain. Satu perkataan di ujung kampung, maka akan menjadi seratus kalimat di sudut yang satunya lagi. Manusia itu makhluk paling cerewet.
“Rendra sudah mati! Rendra mati! Mati!” teriak seseorang tergopoh-gopoh pada suatu malam. Tangannya bergetar-getar menggenggam sepucuk obor. Wajahnya berpeluh, baju dan celananya juga berkeringat. Dia keliling kampung, berteriak-teriak sendirian di saat malam hendak ke tengah-tengah peraduannya.
Read the rest of this entry »
In All News, Sastra dan Seni on 8 Agustus 2009 at 10:48 am
Aku mendengar suara
Jerit hewan yang terluka
Ada orang memanah rembulan
Ada anak burung terjatuh dari sarangnya
Orang-orang harus dibangunkan
Kesaksian harus diberikan
agar kehidupan tetap terjaga
In All News, Sastra dan Seni on 8 Agustus 2009 at 10:45 am
Islam, agama, Kebudayaan, Esai, tuhan, bayi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 29 Juli 2009 at 8:26 pm
Dia diberitakan wafat kemarin, Selasa 28 Juli 2009. Terhimpit di sesaknya pemberitaan mengenai gugatan Pilpres 2009 ke MK, kasus Flu Babi yang mengemuka dan pemboman JW Marriot/Ritz Carlton milik Amerika dan Eropa. Badrun nama ayahnya, Nurhayati disematkan pada ibunya. Mereka berdua mengaku, sudah menginginkan bayi itu sejak sembilan tahun lamanya. Belum sempat mereka memberi nama, bayi itu telah ditimang Sang Maha Kuasa.
Beruntunglah mereka. Sejatinya, mereka diberikan dua anak sekaligus, dua kepala dalam satu tubuh. Dua kepala manusia itu bersatu, berdempet erat, berpeluk di sebuah ruang yang penuh kasih sayang, ruang yang jauh dari kemunafikan dan suci dari segala kebohongan; jantung dan hati. Seolah-olah tak ingin mereka berpisah walau hidung telah menghirup bumi.
Mereka hanya sempat mencicipi sebentar luapan kerinduan ayah dan bunda. Nantinya, mereka pastilah tak perlu merengek menghamba susu dari ibunya. Mereka tahu, ibunya tak akan ragu untuk bangun jam berapa pun, setiap harinya setiap malamnya. Darah ibunya adalah susu bagi mereka. Mereka juga mafhum, ayah mereka, Badrun, akan selalu melangkahkan kakinya mencari rezeki dalam hamparan luasnya dunia.
Secercah senyum ketika mengandung, seulas kejut saat terlahir, setitik hasrat kala dirawat, bercampur-campur kala tangan Izrail datang menjulur.
* * *
Read the rest of this entry »
boediono, demokrasi, DPT, gugatan pilpres, indonesia, JK, megawati, pemilu, pilpres, Politik, presiden, reformasi, SBY, wiranto
In All News, Kebudayaan, Politik on 28 Juli 2009 at 10:59 am
“Ini bukan level maling kelas kampung yang mendobrak jendela dan kemudian merusak lemari dan mengobrak-abrik rumah sembari melayang-layangkan goloknya kepada pemilik rumah. Ini pencuri kelas wahid yang tersenyum kepada korbannya, menyapanya, membelainya dan kemudian memberi santunan kepada korban. Pencuri kali ini selalu tersenyum.”
* * *
Tak banyak yang bisa diprediksi dari gugatan pasangan pilpres Mega-Prabowo dan JK-Wiranto. Politik mengajarkan pada saya
sebuah perjuangan demi kekuasaan haruslah dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan serius. Tak ada tempat untuk bermain-main. Apapun motifnya.
Pun begitu, Pilpres 2009 telah membawa kita pada bukan hanya sekedar catatan. Saya sungguh-sungguh tak yakin benar dengan kata “catatan” itu. Kata itu seolah-oleh menisbikan apa yang telah terjadi barusan di pentas Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009.
Semua orang boleh mencerca, mencaci dan menatap dengan pesimis dan sinis kepada gugatan yang dilakukan paket Pilpres yang dinyatakan kalah oleh KPU. Tapi bagaimanapun, kalau melihat pentas Pileg dan Pilpres, proses keduanya sungguh-sungguh tidak bisa diabaikan begitu saja. Yang dipertaruhkan adalah eksistensi negara dan pemerintahan yang dihasilkan oleh Pemilu itu. Yang dipertaruhkan adalah siapa yang duduk di istana negara dan mereka-mereka yang nantinya membawa aspirasi rakyat INdonesia dalam DPR dan DPRD.
Read the rest of this entry »
indonesia, negara, pemilu, plato, republik, terorisme
In All News, Politik on 22 Juli 2009 at 5:07 pm
Sudah muncul wacana dari “kubu” pemerintah Indonesia kalau perangkat undang-undang terlalu lemah untuk mencegah terorisme. Apalagi UU Subversif sudah tak ada lagi. Alasannya logis; negara seharusnya tak menangkap teroris hanya setelah ada bukti kejadian ledakan terlebih dahulu. Kegiatan pencegahan lebih efektif daripada hanya menangkap teroris. Negara, oleh karena itu, perlu kewenangan yang lebih besar dari sekarang.
* * *
Tak ada salahnya mengibaratkan negara seperti deskripsi Plato dalam “Polis”-nya. Beberapa literatur melukiskan segerombolan orang berkumpul dalam sebuah ruangan yang mirip-mirip dengan miniatur Colloseum-nya
Romawi. Di sana, para perwakilan ataupun pejabat-pejabat “kampung”, membicarakan sesuatu hal yang secara geografis dan geopolitik lebih luas dari ukuran ruang dan banyaknya orang yang ada di dalamnya.
Hampir dipastikan ruang lingkup negara mengalami reduksi ruang. 200 juta orang Indonesia menyerahkan “aspirasi” politiknya kepada 500 orang perwakilan di DPR. Ada penambahan lagi dari anggota MPR. Secara kuantitatif, maka hanya nol koma nol nol nol nol sekian persen orang yang diserahi tugas untuk mengemban amanah seluruh orang Indonesia. Kalau mengambil analogi dari metodologi penelitian, maka keanggotaan perwakilan rakyat itu ibarat sampel.
Read the rest of this entry »
Esai, indonesia, keamanan, Kebudayaan, mitos, polisi, sosial politik, teroris bom
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 21 Juli 2009 at 5:25 pm
The most wanted person itu bernama Noordin M Top. Disebut-sebut sebagai dedengkot teroris di Indonesia, namanya melegenda dan terus menjadi buah bibir. Selain karena “kinerja” dan jaringannya, hingga sekarang dia tak ketahuan batang hidungnya. Semakin tak tertangkap, namanya justru kian melambung. Tapi gara-gara itu pula, jangan-jangan namanya hanyalah hasil karangan bebas sistem politik keamanan di Indonesia. Benarkah dia (pernah) ada?
* * *
Alkisah, terjadilah sebuah perampokan besar di suatu kota metropolitan di Indonesia. Lebih mengagetkan lagi, yang menjadi korban
adalah kerabat seorang guru besar universitas ternama di kota itu. Guru besar ini dikenal sebagai orang yang lurus dan diketahui pula sebagai orang yang tidak ingin melibatkan diri secara jauh ke dalam kancah politik. Dia berteman dengan seluruh kalangan, pandai menempatkan posisi dan orang-orang menganggap sebagai figur dan tokoh masyarakat yang tidak punya gairah kekuasaan. Dia berhasil tegak dalam posisinya sebagai intelektual yang konon punya garis politik seperti ini: tidak ke mana-mana tapi ada di mana-mana. Kasusnya mengundang simpati dari seluruh, ya hampir seluruh, pihak yang biasanya berseteru di kota ini.
Kepala Kota langsung ke TKP dan seorang kepala polisi daerah tak perlulah mendapat perintah lebih lanjut untuk mengusut tuntas kasus ini secepat-cepatnya. Namun, bisik-bisik politik menyebutkan si kepala polisi ini ketiban target: kalau tak dapat dalam jangka waktu sekian jam, siap-siap saja hengkang dari kota ini.
Read the rest of this entry »
In All News, Politik on 8 Juli 2009 at 11:20 pm
“SBY tahu itu dan akan meladeni pertempuran itu. Dan pertempuran ini sudah berlangsung dengan sangat-sangat keras. Kalau tidak, apa perlunya seorang Menteri Pertahanan mengeluarkan statemen soal 65% suara mengarah ke SBY?”
= = =
Ini masa sulit bagi pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto. Persoalannya, survey di awal Juli oleh tim survey hampir seluruh pasangan, kompak menyebutkan indikasi yang sama: kemerosotan popularitas SBY-Boediono dan kenaikan popularitas Mega-Pro dan JK-Win. Dibandingkan dengan hasil quick count, ternyata suara SBY ada di atas 60%. Itu aneh.
Secara teoritis, rentangan 60% merupakan rentang aman untuk menghasilkan Pilpres satu putaran. Di bawah itu, maka potensi Pilpres menjadi dua putaran menjadi sangat dimungkinkan. Itu karena sesuai ketentuan undang-undang yang menyebutkan ada dua syarat untuk kemenangan pilpres satu putaran yaitu meraih 50% di tingkat nasional dan 20% di setengah jumlah propinsi. Di syarat kedua inilah yang sangat sulit dipenuhi bila suara itu tak mencapai angka 60%.
Untuk sementara, soal kecurangan pemilu kita kesampingkan. Karena kalau ada yang bilang Pilpres 2009 ini sehat-sehat saja, maka itu jauh lebih aneh dan menggelikan.
Read the rest of this entry »
amerika serikat, demokrasi, indonesia, internasional, jusuf kalla, megawati, minyak, pilpres, Politik, prabowo, presiden, reformasi, SBY
In All News, Ekonomi, Islam, Politik, luar negeri on 6 Juli 2009 at 5:27 pm
Sederhana saja asumsinya. Pertama, SBY dan timnya sudah merasa pilpres 2009 tak mungkin bisa dimenangkan satu putaran. Kalau mereka tetap yakin, maka iklan-iklan soal satu putaran tak akan dikeluarkan. Tim SBY bukan tim kelas kampung. Jadi mereka tahu persis, iklan-iklan seperti itu tak akan cukup kuat untuk diketahui masyarakat di tingkat grass root. Iklan satu putaran hanya konsumsi elit dan wacana di kalangan berpendidikan saja. Atau dalam kata lain, “satu putaran” merupakan perintah yang ditujukan bagi tim sukses dan jaringan pendukung SBY-Boediono di seluruh Indonesia, sekaligus psywar bagi kompetitor. Jadi, sasarannya bukan seluruh pemilih. Ya, kalaupun ada pemilih yang terpengaruh, ya lebih baik.

Nah, mengapa mereka tak yakin? Itu karena popularitas terus melorot sementara di pihak kompetitor justru meningkat. Itu tidak bisa dipungkiri. Hampir seluruh lembaga survey, baik yang independen sampai yang mereka bayar pun, mengungkapkan hal itu. Jadi itu realitas politik.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, pemilu, Politik, presiden, reformasi, sakit jiwa, SBY, sihir
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 4 Juli 2009 at 4:43 pm
Geli, lucu, aneh, ironis, tragis, sekaligus memuakkan. Seorang Presiden, yang mencalonkan diri lagi untuk periode keduanya, bicara soal sihir yang dikenakan kepadanya. Di hadapan para kyai, di hadapan orang, ah, ada pula Mas Tifatul Sembiring, Presidennya PKS, dia berbicara soal sihir. Luar biasa!
SBY jelas-jelas telah panik sekaligus cengeng. SBY panik betul dengan naiknya popularitas dua kandidat lain, JK dan Prabowo, terutama Jusuf Kalla di hadapan pemilih muslim.
Entahlah. Bagi saya, inilah cara SBY menegaskan dirinya kalau dia sedang panik! Panik dan pusing tujuh keliling, dan lantas mengeluarkan jurus lamanya; memposisikan diri sebagai orang yang sedang dizalimi.
Read the rest of this entry »
michael jackson
In All News, Sastra dan Seni on 27 Juni 2009 at 6:08 pm

Tuhan mungkin sedang cemburu. Habislah sudah kata-kata.
demokrasi, indonesia, pilpres, Politik, prabowo, presiden, quote, reformasi
In All News, Lapak, Politik on 25 Juni 2009 at 2:06 pm

“Cukup hanya dengan KTP ditambah dengan tinta yang kuat. Kalau perlu jidatnya dicap sekalian.” (Prabowo Subianto)
* * *
Komentar Prabowo Subianto, Calon Wakil Presiden PDIP-Gerindra, ketika KPU menambah 5 Juta orang lagi dalam DPT Pilpres 2009. Sebelumnya, kubu Prabowo menengarai ada 44 juta rakyat tidak bisa berpartisipasi dalam Pileg 2009 lalu karena kisruh DPT dan rumitnya administrasi pemilihan. (sumber: okezone/25 Juni 09)
Islam, indonesia, Politik, presiden, prabowo, pemilu, demokrasi, reformasi, SBY, JK, pilpres, parpol, boediono
In All News, Islam, Politik on 24 Juni 2009 at 2:24 pm
Prabowo sepakat dengan Boediono soal posisi agama dan politik. Sekuler menjadi tipikal keduanya dan dengan kekhususan meletakkan agama lebih tinggi dari politik (negara).
Yang jelas, bagi mereka, harus ada pemisahan yang tegas antara agama dan politik. Sementara Wiranto justru berani menarik agama langsung ke dalam politik, walaupun masih dalam level substansial dan belum ke legal formal.
Ini soal menarik. Jawaban ketiga kandidat telah menerangkan siapa mereka sebenarnya. Boediono berpijak pada dirinya yang seorang pekerja karir, intelektual dan bukannya seorang politisi. Sedangkan dua lainnya mengetahui dengan jelas kalau status yang mereka sandang sekarang adalah politisi. Itu bukan berarti Prabowo-Wiranto tidak intelektual. Namun jawaban yang mereka berikan jelas mengarah pada kontekstualisasi dinamika politik yang ada di Indonesia. Dalam kasus ini, maka etalase politik pilpres justru menarik.
Read the rest of this entry »
indonesia, presiden, reformasi, pilpres, politi
In All News, Ekonomi, IPTEK, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 23 Juni 2009 at 3:44 pm
Well, ini memang bukan topik baru. Tapi apakah memang ada hal yang baru dalam pentas politik Indonesia? Presiden yang muncul itu-itu juga, tim sukses yang beredar itu-itu juga, lembaga survey tetap menjalan metode
yang itu-itu juga, parpol yang menang dan tema kampanye politik yang itu-itu juga. Lima tahun lalu berbicara soal ekonomi kerakyatan, kemandirian, perlindungan hukum, pemberantasan korupsi, dan sekarang untuk lima tahun ke depan, temanya masih dalam pusaran itu. Amerika sudah sibuk menjajahi negara lain, Iran dan Korea Utara sibuk dengan program nuklirnya, India dan Cina sudah mulai menjelajahi antariksa, dan Indonesia ternyata masih harus disibukkan mengurus calon-calon presidennya yang manja.
Ya, presiden Indonesia adalah gambaran dari anak-anak manja dan mengkek. Manja dan mengkek dalam politik adalah tingginya ketergantungan si politisi pada imej alias pencitraan. Yang dipusingkan para calon Presiden itu adalah “apakah kalau aku begini nanti diperhatikan orang?”
Read the rest of this entry »
generasi, indonesia, Kebudayaan, lagu, pemuda, Politik, slank
In All News, Esai, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 16 Juni 2009 at 12:55 pm
Aku bukan pion-pion catur
Aku gak suka diatur-atur
Jangan coba-coba halangi aku
Karna aku generasi biru
Aku gak mau direkayasa
Aku ingin berpikir merdeka
Jangan coba-coba untuk memaksa
Karna aku generasi biru
Biarkan terbuka lebar
Gak perlu tutup mataku
Aku ingin melihat jelas
Ini zaman generasi biru
Oh biarkan ku teriak lantang
Untuk apa sumbat mulutku
Aku ingin bernyanyi keras
Ini lagu generasi biru
Aku bukan anakmu
Aku cuma titipan
Mimpiku milikku
Aku ciptaan Tuhan
* * *
Lagu setengah lama itu, Generasi Biru ciptaan Slank, saya dengar pertama kali ketika saya masih di sekolah menengah itu. Sesaat lalu, dia menggebrak lagi kuping saya. Keras sekali. Bulu roma langsung merinding. Lagu itu penuh semangat dan membawa saya ke gemeretak hidup ke arah di mana anak muda akan melakukan apapun sesuai dengan yang ada di kepalanya. Saya teringat seseorang pernah berkata kepada saya dengan bijak. “Look that man! He stands and walks with his mind.”
Read the rest of this entry »
indonesia, sumut, listrik, Politik, amerika, demokrasi, Ekonomi, liberalisme, sarulla, taput, energi
In All News, Ekonomi, IPTEK, Politik, luar negeri on 9 Juni 2009 at 6:08 pm
Sebuah posting dari blog ‘nBASIS, mengernyitkan kening saya. Silahkan klik di sini untuk melihat postingan itu.
Ada banyak pertanyaan di situ yang harus dijawab oleh pemerintah daerah Sumatera Utara tentang persoalan Proyek Geothermal Sarulla, sebuah proyek pembangkit tenaga listrik yang diprediksi memiliki kapasitas 330 MW (mega watt) yang terletak di Pahae, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dengan pelibatan konsorsium MedcoEnergi bersama Itochu Corp. (Itochu) dari Jepang dan Ormat Technologies Inc. (Ormat) dari Amerika Serikat, maka lagi-lagi, pesakitan bernama “neo liberalisme” diam-diam menusuk dalam dalam tubuh Sumatera Utara.
Setelah kasus konflik berdarah di PT Indorayon, Taput, beberapa waktu lalu, dan kemudian membekaskan luka yang sangat dalam, inilah proyek yang nantinya diprediksi bakal menjadi sumber-sumber ketidakadilan sosial di negara ini.
Neo-liberalisme telah menjadi sumber petaka bagi negara ini. Tapi, mengapa negara justru menikmatinya? (*)
Ekonomi, ideologi, indonesia, kapitalisme, pancasila, pilpres, Politik, presiden, reformasi, SBY, sosialisme
In All News, Ekonomi, Politik on 6 Juni 2009 at 4:47 pm
Dalam sebuah acara di televisi, “Capres Bicara” di Trans TV, SBY terang menyebut “ideologi ekonomi politik”-nya dengan “jalan tengah”. Dia membenturkan dua kubu bertolak belakang sekaligus: sosialisme di satu sisi dan kapitalisme di sisi yang lainnya. Dia mengatakan ekonomi komando yang –konon- dipegang teguh oleh sosialisme maupun sistem pasar bebas ala kapitalisme, sama-sama tak bisa diterapkan di Indonesia. Tapi hal-hal positifnya tetap ada.
Dalam perjalanan ideologi di Indonesia, yang dikatakan SBY ini jelas sungguh berbahaya. Kalau dia mengambil hal positif dari sosialisme, maka amat patut diduga sosialisme telah diterapkan dalam kebijakan negara. Padahal ada TAP MPRS No. XXV/1966 yang sudah melarang paham itu.
Pertama, lontaran seorang Presiden yang mengatakan ekonomi jalan tengah di antara dua kutub itu, jelas sekali telah mengambil sisi-sisi “positif” dari ideologi sosialisme dan kapitalisme. Bila dipertentangkan dengan ketentuan yang ada di ideologi negara Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, maka tidak satupun ketentuan yang menyinggung-nyinggung soal sosialisme dan kapitalisme.
Setahu saya, ekonomi kita yang berdasarkan ideologi Pancasila jelas bukan hasil jalan tengah ataupun kompromi dari dua ideologi; sosialisme-kapitalisme. Tidak ada yang mengatakan itu, baik orang sekarang maupun para founding father kita. Ir Soekarno telah terang-terang mengatakan, Pancasila lahir dari bumi Indonesia dan dicetuskan oleh orang-orang Indonesia sendiri. So, kalau tiba-tiba seorang kepala negara memuja sisi positif dari sosialisme maka patut diduga ada hal-hal yang sangat membingungkan dari sisi hukum akan soal itu.
Saya juga tak mengerti, apakah ia ingin mengatakan bahwa perlindungan sosial kepada masyarakat dan pengendalian negara terhadap ekonomi pada ukuran tertentu, dia ambil dari ideologi sosialisme?
Ataukah dia ingin mengatakan bahwa adanya pasar bebas di Indonesia ini, dia tarik dari ideologi kapitalisme?
***
Read the rest of this entry »
budaya, Esai, hulk, indonesia, monster
In All News, Esai, IPTEK, Islam, Kebudayaan, Politik on 5 Juni 2009 at 10:26 pm
“A great civilization is not conquered from without until it has destroyed itself from within.”(Will Durant)
* * *
Bruce Banner (dimainkan oleh Edward Norton) adalah sosok yang lembut namun cerdas. Ia dipekerjakan oleh seorang Jenderal Amerika bernama Jenderal Theddeus Ross (William Hurt) dalam sebuah proyek pembuatan prajurit super bagi tentara Amerika. Ia menjalin kasih dengan anak sang jenderal bernama Betty Ross (Liv Tyler).
Formulasi ditemukan dan Bruce yang terkena efek radiasi gamma harus rela ketika hal itu mengakibatkan dirinya menjadi sebuah makhluk yang tak cuma super tapi juga monster.
Monster berkulit hijau yang ini penuh amarah, yang logika dan perasaannya berada di tahap paling minimal. Yang ada dalam dirinya hanya kekuatan yang harus diledakkan dan dilampiaskan. Alter ego-nya menjadi dominan.
Read the rest of this entry »
indonesia, Politik, Kebudayaan, wisata, malaysia, datuk
In All News, Ekonomi, Geliat, Kebudayaan, Politik on 2 Juni 2009 at 2:07 pm
Pariwisata telah menjadi pemasukan negara terbesar kedua di Malaysia, setelah industri manufaktur. Tahun 2008 lalu, lebih 2,4 Juta orang Indonesia –dari 22 juta lebih wisatawan asing di Malaysia– melancong di negeri itu. Inilah sebuah industri yang rancak dikelola para datuk.
* * *
Dato’ Seri Abdul Rahman Said terus mengumbar senyum manisnya. Pria muda bertubuh tinggi dan berkulit bersih itu menyalami satu per satu undangan dari 23 negara. Malam itu, di acara makan malam yang disertai sajian seni budaya Malaysia, sosok yang masih berkerabat dengan Raja Malaysia, Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah, dan kini berposisi sebagai Timbalan Menteri Pelancongan Malaysia (semacam Departemen Pariwisata di Indonesia-red) itu, menyampaikan salamnya.
Read the rest of this entry »
demokrasi, Esai, ideologi, indonesia, jenderal, Politik, presiden
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 1 Juni 2009 at 2:17 pm
Ada yang salah kalau melihat pentas pilpres 2009 ini hanya untuk pertarungan kekuasaan semata. Jusuf Kalla, seorang kandidat, pernah berujar kalau ada pertarungan ideologi yang sedang berlangsung. SBY menjawab, itu tidak benar karena ideologi negara sudah ada yaitu Pancasila. Jadi perdebatan ataupun pertarungan ideologi itu tak perlu dan tak akan ada.
***

