Archive for the ‘Lapak’ Category
In All News, Islam, Kebudayaan, Lapak on 23 September 2009 at 5:09 pm
Bagaimanapun terlalu banyak kesalahan, walau tentu tak akan sebanding dengan ampunan Tuhan. Di sisi itu, optimisme terhadap sang Maha Penggerak, akan selalu ada, berdenyut dan hidup. Benarlah dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Terkasih, yang Tersayang.
Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah, mohon maaf lahir batin. Mungkin selama ini, saya terlalu banyak mengarang.
In All News, Lapak on 3 September 2009 at 1:16 pm
Dulu di Aceh dan Nias, Sumatera, pada 2005 kala SBY-JK baru memulai pemerintahannya. Kini, sedikit lagi masa pemerintahan mereka habis, gempa di Pulau Jawa. Nyawa-darah-tangis. Mitos? Pasti.
cinta, farududdin at-Tar, ibadah, perempuan, pria, ramadhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak, Sastra dan Seni on 27 Agustus 2009 at 8:25 pm
Cinta itu ibarat apa, api atau air? Sekelumit kisah disuguhkan dalam “Musyawarah burung-burung” karya Fariduddin At-Tar. Seorang ahli ibadah suatu saat bermimpi, dia sedang menyembah patung di Yunani. Ahli ibadah itu penasaran. Bersama rombongannya dia mendatangi Yunani dan sampailah di suatu kuil dia melihat seorang wanita yang sangat-sangat cantik. Dia terpikat dan betul-betul terpikat. Dalam kisah itu, si Ahli Ibadah tersebut rela melepaskan seluruh atribut keagamaannya dan masuk ke agama si wanita. Namun, tetap ada yang tak tega dengan si ahli ibadah. Murid-muridnya berusaha melepaskan dia dari ketergantungannya akan cinta. Itu berhasil, walau dengan sangat bersusah payah. End of fragmen.
Read the rest of this entry »
ayat, berbuka, debat, iman, Islam, keyakinan, ramadhan
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak on 26 Agustus 2009 at 7:52 pm
Waktu memang sungguh nakal. Gara-gara waktu, terjadilah perdebatan, mungkin serius, mungkin juga tidak. Suatu saat diputuskanlah berbuka pada pukul 18.36. Tentulah setiap arloji tak sama. Ada yang berbuka duluan ada juga yang belakangan. “Duluan” dan “belakangan” ini kita kutipkan saja, karena itu ‘kan persepsi saya.
Yang duluan berkata, “Sesuai arloji yang sudah melingkar di pergelangan saya sejak muda, sudah waktunya berbuka. Saya tak salah, kalian yang salah.”
Yang belakangan menjawab, “Mungkin suatu kala pernah baterai jammu mengulah dan terlambat. Itu bukan tak mungkin, bukan? Jangan dulu salahkah orang lain. Mungkin saja, kami yang benar.”
Yang duluan berbuka berdebat dengan mulut mengunyah, sementara yang belakangan, tentu belum mengunyah. Yang belakangan ternyata ingin mengikuti waktu berbuka yang dimiliki oleh televisi. Setelah tivi menayangkan beduk, barulah yang belakangan mendebat lagi yang duluan tadi. Kini kedua mulut mereka sama-sama mengunyah.
Perdebatan semakin panas, bahkan sudah saling tuding. Ada pula yang sudah membawa-bawa ayat-ayat, di antaranya “Segerakanlah berbuka”. Tapi ada pula yang bilang begini, “Lebih cepat lebih baik.”
Muncullah seorang yang mencoba arif alias bijaksana. “Berbukalah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Yang berbuka lebih dulu pasti ada dasarnya, dan kebalikannya, tentu yang belakangan tak begitu saja menunggu kalau tak punya alasan pasti. Jadi, sesuai dengan keyakinan masing-masing saja.”
Ah, ada pula yang menyeletuk dari belakang perdebatan itu. “Ternyata, walau kita sama-sama Islam, keyakinan kita tak sama.” (*)
In Lapak on 20 Agustus 2009 at 7:37 pm
Sekedar mengisi absen.
