Arsip

Archive for the ‘IPTEK’ Category

Kawasan Kesawan; Kacaunya Wajah Sejarah di Inti Kota Medan

26 Oktober 2009 nirwan 3 komentar

Kombinasi sisa-sisa bangunan kuno peninggalan Belanda yang dijumpai di kawasan Kesawan, Kota Medan, dengan bangunan “modern” yang desainnya hanya berkelas “ruko”, memperlihatkan perkawinan yang aneh.  Simbol kekacauan dan ketidakpedulian terhadap sejarah dan perkembangan Kota Medan.

* * *

Reportase: Sri Mahyuni
Fotografer: Ariandi
Foto-foto lama repro koleksi Muhammad TWH dan Dr Phil Ichwan Azhari

Kesawan dulu dan sekarang

Kesawan dulu dan sekarang. Foto gedung PT London Sumatera, terletak di ujung titik Kesawan (foto Ariandi dan repro Ichwan Azhari)

Kawasan Kesawan Kota Medan. Konon, di sinilah –konon– bermukim sekitar 600 bangunan bersejarah yang ada maupun yang pernah dimiliki Kota Medan.

Mari hitung lagi sedikit demi sedikit apa sejarah apa yang pernah menjejak di Kesawan, yang berdasar peta tahun 1913 (dan direpro pada 1945) –menurut keterangan yang didapat dari sejarahwan Unimed, Dr Phil Ichwan Azhari– berada di sebuah kawasan yang memanjang dari Jalan Nienhuysweg (kini dirubah jadi Jalan Jend Ahmad Yani) hingga ke Jalan Istana (kini simpang jalan Balai Kota).

Read more…

Jalan Kota Medan Justru Makin Hancur

7 Oktober 2009 nirwan 1 comment

Di sana-sini, jalan-jalan di Kota Medan hancur berantakan. Status kota Metropolitan dipertaruhkan.

* * *

upload

Kota Medan terus sibuk meladeni hujan yang turun tak kenal waktu. Beberapa ruas jalan, harus rela menjamu air hujan. Jangan cepat berharap panas segera datang karena persoalan baru sudah mengintip ganas di sana. Panas membuat rongga badan jalan yang compang-camping itu menyebarkan debu dan abu.

Read more…

Ketika Bumi Berguncang …

6 Oktober 2009 nirwan 9 komentar

Tayangan ketika gempa berlangsung di Padang, Sumatra Barat, yang dipertontonkan televisi begitu mengerikan. Ribuan orang panik dan membanjiri jalanan di Kota Padang, menangis dan menjerit. Itu yang sempat keluar dari gedung-gedung. Tidak ada yang tahu dan bisa menebak, kengerian bagaimana lagi yang dirasakan mereka yang terjebak di reruntuhan. Semuanya terjadi begitu cepat dalam gempa yang berukuran 7,6 Skala Richter (SR).

Gempa Sumbar

Laporan-laporan yang kemudian muncul, bak tragedi bersambung saja. Hingga artikel ini ditulis, sudah 450 orang yang meregang nyawa. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring massifnya kerusakan yang ditimbulkan gempa.

Read more…

“Earthquake Did Not Kill People, The Bad Building Did It”

6 Oktober 2009 nirwan 3 komentar

Gempa Padang bukanlah gempa yang terakhir kalinya dialami Indonesia. Apalagi kalau melihat “riwayat kerja” gempa di Indonesia selama ini. Selama September 2009 saja, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat lebih dari 30 kali gempa bumi di wilayah Indonesia dengan kekuatan di atas 5 SR.

gempa padang 2Beberapa yang terbesar di antaranya mengguncang Tasikmalaya (7,3 SR), Yogyakarta (6,8 SR), Tolitoli (6,0 SR), Nusa Dua (6,4 SR), dan Ternate (6,4 SR) dan Padang Pariaman (7,6 SR).

Dari situsnya Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir terjadi akibat dinamika pada lapisan bumi. “Gempa terjadi akibat penunjaman lempeng tektonik Samudera Hindia di bawah lempeng Asia di Pantai Barat Sumatera,” ujar Kepala Badan Geologi, Departemen Energi, R Sukhyar dalam penjelasannya di website Menteri Energi, 1 Oktober 2009.

Read more…

Debat Semu yang Menjemukan, Debatnya Si Anak Manja

23 Juni 2009 nirwan 4 komentar

Well, ini memang bukan topik baru. Tapi apakah memang ada hal yang baru dalam pentas politik Indonesia? Presiden yang muncul itu-itu juga, tim sukses yang beredar itu-itu juga, lembaga survey tetap menjalan metode toonpoolyang itu-itu juga, parpol yang menang dan tema kampanye politik yang itu-itu juga. Lima tahun lalu berbicara soal ekonomi kerakyatan, kemandirian, perlindungan hukum, pemberantasan korupsi, dan sekarang untuk lima tahun ke depan, temanya masih dalam pusaran itu. Amerika sudah sibuk menjajahi negara lain, Iran dan Korea Utara sibuk dengan program nuklirnya, India dan Cina sudah mulai menjelajahi antariksa, dan Indonesia ternyata masih harus disibukkan mengurus calon-calon presidennya yang manja.