Baru saja saya melihat film yang sebenarnya tak baru lagi, Mummi 3: The Tomb of the Dragon Emperor. Setelah Kaisar Han menguasai kerajaan Cina, kerajaan sekitarnya, dia kemudian menguasai empat elemen dunia yaitu bumi (tanah), air, api dan udara. Dia tak terkalahkan dan dia makin digdaya. Dia lantas maju ke tahap berikutnya, ingin mengalahkan kematian. Dia ingin tetap hidup dan kuat.
Read the rest of this entry »
boediono, demokrasi, indonesia, liberal, neo liberalisme, pilpres, Politik, presiden, reformasi, SBY
In All News, Ekonomi, Islam, Kebudayaan, Politik on 29 Mei 2009 at 3:33 pm
Fenomenanya sungguh asyik. Konon, rating SBY terus turun. Dia memang masih yang tertinggi namun penurunannya sudah drastis. Tim sukses JK-Wiranto dan Mega-Prabowo paling tidak sudah seringkali mengumbar itu. Mereka bilang, bedanya tinggal 1-3%. Benarkah? Mungkin.
Agaknya sudah menjadi indikator utama kalau blunder sekaligus pertaruhan terbesar SBY dalam pilpres 2009 adalah sosok wakilnya, Boediono. Kalau sematan neo-liberalisme kepada SBY bisa saja dibelokkan atas alasan “ketidakmengertian SBY terhadap teori neo-liberalisme karena dia adalah tentara dan gelar ‘doktor’nya bukan studi ekonomi”, maka ketika SBY memilih Boediono, alasan itu serta-merta telah pupus. Hingga hari ini, tim sukses SBY-Boediono harus memutar otak dan terus melawan stigma neo-liberalisme atas pasangan itu. Berhasil? Saat ini belum.
* * *
Jangan pandang neo-liberalisme itu pada prakteknya yang ada di negara Eropa, Amerika dan negara-negara maju lainnya. Indonesia tidak bisa memandang kemiskinan yang ada di negara ini dengan perspektif orang kaya. Orang lapar itu lain pikirannya dengan orang yang kenyang. Dan kalau orang kenyang membahas orang lapar, itu adalah sebuah keanehan paling menjijikkan.
Read the rest of this entry »
boediono, demokrasi, godfather, neoliberalisme, pilpres 2009, Politik, presiden, reformasi, SBY
In All News, Ekonomi, Politik on 27 Mei 2009 at 4:38 pm
Semat Boediono sebagai pengusung neoliberalisme hampir-hampir tak terbantahkan lagi. Semakin kuat dia membantah, justru semakin pekat pula kesan itu melekat sama dirinya. Semakin dia bilang tidak benar, malah dia terkesan semakin jujur. Semakin dia berkata, ekonomi harus dilepaskan kepada pasar namun pemerintah perlu mengendalikannya, jelaslah tampak semakin naifnya dia. Lambat laun, orang-orang malah justru akan semakin meragukan gelar profesor ekonomi yang disandangnya itu.
Masalahnya adalah dia adalah orang yang dipercaya oleh dua Presiden sekaligus; Megawati Soekarnoputri dan Soesilo Bambang Yudhoyono. Dia ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Megawati dan oleh Yudhoyono semakin tebal kepercayaannya kepada orang ini. Tak hanya sebagai Menteri Koordinator bidang ekonomi dan keuangan, tapi juga sebagai Gubernur Bank Indonesia dan terakhir sebagai calon wakil Presiden RI 2009-2014.
Read the rest of this entry »
In All News, Ekonomi, Lapak, Politik on 18 Mei 2009 at 2:31 pm
Sesuai kesepakatan hukum dan politik, tanggal berdirinya Kota Medan ditetapkan pada 1 Juli 1590. Hampir lima ratus tahun kemudian, tepatnya jelang harijadi yang ke-419, ide Kota Medan Kota Metropolitan yang digagas sejak sebelum Walikota Abdillah terpilih menjadi Walikota Medan tahun 2000 lalu mendapat ujian. Kota yang diniatkan sebagai kota yang mempunyai tiga pilar penting yaitu jasa, industri dan religius, dengan kondisi pasca millenium ini justru menyajikan hal yang sebaliknya.
Pembangunan pasar modern seperti plaza dan mall memang maju pesat secara kuantitas. Namun di sisi lain menimbulkan persoalan pada eksistensi pasar tradisional. Hotel, apartemen dan gedung-gedung bertingkat memang terlihat menjadi wajah baru kota yang lebih modern, namun ternyata persoalan tata ruang menyembul ke permukaan ketika tak jelasnya konsep pemerintah tentang kawasan perindustrian, pemukiman, jasa dan perkantoran, serta pemerintahan. Itu diperparah dengan kondisi infrastruktur yang sama sekali tak mencerminkan sebuah kota modern; mulai dari jalan yang rusak parah, banjir, timbunan sampah, drainase yang berantakan, aliran sungai yang kotor dan makin sempit dengan pemukiman kumuh di tengah-tengah inti kota, dan seterusnya.
Read the rest of this entry »
boediono, demokrasi, Ekonomi, indonesia, Islam, kolonialisme, liberalisme, Politik, presiden, reformasi, SBY
In All News, Ekonomi, Islam, Politik on 18 Mei 2009 at 2:09 pm
Ini kata guru saya. SBY dengan jeli memanfaatkan resistensi masyarakat terhadap partai politik dalam pencalonan Boediono sebagai calon wakilnya. Kedua, SBY dan timnya membikin semacam pertentangan baru terhadap jalur politik Islam yang selama ini masih konvensional; Islam simbolik. Itu di antara indikator pemilihan Boediono yang bukan orang parpol maupun organisasi keagamaan.
Pemilihan Boediono sekali lagi meyakinkan publik kalau selama ini SBY tetap sangat setia pada kubu ekonom-ekonom neoliberalisme. Lebih parah dari itu adalah ancaman-ancaman neo-kapitalis dan secara sadar atau tak sadar, geranyangan neo-kolonialisasi yang berganti baju di abad millieneum ini. Sementara, Boediono dalam pidato dan kemudian diperkuat dengan statemen-statemen timnya di media massa, terus membantah kalau Boediono adalah budaknya neo-liberalisme.
Read the rest of this entry »
Islam, indonesia, Politik, presiden, demokrasi, reformasi, SBY, pilpres, boediono
In All News, Ekonomi, Islam, Kebudayaan, Politik on 16 Mei 2009 at 7:18 pm
Masuknya nama Boediono di pentas pilpres 2009, memperlihatkan betapa SBY memanfaatkan resistensi masyarakat terhadap partai-partai politik. Kedua, leburnya politik Islam simbol dalam peta politik Indonesia. Itu dua di antara faktar-faktor yang membuat SBY memilih Boediono. Dan, itu kata guru saya.
Alasan itu memang menarik. Politik Islam memang harus kalah sebelum bertarung kali ini. Kubu partai Islam seperti PPP, PKS, PAN dan PKB memang langsung pasang badan ke SBY begitu hasil pileg sudah diketahui. Kekalahan itu jelas tergambar ketika tidak adanya simbol Islam yang duduk sebagai kandidat dalam pilpres kali ini. Kemenangan terpampang di kubunya kaum “nasionalis” dan “kekaryaan”.
Tapi tunggu dulu. Itu kalau mainstream politik lama masih hendak dipakai untuk melihat pola politik di masa reformasi ini. Pilpres 2009 telah menggambarkan ada pergeseran etalase politik yang begitu kuat. Apakah pergeseran itu sebuah kemajuan atau kemunduran, mesti hati-hati juga melihatnya.
Read the rest of this entry »
boediono, indonesia, Islam, Kebudayaan, Politik, presiden, SBY, tuhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 13 Mei 2009 at 2:39 pm
Walau kening mengernyit-ngernyit, SBY (konon) akan menetapkan Boediono pada 15 Mei mendatang. Kalaulah benar SBY telah melakukan istikharah dan kalaulah nama Boediono itu hasil istikharah yang dilakukan SBY, saya hanya mengucapkan Tuhan telah memilih calon yang cocok untuk dirinya. Dalam kepala saya menghayal-hayal, mungkin seperti ini jawaban dari Tuhan; “Inilah kawan yang pantas untukmu. Inilah jawabanku untukmu!”
Saya sungguh percaya akan Tuhan saya, dan kali ini pun Tuhan telah memberikan jawaban yang sungguh-sungguh “menarik” atas apa yang dilakukan SBY selama kurun 5 tahun dan sebelum-sebelumnya. Soal pasangan ini akan menang atau tidak di lima tahun ke depan atau malah jatuh ke jurang kehancuran pada Juli nanti, bukan porsi postingan ini.
* * *
Saya teringat pada sebuah cerita mantan Presiden, Abdurrahman Wahid, kala dia masih bersekolah di Timur Tengah dan waktu itu pulang ke Indonesia. Di sebuah rumah ibadah, entah bagaimana caranya dia mendengar seorang pelacur memanjatkan doanya kepada Tuhan. Si pelacur itu berdoa agar “dagangannya” laris. Gus Dur kemudian menuliskan, kebutuhan dan kepentingan setiap manusia kepada Tuhannya berbeda-beda.
Read the rest of this entry »
Islam, indonesia, Politik, presiden, pemilu, demokrasi, tuhan, reformasi, SBY
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 11 Mei 2009 at 8:05 pm
SBY dikabarkan akan shalat istikharah kala menentukan siapa calon wakilnya. Saya mengernyitkan kening. Benar-benar mengernyitkan. Masak sih?
Untuk yang non muslim, saya kira harus diberitahu juga fungsi shalat istikharah itu apa. Itu shalat yang dilakukan untuk menentukan pilihan. Artinya, si pelaku bertanya langsung kepada Tuhan apa yang harus dipilihnya. Jawabannya nanti akan diberikan. Kalau kata ustadz-ustadz saya, nanti Tuhan akan memberikan jawaban dalam bentuk kecenderungan si pelaku tadi. artinya, kalau setelah istikharah tadi, si pelaku ternyata lebih cenderung memilih A, maka itu adalah “jawaban” Tuhan.
Dalam logika rasional biasa, itu bisa saja dinamakan persangkaan atas jawaban Tuhan. Karena di balik “jawaban” itu, ada kemungkinan lain yang juga menggoda: “jangan-jangan bukan itu pula jawaban dari Tuhan.”
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, negara, pemilu 2009, Politik, rakyat, reformasi
In All News, Kebudayaan, Politik on 11 Mei 2009 at 12:51 pm
Hasil pemilu legislatif sudah diketahui, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pemenang, Yusuf Kalla nomor dua dan Megawati nomor tiga. Partai Golkar sekali lagi membuktikan keperkasaannya, walau dikacau habis-habisan oleh SBY di seluruh penjuru –seluruh DPD melapor ke JK betapa selama lima tahun koalisi antara JK dan SBY mereka merasa ditikam dari belakang oleh Demokrat – partai ini tetap mampu mencapai 14,5% suara. Ada beberapa yang latah menyebutkan ini kemenangan dari partai yang dibentuk oleh masa reformasi dan ujung-ujungnya mengatakan ini adalah kemenangan reformasi atas partai-partai Orde Baru.
Alasannya memang tersedia. Bila ditotal perolehan suara Demokrat, PKS, PAN, PKB, Gerindra dan Hanura (keseluruhannya adalah partai-partai yang dibentuk pasca reformasi 1998), suaranya melebihi partai-partai Golkar, PDIP (14%), PPP (5,3%).
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, korupsi, Politik, presiden, SBY, KPK, antasari azhar
In All News, Politik on 5 Mei 2009 at 4:47 pm
Mas Susilo berkata, kasus Antasari Azhar adalah kasus serius. Saya setuju, sangat setuju, amat sangat setuju dan amat-amat sangat-sangat setuju. Itu memang kasus serius.
Tapi di titik keseriusannya mana?
* * *
Beberapa hari ini, saya berusaha sedapat mungkin menjauhi informasi mengenai kasus itu. Kalau tiba-tiba ketika melihat televisi dan kemudian dibacakan tentang hal itu, langsung saya rubah channelnya. Dan tibalah suatu saat ketika remote tivi tak digenggaman dan berita Antasari muncul di hadapan saya. Ya sudahlah, saya tonton saja.
Sesungguhnya saya bosan melihat apa yang dilakukan SBY, apa yang digebrak Antasari dan apa yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagi saya, ini satu paket semua dengan SBY menjadi komandannya. Dalam benak saya sudah tertanam kalau Antasari merupakan orangnya SBY dan KPK merupakan salah satu mesin politik SBY yang paling bisa diandalkan dalam lima tahun belakangan ini.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, pdip, pemilu, Politik, presiden, SBY
In All News, Lapak, Politik on 30 April 2009 at 7:35 pm
PDIP Perjuangan sedang leading, 19%. Demokrat 17%, Golkar 14%, PAN 7%, PKS 6%, PPP-PKB 5%, Gerindra 4%, dan Hanura 3%.
Mudah-mudahan SBY jangan keburu sakit dulu. Mau sakit jiwa atau sakit fisik. Dan ah, Hidayat pun jangan kebakaran jenggot dulu.
Kalau SBY sakit, kayak kemarin dia sakit perut itu, pertarungannya jadi tak seru lagi. Toh semua itu ‘kan masih sementara saja. Tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Kalaupun nanti kejadian 2004 berulang, yaitu kala PDIP yang dari pertama-tama leading terus, dan kemudian disalib Golkar di akhir-akhir tikungan, itu ’kan dulu. Kalaupun PDIP dan Golkar bakal menyalib nanti di akhir-akhir rekapitulasi KPU, itu ’kan masih kalau.
So, SBY, saya berharap Anda jangan sakit. Karena kalau Anda sakit permanen saat ini, sesuai amanat konstitusi, bisa-bisa kursi Anda diduduki Jusuf Kalla.
indonesia, Politik, presiden, cerita, pemilu, demokrasi, reformasi, SBY, pilpres
In All News, Esai, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 29 April 2009 at 4:42 pm
Ada yang berandai-andai: apa nasib SBY kalau dia tak menang?
“Itu menimbulkan masalah baru yang sangat besar…” ucap Masna.
“Lho, contohnya?” kata Rini.
“Seorang mantan presiden sebuah negara yang sangat besar ini harus stress, sakit jiwa. Itu masalah besar. Kita tidak punya rumah sakit khusus sakit jiwa untuk mantan Presiden. Kalau untuk penyakit-penyakit fisik sih banyak.”
“Anda jangan memvonis dulu kalau SBY bakal sakit jiwa. Setahu saya dia sangat kuat mentalnya. Dia itu dari tentara lho…”
“Lho jangan silap. Justru belakangan ini kita banyak mendengar saudara kita yang dinas di kemiliteran juga terkena sakit jiwa. Bahkan yang bunuh diri atau malah menembaki koleganya sudah sering kita lihat beritanya di televisi. “
“Okelah, saya tak dapat mendebat, penyakit jiwa tidak diskriminatif, semua bisa kena. Masalahnya, adakah kemungkinan dia bakal kena?”
“Nah itu dia. Justru di kondisi yang sekarang ini, dia semakin berpotensi sangat tinggi untuk sakit jiwa. Di saat semua orang dan terutama dirinya sendiri menganggap bahwa dia akan menjadi Presiden kembali untuk yang kedua kalinya, tahu-tahu dia kalah. Anda bayangkan saja!”
“Ah, bagi saya belum jelas benar pangkal masalahnya. Dia tak mungkin kalah!” sentak Rini.
Read the rest of this entry »
indonesia, Politik, golkar, presiden, pemilu, demokrasi, jusuf kalla, reformasi, SBY
In All News, Politik on 22 April 2009 at 3:45 pm
Sebelum rapimnas, “rapat” DPP Golkar memutuskan dengan tegas pencalonan H Muhammad Jusuf Kalla sebagai calon presiden Partai Golongan Karya. Apapun cerita Akbar Tanjung di luar, posisi riilnya sekarang adalah: JK adalah ketua umum Partai Golkar. Jalan di rapimnas untuk melanggengkan Kalla menjadi calon presiden Partai Golkar semakin terarah. Walau rapimnas adalah pemutusnya, tapi ini adalah perlawanan resmi Golkar kepada SBY dan Demokrat.
Untuk sebuah pertarungan kekuasaan, JK telah menunjukkan kepada SBY, bahwa Golkar tidak mati. Puluhan tahun Golkar telah menang pemilu dan pada 2009, banyak yang meramalkan meraka akan kalah. Tapi itu semua belum tentu, belum putus. KPU belum mengeluarkan putusan siapa sebenarnya yang meraih suara terbanyak Pemilu. Hanya satu yang bisa dipastikan yaitu suara Partai Demokrat naik drastis. Itu satu.
Kedua, langkah putra Sulawesi ini adalah langkah konvensi paling radikal dalam babad politik Indonesia yang dikuasai oleh pulau Jawa. Sebagai orang Bugis, langkah JK sebagai calon presiden adalah sebuah catatan tersendiri, betapa siapapun orangnya berhak untuk mencalonkan diri sebagai Presiden.
Read the rest of this entry »
indonesia, Politik, presiden, pemilu, demokrasi, reformasi, pilpres
In All News, Politik on 20 April 2009 at 1:10 pm
Perkembangan politik, terutama di titik pilpres dan pileg 2009, semakin menarik. Satu sisi, ini menjadi ladang pembelajaran pribadi bagi saya sendiri. Ini bikin pusing, membingungkan sekaligus menaikkan adrenalin.
1. Amien menyuruh merapat ke Demokrat. Di situ pertarungannya adalah antara PAN, Akbar Tanjung (dan Golkar kalau ia berhasil dalam rapimnas nanti) dan PKS. Persoalannya adalah pekerjaan selama 5 tahun ke depan, karena kalau terpilih lagi, SBY dipastikan akan pensiun. Di lain pihak, baris insfrastruktur Partai Demokrat belum terbentuk dengan kuat dan merata, serta belum adanya figur selain SBY dalam partai itu. Jadi, posisi paling strategis untuk 5 tahun ke depan adalah WAKIL PRESIDEN.
Read the rest of this entry »
Islam, indonesia, Politik, presiden, jawa, Kebudayaan, Esai, pilpres
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 18 April 2009 at 10:46 pm
Jumlah orang Jawa di Indonesia ini mayoritas. Pusat kekuasaan, tempat bermukim para Presiden Indonesia dan ibukota negera, ada di Pulau Jawa. Lebih dari 50% orang Indonesia berdiam di Pulau Jawa, sehingga siapapun yang ingin menguasai Indonesia maka dia harus berkibar-kibar di Pulau Jawa. Segala indikator itu, termasuk yang lain-lain yang mungkin ada di benak Anda, menjadi ukuran kalau Presiden Indonesia haruslah orang Jawa. Itu konvensi alias hukum tak tertulis.
Dus, adalah “kecelakaan sejarah” ketika BJ Habibie, seorang anak kelahiran Pare-pare Sulawesi, tiba-tiba duduk di singgasana istana Indonesia. Kecelakaan itu adalah jalan pikiran orang-orang yang mendukung konvensi “jadi-jadian”: Indonesia harus dipimpin oleh orang Jawa. Masak sih pulau yang jelas-jelas bernama Jawa dipimpin oleh orang Sulawesi?
Habibie hancur lebur pasca 1999. Orang “terpintar” di Indonesia itu tergusur dan tak diingini lagi menjadi Presiden. Setelahnya, trah itu kembali lagi ke rel-nya; Adurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Orang Jawa kembali berhasil merebut tahta istana negara.
Read the rest of this entry »
indonesia, Politik, golkar, pdip, presiden, megawati, pemilu, demokrasi, reformasi, SBY, JK, Demokrat
In All News, Politik on 16 April 2009 at 6:14 pm
Pertama, hasil pemilu belum akan usai dalam waktu yang singkat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang dalam keadaan pusing tujuh keliling, dibombardir dari segala penjuru. Sementara, Partai Demokrat dan pemerintahan SBY sudah lepas tangan atas kinerja KPU. Jadi, ada kemungkinan KPU akan makin molor kerjanya. Kalau makin molor, maka partai-partai politik akan makin trengginas di lapangan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), KPUD kab/kota dan KPUD Propinsi untuk mempermak hasil pemilu dari TPS-TPS.
Jadi, hasil quick count sangat-sangat tidak bisa dijadikan pegangan. Apalagi, variabel penghitungan lembaga survey hanyalah partai. Padahal, penghitungan pemilu 2009 ada pada partai, caleg dan partai+caleg. Belum lagi suara tidak sah dan mereka yang tidak berpartisipasi. Pada saat tulisan ini dibikin, baru akan sekitar 10 juta suara yang masuk. Sementara jika diambil angka aman dari potensi golput (yang 30-50%) sebesar 30% saja, maka jumlah pemilih bisa berkurang sekitar 120-130 juta. Itu berarti, rekap data yang masuk ke KPU masih hanya sekitar 10% saja.
Read the rest of this entry »
demokrasi, Esai, indonesia, pemilu, Politik, reformasi, tuhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 15 April 2009 at 6:31 pm
Inilah sebuah negeri yang menjadi pembanding dari surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Di negeri inilah, yang di lapis bawah tanah tanahnya, mengalir sungai-sungai minyak dan lorong-lorong gas. Di permukaannya, berjalanlah air-air beserta pasir-pasirnya membawa berkubik-kubik emas. Serta, di lautnya ada mutiara, miliaran ikan nan gratis dan oh, di bawah laut-laut itu masih lagi menunggu bermiliar barel minyak.
Di negeri inilah intan, permata, batu delima dan jamrud tak sekedar pemanis dalam bait-bait pantun para tetua. Catatlah negeri yang kaya raya ini, gemah ripah loh jinawi, baldathun toyyibatun wa rabbun ghafur.
* * *
Catatlah juga di negeri ini, para dokter-dokternya sungguh-sungguh kaya, dan anehnya, pasiennya banyak yang lapar dan bajunya rombeng.
Catatlah karena para pegawai negerinya lebih senang menghamba pejabatnya daripada melayani rakyatnya.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, pemilu, Politik, reformasi
In All News, Esai, Kebudayaan, Politik on 13 April 2009 at 6:05 pm
Saya tidak menyontreng di Pemilu Legislatif 9 April kemarin. Saya golput. Kalau menuruti apa kata MUI kemarin, yang pasti dosa saya paling tidak sudah bertambah satu lagi.
Sebagian kawan mengatakan saya sudah tak peduli lagi dengan negeri ini. Saya mengangguk. Sebagian kawan mengatakan, harapan itu masih ada. Saya menggeleng. Sebagian kawan berujar, seharusnya contreng saja, toh tak ada ruginya. Saya mengangguk dan menggeleng.
Tapi kemudian, teman-teman saya yang golput justru menjadi pemenang. Angkanya rata-rata ada di kisaran 40-50%. Dengan kisaran itu, maka legitimasi partai politik (berikut caleg-calegnya), akan sedemikian lemah. Kalau ini diteruskan hingga Pilpres nanti, maka akan terjadi kegoncangan kekuasaan, yang menurut saya, akan luar biasa.
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, Politik, Kebudayaan, Esai, demokrasi, tuhan, reformasi, sosial, nasionalisme, ismail marzuki, proklamasi
In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 27 Maret 2009 at 11:11 am
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
(Indonesia Tanah Pusaka, Ismail Marzuki)
Lagu itu begitu pelan, lembut dan bikin merinding. Diciptakan seorang seniman yang dulu di sekelilingnya terlibat panasnya pertempuran, dentuman senjata, hujan bom, teriakan kesakitan, peluh, darah dan air mata. Namun, masa itu sudah lewat berpuluh-puluh tahun silam. Para pahlawan sudah mati, jasadnya melebur dengan tanah dan nisannya mengharap-harap memori dari mereka yang lewat untuk sekedar membersih-bersihkannya. Mereka sudah mati.
Read the rest of this entry »
demokrasi, Demokrat, indonesia, korupsi, KPK, PAN, parpol, pemilu 2009, PKS, Politik, presiden, reformasi, SBY
In All News, Ekonomi, Politik on 26 Maret 2009 at 8:28 pm
Seorang komentator di blog ini mengirimkan penjelasan anggota DPR Rama Pratama soal tudingan Abdul Hadi terhadap dirinya dalam pertemuan “Rlitz Carlton” dan kemudian dikoreksi menjadi pertemuan”Four Season”. Menarik betul penjelasan itu, tapi tentu saja menumbuhkan pertanyaan-pertanyaan baru yang agaknya bisa membawa persoalan ini pada kasus korupsi besar-besaran yang sesungguhnya. Yang sesungguhnya. Penjelasan Rama itu bisa dilihat di postingan saya yang ini: “Sumpah si Rama”.
Rama mengakui adanya pertemuan di Four Season antara dia, Anggito, Allen Marbun (dan mungkin yang lain). Yang jadi pertanyaan besar dari penjelasan si Rama itu adalah: “Apakah yang diperbicangkan oleh Rama, Anggito dan Abimanyu di Four Season?” Cuma minum kopikah?
Read the rest of this entry »
demokrasi, Demokrat, indonesia, korupsi, PAN, PKS, Politik, reformasi, SBY
In All News, Ekonomi, Islam, Kebudayaan, Politik on 19 Maret 2009 at 3:34 pm
Rama diasingkan di sebuah hutan. Di sana, dia berteman dengan si kera sakti, Hanuman, yang kemudian nurut menjadi anak buahnya. Bersamanya, Shinta –istrinya- dan Laksamana –adiknya.
Anda carilah kisah itu di internet dan buku-buku, dan Anda akan menemukan sebuah babad yang bercerita soal kesetiaan, cinta, sikap ksatria dan kekuasaan. Rama-Shinta-Laksamana adalah kisah yang mengilhami miliaran orang di seluruh dunia. Begitu melintas batas kisah itu, hingga dia melompati pagar-pagar yang dibangun oleh agama-agama.
Rama adalah sebuah konsepsi Hindu yang banyak dibaca oleh orang-orang Islam. Tak heranlah bila banyak orang Islam menyematkan nama itu kepada keturunannya. Tak lain, yang diinginkan adalah adanya semangat “Rama” yang bisa dilakukan oleh mereka nantinya.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, parpol, pemilu, Politik, reformasi
In All News, Politik on 19 Maret 2009 at 1:23 pm
Siapa partai yang paling banyak cakap?
Ini asumsi penelitiannya: Partai dan elitnya yang paling sering muncul di media massa, mulai dari koran, majalah, tabloid, radio, internet dan seterusnya. Partai yang paling banyak selebaran, baleho dan billboardnya. Partai yang paling sering kampanye terbuka mengerahkan seluruh massanya ke jalan-jalan.
Karena dia asumsi, naikkan dia ke derajat hipotesis baru kemudian disimpulkan. Habis itu, generalisasikan saja. Soal salah atau benar, urusan kedua, yang penting metode sudah benar.
Read the rest of this entry »
Esai, film, indonesia, Islam, Kebudayaan, miskin, muhammad, Politik
In All News, Ekonomi, Esai, IPTEK, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni, luar negeri on 15 Maret 2009 at 12:11 am
“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan himpunkanlah aku ke dalam golongan orang fakir miskin.” (Muhammad SAW)
* * *
Bernama Jamal Malik, dia adalah seorang yang selalu lurus-lurus saja pandangannya. Hampir saja dia menjadi naif kalau tidak ada abangnya, Salim; seorang yang realitis memandang hidup. Mereka menjadi yatim dan piatu, saat Ibu mereka tewas ketika gerombolan bersenjata tajam dan tumpul menyerbu perkampungan muslim mereka. Kampung mereka, kampung mayoritas muslim di Mumbai, India itu, adalah sebuah perkampungan para “slumdog”. Sudahlah anjing, kumuh pula lagi.
Menarik sekali. Film itu, “Slumdog Millionaire”, seperti yang telah Anda tahu, meraih Oscar dan Golden Globe Award sebagai Film Terbaik 2008. Film yang bercerita soal kemiskinan, terbuang, mempertahankan hidup, nasib, buruknya hukum, kesenjangan sosial di India itu, menjadi jawara setelah dinilai dan ditonton oleh para juri dan masyarakat yang lahir dari bangsa yang kaya, berpendidikan, modern dan maju; Eropa dan Amerika.
Read the rest of this entry »
indonesia, jenderal, militer, Politik
In All News, Lapak, Politik on 13 Maret 2009 at 10:27 pm
Untunglah saya punya jenderal yang mengawal saya dengan setia. Mereka-mereka ini bertempur dengan nyawa menjadi taruhan. Mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala tumpah darah agar saya bisa hidup tenang,aman, damai dan tidak dijajah oleh bangsa dan negara lain. Percayalah.
Jangan Anda katakan kalau mereka bertempur karena uang . Karena nanti mereka akan sangat tersinggung dan marah. Mereka memegang senjata adalah untuk kita. Percayalah.
Jangan pula Anda sebut untuk kekuasaan, karena prioritas mereka bukan itu. Mereka punya Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadi jangan ragukan itu. Percayalah.
Wawancarailah mereka dan mereka akan menyebut apa yang mereka lakukan sepanjang hidup, mulai dari lahir, dididik di akademi militer, bertugas di medan pertempuran, pensiun dan kemudian menulis buku, adalah sebagai sumbangsih kepada bangsa dan negara ini. Percayalah.
Karena kita hidup di negeri para jenderal. Percayalah. (*)
budaya, Esai, indonesia, Islam, Kebudayaan, madrasah, maulid, medan, muhammad, seni
In All News, Esai, Geliat, Islam, Kebudayaan, Lapak, Sastra dan Seni on 10 Maret 2009 at 8:52 pm
Sewaktu kecil, di madrasah kami, Ibtadaiyah Al-Ittihadiyah, setiap maulid nabi Muhammad selalu dilakukan acara. Ada lomba baca al-quran, azan, tafsir, busana muslim, gerak jalan dan macam-macam. Kalau tidak salah, saya sudah berani ikut-ikutan lomba waktu umur saya tujuh tahun. Saya ikut lomba azan dan baca quran. Saya tak pandai betul melantunkan qiraat, walau ayah saya pernah juara mengaji. Tapi minimal dapatlah juara harapan. Saya tak kebagian piala tapi hadiah buku tulis. Namun, senangnya bukan main.
Kala lomba azan -sudah tabiat saya dan teman-teman sekelas dulu- bukan malah jadi lomba indah-indahan, tapi lomba kuat-kuatan suara. Siapa yang dapat nada paling tinggi, bolehlah agak nyombong dikit sama teman-teman. Tapi tetap yang selalu menang itu namanya Azra’i. Dia ini memang muadzin tetap di mesjid dekat madrasah kami. Suaranya tak pernah melengking, tapi ‘kok rasanya enak betul mendengar lantunan azannya.
Tahun kemarin, saya lewat lagi di depan madrasah itu. Tak besar memang, cuma ada lima ruang kelas. Guru yang dulu mengajar saya tinggal seorang. Guru-guru yang lain umurnya relatif sepantaran saya dan ada juga yang di bawah saya. Sesekali ibu saya pernah mengobati kerinduannya mengajar anak kelas satu. Tapi sesekali saja memang karena beliau sudah pensiun sejak lama. Dia pernah berkata kepada saya begini: “Jadi guru itu sudah darah daging, jadi sebenarnya tak bisa ditinggalkan.”
Read the rest of this entry »
agama, batak, belanda, indonesia, Islam, Kebudayaan, kolonial, kristen, m said, medan, negara, siregar, sisingamaraja, sumut, tapanuli, waspada
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 4 Maret 2009 at 9:58 pm
Saya membongkar-bongkar lagi dokumen yang ada pada saya dan mata saya tertumbuk pada artikel ini, ”Mohammad Said di Antara Ilmuan Sosial” ditulis oleh Shohibul Anshor Siregar. Saya baca ulang lagi dan saya langsung mengontak beliau dan meminta izin agar tulisan ini bisa diposting di blog saya. Beliau tertawa dan berujar, ”Up to you.”