In Lapak, Politik on 8 Juli 2009 at 7:55 pm
Yup, ini pendapat saya. Sedang saya tulis sedikit-sedikit dengan jantung berdebar-debar. Let’s see.
In Lapak on 7 Juli 2009 at 9:37 pm
Sahabat, marilah malam ini kita merenung sedikit saja. Mudah-mudahan ada hal yang luar biasa akan terjadi esok hari. Setiap kita pasti mengharapkan hari esok adalah hari yang lebih baik. Namun bukankah sering juga terjadi, kalau di hari esok ternyata jauh lebih buruk dari sekarang.
Sahabat, marilah kita merenung sedikit. Atau kalau tidak, kita bermain PS saja. (*)
demokrasi, indonesia, pilpres, Politik, prabowo, presiden, quote, reformasi
In All News, Lapak, Politik on 25 Juni 2009 at 2:06 pm

“Cukup hanya dengan KTP ditambah dengan tinta yang kuat. Kalau perlu jidatnya dicap sekalian.” (Prabowo Subianto)
* * *
Komentar Prabowo Subianto, Calon Wakil Presiden PDIP-Gerindra, ketika KPU menambah 5 Juta orang lagi dalam DPT Pilpres 2009. Sebelumnya, kubu Prabowo menengarai ada 44 juta rakyat tidak bisa berpartisipasi dalam Pileg 2009 lalu karena kisruh DPT dan rumitnya administrasi pemilihan. (sumber: okezone/25 Juni 09)
artis, santai, seksi
In Lapak, luar negeri on 23 Juni 2009 at 9:53 pm

Megan Fox dinobatkan sebagai wanita terseksi sejagat tahun ini oleh majalah FHM. Setuju?
Melihat sosoknya cuma satu kalimat: “Cantik itu relatif, jelek itu mutlak…”
Setujukah Anda? Ah, kok macam si Prof Anis Bawesdan pula.
In Lapak on 5 Juni 2009 at 9:02 pm
Di negeri ini, jangan pernah mengeluh. Melawan pun jangan. Berbisik pun kalau bisa dihindarkan. Simpanlah semua kekesalan, kegeraman, kemarahan apalagi perlawanan di dalam hati saja.
Cukuplah apa yang dirasakan oleh setiap manusia Indonesia itu untuk dirinya sendiri. Hanya untuk dirinya sendiri.
In All News, Ekonomi, Lapak, Politik on 18 Mei 2009 at 2:31 pm
Sesuai kesepakatan hukum dan politik, tanggal berdirinya Kota Medan ditetapkan pada 1 Juli 1590. Hampir lima ratus tahun kemudian, tepatnya jelang harijadi yang ke-419, ide Kota Medan Kota Metropolitan yang digagas sejak sebelum Walikota Abdillah terpilih menjadi Walikota Medan tahun 2000 lalu mendapat ujian. Kota yang diniatkan sebagai kota yang mempunyai tiga pilar penting yaitu jasa, industri dan religius, dengan kondisi pasca millenium ini justru menyajikan hal yang sebaliknya.
Pembangunan pasar modern seperti plaza dan mall memang maju pesat secara kuantitas. Namun di sisi lain menimbulkan persoalan pada eksistensi pasar tradisional. Hotel, apartemen dan gedung-gedung bertingkat memang terlihat menjadi wajah baru kota yang lebih modern, namun ternyata persoalan tata ruang menyembul ke permukaan ketika tak jelasnya konsep pemerintah tentang kawasan perindustrian, pemukiman, jasa dan perkantoran, serta pemerintahan. Itu diperparah dengan kondisi infrastruktur yang sama sekali tak mencerminkan sebuah kota modern; mulai dari jalan yang rusak parah, banjir, timbunan sampah, drainase yang berantakan, aliran sungai yang kotor dan makin sempit dengan pemukiman kumuh di tengah-tengah inti kota, dan seterusnya.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, pdip, pemilu, Politik, presiden, SBY
In All News, Lapak, Politik on 30 April 2009 at 7:35 pm
PDIP Perjuangan sedang leading, 19%. Demokrat 17%, Golkar 14%, PAN 7%, PKS 6%, PPP-PKB 5%, Gerindra 4%, dan Hanura 3%.