Ya, presiden Indonesia adalah gambaran dari anak-anak manja dan mengkek. Manja dan mengkek dalam politik adalah tingginya ketergantungan si politisi pada imej alias pencitraan. Yang dipusingkan para calon Presiden itu adalah “apakah kalau aku begini nanti diperhatikan orang?”

Read more…

Geothermal Sarulla, Mengapa?

9 Juni 2009 nirwan 2 komentar

Sebuah posting dari blog ‘nBASIS, mengernyitkan kening saya. Silahkan klik di sini untuk melihat postingan itu.

Ada banyak pertanyaan di situ yang harus dijawab oleh pemerintah daerah Sumatera Utara tentang persoalan Proyek Geothermal Sarulla, sebuah proyek pembangkit tenaga listrik yang diprediksi memiliki kapasitas 330 MW (mega watt) yang terletak di Pahae, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dengan pelibatan konsorsium MedcoEnergi bersama Itochu Corp. (Itochu) dari Jepang dan Ormat Technologies Inc. (Ormat) dari Amerika Serikat, maka lagi-lagi, pesakitan bernama “neo liberalisme” diam-diam menusuk dalam dalam tubuh Sumatera Utara.

Setelah kasus konflik berdarah di PT Indorayon, Taput, beberapa waktu lalu, dan kemudian membekaskan luka yang sangat dalam, inilah proyek yang nantinya diprediksi bakal menjadi sumber-sumber ketidakadilan sosial di negara ini.

Neo-liberalisme telah menjadi sumber petaka bagi negara ini. Tapi, mengapa negara justru menikmatinya? (*)

Incredible Hulk dan Kebudayaan Monster

5 Juni 2009 nirwan 3 komentar

“A great civilization is not conquered from without until it has destroyed itself from within.”(Will Durant)

* * *

Bruce Banner (dimainkan oleh Edward Norton) adalah sosok yang lembut namun cerdas. Ia dipekerjakan oleh seorang Jenderal Amerika bernama Jenderal Theddeus Ross (William Hurt) dalam sebuah proyek pembuatan prajurit super bagi tentara Amerika. Ia menjalin kasih dengan anak sang jenderal bernama Betty Ross (Liv Tyler).

Formulasi ditemukan dan Bruce yang terkena efek radiasi gamma harus rela ketika hal itu mengakibatkan dirinya menjadi sebuah makhluk yang tak cuma super tapi juga monster.

Monster berkulit hijau yang ini penuh amarah, yang logika dan perasaannya berada di tahap paling minimal. Yang ada dalam dirinya hanya kekuatan yang harus diledakkan dan dilampiaskan. Alter ego-nya menjadi dominan.

Read more…

Indonesian Slumdog

15 Maret 2009 nirwan 15 komentar

“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan himpunkanlah aku ke dalam golongan orang fakir miskin.” (Muhammad SAW)


* * *

Bernama Jamal Malik, dia adalah seorang yang selalu lurus-lurus saja pandangannya. Hampir saja dia menjadi naif kalau tidak ada abangnya, Salim; seorang yang realitis memandang hidup. Mereka menjadi yatim dan piatu, saat Ibu mereka tewas ketika gerombolan bersenjata tajam dan tumpul menyerbu perkampungan muslim mereka. Kampung mereka, kampung mayoritas muslim di Mumbai, India itu, adalah sebuah perkampungan para “slumdog”. Sudahlah anjing, kumuh pula lagi.

Menarik sekali. Film itu, “Slumdog Millionaire”, seperti yang telah Anda tahu, meraih Oscar dan Golden Globe Award sebagai Film Terbaik 2008. Film yang bercerita soal kemiskinan, terbuang, mempertahankan hidup, nasib, buruknya hukum, kesenjangan sosial di India itu, menjadi jawara setelah dinilai dan ditonton oleh para juri dan masyarakat yang lahir dari bangsa yang kaya, berpendidikan, modern dan maju; Eropa dan Amerika.

Read more…

KPPU Yakin Terjadi Kartel SMS

Jakarta-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yakin terjadi persekongkolan delapan operator selular untuk membentuk harga (kartel) tarif layanan pesan pendek. Delapan operator yaitu PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel), PT Indosat, PT Hutchinson, PT Smart Telecom, PT Mobile-8, dan PT Bakrie Telecom, bisa kena getahnya.

Read more…

Categories: IPTEK

Asosiasi Profesor Sumut Terima Dana Rp 7,5 M

Medan- Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAINSU), mendeklarasikan Asosiasi Profesor Indonesia (API) Sumatera Utara, di Ruang Rapat Dewan Guru Besar USU Gedung Biro Pusat Administrasi (BPA) Kampus USU Medan, Senin (10/12). Asosiasi dibentuk dalam rangka diterimanya bantuan dari bantuan dari Pemprovsu sebesar Rp 7,5 Miliar bagi para guru besar di ketiga perguruan tinggi tersebut, yang akan diberikan dalam bentuk tambahan tunjangan.Demikian diungkapkan Humas USU, Bisru Hafi Ssos kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/12). “Sidang itu dihadiri para guru besar dari USU, Unimed dan IAIN,” kata Bisru.

Read more…

Categories: IPTEK