Shohibul Anshor Siregar adalah seorang sosiolog Medan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia ini salah seorang cendekiawan muslim yang dulunya diceritakan orang sempat dicegah agar tak lagi pulang ke Medan, Sumut, dari Pulau Jawa. Saya mendapat cerita kalau karir intelektual dan ”politik”-nya akan sangat “cerah” kalau dia tetap bertahan di sana. Maklum, sebelum ke sana, dia mantan Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut tahun 1980-an. Dia ditarik-ditarik untuk masuk ke partai politik, namun hingga kini dia tetap memilih sebagai Dosen PNS di Kopertis Wilayah I Sumut-NAD. Seingat saya, hingga kini, dialah peneliti sosiologi politik yang terus konsisten berada di garis intelektual. Di blog ini, profil dia pernah juga saya postingkan. Orangnya sangat sederhana dan selalu tergelak. Ada yang latah menyebut, dia ini ”sosialis”. Tapi saya tak percaya.
Ini tulisannya.
Read the rest of this entry »
budaya, Kebudayaan, medan, museum, pendidikan, purbakala, sejarah, sekolah, seni, sumut, wisata
In All News, Esai, Kebudayaan, Lapak, Panggung, Sastra dan Seni on 2 Maret 2009 at 9:45 pm
Anak-anak itu tingginya masih sepinggang orang dewasa. Mereka, siswa Madrasah Ibtadaiyah (MI) –setingkat Sekolah Dasar (SD)- Al-Fachran, bergelontoran di lantai keramik Museum Negeri Sumatra Utara (Sumut) di jalan HM Joni Medan. Mereka cekikan melihat manusia purbakala Phitecentropus Erectus yang tinggi dan berdada bidang itu. Wajahnya tak mirip dengan mereka.
Mereka sibuk mencatat, sesekali menatap wajah purba yang mirip kera itu, setelah itu mereka tergelak lagi bersama-sama. “Manusianya ‘kok mirip monyet ya,” kata mereka. Kawan-kawannya yang lain menimpali sambil terkekeh. Suasana jadi riuh. Tiba-tiba mereka sibuk mencatat kembali; salah seorang guru memalingkan wajahnya ke arah mereka.
Gigi saya tersembul melihat itu. Dengan sedikit jingkat, saya sudah di belakang seorang di antara mereka. Saya intip lembar catatan anak itu. Dia menulis, judulnya; sejarah manusia purba. Dia berbalik dan cengegesan, kemudian berlari ke tempat ibu gurunya berdiri. “Ayo, keterangannya dicatat, jangan cuma ketawa. Nanti ibu tanya di sekolah,” kata guru mereka.
Read the rest of this entry »
budaya, deddy mizwar, demokrasi, Esai, indonesia, Islam, jenderal, naga bonar, Politik, presiden, reformasi, seni
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 28 Februari 2009 at 11:09 pm
Sebelum menulis ini, di benak saya melintas-lintas satu kata: hak. Tapi kemudian, si “hak” ini seperti emoh untuk dituliskan. Seolah-olah dia bergumam kepada saya begini. “Bung, jangan sematkan saya pada sosok Deddy Mizwar. Ini lebih dari itu. Gara-gara Bung, saya nanti tak sanggup lagi bercengkrama dengan kata-kata yang lain. Ini bukan sekedar hak, Bung. Ingat itu!” gumam si “Hak”.
Saya bingung. Kalau lebih dari itu, lalu apa? Apa ada yang lebih tinggi dari hak? Setahu saya, ya, orang-orang sering mengaitkan “hak” itu pada sesuatu yang “tinggi”, seperti sepatu hak tinggi. Ah, makin ngelantur-lah saya. Karena saya gak mau ngelantur sendirian, ya, saya ajaklah rekan-rekan sekalian untuk ngelantur bersama saya. Tenang, Anda masih bisa mengelak ‘kok. Saya kasih tau caranya; jangan baca lagi setelah kalimat ini diakhiri dengan tanda titik.
Read the rest of this entry »
demokrasi, Esai, golkar, indonesia, Islam, JK, pilpres, PKS, Politik, presiden, reformasi
In All News, Esai, Islam, Politik on 26 Februari 2009 at 10:38 pm
Kalau Jusuf Kalla dan Hidayat Nur Wahid kawin, siapa yang mau beli? Jawaban yang paling riil ya, para pemilih Golkar dan PKS. Bener gak sih …

Ya, sudah benarlah itu, tapi yang jadi masalah, apakah suaranya bulat atau tidak. Begini. Hingga sekarang, di Partai Golkar sendiri, ada pertarungan antara Sultan + Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla sendiri. Ini terus berkelahi. Nah, kuatnya niat JK maju ke pentas pilpres gara-gara ditodong oleh “seluruh” DPD. Ini sudah jadi fakta sejarah, jadi jangan lupakan faktor ini. Masalahnya, apakah kemudian JK akan didukung oleh DPD-DPD?
Jawaban pastinya sih ada di Rapimnas pasca pemilihan legislatif nanti. Walau, orang-orang JK saat ini terus berkampanye kalau Rapimnas itu nantinya sebenarnya hanya ajang untuk memformalisasi ke-capres-an JK. Tapi, itu ‘kan kata pendukung Kalla. Kalaupun ada orang-orang non JK yang bilang itu, yang patut dilihat adalah “senyum”-nya pasca mengeluarkan komentar itu. Saya tak perlu lagi bilang siapa orang JK, siapa yang bukan. Itu urusan Andalah untuk mencari tahu.
Read the rest of this entry »
amerika, Esai, hillary, indonesia, obama, Politik
In All News, Esai, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 24 Februari 2009 at 8:42 pm
Hillary Clinton, salah seorang lulusan hukum terbaik Yale University, tersenyum-senyum melihat Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara awal yang dikunjunginya pasca pelantikannya Menteri Luar Negeri Amerika.
* * *
Perhatikanlah baik-baik, mengapa Indonesia harus didatangi, dan telaah juga pelan-pelan negara-negara yang ada dalam daftar Hillary; Jepang, Korea Selatan dan China . Apa yang bisa Anda duga? Ya, negara-negara itu berada dalam lingkup “negara sekutu Amerika”, minus Cina. Miris? Ya sudah, terima saja. Jusuf Kalla memang sudah mengundang langsung Obama langsung ke Amerika. Dia diterima wapres Amerika, Joe Bidden. Di sana, salah seorang calon presiden Golkar ini, ketawa-ketiwi dengan si Bidden, orang Partai Demokrat itu.
Jadi ada dua persoalan: benarkah Indonesia telah menjadi sekutu Amerika, dan kalau itu benar, apakah untungnya bagi Indonesia?
Read the rest of this entry »
artis, indonesia, kriminal, polisi, prostitusi
In All News, Geliat, Lapak on 23 Februari 2009 at 3:40 pm

Bongkahan dada itu menggumpal. Busana minim berwarna putih yang dikenakan wanita cantik berambut panjang itu, tak bisa menyembunyikan sembulan mulus kaki nan panjang dan, ah … hampir saja pangkal paha itu bisa terintip. Di atas background warna hitam, ada sejumput informasi soal si perempuan; sekelumit saja memang, karena kalau mau tahu lebih banyak, hubungi laki-laki ini: Hartono Prapanca alias Hartono Setiawan.
Read the rest of this entry »
aidit, batak, Esai, indonesia, Islam, jenderal, kristen, militer, nasution, panjaitan, PKI, Politik, presiden, reformasi, tapanuli
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 18 Februari 2009 at 11:29 pm

Hanya ada dua jenderal besar di negeri ini: Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dan Jenderal Besar Soeharto. Yang pertama putra asli Tapanuli, kelahiran Hutapungkut, Kotanopan, Tapanuli Selatan dan yang satu lagi kelahiran Kemusuk, Yogyakarta.
Kalau latah, keduanya bisa dianggap sebagai poros kekuatan para jenderal, satu jenderal Jawa dan satu jenderal Batak. Kalau lebih latah lagi, keduanya laksana bandul kekuatan antara kekuatan politik pulau Jawa dan luar pulau Jawa (termasuk bagian Timur dan Barat). Nasib keduanya jauh berbeda, yang sama adalah kini keduanya telah almarhum.
Read the rest of this entry »
apindo, artikel, Demokrat, golkar, ideologi, indonesia, PAN, parpol, pdip, pemilu, PKS, Politik, PPP, reformasi
In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 17 Februari 2009 at 9:22 pm
“ … Partai lain tak menakutkan bagi Golkar. Pakem tritomi ideologi: nasionalis, kekaryaaan, dan Islam, telah menjamin itu semua. Partai-partai Islam akan berkelahi di ladang sempit. Di ideologi nasionalis, siapa yang bisa menandingi PDIP? Nah, siapa pula yang bisa menggeser Golkar dari ideologi yang nyata-nyata berdasar dari namanya sendiri, kekaryaan? …. “