Mudah-mudahan SBY jangan keburu sakit dulu. Mau sakit jiwa atau sakit fisik. Dan ah, Hidayat pun jangan kebakaran jenggot dulu.
Kalau SBY sakit, kayak kemarin dia sakit perut itu, pertarungannya jadi tak seru lagi. Toh semua itu ‘kan masih sementara saja. Tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Kalaupun nanti kejadian 2004 berulang, yaitu kala PDIP yang dari pertama-tama leading terus, dan kemudian disalib Golkar di akhir-akhir tikungan, itu ’kan dulu. Kalaupun PDIP dan Golkar bakal menyalib nanti di akhir-akhir rekapitulasi KPU, itu ’kan masih kalau.
So, SBY, saya berharap Anda jangan sakit. Karena kalau Anda sakit permanen saat ini, sesuai amanat konstitusi, bisa-bisa kursi Anda diduduki Jusuf Kalla.
indonesia, kekuasaan, Politik, Kebudayaan, Esai, demokrasi, tuhan, reformasi, sosial, nasionalisme, ismail marzuki, proklamasi
In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 27 Maret 2009 at 11:11 am
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
(Indonesia Tanah Pusaka, Ismail Marzuki)
Lagu itu begitu pelan, lembut dan bikin merinding. Diciptakan seorang seniman yang dulu di sekelilingnya terlibat panasnya pertempuran, dentuman senjata, hujan bom, teriakan kesakitan, peluh, darah dan air mata. Namun, masa itu sudah lewat berpuluh-puluh tahun silam. Para pahlawan sudah mati, jasadnya melebur dengan tanah dan nisannya mengharap-harap memori dari mereka yang lewat untuk sekedar membersih-bersihkannya. Mereka sudah mati.
Read the rest of this entry »
asal
In Lapak on 18 Maret 2009 at 8:23 pm
Kawan saya memperdengarkan istilah itu kepada saya. Dia merantau dari Jakarta dan sekarang tinggal di sini, di Medan yang panas dan ganas.
“Apa maksudnya acak kadul?” tanya saya.
“Ya acak-acakan, berantakan, centang-perenang, halah… yang kayak-kayak gitulah,” jawab dia asal-asalan. Pikiran pertama terus melintas di kepala saya; Politik Pemilu 2009.
Habis ngomong, kawan saya tadi langsung ngeloyor. Dan saya, langsung jadi gak mood nulis. (*)
Esai, film, indonesia, Islam, Kebudayaan, miskin, muhammad, Politik
In All News, Ekonomi, Esai, IPTEK, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni, luar negeri on 15 Maret 2009 at 12:11 am
“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan himpunkanlah aku ke dalam golongan orang fakir miskin.” (Muhammad SAW)
* * *
Bernama Jamal Malik, dia adalah seorang yang selalu lurus-lurus saja pandangannya. Hampir saja dia menjadi naif kalau tidak ada abangnya, Salim; seorang yang realitis memandang hidup. Mereka menjadi yatim dan piatu, saat Ibu mereka tewas ketika gerombolan bersenjata tajam dan tumpul menyerbu perkampungan muslim mereka. Kampung mereka, kampung mayoritas muslim di Mumbai, India itu, adalah sebuah perkampungan para “slumdog”. Sudahlah anjing, kumuh pula lagi.
Menarik sekali. Film itu, “Slumdog Millionaire”, seperti yang telah Anda tahu, meraih Oscar dan Golden Globe Award sebagai Film Terbaik 2008. Film yang bercerita soal kemiskinan, terbuang, mempertahankan hidup, nasib, buruknya hukum, kesenjangan sosial di India itu, menjadi jawara setelah dinilai dan ditonton oleh para juri dan masyarakat yang lahir dari bangsa yang kaya, berpendidikan, modern dan maju; Eropa dan Amerika.
Read the rest of this entry »
indonesia, jenderal, militer, Politik
In All News, Lapak, Politik on 13 Maret 2009 at 10:27 pm
Untunglah saya punya jenderal yang mengawal saya dengan setia. Mereka-mereka ini bertempur dengan nyawa menjadi taruhan. Mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala tumpah darah agar saya bisa hidup tenang,aman, damai dan tidak dijajah oleh bangsa dan negara lain. Percayalah.
Jangan Anda katakan kalau mereka bertempur karena uang . Karena nanti mereka akan sangat tersinggung dan marah. Mereka memegang senjata adalah untuk kita. Percayalah.
Jangan pula Anda sebut untuk kekuasaan, karena prioritas mereka bukan itu. Mereka punya Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadi jangan ragukan itu. Percayalah.
Wawancarailah mereka dan mereka akan menyebut apa yang mereka lakukan sepanjang hidup, mulai dari lahir, dididik di akademi militer, bertugas di medan pertempuran, pensiun dan kemudian menulis buku, adalah sebagai sumbangsih kepada bangsa dan negara ini. Percayalah.
Karena kita hidup di negeri para jenderal. Percayalah. (*)
budaya, Esai, indonesia, Islam, Kebudayaan, madrasah, maulid, medan, muhammad, seni
In All News, Esai, Geliat, Islam, Kebudayaan, Lapak, Sastra dan Seni on 10 Maret 2009 at 8:52 pm
Sewaktu kecil, di madrasah kami, Ibtadaiyah Al-Ittihadiyah, setiap maulid nabi Muhammad selalu dilakukan acara. Ada lomba baca al-quran, azan, tafsir, busana muslim, gerak jalan dan macam-macam. Kalau tidak salah, saya sudah berani ikut-ikutan lomba waktu umur saya tujuh tahun. Saya ikut lomba azan dan baca quran. Saya tak pandai betul melantunkan qiraat, walau ayah saya pernah juara mengaji. Tapi minimal dapatlah juara harapan. Saya tak kebagian piala tapi hadiah buku tulis. Namun, senangnya bukan main.
Kala lomba azan -sudah tabiat saya dan teman-teman sekelas dulu- bukan malah jadi lomba indah-indahan, tapi lomba kuat-kuatan suara. Siapa yang dapat nada paling tinggi, bolehlah agak nyombong dikit sama teman-teman. Tapi tetap yang selalu menang itu namanya Azra’i. Dia ini memang muadzin tetap di mesjid dekat madrasah kami. Suaranya tak pernah melengking, tapi ‘kok rasanya enak betul mendengar lantunan azannya.
Tahun kemarin, saya lewat lagi di depan madrasah itu. Tak besar memang, cuma ada lima ruang kelas. Guru yang dulu mengajar saya tinggal seorang. Guru-guru yang lain umurnya relatif sepantaran saya dan ada juga yang di bawah saya. Sesekali ibu saya pernah mengobati kerinduannya mengajar anak kelas satu. Tapi sesekali saja memang karena beliau sudah pensiun sejak lama. Dia pernah berkata kepada saya begini: “Jadi guru itu sudah darah daging, jadi sebenarnya tak bisa ditinggalkan.”
Read the rest of this entry »
budaya, Kebudayaan, medan, museum, pendidikan, purbakala, sejarah, sekolah, seni, sumut, wisata
In All News, Esai, Kebudayaan, Lapak, Panggung, Sastra dan Seni on 2 Maret 2009 at 9:45 pm
Anak-anak itu tingginya masih sepinggang orang dewasa. Mereka, siswa Madrasah Ibtadaiyah (MI) –setingkat Sekolah Dasar (SD)- Al-Fachran, bergelontoran di lantai keramik Museum Negeri Sumatra Utara (Sumut) di jalan HM Joni Medan. Mereka cekikan melihat manusia purbakala Phitecentropus Erectus yang tinggi dan berdada bidang itu. Wajahnya tak mirip dengan mereka.