Read the rest of this entry »
indonesia, pemilu, Politik, reformasi
In All News, Lapak, Politik on 16 Februari 2009 at 4:15 pm
Saudara-saudara, 9 April nanti adalah hari bagi setiap orang di Indonesia yang telah memiliki hak pilih untuk memilih calon wakilnya. Ingat, itu ajang memilih “wakil”! Maka itu, bertindaklah seperti seorang tuan yang sedang menyeleksi para pembantu-pembantunya. Bersikaplah seperti seorang majikan, dan buang jauh-jauh sikap dan mental bangsa kuli dan jongos Anda itu. Pilihlah dengan landasan, bahwa Anda adalah tuan, Andalah penguasa, Andalah raja sesungguhnya di negeri ini.
Tapi tentu, bagi saya, tak akan banyak perubahan berarti dari partai-partai yang selama ini aktif bermanuver di media massa. Secara komunikasi, semakin banyak Anda berinteraksi melalui media massa, maka ada kemungkinan daya popularitas akan semakin menanjak. Itu satu kemungkinan yang sering dipahami parpol-parpol yang melakukan segala cara agar dilirik oleh media massa. Ada kemungkinan lain, yang merupakan anti tesis terhadap possibility yang pertama tadi: semakin banyak Anda diekspos, semakin tinggi pula tingkat kejenuhan masyarakat.
Read the rest of this entry »
In All News, Lapak on 11 Februari 2009 at 8:30 pm
Marilah bicara soal polisi kita, Kepolisian Republik Indonesia. Kita harus geleng-geleng kepala, karena hingga saat ini, para pelayan-pelayan kita ini belum juga menuntaskan tugas-tugas yang sudah kita perintahkan. Komik penghina Muhammad sudah menohok seluruh hati umat Islam Indonesia secara langsung tapi tetap saja hingga kini, Februari 2009, tidak ketahuan juga siapa yang membuat komik itu. Ada apa dengan polisi kita? Takut sama siapa?
‘Gak tau saya. Nanti saya tanya dulu deh sama guru-guru ngaji saya. Sekarang, saya cuma ingin nunggu ‘aja kinerja Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Mas Bambang, jangan peti-eskan kasus komik pelecehan Muhammad ‘dong. Ntar kita bayarin deh, nyewa caleg Demokrat. Itu lho, bung Roy Suryo, yang pakar telematika itu, supaya kerjaannya jangan cuma pelototin foto-foto porno Sarah Azhari sekeluarga…
Mas Bambang, kan Anda pelayan, masa’ tuannya harus mohon-mohon supaya kasus itu dituntaskan sama pelayannya? Apalagi, Anda ‘kan Islam juga. Saya doakan semoga pengungkapan kasus pelecehan komik Muhammad bisa segera dituntaskan ya…
Salam untuk Anda
Terimakasih.
batak, medan, protap, sumut
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 9 Februari 2009 at 7:07 pm
Cespleng…itu ada di kepala saya ketika singgah di blog salah seorang senior saya, Mayjen Simanungkalit. Bang Mayjen bikin berita yang menyentuh soal salah satu tipikal paling dasar dari orang Batak, yaitu “main keroyok bukan watak orang batak.”
No excuse lagi, sudah benarlah itu. Watak orang Batak dari dulu itu, ya, lugas, tanpa tedeng aling-aling, ‘gak banyak basa-basi, langsung ke inti persoalan. Kalau dia tidak senang, dia akan bilang, ‘gak disimpen-simpen. Kalau cari persoalan, atau sudah berani nyentuh, ya langsung saja, minimal tampar. Dan itu semua dengan “maen tunggal”, ‘gak ngajak-ngajak orang alias keroyokan.
Marlon Purba itu orang PDI Perjuangan. Politisi ini “bandel” dan ciri khasnya, kalau “berkelahi” ya sendiri aja. Dia pernah terlibat konflik sama gubernur Sumut waktu itu, Rudolf M Pardede. Padahal, mereka ini dulu sama-sama satu partai, sama-sama satu agama pula. Dan yang patut diacungi jempol dari Marlon adalah dia ‘gak pake keroyokan, maju sendiri melawan Rudolf. Menang kalah urusan belakang.
Yang demo Provinsi Tapanuli (Protap), ngeroyok dan membunuh kemaren? Ya, jelas bukan orang Batak. Itu teroris barbar!
Read the rest of this entry »
barbar, batak, demokrasi, indonesia, pemekaran, Politik, protap, reformasi, tapanuli, teroris
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 7 Februari 2009 at 9:30 pm
Innalillahi wa innailahirojiun. Berpulanglah ke rahmatullah, H Abdul Azis Angkat, Ketua DPRD Sumut, seorang politisi yang diakhirnya hayatnya dikenang sebagai orang yang tegas, putus syaraf takutnya walau dihadang ribuan demonstran. Ribuan orang “barbar” telah menyerbu kantor DPRD yang waktu itu sedang bersidang. Dan apakah Azis Angkat, seorang yang dipilih menggantikan H Abdul Wahab Dalimunthe lari tunggang langgang? Tidak, ternyata. Dia lebih memilih berhadapan langsung dengan para penyerbu itu, mendatanginya, menanyakan apa maunya. “Pokoknya, sekarang kau harus meneken rekomendasi paripurna Provinsi Tapanuli!” seru mereka.
Azis Angkat menggeleng. Dia tidak mau. Dia tidak bisa mengatasnamakan sebuah rekomendasi yang berkop surat DPRD Sumut bila tidak atas izin dan putusan dari sebuah paripurna. Azis Angkat sadar kalau dia bukanlah DPRD itu sendiri. Dia hanyalah seorang ketua dari suatu lembaga yang di dalamnya bermukim puluhan anggota dewan yang punya hak sama dengan dia. Dia berdiri di atas asas legalitas. Karena hukum itu pula, dia berani mengatakan tidak pada ribuan demonstran barbar itu.
Read the rest of this entry »
demokrasi, DPRD, Esai, gubernur, indonesia, medan, pemekaran, Politik, reformasi, sentralisasi, sumatera utara
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 4 Februari 2009 at 4:08 pm
… Bagi orang “pusat”, pemekaran tidak diartikan semangat untuk membangun, namun lebih bermakna “penyempitan kekuasaan” …

Langit begitu teriknya, namun mendung sudah menggantung di hati setiap orang di tanah Sumatera Utara ini. Berjalan-jalan di Kota Medan, dari Lapangan Merdeka yang penuh café, hingga Balai Kota yang dibelakangnya membonceng mall yang dibangun oleh orang Singapura, lintasan jalan Raden Saleh, menuju Imam Bonjol, jalan Jenderal Sudirman dan membelok ke jalan Diponegoro. Di sana, megahlah menjulang kantor gubernuran yang lebih satu dasawarsa lalu duduk seorang sosok bernama Letjend Purn H Raja Inal Siregar (almarhum).
Read the rest of this entry »
demokrasi, fatwa, haram, indonesia, Islam, MUI, Politik, reformasi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 3 Februari 2009 at 8:56 pm
Ada pemikiran positif soal fatwa haram golput oleh MUI. Fatwa itu– terlepas dari benar atau tidak, betul atau salahnya metode yang digunakan– diasumsikan dapat membuat tingkat representasi umat muslim dan suara Islam akan tidak terbuang seluruhnya. Dengan bahasa yang lebih “kasar”, MUI berkepentingan agar suara umat Islam tidak kosong dan akan mengakibatkan turunnya suara partai-partai Islam dalam parlemen. Dihubungkan dengan sistem suara terbanyak pasca putusan Mahkamah Konstitusi, maka adalah hal yang patut dipikirkan pula bagaimana nasib wakil-wakil rakyat yang membawa kepentingan dan aspirasi umat Islam nantinya, terlepas dia dari partai apa. Fatwa MUI jelas ditujukan untuk menyelamatkan suara wakil rakyat beragama Islam dan partai-partai berasaskan Islam.

Read the rest of this entry »
fatwa, golput, indonesia, Islam, MUI, Politik
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 3 Februari 2009 at 8:35 pm
Majelis Ulama Indonesia (MUI) memang telah mementik emosional umat muslim. Saya termasuk orang yang “marah” dengan fatwa nyeleneh itu. Suatu hari saya dan teman-teman ditemani teh, kopi dan pisang goreng, mendiskusikan ulang soal fatwa politik dari MUI itu. Asap-asap rokok pun mengepul-ngepul.
Dalam diskusi itu, ada yang pro banyak yang kontra. Kami membatasi pembicaraan tidak menyangkut pada hal-hal fiqh. Karena dari diskusi itu, kami berpandangan bahwa urusan fiqh tidak tepat diletakkan untuk melihat fatwa politik MUI. Fatwa politik berbeda kasusnya dengan penarikan fatwa misalnya pada haram atau tidaknya babi.
Waktu itu, kami yang berkumpul berasal dari ragam ranah pemikiran. Ada yang sekuler, ada yang tradisional, ada yang fundamentalis, moderat dan ada pula dari kubu Islam holistik. Pemikiran melintas-lintas, diskusi toh semakin hangat kalau ada perbedaan perspektif dan hipotesis.
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, Politik, presiden, reformasi
In All News, Ekonomi, Esai, Kebudayaan, Politik on 31 Januari 2009 at 6:54 pm
Ketiga orang itu adalah tiga di antara orang super-cerdas di muka bumi Indonesia ini: Habibie, Tan Malaka dan Soemitro Djojohadikusumo. Ini merupakan kumpulannya orang-orang cerdas, namun juga sekaligus –mengikut baris Chairil Anwar – kumpulannya yang terbuang.
Habibie adalah anak emas kaum eksakta di negeri ini. Belum ada yang bisa melebihi botak jidat Habibie untuk urusan pesawat terbang. Kalaulah Soeharto tidak mengemis kepadanya di Jerman, niscaya sejarah Indonesia tidak akan pernah mencatatkan dirinya sebagai salah seorang Presiden di negeri ini. Kini, dia dan dirinya hidup di Jerman. Percayalah, dia memang sedang merawat istrinya yang sakit di negeri Hitler itu.
Habibie-lah yang membuat setiap anak di negeri ini ingin hidup dan ingin punya cita-cita, dan kemudian berujar dengan mata berbinat-binar, ”Ingin menjadi Habibie”. Di saat Indonesia masih lagi bertelanjang kaki dan mengayuh sepeda, Habibie telah jauh mengangkasa. Dialah yang menepis anggapan kalau bangsa Indonesia seharusnya bukanlah mental geblek, tidak lagi sebagai bangsa jongos, bangsa kuli, bangsa yang cuma bisa menanam singkong! Bangsa Indonesia ini, saudara-saudara, adalah bangsa yang sederajat dengan bangsa-bangsa yang mempunyai kehormatan, martabat, harga diri, marwah dan jati diri sebagai manusia sejati, manusia yang selalu mencari, selalu ingin maju, selalu ingin terbang melintasi relung-relung angkasa raya: alam semesta.
Read the rest of this entry »
In All News, Politik on 27 Januari 2009 at 6:24 pm
Mem-Buwono-kan Mega sejalur artinya dengan “membumikan” Megawati. Tapi, Golkar memang luar biasa!
* * *
Megawati Soekarnoputri dan Sultan Hamengkubuwono X, konon, telah dikawinkan oleh Taufik Kemas, suaminya si juragan PDI Perjuangan itu. Seberapa besar kemungkinan mereka akan meraup suara di Pemilu 2009 mendatang. Jawabnya: cukup dan sangat besar.
Suara mereka akan “cukup besar” kalau Sultan dikeluarkan oleh Partai Golkar, sama seperti kasus di Sumatera Utara, ketika sesepuh Golkar Sumut, Abdul Wahab Dalimunthe dipecat oleh DPP Golkar karena mencalonkan diri sebagai gubernur Sumatera Utara 2008 lalu. Terasa tak adil memang, karena dulu pada Pilpres 2004, Yusuf Kalla justru maju bukan dari perahu Golkar, tapi justru bergandeng tangan dengan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokratnya. Tapi itulah real politik. Tidak dipecatnya Jusuf Kalla oleh Akbar Tanjung dan Wiranto dulu karena lari dari haluan Partai Golkar, adalah keblingeran politik yang akan selalu disesal-sesali seumur hidup mereka. Mereka berdua kini gigit jari, karena kepengurusan Golkar kemudian dikuasai oleh Yusuf Kalla.
Read the rest of this entry »
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 27 Januari 2009 at 12:25 am
“Jalan yang lurus itu telah nyata
Jalan-jalan orang yang engkau beri nikmat pun telah dibuka,
Jalan mereka yang dimurkai telah Kau pertontonkan
Dan jalan mereka yang sesat sesesat-sesatnya pun telah Engkau tuliskan…!”* * *
Kudukung sepenuhnya fatwa-fatwa “haram-halal” yang akhir-akhir ini rajin dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa-fatwa itu telah membuktikan nama Allah adalah sebersih-bersihnya, sesuci-sucinya nama. Fatwa itulah yang menjadi bukti, kalau itu adalah pangkal asal-muasal kebobrokan dan keterbelakangan Islam dan umat Islam selama ini!
Read the rest of this entry »
budaya, dian, Esai, indonesia, Islam, israel, muhammad, palestina, Politik, seni, tuhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni, luar negeri on 24 Januari 2009 at 11:38 pm
Sutan Takdir Alisjahbana adalah masterpiece Indonesia. Dialah yang membuat kalimat itu, sebuah kalimat luar biasa yang hanya bisa keluar dari perenungan mendalam. Atas apa? Atas cinta.
* * *
Palestina adalah hati yang terluka. Sakitnya dirasakan hingga ke Indonesia, ke Sumatera Utara, ke sebuah rumah yang terpaku melihat pembantaian Palestina di sebuah kotak kaca yang hidup. Mengapa kita mesti sakit, merinding, marah, sedih dan menitikkan air mata. Mengapa Michael Hart harus menulis lagu untuk Gaza. Mengapa?
Manusia memang tak pernah paham-paham makna cinta. Dialah misteri yang tak berjawab dan teka-teki tak terungkap.
Seorang ibu tiba-tiba harus menangis ketika anaknya akan diopname di rumah sakit. Seorang istri sekonyong-konyong sumringah ketika suaminya mengetuk pintu dan membawakannya bubur ayam. Seorang anak terbahak-bahak ketika dia bersama ayahnya bermain Downhill di PS 2. Seorang kakek menahan-nahan dengan kuat sesak nafasnya ketika cucunya mengajaknya berlari. What is all about?
Read the rest of this entry »
amerika serikat, cerita, Esai, indonesia, manusia, obama, Politik, presiden, setan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni, luar negeri on 20 Januari 2009 at 7:12 pm
Suatu saat, tiba-tiba dada saya terasa lapang, tubuh saya menjadi sedikit lebih ringan. Saya merasa, setan-setan yang sebagian ngekos di badan saya, tiba-tiba lenyap. Ada semacam kerinduan, tapi rupanya rasa penasaran lebih tinggi. Saya cari tahu –tak perlulah saya ceritakan bagaimana caranya, yang pasti tak sampai menyewa tim pencari hantu– dan saya dapat informasi dari setan yang kebetulan dapat julukan “setan miskin”. “Teman-teman sedang refreshing. Mereka sedang jalan-jalan ke Amerika, menghadiri pelantikan Barrack Obama,” bisiknya enteng. Sudah kayak Gus Dur saja cara bicara si setan ini.
Karena iman saya tak begitu kuat, saya jelas terpengaruh juga sama bisikan si setan miskin itu.
“Loh, kok Anda ‘gak berangkat?”
“Lha saya ‘kan setan miskin. ‘Gak ada ongkos.”
“Kan bisa terbang sendiri?”
“Males, ah. Emang sekarang zamannya Gatotkoco?! Wong Clark Kent aja pergi kemana-mana naik pesawat, naik mobil, ‘kok. Sori Bung, saya bokek, gak ada ongkos.”
Read the rest of this entry »
caleg, indonesia, Islam, Kebudayaan, legislatif, pemilu, pilpres, Politik, reformasi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 20 Januari 2009 at 5:53 pm
Senyum itu ibadah dan ibadah itu imbalannya pahala. Pahala itu tiket ke surga. Ibarat kuis, semakin banyak tiket pahala, maka semakin banyak pula kemungkinan untuk menang. Benarlah bila manusia itu selalu mengedepankan aspek untung rugi dalam hal apapun. Bahkan kepada Tuhan pun begitu. Dan Tuhan, tentulah tidak marah sama sekali. Dia maha kaya dan maha bijaksana.
Tuhan memang telah mempertontonkan kekuasaannya. Manusia, walau ingin sekali menjadi tuhan yang punya kekuasaan penuh, tetaplah manusia biasa. Di situ sebenarnya asyiknya menjadi manusia ini. Dia dari yang tidak punya kekuasaan, ingin menjadi penguasa. Kalau keinginan tak tergapai, ya, tak apa-apalah. Chairil Anwar saja bilang, “Sekali berarti sudah itu mati.” Jadi, hidup yang sekali ini, kalaulah bisa, dibuatlah “berarti”. Dus, apapun “arti” hidup itu nanti, ya, urusan nantilah itu.
Read the rest of this entry »
artikel, BBM, demokrasi, pemilu, Politik, presiden, reformasi, SBY
In All News, Ekonomi, Politik on 13 Januari 2009 at 9:54 pm
Soesilo Bambang Yudhoyono agaknya mesti hati-hati dalam menurunkan harga minyak. Bukan soal politik pilpres, saya kira, sebagai incumbent, dia sudah menang start di situ.
Begini. SBY seharusnya menghitung juga penjajahan Israel kepada Palestina akan membikin harga minyak makin melambung tinggi. Dia harus memakai para analis Departemen Luar Negeri kita, dan bukannya staf luar negerinya si Dino Patti Djalal itu. Yah, katakanlah si SBY ini tak percaya sama para diplomat RI yang kebanyakan hanya jalan-jalan di luar negeri itu, tapi jadi lucu pula kalau dia manut-manut kali pada si Dino. Wong, si Dino ini saja sudah bahan ejekan baik di acara Democrazy dan Republik BBM kok. Pakailah analisis politik internasional langsung dari kampus, atau sewa saja analisis profesional, atau malah kalau dia mau sebenarnya dia bisa menelepon Obama. Tanyakan langsung, “Mas Obama, kapan kira-kira mas mau menghentikan pembantaian ke Israel?”
Read the rest of this entry »
agama, budha, Esai, filsafat, hindu, indonesia, Islam, kristen, nasrani, yahudi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 13 Januari 2009 at 7:36 pm
Orang di luar Islam itu, ngeri betul melihat Islam itu bersatu. Bagi mereka-mereka ini, Islam itu adalah suatu keindahan karena itu pula tak seharusnya umat Islam itu juga indah. Di pikiran mereka mungkin begini, “Manalah tahu, kalau jelek umat islam itu maka jelek pulalah Islam itu, jadi marilah kita jelekkan tampang umat Islam.”
Jadi, orang di luar Islam itu sebenarnya telah sangat-sangat terbius candu Islam sehingga mereka melihat Islam itu laksana semut mengelilingi gula. Seharusnya mereka paham, karena candu itu pula, umat Islam terlalu sibuk mengurusi agamanya sendiri sehingga tak sempat mengurusi agama lain. Bagi orang Islam, pekerjaan di dunia Islam itu sangat-sangatlah banyak, luas dan panjang. Jadi, umat Islam itu lebih disibukkan oleh “fastabiq al-khairat”, berlomba-lomba menuju akhirat, menuju kebaikan.
Non muslim akan sangat-sangat iri dengan agama ini, siapa pun itu. Mereka iri karena Islam ternyata punya surga untuk diperebutkan, mereka iri karena kematian dalam Islam rupanya menjadi pintu bagi kenikmatan hidup di hari akhir, sehingga sekaligus menjadi pintu bagi surga yang dinanti-nantikan itu. Bukan hanya satu, dua, tiga atau empat, kawan, tapi tujuh sekaligus. Tuhan sangat kasih dan sangat sayang kepada Islam, sehingga untuk mereka, disediakanlah tujuh surga sekaligus!
Read the rest of this entry »
internasional, Islam, israel, palestina, solidaritas
In All News, Islam, Politik, luar negeri on 12 Januari 2009 at 3:29 pm
Saya dapat mail dari seorang teman bernama Haris. Dia mengirimi saya tentang “Palestinians Farmers Union” yang memohon bantuan dari seluruh manusia, seluruh saudara, seluruh teman-teman yang ada di dunia, yang masih hidup hati nuraninya. Anda bisa melihat soal organisasi ini di http://www.pafu.ps/pafu/. Ini isi suratnya.
Read the rest of this entry »
indonesia, Islam, israel, Kebudayaan, medan, palestina, rahim, sastra, seni, sumut, syair
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni, luar negeri on 9 Januari 2009 at 5:36 pm
Pertama, saya girang bukan kepalang ketika seorang sastrawan senior di Sumut, A Rahim Qahar –biasa disingkat ARQ– memberikan artikel kebudayaannya kepada saya.
Namun, setelah membacanya, kegirangan saya berubah menjadi kesedihan, bulu roma pun merinding. Di benak saya langsung melintas, dulu, Iqbal adalah seorang penyair, yang kemudian membahasakan pemikiran Islamnya dalam bait-bait sastra. Selama ini, kita telah meluputkan sastra Islam, padahal kita punya sejarah yang memberitakan sastra juga merupakan satu kekuatan, suatu gerak yang langsung menikam jantung sehingga tak sadarlah kita kalau kulit kita sudah digores pisau.
Beliau kerap dipanggil “ayah”, sebuah simbol pengakuan kultural terhadap seorang figur. Ketika Saddam digantung, beliau mementaskan pergelaran Sajak Buat Saddam Hussein di Taman Budaya Sumatera Utara pada 2008 lalu. Pergelaran itu dinilai banyak orang lebih mirip aksi teatrikal daripada pembacaan puisi semata. Dan Ayah Rahim ini seolah menampar-nampar saya, kalau Palestina telah lama dibingkai oleh puisi. Puisi yang menggerakkan, puisi perjuangan, puisi perlawanan.
Ayah Rahim telah mengizinkan saya untuk mempostingnya di blog saya. Inilah artikel beliau.
Read the rest of this entry »
iran, Islam, karbala, palestina, Politik, Shiah, silaturahim, Sunni
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 8 Januari 2009 at 2:30 pm
“Yang harus terus diasah adalah apakah metodologi dan kesimpulan kita itu bisa menjawab tantangan zaman. Apakah Islam bisa menyediakan formula-formula untuk hal-hal seperti modernisasi dan seterusnya…”
* * *
============================
(Tulisan ini diniatkan sebagai jawaban saya atas komentar Bang Londoner di artikel Karbala dan Palestina. Bang Londoner ini salah seorang abang saya yang sekarang mukim di negeri Queen Elizabeth, London. Saya takut, bila saya menjawab singkat, akan membuat salah paham sehingga saya memilih menuliskannya dalam artikel tersendiri. Karena artikel ini cukup panjang, bila Anda berkenan untuk menyimaknya, ya, agak-agak sabarlah sedikit membacanya. )
============================
Read the rest of this entry »
10 muharram, asyura, Islam, israel, karbala, martir, palestina, Politik, Shiah
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 6 Januari 2009 at 6:30 pm
Imam Husein mati di Karbala. Yazid bergembira, berpesta pora, menancapkan kepalanya di atas tombak dan menggiringnya ke seluruh penjuru kota Baghdad.
* * *
10 Muharram adalah lembar penuh darah dan tangis di sejarah Islam. Husein, cucu nabi yang dulu bermain-main di kepala Muhammad, harus mati, menjadi martir dari sebuah ideologi Islam. Yazid pun terbahak-bahak di singgasananya. Dia berbangga dan hatinya berbisik, kau telah berhasil melawan Tuhan, melawan sang Pencipta, melawan Sang Maha Kuasa yang membikin Muhammad dari tangannya sendiri. Awan mendung, sungai Elfrat berwarna merah dan Ali Zainal Abidin tinggal sendirian.
Islam adalah agama perlawanan. Islam adalah agama yang kalimat pertamanya mengajarkan untuk mengucapkan “Tidak”: Tidak Ada Tuhan selain Allah. Islam adalah agama perlawanan.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, Islam, israel, palestina, Politik, presiden, SBY, UUD, yahudi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 5 Januari 2009 at 5:18 pm
Ketika pembantaian di Palestina menginjak hari ke sembilan, Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono, jalan-jalan ke kebun binatang Ragunan.
* * *
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Indonesia adalah bangsa yang sungguh terpuji di seluruh dunia ini. Kalimat pertama dari Pembukaan UUD 1945 menunjukkan itu. Itu adalah kalimat pertama, sekali lagi, kalimat pertama dari seluruh rangkaian kalimat yang oleh negara ini dianggap sebagai sesuatu yang sakral, sesuatu yang tidak boleh diubah-ubah, yang abadi. Pembukaan tak seperti batang tubuh UUD 1945. Kalimat itu adalah kalimat yang tak bisa ditafsirkan lagi dan sudah dipastikan benar. Dia diinginkan seperti ayat-ayat mutlak.
Kalimat itu menyiratkan sebuah semangat, sebuah gerakan, seruan, ancaman, harapan, dan doa, serta tidak lagi memakai kata “agar” tapi “harus”. Penjajahan harus dibumihanguskan di atas dunia ini. Dia sudah menjadi hukum paling tinggi dari negara ini. Dia adalah kewajiban dari negara, karena itu bila dia tidak dilaksanakan maka berdosalah bangsa dan negara ini.
Read the rest of this entry »
Islam, israel, manusia, palestina, shari'ati, tuhan, yahudi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 3 Januari 2009 at 11:04 pm
Palestina adalah sebuah ruang sejarah yang penuh asap. Dia lahir dari jerit dan ratap akan butuhnya manusia pada onggokan tanah. Manusia memang diciptakan dari tanah, sehingga tak heranlah bila manusia akan saling berkelahi gara-gara tanah.
Tanah adalah lambang kekuasaan, pertanda kalau manusia punya eksistensi. Pertanda kalau di salah satu petak tanah ini, dialah pemiliknya, dan di petak yang satu lagi milik manusia lain. Kepemilikan adalah salah satu pertanda kekuasaan. Kita akan terganggu kalau tiba-tiba seorang manusia lain masuk ke pekarangan kita tanpa izin dan berucap salam. Kita akan menumpahkan darah kalau setelah itu dia pun berani menyatakan tanah kita adalah tanah dia. Gara-gara tanah, manusia menjadi terbelah, menjadi “aku”, “engkau”, “dia”, “mereka”, “kami” dan “kita”.
Gara-gara tanah, kita menganggap apa yang ada di luarnya juga “tanah”. Kita mulai merasa kalau kelompok, organisasi, partai, malah alam semesta dan makhluk lain adalah tanah kita juga. Maka manusia kemudian mengkavling-kavling tanah-tanah bentuk baru itu sesuai pagar-pagar yang dimilikinya. Kita merasa partai kita paling benar, organisasi kita paling betul dan kelompok kitalah yang akan masuk surga. Kekuasaan telah masuk ke tubuh manusia dengan sesadar-sadarnya dan menikmatinya.
Read the rest of this entry »
amerika, eropa, indonesia, internasional, Islam, israel, palestina, PBB, yahudi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 30 Desember 2008 at 7:50 pm
Entah mengapa, ketika saya melihat daftar berita di salah satu situs, tertumbuk mata saya kepada satu berita. Judulnya, “Indonesia Desak PBB Hentikan Serangan Israel.”
Siapapun di dunia ini tahu kalau PBB itu tak lain adalah tangannya Amerika dan Eropa untuk menguasai dunia. Siapapun tahu Eropa dan Amerika itu didanai oleh Yahudi. Siapapun tahu itu. Nah, kemudian, Departemen Luar Negeri Indonesia mendapat tugas dari pemerintah RI, untuk menyampaikan surat. Isinya, ya seperti judul berita di atas.
Ini bukan pertanda kegoblokan Departemen Luar Negeri dan Pemerintah RI. Mereka pasti tahu, PBB adalah Amerika dan Eropa. Mereka pasti tahu Yahudi adalah penyokong ekonomi Eropa dan Amerika. Wong, Deplu itu kerjaannya setiap hari menongkrongi peta politik internasional kok. Jadi, mereka tidak goblok untuk itu. Mereka tahu dengan pasti soal itu.
Tapi tindakan itu memang khasnya sebuah pemerintahan yang selama ini mengangkangi konstitusinya sendiri. Pembukaan UUD 1945 sudah menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Titik.
Read the rest of this entry »
berita, indonesia, informasi, Islam, israel, isu, news, palestina, propaganda
In All News, Islam, Politik, luar negeri on 30 Desember 2008 at 5:32 pm