Mereka sibuk mencatat, sesekali menatap wajah purba yang mirip kera itu, setelah itu mereka tergelak lagi bersama-sama. “Manusianya ‘kok mirip monyet ya,” kata mereka. Kawan-kawannya yang lain menimpali sambil terkekeh. Suasana jadi riuh. Tiba-tiba mereka sibuk mencatat kembali; salah seorang guru memalingkan wajahnya ke arah mereka.
Gigi saya tersembul melihat itu. Dengan sedikit jingkat, saya sudah di belakang seorang di antara mereka. Saya intip lembar catatan anak itu. Dia menulis, judulnya; sejarah manusia purba. Dia berbalik dan cengegesan, kemudian berlari ke tempat ibu gurunya berdiri. “Ayo, keterangannya dicatat, jangan cuma ketawa. Nanti ibu tanya di sekolah,” kata guru mereka.
Read the rest of this entry »
budaya, deddy mizwar, demokrasi, Esai, indonesia, Islam, jenderal, naga bonar, Politik, presiden, reformasi, seni
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 28 Februari 2009 at 11:09 pm
Sebelum menulis ini, di benak saya melintas-lintas satu kata: hak. Tapi kemudian, si “hak” ini seperti emoh untuk dituliskan. Seolah-olah dia bergumam kepada saya begini. “Bung, jangan sematkan saya pada sosok Deddy Mizwar. Ini lebih dari itu. Gara-gara Bung, saya nanti tak sanggup lagi bercengkrama dengan kata-kata yang lain. Ini bukan sekedar hak, Bung. Ingat itu!” gumam si “Hak”.
Saya bingung. Kalau lebih dari itu, lalu apa? Apa ada yang lebih tinggi dari hak? Setahu saya, ya, orang-orang sering mengaitkan “hak” itu pada sesuatu yang “tinggi”, seperti sepatu hak tinggi. Ah, makin ngelantur-lah saya. Karena saya gak mau ngelantur sendirian, ya, saya ajaklah rekan-rekan sekalian untuk ngelantur bersama saya. Tenang, Anda masih bisa mengelak ‘kok. Saya kasih tau caranya; jangan baca lagi setelah kalimat ini diakhiri dengan tanda titik.
Read the rest of this entry »
artis, indonesia, kriminal, polisi, prostitusi
In All News, Geliat, Lapak on 23 Februari 2009 at 3:40 pm

Bongkahan dada itu menggumpal. Busana minim berwarna putih yang dikenakan wanita cantik berambut panjang itu, tak bisa menyembunyikan sembulan mulus kaki nan panjang dan, ah … hampir saja pangkal paha itu bisa terintip. Di atas background warna hitam, ada sejumput informasi soal si perempuan; sekelumit saja memang, karena kalau mau tahu lebih banyak, hubungi laki-laki ini: Hartono Prapanca alias Hartono Setiawan.
Read the rest of this entry »
indonesia, pemilu, Politik, reformasi
In All News, Lapak, Politik on 16 Februari 2009 at 4:15 pm
Saudara-saudara, 9 April nanti adalah hari bagi setiap orang di Indonesia yang telah memiliki hak pilih untuk memilih calon wakilnya. Ingat, itu ajang memilih “wakil”! Maka itu, bertindaklah seperti seorang tuan yang sedang menyeleksi para pembantu-pembantunya. Bersikaplah seperti seorang majikan, dan buang jauh-jauh sikap dan mental bangsa kuli dan jongos Anda itu. Pilihlah dengan landasan, bahwa Anda adalah tuan, Andalah penguasa, Andalah raja sesungguhnya di negeri ini.
Tapi tentu, bagi saya, tak akan banyak perubahan berarti dari partai-partai yang selama ini aktif bermanuver di media massa. Secara komunikasi, semakin banyak Anda berinteraksi melalui media massa, maka ada kemungkinan daya popularitas akan semakin menanjak. Itu satu kemungkinan yang sering dipahami parpol-parpol yang melakukan segala cara agar dilirik oleh media massa. Ada kemungkinan lain, yang merupakan anti tesis terhadap possibility yang pertama tadi: semakin banyak Anda diekspos, semakin tinggi pula tingkat kejenuhan masyarakat.
Read the rest of this entry »
In All News, Lapak on 11 Februari 2009 at 8:30 pm
Marilah bicara soal polisi kita, Kepolisian Republik Indonesia. Kita harus geleng-geleng kepala, karena hingga saat ini, para pelayan-pelayan kita ini belum juga menuntaskan tugas-tugas yang sudah kita perintahkan. Komik penghina Muhammad sudah menohok seluruh hati umat Islam Indonesia secara langsung tapi tetap saja hingga kini, Februari 2009, tidak ketahuan juga siapa yang membuat komik itu. Ada apa dengan polisi kita? Takut sama siapa?
‘Gak tau saya. Nanti saya tanya dulu deh sama guru-guru ngaji saya. Sekarang, saya cuma ingin nunggu ‘aja kinerja Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Mas Bambang, jangan peti-eskan kasus komik pelecehan Muhammad ‘dong. Ntar kita bayarin deh, nyewa caleg Demokrat. Itu lho, bung Roy Suryo, yang pakar telematika itu, supaya kerjaannya jangan cuma pelototin foto-foto porno Sarah Azhari sekeluarga…
Mas Bambang, kan Anda pelayan, masa’ tuannya harus mohon-mohon supaya kasus itu dituntaskan sama pelayannya? Apalagi, Anda ‘kan Islam juga. Saya doakan semoga pengungkapan kasus pelecehan komik Muhammad bisa segera dituntaskan ya…
Salam untuk Anda
Terimakasih.
budaya, puisi, sastra, seni
In Lapak, Sastra dan Seni on 9 Februari 2009 at 1:37 pm
ulat melendot, menimpakan badannya hingga robeklah keperawanannya
cemburulah pada daun
sesak sedikit nafasnya disedot penuh nafsu oleh si lebah
cemburuilah kembang
burung-burung tak akan berdenyut tanpa rintihannya
cemburukan angin
desahan bukan daun telinga
lekukan bukan ruas jari
liur tak lidah
jangan mati
nikmati
hati
i
,
(hampir tengah januari 2009)
budaya, Esai, indonesia, Islam, medan, sastra, seni, tuhan
In All News, Islam, Kebudayaan, Lapak, Sastra dan Seni on 22 Desember 2008 at 2:50 pm
Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku …
(Aku Adalah Kehidupan Kekasihku karya Jalaluddin Rumi
copy dari artikel buku “Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma’rifat” oleh Idries Shah)
Read the rest of this entry »
eropa, Esai, kehidupan, liga champions, sepakbola
In All News, Esai, Geliat, Kebudayaan, Lapak, Sport on 19 Desember 2008 at 10:18 pm
UEFA makin kaya. Di tengah krisis, sepakbola Eropa adalah mesin uang yang paling cepat geraknya. Adalah undian Liga Champion yang dilakukan hari ini menjadi indikatornya.
Manchester United vs Intermilan, Real Madrid vs Liverpool, Juventus vs Chelsea, AS Roma vs Arsenal, Barcelona vs Lyon, Bayern Munich vs Sporting Lisbon, Villareal vs Panthinaikos. UEFA pun tertawa.
Sponsor bakal makin gila, karena tontontan ini tak mungkin dilewatkan oleh pencinta bola bersama pacar dan istri/suaminya, anak-anaknya, kakeknya, bapak/ibunya, tetangganya, temannya, dosen dan guru-gurunya, ataupun orang-orang yang tidak dikenalnya. Bayangkanlah berapa miliar pasang mata yang akan menatap dan pebisnis pasti tahu, pasti tahu, pasti tahu.
Saya lagi malas menghitung-hitung berapa duit yang dikeluarkan, dan saya pun sedang malas menanyai mbah google. Di koran tempat saya bekerja, saya dulu pernah menulis soal pusaran duit yang beredar sepanjang Piala Eropa, jadi bagi saya tak asyik lagi. Yang pasti, miliaran Euro-lah.