Headline CNN.com (December 30, 2008 — Updated 0914 GMT (1714 HKT)
“Israel pounds Hamas buildings in ‘all-out war’
Israel bombs a Hamas government compound, leveling at least three structures, including the foreign ministry building, eyewitnesses and Hamas security sources tell CNN. Airstrikes have killed more than 375 Palestinians, most of them Hamas militants, Palestinian medical sources say…”
(Terjemahan bebas: “Israel membombardir sebuah gedung Hamas, yang menghancurkan setidaknya tiga bangunan, termasuk bagian kementrian luar negeri, demikian disebutkan saksi mata dan petugas keamanan Hamas kepada CNN. Bom udara telah membunuh lebih dari 375 warga Palestina dan sebagian besar di antara mereka adalah militan Hamas, kata petugas medis Palestina…” )
Read the rest of this entry »
Islam, israel, palestina, yahudi
In All News, Islam, Politik, luar negeri on 29 Desember 2008 at 2:15 pm
Ini sebagian foto-foto pembantaian Israel terhadap Palestina. Foto-foto dicopy dan dimiliki sepenuhnya oleh Associated Press (AP Photo) dan masing-masing fotografernya. Karena itu, resolusi foto yang ditampilkan tidak besar.
Semoga ada manfaatnya.
Salam.
Nirwan.
In All News, Islam, Politik on 27 Desember 2008 at 11:48 pm
Israel menyerang Gazza. Info detik.com pukul 22.27 menginformasikan, korban warga Palestina sudah 155 orang. Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, bilang, mereka tak akan menghentikan serangan.
Ahmadinejad, Nasrullah, atau siapapun itu yang ada di sana… balaslah. Balas. Kami di sini, masih bertengkar soal haram dan halalnya golput.
Salam. Nirwan.
In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 22 Desember 2008 at 10:12 pm
“… kalaulah semuanya dibeli asing, bukankah kita ini cuma bangsa kuli berkasta sudra? Maka simaklah, kisah cinta SBY dan Megawati ini jauh lebih dahsyat dari Samson dan Delilah…”
* * *
Megawati Seokarnoputri tampil dalam acara Kickandy di Metro TV milik Soerya Paloh, sahabatnya Yusuf Kalla, wakilnya Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia bicara blak-blakan dan keluar dari mainstream yang diciptakan untuknya selama ini: the silent president. Andy F Noya pun terkejut dan terlihat emosional di acara itu. Semua tak menyangka, bagaimana mungkin seorang Megawati bisa cerewet?
Dialah pesaing terbesar SBY dan dia pun menganggap SBY sebagai rival terberat. Keduanya mustahil disandingkan, semustahil bercampurnya minyak dan air. Pertempuran keduanya di masa kepemimpinan Mega di (2001-2004) membawa akibat yang sangat parah di negeri ini. Inilah sebuah contoh buruk dari sejarah kabinet Presidensial: seorang Presiden ditelikung oleh menteri-menterinya yang berhasrat ingin menjadi Presiden. Apa lacur, warta sejarah soal pertarungan di tiga tahun terakhir itu di 2004 itu, membuat reformasi yang ditapaki di 1998, menjadi korban dari pertarungan itu.
SBY begitu sibuk mematut-matut diri di media massa dan Megawati sibuk “mengurus dapur”. PDI Perjuangan memang merasa “aneh”, kok bisa-bisanya perjuangan mereka sampai di tangga kekuasaan.
Read the rest of this entry »
budaya, Esai, indonesia, Islam, medan, sastra, seni, tuhan
In All News, Islam, Kebudayaan, Lapak, Sastra dan Seni on 22 Desember 2008 at 2:50 pm
Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku …
(Aku Adalah Kehidupan Kekasihku karya Jalaluddin Rumi
copy dari artikel buku “Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma’rifat” oleh Idries Shah)
Read the rest of this entry »
eropa, Esai, kehidupan, liga champions, sepakbola
In All News, Esai, Geliat, Kebudayaan, Lapak, Sport on 19 Desember 2008 at 10:18 pm
UEFA makin kaya. Di tengah krisis, sepakbola Eropa adalah mesin uang yang paling cepat geraknya. Adalah undian Liga Champion yang dilakukan hari ini menjadi indikatornya.
Manchester United vs Intermilan, Real Madrid vs Liverpool, Juventus vs Chelsea, AS Roma vs Arsenal, Barcelona vs Lyon, Bayern Munich vs Sporting Lisbon, Villareal vs Panthinaikos. UEFA pun tertawa.
Sponsor bakal makin gila, karena tontontan ini tak mungkin dilewatkan oleh pencinta bola bersama pacar dan istri/suaminya, anak-anaknya, kakeknya, bapak/ibunya, tetangganya, temannya, dosen dan guru-gurunya, ataupun orang-orang yang tidak dikenalnya. Bayangkanlah berapa miliar pasang mata yang akan menatap dan pebisnis pasti tahu, pasti tahu, pasti tahu.
Saya lagi malas menghitung-hitung berapa duit yang dikeluarkan, dan saya pun sedang malas menanyai mbah google. Di koran tempat saya bekerja, saya dulu pernah menulis soal pusaran duit yang beredar sepanjang Piala Eropa, jadi bagi saya tak asyik lagi. Yang pasti, miliaran Euro-lah.
Read the rest of this entry »
amerika, bush, Gus Dur, humor, indonesia, irak, Islam
In All News, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik on 18 Desember 2008 at 3:19 pm
Muntazar al Zaidi, wartawan Irak melempar Presiden Amerika Serikat, George W Bush dengan sepatunya.
“Masih mending, ketimbang dilempar bom…” kata bang Mamat.
Sepatu Al-Zaidi ditawar US$ 20 Juta.
“Terima saja. Ambil Satu juta dolar, sisanya sumbangkan untuk perlawanan melawan Amerika,” kata Bung Somad.
Seorang pria Mesir bernama Saad Gumaa, menawarkan anak perempuannya untuk dinikahi Zaidi.
“Alhamdulillah … ” kata Bang Maskur.
Presiden Brazil, Luiz Inancio Lula da Silva, memohon agar dia juga tak dilempar sepatu.
“Hahahaha …. Mungkin dia pengen bilang, lempar saja saya pakai bola,” kata Om Pletik.
Wakil juru bicara Deplu AS, Robert Wood, bilang, kasus Zaidi sepenuhnya otoritas Irak.
“Hmmm… kayaknya Zaidi bakal mati pelan-pelan di Irak,” kata Bung Dedi.
Read the rest of this entry »
hukum, indonesia, Islam, pasha, ungu
In All News, Islam on 16 Desember 2008 at 7:50 pm
Nggak ngerti saya hukum mana yang dipakai oleh Pengadilan Agama Jakarta yang menangani kasus cerai Pasha Ungu dan istrinya. Istrinya sedang hamil ‘kok perkaranya bisa ditangani. Saya bukan ahli hukum Islam, tapi seingat saya cerai di saat hamil hukumnya haram. Tunggulah setelah lahir si bayi. Dan karena alasan itu pula, seharusnya Pengadilan Agama sudah menolak menerima menangani kasus ini.
Katakanlah si Pasha dan istrinya tak mengerti hukum Islam, seperti saya ini, masalahnya, kok pengadilan agama menerima kasus itu. Nah, saya jadi penasaran, mazhab dan pemikiran siapa yang dipakai oleh hakim dan panitera Pengadilan Agama ini. Itu satu.
Yang kedua, kalau misalnya mereka punya dalil sendiri, saya jadi bertanya, apakah memang ada patokan hukum Islam yang dipakai standar oleh pengadilan-pengadilan agama di negeri ini. Indonesia lazim –sebagian- dikatakan bermazhab Syafii dengan berdasar Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Guru ngaji kecil saya dulu juga begitu, mazhab-nya Syafii. Dan satu pelajaran yang pernah saya ingat ya, cerai di saat hamil, itu haram.
Read the rest of this entry »
demokrasi, fatwa, Hidayat Nur Wahid, indonesia, Islam, muhammadiyah, MUI, NU, pemilu, Politik, reformasi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 12 Desember 2008 at 8:39 pm
Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, meminta MUI-NU-Muhammadiyah memfatwakan haram kepada golongan putih alias golput. Di ranah politik, statemen Hidayat ini jelas tertuju kepada Kyai nyeleneh, Abdurrahman Wahid yang menyuruh pendukungnya di PKB dan NU agar golput di pemilu 2009. Namun, persoalannya bagi saya tidaklah sesederhana itu.
Seruan Hidayat ini tak berbeda ketika di zaman Orde Baru lalu pemerintahan Soeharto juga mengharamkan golput. Dan itu dilakukan bahkan pada saat Orba baru saja akan melakukan pemilu pertamanya, 5 Juli 1971. Sebelumnya, MPRS sudah mengamanatkan kalau pemilu pasca Orde lama harus sudah dilakukan pasca Sidang Istimewa MPRS tahun 1967. Namun, karena kekuatan politik Orba masih lemah, Soeharto butuh empat tahun untuk melaksanakannya. Golongan Karya, organisasi binaan Soeharto langsung menjadi pemenang. Posisi kedua ada Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.Sejak saat itu, Golongan Karya dan Militer menjadi infrastruktur kekuasaan terbesar Orde Baru.
Yang menyerukan Golput di awal Orde Baru adalah kelompok mahasiswa Arif Boediman cs. Pada 3 Juni 1971, di Gedung Balai Budaya, Jakarta, mereka memproklamirkan gerakan “Golongan Putih (Golput)”. Gerakan moral Arief Budiman ini merupakan di antara model gerakan mahasiswa selain aksi politik praktis yang juga dilakukan mahasiswa ketika memasuki parlemen. Seperti lazim dikabarkan oleh sejarah negeri ini, mahasiswa terpecah dua bagian utama yaitu mereka yang pro politik praktis dan mereka yang kontra. Arief Budiman berada di antara yang kontra tersebut.
Read the rest of this entry »
indonesia, JK, korupsi, presiden, SBY
In All News, Ekonomi, Politik on 12 Desember 2008 at 7:31 pm
Tukangngarang-Indonesia
Keppres No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa akan direvisi oleh SBY-JK. Seluruh gubernur dikumpulkan dan SBY mengatakan, keppres ini akan direvisi supaya pemerintahan pusat dan terutama di daerah tak takut-takut untuk menyerap APBN dan APBD. Konon, banyak pemda yang ketakutan akan ditimpuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena jerat di Keppres itu begitu tinggi bagi pemerintah dan rekanan.
Keppres pengadaan ini ditengarai bak dua sisi mata uang. Satu sisi, Keppres ini menjadi pintu masuk utama dari praktek korupsi yang terjadi di tanah air: antara pemerintah dan rekanan. Dan di sisi lainya, Keppres ini hendak membuat agar penyedia dan pengguna jasa bisa lebih profesional, transparan dan akuntabel dalam tender proyek-proyek pemerintah, seperti yang dimaktub dalam Keppres itu sendiri.
Yang perlu diingat dari Keppres ini adalah praktek korupsi yang terjadi di tanah air umumnya tersangkut paut dengan adanya Keppres ini. Karena Keppres inilah yang menjadi titik poin utama dari proyek-proyek pemerintah yang didasarkan atas uang rakyat dan negara.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, Islam, Kebudayaan, peradaban, PKS, Politik, reformasi
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 10 Desember 2008 at 5:05 pm
Saya sungguh menghargai komentar Bang Saiful Anwar di halaman blog saya, “Si Nirwan”. Karena itu, walau saya sudah mengalihkan diri dari perbincangan soal PKS, dalam rangka penghargaan terhadap beliau, saya menuliskan beberapa potong pendapat saya dalam tulisan tersendiri. Berikut ini saya copy komentar beliau:
Assalaamualaikum Wr. Wb,
Bang Nirwan, tulisan antum bagus-bagus ya, memang budaya berfikir dan saling berbagi pengetahuan masih menjadi permasalahan umum bangsa kita. Saya tertarik dengan tulisan antum yang berjudul ketumpulan berpikir kader PKS, sangat bagus dan masukan yang baik bagi kami para kader PKS.Setelah belasan tahun mengikuti kajian PKS, terus terang baru saat ini saya bisa menyimpulkan tujuan besar kajian tarbiyah PKS, setelah dipaksa professor untuk mempresentasikan Information and Communication Technology in Islamic Perspective.
Read the rest of this entry »
ijtihad, indonesia, Islam, muhammadiyah, sumatera utara, UMSU
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 4 Desember 2008 at 5:24 pm
Saudara, salah satu ijtihad paling awal yang dilakukan KH Ahmad Dahlan adalah perlindungan terhadap kaum mustadha’afin. Dan Ahmad Dahlan, mendirikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang melindungi kaum ini. Ini adalah cerita soal Muhammadiyah Sumut yang boleh Anda setujui dan boleh juga Anda ratapi.
Teman-teman …
Para pemuja-muja kapitalis, tuan-tuan tanah yang berselimut feodalisme, serta susupan kaum fasis yang berbaju Orde Baru (dalam sosok-sosok wajah berlukis premanisme), telah datang dalam berbagai bentuk ke dalam Muhammadiyah, seperti laiknya Kota Barus di Tapanuli Tengah, didatangi berbondong-bondong oleh pengelana, pelaut dan pedagang dari Timur Tengah. Para imigran gelap inilah yang justru telah menjadikan posisi Muhammadiyah sebagai organisasi yang patut dilindungi saat ini. Muhammadiyah adalah kaum dhuafa itu sendiri. Muhammadiyah adalah “korban”.
Untuk melihat Muhammadiyah Sumut, maka lihatlah terlebih dahulu apa yang sedang terjadi dalam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UMSU merupakan amal usaha terbesar sekaligus menjadi donatur terbesar yang menyumbang segala kegiatan Muhammadiyah wilayah. Karena itu, UMSU adalah cerminan dari perilaku pengurus PW Muhammadiyah Sumut. Apalagi, sebagian pengurus PW Muhammadiyah Sumut juga adalah penguasa teras UMSU. Dan ketika Anda melihat itu, maka akan tampaklah bagaimana wajah Muhammadiyah Sumut.
Read the rest of this entry »
BBM, indonesia, presiden
In All News, Politik on 1 Desember 2008 at 3:45 pm
Tukangngarang-Indonesia
Per 1 Desember 2008, koreksi kenaikan harga BBM menjadi Rp 1.000. Hal ini didasarkan atas turunnya harga minyak dunia sekarang yang rata-rata US$ 50-70 per barel. Pemerintah Indonesia terpaksa menaikkan harga minyak ini untuk menyelamatkan APBN 2008.
Semula (sebelum Mei 2008) harga BBM dipatok Rp 4.500 (premium bersubsidi). Namun pada 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan BBM menjadi Rp 6.000 (kenaikan Rp 1.500). Tim ekonomi pemerintah yang banyak lulusan dari luar negeri itu, memprediksikan, negara dapat diselamatkan dan itu merupakan keputusan terbaik. Mereka juga mengatakan, prediksi realistis pemerintah adalah harga minyak dunia bakal terus meroket dan pemerintah perlu membuat ukuran aman untuk kepastian.
Masyarakat kontan meradang tapi pemerintah bergeming. Pemerintah menyediakan instrumen BLT untuk meredam kemarahan masyarakat. Masyarakat miskin dihargai Rp 100.000 per bulan. Ide pemerintah berhasil. Menurut pengamat, kaum dhuafa sangat butuh duit. “Kalau pemerintah ngasih duit Rp 5.000 per bulan pun, masyarakat pasti tetap senang,” kata seorang pengamat yang diamat-amati.
Read the rest of this entry »
cerita, demokrasi, gosip, indonesia, Politik, rumpi
In All News, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 1 Desember 2008 at 1:10 pm
Si Polhan ketiban penyakit aneh. Di dahinya tercoreng sebuah kata “koruptor”. Alhasil, dia tak mau keluar kamarnya. Orang kampung mencari-cari. Biasanya, si Polhan jadi donatur tetap kegiatan kampung. Karena duitnya banyak, dia pun ditetapkan sebagai bendaraha kampung. Tapi kini, si Polhan memang tak lagi menunjukkan batang hidungnya. Di kedai-kedai, gosip soal si Polhan langsung membanjir.
“Kudengar, penyakit di jidatnya itu tak bisa hilang. Dokter bilang, ini tak bisa dioperasi plastik. Kalau dioperasi, bisa-bisa wajahnya berubah total. Si Polhan pun tak mau,” kata seorang ibu yang lagi mengantri minyak tanah.
“Ah, pantaslah si Polhan tak mau. Bagaimana pula nanti kalau dia pulang kampung ke Danau Toba sana, bisa-bisa tak dikenali orang pula dia. Padahal, dia sudah diakui orang dermawan.”
“Itulah, aku sedih lihat anaknya itu, tak berani lagi dia belanja di sini. Anaknya cantik, jarang-jarang orang di kampung dia itu punya anak secantik bak Putri Hijau. Padahal, anaknya sudah cantik, baik pula.”
“Itulah, anak si Polhan-lah yang jadi korban, padahal bapaknya yang sakit. Kudengar, pernikahan anaknya itu pun sedang terancam pula. Aduh makjang, kasihan betul si Polhan itu. Baru memomong cucu, eh, tapi tak mau keluar kamar menjenguk cucunya.”
“Bukan tak mau, tapi tak bisa. Si Bhambang, kepala kampung, tak memperbolehkannya ke luar rumah. Disuruhnya para hansip mengawal rumah si Polhan, biar tak lari. Alasannya, nanti penyakitnya itu bisa menular ke seluruh kampung.”
Read the rest of this entry »
cerita, Islam, syahid
In All News, Islam, Lapak, Sastra dan Seni on 1 Desember 2008 at 12:07 pm
Dua butir, ah tidak, mungkin lima belas butir peluru bersarang di dadanya.
“Itu bukan tembakan senapan mesin manual tapi otomatis!”
“Sudahlah!” hardikku, “Dia sudah syahid. Ia lebih dulu menemui rasulullah.”
“Apakah rasul menyambutnya di pintu langit, kawan?”
“Pasti! Pasti itu. Tapi kita harus hidup untuk menyampaikan berita gembira ini kepada Hasanah. Mari kuburkan dia. Biarkan darahnya mewangi di dalam liang. Suatu saat dia akan berterima kasih kepada kita karena menguburkan dia bersama bajunya yang penuh darah itu. Engkau tahu, mungkin dia akan berlagak seperti Clint Eastwood di hadapan kita nanti,” kataku bergumam, “Nanti kalau kita pun mati.”
“Hei, aku tak mau mati di tempat tidur. Enak saja dia! Kau berhutang padaku, kawan!” kata dia kepada mayat itu. Jarinya kemudian membelai janggutnya yang tumbuh tipis di dagunya.
Dua orang bertubuh tinggi itu kemudian meninggalkan si mayat. Berjingkat-jingkat mereka meninggalkan arena pertempuran.
Read the rest of this entry »
amerika, demokrasi, indonesia, Kebudayaan, nasionalisme, peradaban, Politik
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 28 November 2008 at 8:15 pm
“We are not black american, we are not white american, we are not african-american, we are not hispanic-american, we are not asian-american….but we are the united states of america…”
* * *
Jean-Jacques Rousseau (1712- 1778) salah seorang penetas Revolusi Perancis, di antaranya membahas “nasionalisme” dalam teori kontrak sosial-nya. Manusia dikelilingi dalam suatu bahasan bangsa (dan suku bangsa) yang dikelilingi oleh sebuah pagar dan kemudian mereka-mereka ini bersepakat untuk saling mengatur dirinya dalam sebuah ikatan. Kemudian, terciptalah sebuah identitas yang membedakan antara manusia dalam satu pagar tertentu dengan manusia yang berada di pagar yang lain. Nasionalisme adalah sebuah identitas.
Dia seperti sebuah lukisan indah dalam bingkai yang lebih indah dari lukisannya. Lukisan itu berwarna-warni, ada yang merah, hijau, kuning, abu-abu sampai putih. Indonesia mengartikannya dalam Bhinneka Tunggal Ika –berbeda-beda tapi satu juga. Hal ini menjadikan nasionalisme dianggap sebagai suatu ideologi yang bahkan melampaui definsi ideologi itu sendiri. Di dalamnya, orang bisa berkata apa saja, berbuat apa saja, atau malah diam saja. Di dalamnya, orang bisa berkelahi, berdebat, saling tonjok, dan sisi lain, orang tak dilarang untuk bersilaturahim, bersahabat dan boleh pula mengucilkan dirinya. Syaratnya hanya satu: jangan pernah ke luar dari pagar.
Read the rest of this entry »
depag, haji, indonesia, Islam, korupsi, koruptor
In All News, Islam, Politik on 26 November 2008 at 12:12 pm
Ibu saya geram betul saya melihat iklan haji yang dilansir Depag baru-baru ini di televisi. Sejumlah jamaah haji tampak sibuk meyakinkan jamaah haji yang kritis dan bertanya, “Mengapa ongkos naik haji terlalu mahal?”
Jamaah haji itu mendapat jawaban, kalau haji adalah ibadah, sementara mahalnya ongkos naik haji karena tiket pesawat yang juga naik. Dengan demikian, jamaah haji diyakinkan kalau perjuangan ibadah itu memang mahal, perlu mental kuat dan seterusnya. Ketika berpropaganda, logat jamaah haji disesuaikan dengan logat bahasa yang dipakai di beberapa suku bangsa.
Saya tak bisa membayangkan kekesalan ibu saya yang harus memerat keringat, banting tulang seumur hidupnya untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah ongkos naik haji. Dan ketika iklan Depag itu menggampangkan nilai puluhan juta, maka pantaslah ia geram. Seolah-olah duit puluhan juta itu tak ada harganya sama sekali.
Ongkos Naik Haji (ONH) Indonesia tahun 2008 ini sebesar US$ 3.387 plus biaya operasional dalam negeri Rp 501.000. Rinciannya, US$ 1.859 untuk penerbangan (54%) dan living cost US$ 1.528 (44,4%) . Bila dikurskan dengan nilai rupiah saat ini rata-rata Rp 12.000, maka ONH atau BPIH mencapai Rp 40.644.000 + Rp 501.000 = Rp 41.145.000. Gila gak? Rp 41 Juta!
Read the rest of this entry »
Islam, muhammadiyah, pemikiran, sumut, UMSU
In All News, Esai, Islam on 25 November 2008 at 9:52 pm
Tulisan ini saya kira berkategori “seharusnya”. Saya sendiri berusaha menghindarinya, namun tak bisa-bisa. Mungkin saya harus bersemedi dulu di salah satu gua yang ada di Sumut, supaya bisa membuang kata “seharusnya” itu derasnya Sungai Asahan. Di sisi lain, ini tulisan induktif. Jadi soal generalisasi, bisalah saya tahan-tahan dulu.
Risau saya melihat Muhammadiyah Sumatera Utara ini. Risaunya soal pemikiran dan gerakan yang semakin lama semakin membatu alias jumud. Padahal, dalam Muhammadiyah, jumud ini barang haram, sesuatu yang sejak dicetuskan oleh KH Ahmad Dahlan sudah diletakkan di laci sejarah: hanya boleh dipajang dan dilihat-lihat sebagai bahan pembelajaran.
Tak ada pemikiran bernas soal Sumatera Utara ini yang lahir dari rahimnya Muhammadiyah. Dengan kondisi carut-marut di Sumatera Utara, seharusnya (nah, kan!), Muhammadiyah sepatutnya sudah memprediksikannya sejak awal dan kemudian mencegahnya. Satu contoh kecil saja, kemiskinan sudah begitu tingginya (data BPS menyebut lebih dari 1,6 juta jiwa per Maret 2008. Di bidang politik, hampir 40% pemilih sudah menjadi Golput. Itu kasus terakhir sewaktu Pilgubsu 2008. Dan seterusnya, dan seterusnya. Karena kondisinya sudah lacur, apa boleh buat, asumsinya adalah Muhammadiyah Sumut sedang jumud.
Read the rest of this entry »
indonesia, Islam, kampus, mahasiswa, medan, muhammadiyah, sospol, sumut, UMSU
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 25 November 2008 at 6:28 pm
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara disingkat orang menjadi UMSU. Saya masuk ke sana di zaman Orde Baru, tahun 1996. Jadi wajar saja kalau orang-orang yang ada di sana itu mayoritas adalah orangnya Orde Baru. Dulu, rektornya –konon- adalah demonstran tahun 1966. Namanya dr H Dalmy Iskandar. Khas demonstran, dia ini kalau ngomong dikenal keras. Layaknya penguasa di zaman Orde Baru, beliau ini pun lama juga menjabat sebagai rektor. Dia kemudian dijatuhkan oleh “kerabat”nya sendiri, Drs H Chairuman Pasaribu.
Jatuhnya Dalmy Iskandar, menurut analisis internal Muhammadiyah, adalah karena intrik yang terjadi di Muhammadiyah Sumut dan UMSU sendiri. Dalmy dinilai ingin berkuasa kembali setelah periode jabatannya yang kedua. Tapi itu tak disetujui. Gampang saja alasannya, UMSU waktu itu sudah sangat besar tidak lagi melarat. Jadi wajar saja kalau banyak orang yang mau menjadi orang nomor satu di sana. UMSU memang merupakan kekuatan tersendiri di tubuh Muhammadiyah Sumatera Utara, terutama karena universitas inilah sebagai penyandang dana terbesar dari kegiatan Muhammadiyah. Selain itu, banyak juga kader Muhammadiyah maupun –ini bukan istilah saya- “kader jadi-jadian” yang mencari makan di sana.
Read the rest of this entry »
batak, batak islam, budaya, indonesia, Islam, komik, muhammad, sumut
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 24 November 2008 at 11:39 am
Blog bertajuk lapotuak.wordpress.com jelas adalah sebuah tuduhan paling menyakitkan yang diterima suku bangsa Batak soal komik penghina Nabi Muhammad. “Orang Batak” seolah-olah menjadi tersangka utama dalam kasus itu. Ada dua senjata yang langsung diarahkan yaitu primordialisme dan agama. Dua-duanya masuk kriteria titik utama untuk mengobarkan peperangan: SARA.
Saya kira ini berdasarkan asumsi tak beralasan yang masih dihinggapi segelintir orang, yaitu mengidentikkan antara “batak” dengan agama non muslim. “Lapotuak” itu memanglah istilah batak namun mengindentifikasi Batak menjadi nonmuslim adalah kesalahan yang sangat-sangat besar. Beberapa saat yang lalu, sebuah blog dikabarkan memposting sebuah tuduhan bahwa yang membuat dan menyebarkan komik penghina nabi Muhammad itu adalah suku bangsa Batak. Yang kena tuduh langsung meradang dan mengancam memperkarakan. Akhirnya, postingan itu dicabut.
Belum ada bukti kalau tersangka komik penghina nabi Muhammad itu adalah orang Batak dan beragama non muslim. Namun, persangkaan itu tumbuh, saya kira, karena masih adanya identifikasi batak=tak Islam. Sekali lagi itu tak benar.
Read the rest of this entry »
indonesia, Islam, komik, muhammad
In All News, Islam, Politik on 22 November 2008 at 11:11 pm
Aneh dan betul-betul aneh. Polisi mampu membekuk pelaku bom Bali I dan II sekejap mata dan pemerintah RI digdaya mengeksekusi mati mereka sebentar saja ketika Amerika sedang memilih Presidennya, namun pembuat komik nabi Muhammad hingga kini belum jelas juga batang hidungnya? Ada apa?
Kepolisian menyatakan itu karena servernya konon berada di Amerika dan berpindah-pindah. Dan untuk ke sana butuh paspor. Betul-betul menggelikan, membuat geleng-geleng kepala dan, ah, pokoknya anehlah. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, pun mengeluarkan komentar anehnya. “Saya belum lihat,” katanya.
Sementara itu, gejolak di Indonesia sudah tak bisa ditawar-tawar lagi. Ulama Jawa Barat sudah mengeluarkan ancaman akan menangkap dengan cara mereka sendiri. Organisasi Islam di Solo pun tak ketinggalan. Front Pembela Islam sudah mengancam akan sweeping warnet. Untuk hal ini, kata mereka, cuma ada satu kata: hukuman mati. Ini berlainan dengan versi polisi yang “hanya” akan mengenakan pidana 6 tahun penjara atau denda 1 miliar.
Ancaman polisi ini terlalu kecil mengingat dampak komik yang luar biasa itu. Bila versi polisi ini betul-betul dilakukan, maka siapapun akan gampang membuat komik-komik serupa di masa depan. Siapa yang akan takut dipidana 6 tahun kalau dia sudah berhasil menggoncang seluruh dunia ini? Soal dana? Jangankan miliaran, triliunan pun akan digelontorkan untuk menghujat habis Islam dan simbol-simbolnya.
Read the rest of this entry »
indonesia, Islam, muhammad, negara, Politik
In All News on 21 November 2008 at 10:37 pm
Muhammad adalah orang yang unik. One and only. Adalah keinginan setiap muslim dan mukmin untuk menjadi Muhammad. Maka Muhammad sebagai manusia mesti “diperas” lagi dalam sebuah konsep Muhammad sebagai rentetan kriteria.
Bila memakai aturan matematika soal “turunan”, Muhammad menjadi puncak dan piramidanya akan menjadi susunan konsep terukur bagi siapapun yang ingin membuat perubahan dalam kehidupan sosial, politik, budaya, ekonomi dan seterusnya, dan seterusnya.
Inilah yang saya maksudkan sebagai manusia Muhammad. Seorang Imam bagi manusia.
Read the rest of this entry »
Islam, muhammad
In All News, Esai, Islam on 20 November 2008 at 7:03 pm
Nama nabiku tak panjang: Muhammad. Nama kecilnya Ahmad, yang bermakna orang yang terpuji. Dia manusia biasa namun perilaku dan sejarahnya tak biasa. Dia tak pernah melihat wajah ayahnya, Abdullah, dan hanya empat tahun bisa melihat ibunya, Aminah. Kakeknya, Abdul Muthallib, yang menyematkannya nama itu, hanya bisa dilihatnya sampai umur 8 tahun. Ia adalah orang yang sendiri di dunia ini.
Hiduplah ia bersama pamannya, Abi Thalib, yang sepeninggalnya kelak, mendapat fitnah sebagai “orang tak mukmin”. Abi Thalib tak kaya walau berasal dari golongan terhormat, Bani Hasyim. Namun Abi Thalib punya anak, Ali, yang kemudian menjadi pembenarnya kedua setelah istrinya, Khadijah. Ia dikaruniai putri, Fatimah, dan kemudian dinikahkannya dengan Ali. Ia mendapat dua orang cucu, Hasan dan Husein. Muhammad jadi tak sendiri.
Namun, masa tak sendirinya tak lama. Abi Thalib meninggal dan istri tercintanya pun menyusul. Duka cita menyelimutinya dan ia sendiri lagi. Tinggallah seorang Ali, anaknya Fatimah dan cucu-cucunya.
Dia adalah adalah orang berselimut. Ia adalah orang yang ketakutan ketika disambangi oleh malaikat Jibril di Gua Hira. Dia bukanlah manusia yang bersemedi menanti-nanti wangsit dan kemudian berbangga mentahbiskan dirinya sebagai “penguasa” dan “pilihan Tuhan” ketika menerima wangsit. Ia menyembunyikannya, ketakutan, keringat memenuhi keningnya dan ia minta diselimuti.
Read the rest of this entry »
In All News, Islam on 19 November 2008 at 7:22 pm
Kalau untuk postingan komik Muhammad yang heboh itu, memang tak ada kata lain: Kepolisian Indonesia wajib segera menangkap orang ini! Pas saya liat blog itu (demi kemaslahatan, maka alamat blog itu tak ditampilkan di sini), sewaktu situs ini belum diblokir… dan naudzubillah min dzalik… nerakalah tempat mereka ini. Melihat blog dan postingannya, hal ini bahkan sudah ada sejak Mei 2008 lalu. Saya tak tahu apakah blog ini merupakan tempat asal dari komik-komik bikinan Indonesia ini ataukah dia meng-copy dari situs yang juga sudah ditutup karena hal tersebut seperti faithfreedom.net.
Pas situs http://www.indonesia.faithfreedom.org diakses, keluar kata begini:
“Mulai hari ini tanggal 19 Nov 2008, admins/moderators menutup forum ini demi terciptanya keharmonisan beragama di Indonesia. Forum ini adalah milik dan dikelola oleh www.faithfreedom.org, Dr. Ali Sina. Dengan ini admins/moderators tidak lagi terlibat dalam bentuk apapun dalam forum ini, dan meminta maaf bila kehadiran forum ini telah meresahkan masyarakat Indonesia.”
Ini penghinaan! Para bangsat-bangsat ini tak bisa lagi diampuni…
demokrasi, indonesia, LSI, partai demokrat, pemilu 2009, Politik, SBY
In All News, Politik on 17 November 2008 at 2:09 pm
Di Australia, partai seks baru berdiri. Rencananya tanggal 20 Nopember mendatang. Kalau di Indonesia sudah berdiri, mungkin juga banyak pendirinya. Sex Party… hmmm…
Kalau mau dibahas, bisa panjang. Toh, seks punya aroma tinggi, multitafsir. Kalau di Indonesia, mungkin hipotesisnya, hal itu bisa terjadi karena kejenuhan soal partai-partai yang ada sekarang ini dan maniaknya bangsa ini kepada seks tak juga berubah sejak UU Pornografi diundangkan.
Hipotesis kedua, masyarakat memang tambah bodoh, karena informasi yang beredar soal partai terus cenderung membodoh-bodohi masyarakat saja. Mengaku reformis namun menganggap Soeharto sebagai pahlawannya. Terus, partai yang tak ada kerjanya, dibilang tingkat ekspektasinya tinggi. Bahkan, LSI (Lembaga Survey Indonesia) yang mengklaim independen itu, baru saja bilang, Partai Demokrat ekspektasinya saat ini sedang tinggi. Logika mana yang dipakai LSI kalau Partai yang mendukung kenaikan harga BBM dan memuja habis SBY yang menaikkan BBM itu dirindukan oleh masyarakat?
Read the rest of this entry »
demokrasi, golkar, indonesia, megawati, pdip, pemilu, pilpres 2009, Politik, prabowo, presiden, reformasi, SBY
In All News, Esai, Politik on 15 November 2008 at 7:54 pm