Read the rest of this entry »
amerika, bush, Gus Dur, humor, indonesia, irak, Islam
In All News, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik on 18 Desember 2008 at 3:19 pm
Muntazar al Zaidi, wartawan Irak melempar Presiden Amerika Serikat, George W Bush dengan sepatunya.
“Masih mending, ketimbang dilempar bom…” kata bang Mamat.
Sepatu Al-Zaidi ditawar US$ 20 Juta.
“Terima saja. Ambil Satu juta dolar, sisanya sumbangkan untuk perlawanan melawan Amerika,” kata Bung Somad.
Seorang pria Mesir bernama Saad Gumaa, menawarkan anak perempuannya untuk dinikahi Zaidi.
“Alhamdulillah … ” kata Bang Maskur.
Presiden Brazil, Luiz Inancio Lula da Silva, memohon agar dia juga tak dilempar sepatu.
“Hahahaha …. Mungkin dia pengen bilang, lempar saja saya pakai bola,” kata Om Pletik.
Wakil juru bicara Deplu AS, Robert Wood, bilang, kasus Zaidi sepenuhnya otoritas Irak.
“Hmmm… kayaknya Zaidi bakal mati pelan-pelan di Irak,” kata Bung Dedi.
Read the rest of this entry »
butet, cerpen, Esai, udin
In Geliat, Kebudayaan, Lapak, Panggung, Sastra dan Seni on 10 Desember 2008 at 11:35 pm
Laiknya seorang pujangga, suatu hari si Udin hendak merayu perempuannya, si Butet. Mereka ini dah lama menikah, sekitar dua puluh lima tahun dan setiap hari ubi kayu menjadi menu utama. Si Udin menekukkan lututnya dan tangan kanannya menggapai-gapai hingga hampir kenalah dagu si Butet.
“Bang, apa yang kau lakukan ini?”
“Butet… aku cinta padamu..”
“Taunya aku itu, Bang. Tapi ngapain kali musti begini ..”
“Biar kayak di sinetron-sinetron itu. Kayaknya romantis. Tak senang kau rupanya?”
“Halah, Bang… Bang… Tak perlu aku kayak-kayak gitu. Kau ajak aja aku nonton film Kingkong, dah senang kali aku…”
“Kau ini pun! Selera pun macam preman ajah… nonton Titanic la kan mantap. Sekali-sekali kau tingkatkan dulu mutu hidup kau itu, biar kayak orang Eropa kita… Kalau ada pergelaran musik klasik di kota kita ini, pasti kau kuajak. Kubelikan kau gaun malam … “
“Heh…jangan, Bang. Tak mau aku malu kau buat. Kakiku ini masih belum hilang lagi bekas kudisnya…”
“Ckckckck…. Kurik kau ini pun buat masalah ajah… Cemana lagi mau tinggi martabat kita kalau ada kurik di kaki …?”
Read the rest of this entry »
cinta, roti
In Lapak on 6 Desember 2008 at 5:24 pm
Ambillah sepotong roti yang engkau sukai.
Bila kau ingin, sapukanlah selai di belahan atas potongannya.
Cicipilah sedikit, sampai kau tahu apakah lidahmu sudah setuju atau tidak.
Bila sudah, gigitlah sedikit dan kunyahlah.
Ah, jangan buru-buru kau perintahkan lidahmu untuk mendorongnya ke kerongkonganmu. Berilah kesempatan si lidah mengecap manisnya dan mengirimkannya ke syaraf-syarat otakmu.
Ah, tapi tak perlulah kau pejamkan matamu ataupun sampai kau rasakan nikmatnya hingga ke qalbumu. Karena setelah habis kau mengunyahnya dan menelannya, perutmulah yang memutuskan, apakah dia akan menjadi darah dan gizi yang sehat bagimu atau malah akan dibuangnya lewat anusmu.