Golkar dan PDIP memang luar biasa. Menaikkan takaran syarat calon Presiden hingga 30%, kompromi yang terjadi justru yang sebenarnya mereka sudah prediksikan: 20%. Dengan ini, mereka cukup pede untuk melenggang kangkung di Pemilihan Presiden 2009 karena merasa suara mereka bakal lebih dari 20%.
Pertarungan Presiden memang makin mengerucut. Secara matematis, memang 5 pasang bakal calon Presiden-Wapres, dimungkinkan. Namun realitasnya, dapat empat pasang saja sudah cukup lumayan. Pertimbangannya, partai politik yang suaranya tak sampai 20% akan lebih banyak dari yang bisa mencapainya.
Tak heran, kalau rata-rata target partai politik kelas menengah adalah 20% agar mereka bisa mencalonkan Presiden. PAN, PKB, PBB, PPP, PKS, Demokrat, sudah bertekad untuk itu. Setiap partai ini pun sudah mengelus-elus kandidat internal untuk dinaikkan menjadi capres. Bahkan Gerindra dan Hanura pun berani pasang 20%. Sementara yang berani pasang target 30% cuma Golkar dan PDIP. Yang agak adem ayem soal capres memang PPP. Ini memang aneh karena mereka sendiri cukup pede ketika paripurna kemarin mengusulkan syarat capres itu 25%. Ini menarik untuk menjadi pembahasan tersendiri.
Siapa paling berpeluang? Hasil konkret memang menunggu hasil Pemilu legislatif 2009 keluar. Namun, dari dinamika politik yang ada, saya ingin menelaah dulu prinsip yang saya rasa akan muncul dari Megawati: Asal Bukan SBY.
Read the rest of this entry »
demokrasi, muhammadiyah, NU, partai politik, pemilu 2009, PKS, Politik, reformasi, soeharto
In All News, Islam, Politik on 15 November 2008 at 6:57 pm
Apa argumentasi judul postingan ini?
1. Tak bersilaturahim dengan Nahdhatul Ulama soal Iklan mereka. Jangan harap PKS bakal mendulang suara dari anggota, kader dan simpatisan NU yang bejibun itu. Konsep partai ini jelas beda dengan konsep ahli sunnah wal jamaah-nya NU. PR paling besar adalah menjelaskan cap wahabiah yang dikenakan kepada PKS. Iklan dan kemudian tak maunya PKS bersilaturahim dengan NU secara organisatoris membuat antipati semakin tebal dan bukannya simpati. Apalagi, PKS cuma diterima di kalangan perkotaan bukannya di pesantren-pesantren alias desa-desa. Hal ini akan merembet ke organisasi Islam yang berideologi mirip dengan NU seperti Al-washliyah, al-Ittihadiyah, tarekat-tarekat dan seterusnya. Organisasi NU dan organisasi yang berafiliasi di dalamnya sudah terlihat bergerak, tidak hanya untuk membentengi NU tapi juga menyerang.
2. Tak bersilaturahim dengan Muhammadiyah. Muhammadiyah sejak lama telah “ditinggalkan” oleh PKS dalam kinerja politik partai ini. Iklan PKS dan kemudian degilnya petinggi PKS ketika iklan pertama dan kedua soal Ahmad Dahlan, semakin membuat Muhammadiyah semakin ditelikung oleh PKS. Bila selama ini Muhammadiyah membiarkan saja anggota, kader dan simpatisannya didekati oleh PKS, maka pendomplengan Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah itu, akan membuat Muhammadiyah semakin progresif untuk menggembosi PKS. Hal ini kelihatan dari Muhammadiyah dan organisasi otonom-nya yang tak cuma memagari Muhammadiyah dari PKS, elit, pengurus, kader dan simpatisannya. Ini kerugian yang sangat besar bagi PKS, karena Muhammadiyah sebagai organisasi modernis, sempat dijadikan sebagai salah satu pos suara untuk PKS.
Read the rest of this entry »
demokrasi, iklan PKS, indonesia, Islam, militer, pemilu, Politik, reformasi, soeharto
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 13 November 2008 at 11:58 am
Dalam sebuah komentar di blog ini, saya ditanya oleh kawan blogger juga, jiwamusik, kondisi apakah yang patut kita tertawakan saat ini? Ia menyempatkan waktunya untuk berkomentar di postingan saya Soeharto di Iklan PKS… Hahaha. Terimakasih saya pada dia untuk hal tersebut.
Saya melihat iklan itu ketika menuju rumah orang tua saya, di sebuah gang sempit, di sebuah rumah yang kepala keluarganya adalah seorang supir angkot. Televisi mereka menyala, walau tidak ada satupun yang menonton. Anak-anak mereka bermain di gang dan ibu mereka sedang duduk ngobrol dengan tetangga di depan pintu rumahnya. Saya melihatnya dari balik jendela.
Sebuah iklan pastilah dibuat oleh kalangan terdidik. Mereka mengetahui persoalan teknis, tujuan dan sasaran dari iklan tersebut. Sasarannya jelas masyarakat luas, segala golongan, baik yang terdidik, maupun yang bodoh. Mulai dari bergelar profesor hingga tak pandai membaca dan menulis. Sasaran iklan PKS terutama adalah pemilih di Pemilu 2009. Karena itu, iklan ini dibuat dengan matang dan penuh pertimbangan teknis. Tifatul Sembiring bilang, mereka sudah punya manajemen resiko untuk itu. Dengan kata lain, penempatan Soeharto di iklan tersebut dibuat dengan sadar, sengaja dan punya tujuan.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, Islam, kristen, pemekaran, pilkada, Politik, propinsi tapanuli, sumut
In All News, Islam, Politik on 11 November 2008 at 6:37 pm
Oleh seseorang yang saya hormati, saya diperintahkan (waduh, entah mengapa kata itu pula yang muncul di benak saya), untuk menyelidiki soal pemekaran propinsi di Sumatera Utara. Bingung saya, karena soal pemekaran ini belum mendapat perhatian “super serius” karena, ini versi dia, saya terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal “makro politik”. Hahaha, saya sendiri kegeeran dikatain (ini istilah Medan, maknanya diolok-olok), dibilang seperti itu.
Dulu, sempat juga saya menelaah sejenak, secara pribadi, soal pemekaran propinsi Sumut. Fokusnya pada wacana (dan gerakan) pembentukan Propinsi Tapanuli. Sikap saya jelas sekali di sana: Jelas Ambigu alias jelas tak jelas (hehehehe…). Namun, setelah saya pikir-pikir ulang, ternyata stigmatisasi terhadap konsep ini memang sedemikian kuat bertempur di lapangan. Yang dipakai adalah diskursus yang selama ini dianggap tabu yaitu SARA, sementara soal indikator ekonomi menjadi argumentasinya.
Untuk pemekaran Tapanuli, memang ada dua imej yang muncul yaitu streotif etnik dan ikatan agama. Di Sumut, suku bangsa Melayu dan Batak adalah dua suku bangsa dominan dalam soal sosial politik. Saat ini, Gubernur Sumut adalah orang Melayu, setelah sebelumnya orang Batak, dan sebelumnya lagi orang Melayu. Alhasil, timbul kesan yang kuat kalau pemisahan diri orang-orang Tapanuli dalam konsep Propinsi Tapanuli adalah “subordinasi”, “desersi” ataupun pembangkangan secara kultural dan politik. Kalau pakai istilah yang bisa kena jerat hukum, “separatisme”.
Read the rest of this entry »
demokrasi, iklan PKS, indonesia, partai, pemilu, Politik, seoharto
In All News, Politik on 10 November 2008 at 11:02 pm
Kebablasan dan semakin kehilangan arah perjuangan. Itulah yang saya lihat dari iklan PKS terbaru dengan tema Pahlawan. Meletakkan KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, M Natsir dan kemudian disejajarkan dengan …. ini dia: Soeharto!
What is wrong with you PKS? Mengapa harus begitu? Kalaulah pengurus PKS ingin partai ini menjadi perbincangan hangat di seluruh negeri dan kemudian menimbulkan dampak kampanye yang sensasional dan kemudian mereguk pemilih yang sebesar-besarnya dalam Pemilih 2009 di tengah-tengah masyarakat kita yang mayoritas masih belum menjadi pemilih rasional … tujuan itu jelas-jelas sangat berhasil. Walau dari segi resiko, menarik juga menganalisia mengapa pengurus PKS menempuh resiko itu. Menarik juga mencari sebab mengapa PKS sedemikian mengkultuskan Soeharto sebagai ”Guru Bangsa”.
Read the rest of this entry »
amerika, indonesia, Islam, Kebudayaan, peradaban, Politik, sosial, tauhid
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 8 November 2008 at 9:10 pm
Saya berkeyakinan, setiap orang akan menemui tuhannya sesuai dengan keyakinannya masing-masing ketika dia berada di dunia. Itulah makanya, ketika Al-Qoriah nanti, yang ada bukan hanya kehancuran alam semesta namun yang lebih penting adalah sidang pertanggungjawaban setiap individu kepada Tuhannya. Para malaikat dijamin tak membuat kesalahan sedikitpun karena hari itu adalah harinya Tuhan secara langsung mengadili setiap manusia.
Demikian juga dengan ketiga orang yang akan dihukum mati oleh pemerintah Indonesia: Imam Samudra, Amrozi dan Ali Ghufron. Tidak ada yang tahu seperti apa nantinya sidang pengadilan akhirat itu nanti. Kita pun tak akan mempedulikannya, karena kita lebih sibuk mengurusi nasib kita sendiri. Karena itu, luangkanlah waktu untuk mereka-reka apakah yang akan terjadi nantinya, ketika kita masih berada di dunia.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, pemikiran, PKS, Politik
In All News, Politik on 6 November 2008 at 6:53 pm
Geli saya melihat reaksi dari pendukung Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Banyak kader PKS yang “marah-marah” kepada isi blog saya yang mereka duga menghantam PKS. Misalnya di tulisan soal “iklan PKS”. Di sisi yang lain, ketika ada tulisan yang sekali lagi mereka duga mendukung PKS, misalnya soal tulisan PDIP vs PKS….banjirlah komentar memuji-muji dan seterusnya.
Sebenarnya, ini sudah bisa diprediksikan. Objektivitas kadang tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan partai. Banyak komentar yang ada di tulisan yang ada hubungannya dengan PKS, justru tak membuat saya bergairah untuk menanggapinya.
Read the rest of this entry »
demokrasi, iklan PKS, indonesia, Islam, kampanye, muhammadiyah, NU, pemilu, Politik
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 31 Oktober 2008 at 6:36 pm
Bagi saya, iklan politik PKS yang mendompleng KH Ahmad Dahlan dan KH hasyim Asyari adalah blunder dan kesalahan.
Beginii. PKS adalah organisasi politik yang melakukan iklan politik dan di musim kampanye pula. Pesan-pesan dan gambar KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad dimuat oleh “organisasi partai politik” dalam sebuah “iklan politik” di tengah “musim kampanye pemilu 2009”. Secara konseptual itulah keyword melihat masalah ini.
Persoalan pertama adalah soal substantif. Saya menyayangkan ide brilian ini dikeluarkan oleh “organisasi yang tak tepat” di tengah waktu dan bungkus yang “tak tepat” pula. Saya menyayangkan ide cerdas ini tak dilakukan ketika hari “Kebangkitan Nasional 20 Mei”. Saya pun menyayangkan, bilalah PKS melakukannya, demi alasan “moral obligation” untuk menyatakan kebenaran dan sesuatu yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa, tak perlulah PKS meletakkan lambang partai politik mereka di ujung iklan tersebut. Bersatunya logo partai, nomor urut partai dan ajakan untuk “memilih” PKS dan gambar KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan dalam iklan tersebut secara hukum membuatnya sebagai sebuah “satu kesatuan iklan politik”.
Read the rest of this entry »
iklan, indonesia, kampanye, pemilu, PKS, Politik
In All News, Islam, Politik on 30 Oktober 2008 at 11:29 am
“KH Ahmad Dahlan berkata, pemimpin itu sedikit bicara banyak bekerja…”
“KH Hasyim Asy’ari berwasiat, pemimpin itu jangan memberikan jargon-jargon kosong yang hanya merebak di awang-awang…”
Iklan PKS dan KH Ahmad Dahlan.
Iklan PKS dan KH Hasyim Asyari
atau bila link yang saya berikan tak correct…Anda boleh search di youtube…
Itulah sejumput iklan politik yang dikeluarkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam musim kampanye ini. Kontan, iklan ini menuai protes. Setidaknya dari kalangan Nahdhatul Ulama (NU), sudah keluar komentar pedas dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa yang berafiliasi ke NU. Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Adien Jauharudin, mengatakan, iklan PKS yang membawa-bawa nama KH Hasyim Asy’ari, PKS dianggap menghalalkan segala cara untuk mendapatkan massa pendukung.
Read the rest of this entry »
messi, olahraga, sepakbola, Sport
In All News, Sport on 30 Oktober 2008 at 10:26 am
Ini rilis calon pemain sepakbola terbaik dunia 2008 yang dikeluarkan FIFA. Pilihan saya jatuh kepada Lionel Messi. Selain punya teknik paling tinggi, ia juga membawa Argentina meraih emas Olimpiade (yang diikuti tak hanya negara Eropa).
Setelah itu baru Fernando Torres, striker ulung yang membikin gol di Final Euro 2008 dan Spanyol pun juara (Untuk dari Spanyol, setelah si Torres ini, aku milih si David Villa dan setelah itu berturut-turut Andres Inesta, Xavi Hernandez, baru Iker Casillas)
Abis si Torres, juara ketiganya adalah Christiano Ronaldo si Juara Liga Champion Eropa 2008 dan top skorer Eropa. (Kalau dari Portugal, setelah Ronaldo, pastilah Deco).
Juara harapannya, hehehehe…
ya banyak. Mulai dari Frank Ribery, Frank Lampard, Kaka, Ballack dan Zlatan Ibrahimovich. Selain itu, tunggu aja tahun depan. Awak pilih yang mana?
Read the rest of this entry »
iran, perempuan
In All News, Lapak, Panggung on 29 Oktober 2008 at 4:38 pm

Janganlah lihat cantiknya foto ini, tapi analisalah mengapa si fotografer kok jeli betul memperhatikan perempuan itu. Dan tak masuklah ke akal saya kalau Amerika memasukkan Iran sebagai negaranya “Poros Setan”. Goblok betul mereka itu.
Fotografer : Hasan Sarbakhshian
Yang Punya Foto : AP Photo
Caption foto:
Perempuan Iran dalam sebuah acara peringatan wafatnya Imam Jaa’far Shadiq di Teheran, Sabtu 25 Oktober 2008
demokrasi, indonesia, pilpres, Politik, presiden, reformasi, sultan
In All News, Politik on 29 Oktober 2008 at 4:21 pm
Sri Sultan Hamengkubuwono X mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu bakal calon Presiden 2009 mendatang. Rakyat Yogyakarta pun berkumpul (atau dikumpulkan, toh tak ada bedanya) di depan Kesultanan demi melihat sultan mereka. Mungkin begini kata mereka, “Sultan kita mau jadi Presiden.”
Dalam politik, matematika memang mesti kuat. Hitung-menghitung kekuatan adalah prasyarat sebelum mengambil keputusan. Dan Sultan, pastilah sudah melakukan itu. Cobalah kita raba-raba si Sultan ini.
Sultan HB X secara historis memiliki darah biru alias raja. Dalam berkampanye nanti, kelak dia tak akan membutuhkan dan membuktikan kalau darahnya memiliki “ras raja”, seperti yang sering dilakukan oleh calon Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota dan seterusnya. Secara budaya, siapapun orangnya, mau orang Jawa, Batak, Melayu, Minang dan lain-lain lagi, tak satupun yang tak akan bangga kalau dia adalah punya garis keturunan raja. Bahkan, kalaupun misalnya dia keturunan paria ataupun budak sejak dulunya, ketika dia mau maju dalam politik menjadi penguasa, maka kalau bisa jejak paria itu dihilangkan dan kemudian dirubah menjadi berbau darah biru. Tak usahlah untuk menjadi penguasa, orang biasa pun orang sering membanggakan kalau dia adalah keturunan raja, orang suci, ulama besar, orang kaya, dst, dst …
Jadi, si Sultan ini sudah menang di dataran itu: ranah keturunan.
Read the rest of this entry »
indonesia, medan, miskin, sumut
In All News, Politik on 24 Oktober 2008 at 11:53 am
Laporan ekonomi Bank Indonesia Medan triwulan II 2008 menyebutkan angka luar biasa pada jumlah orang miskin di Sumatera Utara. Disebutkan, per Maret 2008, orang miskin di Sumut mencapai 1.613.800 orang atau 12,5% lebih dari total penduduk Sumut.
Sekilas dalam statistik, satu juta orang dan persentase itu tak ada apa-apanya. Tapi bisakah Anda bayangkan, di daerah yang kaya raya ini, orang miskin di sini lebih dari satu setengah juta orang?
Satu orang miskin pun di kawasan Anda itu adalah tragedi, konon pula satu juta orang. Saya membayangkan, bila satu juta orang lebih ini dikumpulkan dan dibariskan di seluruh jalan-jalan yang ada di kota Medan, kemudian mereka ini berdemo di sepanjang jalan Diponegoro (kantor Gubernur), jalan Imam Bonjol (DPRD Sumut/DPRD Medan, Bank Sumut, BPKP, Bank Mandiri), jalan Balaikota/Raden Saleh (Kantor Walikota Medan, Bank Indonesia), jalan Gatot Subroto (salah satu sentra bisnis), dan jalan-jalan lainnya di kota Medan… dan kemudian, mereka ini menuntut janji dari pemerintahan Syamsul Arifin-Gatot Pudjonugroho yang katanya berasal dari partai-partai populis itu dan berkampanye “Rakyat Tidak Lapar, Tidak Bodoh, Tidak Sakit”….
Dan lebih dari itu, bila satu juta orang lebih ini dikumpulkan dan disuruh berbaris di sepanjang pulau Sumatera, bergerombol bersama orang-orang miskin lainnya di pulau yang kaya-raya ini, menuntut pemerintahan negara Indonesia yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan pengusaha kaya Yusuf Kalla itu ….
Sesungguhnya, sesungguhnya, sesungguhnya, sesungguhnya ….. kata pembukaan UUD 1945.
In All News on 18 September 2008 at 8:39 pm
Saya memposting beberapa foto yang kebetulan bernuansa Islam. Namun tentu saja, foto yang ada di sini, resolusinya rendah. Sumbernya, hehehe, dari AP photo. Just share, tak ada maksud lain. Sungguh sayang untuk dilewatkan.
indonesia, partai, partai islam, Politik, reformasi
In All News, Islam, Politik on 18 September 2008 at 7:27 pm
Satu persatu, partai yang berlandaskan Islam dihabisi. Mari menduga-duga siapa yang dihabisi. Di sini, saya hanya menyebutkan lima partai saja.
Partai Kebangkitan Bangsa. Partai Islam dengan suara terbesar di 1999 dan 2004 lalu ini jelas dibombardir dengan gerakan perpecahan internal yang langsung mengarah ke sosok simbolis partai, Abdurrahman Wahid. Mantan Presiden RI ini bahkan digembosi oleh keponakan kandungnya sendiri, Muhaimin Iskandar. Namun, Muhaimin bukanlah aktor intelektual di balik penggembosan PKB dan Gus Dur. Perolehan suara PKB jelas akan merosot tajam. Pengaruh Nahdathul Ulama pun akan semakin terkikis di dunia perpolitikan. Jawa Timur yang selama ini menjadi basis nahdhiyin dan pesantren sedang tercabik-cabik dengan perpecahan serius. Gus Dur jelas lebih mengakar dari Muhaimin, namun kekuatannya jelas akan berkurang.
Read the rest of this entry »
agama, budaya, Kebudayaan, pornoaksi, pornografi, seni
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 17 September 2008 at 5:06 pm
Soal RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang heboh lagi, kawan saya berceloteh dengan ringannya.
“Daripada ribut-ribut, sahkan saja RUU APP itu. Toh kalaupun nanti dalam pelaksanaannya banyak yang tak sesuai dengan niat sebelumnya, bisa dicabut lagi. UU kan bukan Al-quran.”
“Anda tak bisa seenaknya bertindak begitu. Walau tak abadi dan bisa diganggu-gugat, jangan sampai sebuah UU dan peraturan jadi gampang dibuat gampang dicabut. Itu tak konsisten dan merugikan penegakan hukum,” jawab saya.
Read the rest of this entry »
Islam, kasus, miskin, SBY JK, zakat
In All News, Islam, Politik on 17 September 2008 at 4:18 pm
Terus terang saja, saya bersimpati dengan H Suchoin, saudagar yang ketiban “sial” sewaktu heboh kasus pembagian zakat di Pasuruan kemarin. Dari berita-berita yang muncul kemudian, makin muak saja saya kepada Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Presiden RI, dan Jusuf Kalla, si Wapres itu.
Kedua orang ini memandang kasus ini jelas dengan kacamata “politisi” dan bukannya kemanusiaan. SBY misalnya. Dia dengan enteng mengomentari kasus ini dengan “normatif” – menugaskan Menteri Agama dan jajaran kepolisian untuk mengusutnya- sembari mengatakan kasus ini bukan kasus kemiskinan. Di tengah tewasnya orang miskin dan kebetulan pula ada orang yang berbaik hati membagi hartanya dan kemudian menerima hujatan seantero negeri, dia masih berkampanye ria dan takut sekali kasus itu akan menjatuhkan citranya.
Read the rest of this entry »
elie, medan, olahraga, PSMS, sepakbola
In All News, Sport on 1 September 2008 at 2:59 pm
Informasi ini baru saya dapet dari goal.com. Mohon maklum, soalnya baru hari ini saya buka internet, setelah semedi di kamar saya yang hangat itu. hehehehe. But, bagaimanapun masuknya Elie Eboy ke PSMS Medan pasti ada dampak positifnya saat sepakbola di Medan sedang terpuruk.
amien rais, demokrasi, indonesia, jawa, pemilu, Politik, presiden, reformasi
In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 27 Agustus 2008 at 10:52 pm
Amien Rais: Antara Imam dan “Njawani”
* * * 
Tersungging senyum di bibir saya ketika mendengar dan membaca kalau Amien Rais bakal maju ke pentas pemilihan presiden 2009. Saya sudah menunggu-nunggu ini. Anda boleh senang atau tidak terhadap pilihan saya, tapi saya sudah memilih sosok ini menjadi Presiden.
Pekerjaan rumah untuk menjadikan Amien Rais menjadi Presiden sungguh-sungguh berat. Yang dipunyai Amien sekarang hanyalah pena dan saya sungguh menyadari kalau hal itu tak pernah akan cukup. Bahkan, kalaupun Amien Rais mempunyai bala tentara yang siap mati demi dirinya, dia pun belum tentu menang.
Yang tak dipunyai Amien bukan hanya itu. Amien ini, bagi saya, terlalu “njawani”. Saya bukan sedang membuka sidang perkara SARA di sini. Tapi, Amien terlalu larut dalam pembawaan intelektual dan cendekianya. Dia lembut tapi imej yang lahir kemudian di benak masyarakat kita yang belum lagi beranjak kadar intelektualnya dari setingkat “mahasiswa” ini adalah “lembek”. Masyarakat kita itu masih menginginkan sosok seperti Soekarno, yang meledak-ledak, meletup, penuh semangat, mampu mengobarkan siapapun untuk berperang dengan apapun. Soekarno itu orang Jawa, tapi dia tidak “njawani”.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, kuliah, mahasiswa, pendidikan, Politik, reformasi
In All News, Kebudayaan, Politik on 26 Agustus 2008 at 11:35 am
Sebuah informasi yang sangat ironis muncul di media saya hari ini. Judulnya “60% Penduduk Indonesia Tamatan SD” dan “Hanya 4 Juta Anak Indonesia yang Mampu Kuliah”. Soal tamatan SD itu disebutkan oleh seorang mantan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Djanius Djamin, sementara soal kuliah itu disebutkan oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Prof Dr Edy Suandy Hamid MEc.
Di antara judul pertama dan judul kedua, tentulah judul pertama yang membikin merinding. Bayangkan, dari 200 juta lebih penduduk Indonesia saat ini, sekitar 60%-nya hanyalah tamatan SD!
Berita kedua itu pun tak kalah menyedihkan. Disebutkan, dari 45 juta anak didik di Indonesia, hanya 4 Juta orang yang mampu mengecap pendidikan tinggi, sehingga 41 Juta orang lagi harus mengurungkan niatnya kuliah. Disebutkan, faktor utamanya adalah masalah biaya.
Read the rest of this entry »
bayi, demokrasi, korupsi, mustadha'afin, negara, Politik, presiden, raja, SBY
In All News, Esai, Kebudayaan, Politik on 20 Agustus 2008 at 10:51 am
Tak bisa lepas senyum saya ketika SBY “memaksakan” kado dari Tuhan kepadanya supaya diberikan tanggal 17 Agustus 2008. Sebagai sesama manusia, maka kelahiran seorang bayi wajiblah disyukuri dan didoakan. Bayi Annisa Pohan, menantunya itu, lahir melalui proses Cesar, di tanggal itu, dan bukannya alami. Satu sisi, itu hal yang lumrah saja apalagi dengan sudut pandang, bahwa setiap orang berhak meminta yang terbaik dari Tuhannya. Dan Tuhan pun (terlepas dari urusan takdir yang dibikinnya), mengabulkan permohonan SBY.
Istana pun berbahagia kedatangan orang baru. Annisa Pohan harus sabar untuk memonopoli anaknya karena bayi itu langsung diberangkatkan ke istana, dan bukannya ke rumah pribadi mereka. SBY dengan wajah sumringah langsung mengatakan, “Ini adalah sebuah kado bagi seluruh bangsa”. Kalimat itu dicatat oleh hampir semua media massa, elektronik, cetak maupun internet.
Di titik itu, saya tersenyum, tapi kali ini senyum yang kecut. Apa dasarnya SBY mengatakan itu kado untuk seluruh bangsa? Tetangga saya baru melahirkan bayi, cantik dan sehat pula, tapi SBY kok tidak pernah bilang bayi-bayi yang lahir di Indonesia adalah kado untuk bangsa?
Read the rest of this entry »
demokrasi, golkar, indonesia, pdip, pemilu, Politik, presiden, reformasi
In All News, Politik on 15 Agustus 2008 at 7:23 pm
Ini sambungan dari postingan sebelumnya. Dalam ilmu dagang politik kuno, ternyata ada sebuah teori yang mengatakan “siapa yang paling banyak merengguk keuntungan, maka dialah aktor yang sebenarnya.”
Jeleknya pemerintahan SBY-JK saat ini dipengaruhi oleh buruknya kinerja pemerintahan, buruknya penanganan bencana, serta keputusan ironis menaikkan harga BBM hingga tiga kali dalam pemerintahannya. Bagaimana, mereka akan menyusun serangan balik terhadap parpol-parpol yang makin intens berkampanye, sementara di sisi lain, imej/citra dan popularitas mereka merosot tajam?
Read the rest of this entry »
demokrasi, golkar, indonesia, pdip, pemilu, Politik, presiden, reformasi, SBY
In All News, Politik on 12 Agustus 2008 at 1:49 pm
Bagi saya, tidak ada peperangan antara PDIP dan PKS. Yang ada hanya “pertempuran”. Itu pun serangan sporadis yang dilancarkan oleh PKS. Dan memang bukan cuma terhadap PDIP tapi juga terhadap Golkar. Bagi Anda pendukung PKS yang tidak suka kelanjutan tulisan ini, berhenti membaca juga tak apa-apa.
Namun bila ditilik dari soal Islam-non Islam, PKS akan lebih memilh melawan PDIP daripada Golkar. Ini soal imej PDIP saja. Salah satu strategi yang dilancarkan Pramono Anung untuk menepis imej ini adalah mendirikan Baitul Muslimin Indonesia (BMI) sebagai sayap resmi PDIP. Jadi jelas, sesuai arti sederhana BMI, PDIP hendak dijadikan “rumahnya orang muslim Indonesia.” Jadi bila benar BMI ini respon PDIP terhadap kinerja PKS yang mengatakan dirinya Partai Islam, jelaslah bila hanya “segitulah” level PKS yang dianggap PDIP.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, pengangguran, Politik, politisi
In All News, Lapak, Politik on 31 Juli 2008 at 1:22 pm
Begini. Suatu kali, terlintas dalam benak saya kalau partai politik yang sedang berkampanye sekarang ini, tidak ada lagi. Artinya, tinggallah dua atau tiga partai saja yang bertahan akibat hukum alam. Kemana para politisi itu akan bekerja lagi?
Saya mencoba menyusun daftarnya, berdasarkan perkiraan kelas warung kopi saja.
Berminat nambahin silahkan aja.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, militer, pemilu, prabowo, presiden, SBY, seoharto, soekarno, wiranto
In All News, Lapak, Politik on 29 Juli 2008 at 11:00 am
Ini prediksi tak matematis tapi paling tidak bisa di-share dengan rasional “ecek-ecek”. Dan mungkin saja lebih “terukur” daripada ramalan Jayabaya.
Suatu malam, teman sekantor bilang begini.
“Tampaknya, ramalan Jayabaya memang benar adanya. Bahwa penguasa di Indonesia adalah seseorang yang namanya berakhiran ‘No’ dan ‘To”. Jadi dia berasal dari satu kata…notonegoro.
Read the rest of this entry »
amien rais, demokrasi, Gus Dur, indonesia, megawati, militer, otonomi, Politik, prabowo, reformasi, rivalitas militer, SBY, TNI, wiranto
In All News, Politik, Sastra dan Seni on 24 Juli 2008 at 11:56 am
Saya mencoba, mencari-cari, mengukur pengaruh Amien Rais di negeri ini. Dan celakanya, saya mulai pula dari ranah ketentaraan alias militer. Dan di negeri yang berada di seberang itu, Amien Rais dipelototi habis-habisan kemudian ditertawakan dan tangannya diikat. Mungkin hampir sama dengan karakter Si Cepot.
Tentara, apapun yang akan terjadi, mempunyai satu konsep penting yaitu “Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Saya dulu tak menyadari betapa pentingnya sepotong kalimat ini untuk melihat politik Indonesia secara utuh.
Amien, berusaha memotong “kesatuan” itu. Soal potong-memotong itu, memang khasnya kaum ilmuwan. Dia memenggal-menggal Indonesia sesuka hatinya. Itulah kelebihan kaum ilmuwan yang bisa berlaku sesukanya.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, megawati, PAN, partai, pdip, pemilu, PKS, Politik, PPP, presiden, reformasi
In All News, Islam, Politik on 23 Juli 2008 at 11:39 am
Itu kesimpulan terlalu dini menghadapi Pemilu 2009. PKS jelas masih belum bisa (atau malah memang tak bisa) menghilangkan eksklusifitas platform partainya. Dikotomi muslim-non muslim adalah PR besar yang harus dipecahkan PKS bilapun partai ini nantinya masih akan terus bertahan beberapa belas tahun ke depan.
Underestimated terhadap PKS? Bukan, ini realita politik saja. Di kalangan Islam sendiri, PKS sendiri bukan suatu “aliran” ideologi. PKS tampil penuh percaya diri dengan konsep wadah penampung kekecewaan publik terhadap elit, partai politik dan dinamika politik Indonesia selama lima tahun terakhir. Tapi, ini jelas bukan ideologi, tapi hanya sebuah taktik yang dilakukan parpol untuk mendulang suara. Di atas taktik ada strategi dan strategi ditetaskan oleh platform dan di atasnya ada ideologi partai yang menaungi.
Read the rest of this entry »
indonesia, Kebudayaan, Politik, pramoedya, sastra, seni
In All News, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni, Wajah & Wawancara on 18 Juli 2008 at 2:10 pm
Sambungan tulisan …
* * *
Generasi sekarang ‘kan generasi buku sejarah. Sumber-sumber mengenai Polemik Manikebu dan Lekra pun banyak ditingkahi kepentingan. Bagaimana sebenarnya?
Kalau versi saya, sebagian bisa dilihat di Lentera, itu lembaran budaya di harian Bintang Timur. Majalah Tempo punya salinannya, Anda bisa baca di sana.
Read the rest of this entry »
indonesia, Kebudayaan, Politik, pramoedya, sastra
In All News, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni, Wajah & Wawancara on 18 Juli 2008 at 2:04 pm
Dua tahun lalu, tepatnya, Minggu, 30 April 2006, sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, wafat di kediamannya, daerah Utan Kayu, Jakarta. Benarkah Pramoedya “meninggal”?
* * *
Sastrawan besar itu “akhirnya” meninggal dunia. Tepatnya pada Minggu, 30 April 2006, di kediamannya daerah Utan Kayu, Jakarta, paru-parunya yang sering berkelahi dengan asap rokok –dalam hari-hari terakhirnya ini, keluarganya harus menyelipkan sebatang rokok di mulutnya mengantisipasi kegemarannya merokok – pun harus berhenti mengeluarkan oksigen. Pram memang perokok berat.
Read the rest of this entry »
belanda, doa, euro 2008, fans, Italia, perancis, sepakbola, tuhan
In All News, Lapak, Sport on 17 Juni 2008 at 12:53 pm
Ini ada hubungannya dengan perhelatan Euro 2008. Waktunya pas ketika Italia ditahan seri Rumania dan Perancis keok sama Belanda. Nasib Italia dan Perancis pun diujung tanduk. Nah, kawanku bilang begini.
“Kau tahu, sekarang langit sudah dipenuhi jutaan, dan mungkin milyaran, doa.”
“Gimana…gimana?”
Read the rest of this entry »
golkar, gubernur, indonesia, medan, Politik, sumut, syamsul arifin
In All News, Politik on 16 Juni 2008 at 1:49 pm
H Syamsul Arifin SE resmi dilantik Senin, 16 Juni 2008, di gedung DPRD Sumut. Dia adalah gubernur Sumatera Utara (Sumut) pertama yang dipilih dalam sebuah pemilihan langsung. Dia melangkahi seniornya, menyalami juniornya dan tersenyum pada kompetitornya.
Read the rest of this entry »
AAKBB, agama, amerika, FPI, indonesia, Islam, kekuasaan, Politik
In All News, Islam, Politik on 6 Juni 2008 at 2:27 pm
Inilah sebuah negara yang menjadi lawan politik sesungguhnya dari siapapun yang di dunia ini mengaku ingin bermain-main di bidang politik.
Merekalah sesungguhnya penerap terbaik dari konsep politik adiluhung, yaitu kekuasaan. Mereka buas namun mereka cukup menyeringai. Mereka tak berbasa-basi karena mereka tahu, basa-basi hanyalah membuang-buang waktu. Ini salah satu contohnya, informasi dari detik.com
Indonesia, bahkan sebelum merdeka pun, sudah menjadi wilayah baru bagi negara ini. Semacam wilayah protektorat dan kini bahkan lebih dari itu, negara jajahan baru yang tidak pernah merasa sedang terjajah.
Negara jajahan yang tidak pernah merasa dirinya sedang terjajah. Bukankah itu sesungguhnya makna penjajahan?
indonesia, mahasiswa, militer, polisi, Politik, reformasi
In All News, Esai, Lapak, Politik on 5 Juni 2008 at 4:44 pm
John, yang mahasiswa tingkat akhir itu, menghajar polisi. Geli aku membaca berita itu di detik.com, ketika ia meminta maaf kepada keluarga korban. Dia harus diberi apresiasi tinggi. Pasalnya, dia menghajar perwira pertama kepolisian. Sekali lagi, dia menghajar perwira kepolisian sampai babak belur! Mari ngakak dulu. 
Read the rest of this entry »
indonesia, kartupat, medan, raswin, seni, sumut, teater
In All News, Kebudayaan, Panggung, Sastra dan Seni on 2 Juni 2008 at 2:31 pm
Kalimat ini belum tentu benar: Raswin adalah Kartupat dan Kartupat adalah Raswin. Tapi, dia adalah salah seorang di antara lima orang yaitu M Nasir Harahap, Baijuri, Burhanuddin Nasution, Isman MS dan dia sendiri, ketika memulai membuka Kartupat, 4 Juni 1976 silam.
Read the rest of this entry »
budaya, hasibuan, kartupat, medan, raswin, seni, teater
In All News, Esai, Kebudayaan, Panggung, Sastra dan Seni on 2 Juni 2008 at 2:04 pm
Raswin Hasibuan, pimpinan grup teater Kartupat, menghembuskan nafas terakhirnya bertepatan dengan tanggal sama teaterwan dan sineas ternama Indonesia, Arifin C Noer, pada 28 Mei.. Ia meninggalkan sebuah konsistensi dalam perjalanan teater di Sumut. Teater dan dirinya tak akan pernah mati.
Read the rest of this entry »
seni, teater
In All News, Sastra dan Seni on 29 Mei 2008 at 11:30 pm
Innalillahi wainnailaihi rojiun..
Mungkin kawan-kawan sudah mendengar berita ini. Telah meninggal dunia, salah seorang tokoh teater di Medan dan Sumut, pemimpin Teater Kartupat, Raswin Hasibuan, Rabu kemarin sekitar pukul 10 pagi, karena sakit. Tadi siang, Kamis, sekitar pukul 10.30, jenazahnya dikuburkan di pemakaman umum jalan Jemadi Medan.
Mudah-mudahan, beliau mendapatkan surga kelak. Semoga kesalahannya dihapus oleh beratnya timbangan kebaikannya.
Dan mudah-mudahan pula, para yang ditinggalkan bisa mengendus-ngendus jejaknya, sehingga seorang seniman, budayawan, fotografer atau mungkin wartawan hingga seorang guru, tak selalu dihargai justru setelah wafatnya.
Tulisan berkenaan dengan Raswin Hasibuan akan saya posting secepatnya.
BBM, BLT, indonesia, reformasi, sumut
In All News, Politik on 27 Mei 2008 at 6:59 pm
Di Sumut, penyaluran subsidi BBM melalui skema BLT di Sumut akan memakai data tahun 2005, yakni 944.972 Rumah Tangga Miskin (RTM) Besarannya, Rp 100.000 per bulan. Supaya agak “terasa”, penyaluran akan diberikan dalam dua periode. Kupon pertama untuk pencairan Rp 300 ribu periode Juni-Juli-Agustus dan Rp 400 ribu untuk periode September-Oktober-November-Desember. Masa pencairan bisa dilakukan sampai Desember 2008.
Entah sampai entah tidak, itu cerita lain.
Read the rest of this entry »
BBM, indonesia, mahasiswa, medan, reformasi
In All News, Politik on 24 Mei 2008 at 2:35 pm
Tadi malam, mahasiswa Medan ditangkapi di Simpang Glugur, Kota Medan. Mereka dibawa ke Poltabes Medan. Polisi bertindak sangat keras karena aksi yang mereka lakukan dalam rangka menolak kenaikan BBM itu sendiri berlangsung damai dan tidak melanggar ketertiban umum. Di antara mereka, ada yang berasal dari almamaterku, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Aku haru, bangga dan hormat kepada mereka. Mereka bakal menjadi saksi dan pelaku sejarah. Salut…!!!!!!
Tapi, polisi memberangus paksa, menendangi dan menggelandang mereka ke Poltabes Medan seperti laiknya tersangka penjahat perang.
Read the rest of this entry »
BBM, indonesia, reformasi
In All News, Politik on 24 Mei 2008 at 1:09 pm
Sudah kompak semua rupanya para punggawa-punggawa istana negara. Dikomandani SBY, diamini JK, dan dilakukan sepenuhnya oleh Purnomo, Sri Mulyani, Aburizal Bakrie, Andi Mallarangeng dan seterusnya, kelompok elit ini punya isu baru untuk menaikkan popularitasnya. Apa itu? BBM Naik demi kepentingan rakyat dan pemerintah memilih keputusan pahit ini walau sadar popularitasnya bakal anjlok karena itulah tugas negarawan.
Mendengar komentar yang senada ini di hampir seluruh televisi, media cetak, radio dan internet, rasa mual saya melihat mereka makin menjadi-jadi. Jelas sekali ini adalah pengalihan isu dari keputusan bodoh untuk menaikkan BBM.
Read the rest of this entry »
BBM, indonesia, reformasi
In All News, Politik on 24 Mei 2008 at 12:42 pm
Tadi malam, pasca Purnomo membacakan putusan SBY menaikkan harga BBM, aku berkeliling di Kota Medan. Hancur hatiku melihat negeriku ini. Warga mengantri di mana-mana, polisi berjaga-jaga. Ini negeri apa? Bukankah ini negeri gemah ripah loh jinawi?
Aku mengantri juga, karena bensin motorku sudah habis sejak tadi siang. Dan, kulihat di sana, wajah-wajah marah dan panik. Sedikit saja, antrian bergerak sudah bisa menyulut emosi. Tatapan-tatapan marah tak bisa disembunyikan. Tak peduli dia orang keling, orang cina, orang batak, orang Jawa, pokoknya semuanya…
Read the rest of this entry »
indonesia, JK, reformasi, SBY
In All News, Politik on 24 Mei 2008 at 12:19 pm
Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla telah mementikkan api dendam di negeri ini. Dia telah membakar rumput-rumput kering dan menghembus-hembuskan agar marak. Dia akan membakar dedaunan, ranting dan batang-batang pohon yang tak seluruhnya kering, melainkan juga yang basah dan bahkan yang baru saja tumbuh.
Read the rest of this entry »
BBM, Ekonomi, indonesia, kemiskinan, news, pengangguran, sumut
In All News, Politik on 19 Mei 2008 at 12:45 pm
Pemerintah memang betul-betul aneh. Pasalnya, pemerintah sendiri sudah menyatakan, kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) justru akan memicu inflasi. Kenaikan inflasi, jelas menaikkan harga. Kenaikan harga bakal menambah pengangguran, meningkatkan kemiskinan, dan secara ekonomis, menurunkan daya beli.
Read the rest of this entry »
BBM, berita, indonesia, news, sumut
In All News, Politik on 18 Mei 2008 at 12:03 am
Seperti sudah bisa dipastikan, hampir seluruh kalangan tak menyetujui kenaikan ini, terutama dari golongan bawah. ”Nggak ngerti kok bisa dinaikkan lagi,” kata Husni, penjual minyak eceran di jalan Pancing Medan. Husni yang biasa menjual bensin eceran Rp 5.000/liter kini makin pusing. Salah satunya, SBPU Pertamina sudah melarang kembali penjualan memakai galon dan drum.”Kemarin masih boleh, tapi mulai Rabu (7/5) kemarin sudah tidak boleh lagi,” katanya.
Read the rest of this entry »
BBM, demonstrasi, indonesia, minyak, reformasi
In All News, Politik on 12 Mei 2008 at 6:22 pm
Pesan seperti judul di atas, saya ambil ketika melihat berita di detik.com. Isinya, demontrasi mahasiswa anti kenaikan BBM di Makassar yang sudah melibatkan ribuan mahasiswa dan (mungkin) hampir seluruh kelompok.
Anda pun mungkin sudah melihat berita ini. Tapi tanpa mengurangi rasa hormat kepada detik.com, bila link-nya gak jalan, saya posting aja keseluruhan beritanya. Bagi saya, pesan dari Makassar ini cukup dalam dan mungkin saja menentukan eksistensi pemerintahan SBY-JK. Yang patut dicatat, Jusuf Kalla berasal dari Makassar. (*)
Read the rest of this entry »
BBM, indonesia, minyak
In All News, Lapak, Politik on 9 Mei 2008 at 6:56 pm

Pemerintah mau menaikkan harga BBM lagi? Itu hak mereka. Hak saya juga untuk mengatakan, “Tolak!”
Itu saja.