Dia hanya sepotong roti.
cerita, demokrasi, gosip, indonesia, Politik, rumpi
In All News, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 1 Desember 2008 at 1:10 pm
Si Polhan ketiban penyakit aneh. Di dahinya tercoreng sebuah kata “koruptor”. Alhasil, dia tak mau keluar kamarnya. Orang kampung mencari-cari. Biasanya, si Polhan jadi donatur tetap kegiatan kampung. Karena duitnya banyak, dia pun ditetapkan sebagai bendaraha kampung. Tapi kini, si Polhan memang tak lagi menunjukkan batang hidungnya. Di kedai-kedai, gosip soal si Polhan langsung membanjir.
“Kudengar, penyakit di jidatnya itu tak bisa hilang. Dokter bilang, ini tak bisa dioperasi plastik. Kalau dioperasi, bisa-bisa wajahnya berubah total. Si Polhan pun tak mau,” kata seorang ibu yang lagi mengantri minyak tanah.
“Ah, pantaslah si Polhan tak mau. Bagaimana pula nanti kalau dia pulang kampung ke Danau Toba sana, bisa-bisa tak dikenali orang pula dia. Padahal, dia sudah diakui orang dermawan.”
“Itulah, aku sedih lihat anaknya itu, tak berani lagi dia belanja di sini. Anaknya cantik, jarang-jarang orang di kampung dia itu punya anak secantik bak Putri Hijau. Padahal, anaknya sudah cantik, baik pula.”
“Itulah, anak si Polhan-lah yang jadi korban, padahal bapaknya yang sakit. Kudengar, pernikahan anaknya itu pun sedang terancam pula. Aduh makjang, kasihan betul si Polhan itu. Baru memomong cucu, eh, tapi tak mau keluar kamar menjenguk cucunya.”
“Bukan tak mau, tapi tak bisa. Si Bhambang, kepala kampung, tak memperbolehkannya ke luar rumah. Disuruhnya para hansip mengawal rumah si Polhan, biar tak lari. Alasannya, nanti penyakitnya itu bisa menular ke seluruh kampung.”
Read the rest of this entry »
cerita, Islam, syahid
In All News, Islam, Lapak, Sastra dan Seni on 1 Desember 2008 at 12:07 pm
Dua butir, ah tidak, mungkin lima belas butir peluru bersarang di dadanya.
“Itu bukan tembakan senapan mesin manual tapi otomatis!”
“Sudahlah!” hardikku, “Dia sudah syahid. Ia lebih dulu menemui rasulullah.”
“Apakah rasul menyambutnya di pintu langit, kawan?”
“Pasti! Pasti itu. Tapi kita harus hidup untuk menyampaikan berita gembira ini kepada Hasanah. Mari kuburkan dia. Biarkan darahnya mewangi di dalam liang. Suatu saat dia akan berterima kasih kepada kita karena menguburkan dia bersama bajunya yang penuh darah itu. Engkau tahu, mungkin dia akan berlagak seperti Clint Eastwood di hadapan kita nanti,” kataku bergumam, “Nanti kalau kita pun mati.”
“Hei, aku tak mau mati di tempat tidur. Enak saja dia! Kau berhutang padaku, kawan!” kata dia kepada mayat itu. Jarinya kemudian membelai janggutnya yang tumbuh tipis di dagunya.
Dua orang bertubuh tinggi itu kemudian meninggalkan si mayat. Berjingkat-jingkat mereka meninggalkan arena pertempuran.
Read the rest of this entry »
iran, perempuan
In All News, Lapak, Panggung on 29 Oktober 2008 at 4:38 pm

Janganlah lihat cantiknya foto ini, tapi analisalah mengapa si fotografer kok jeli betul memperhatikan perempuan itu. Dan tak masuklah ke akal saya kalau Amerika memasukkan Iran sebagai negaranya “Poros Setan”. Goblok betul mereka itu.
Fotografer : Hasan Sarbakhshian
Yang Punya Foto : AP Photo
Caption foto:
Perempuan Iran dalam sebuah acara peringatan wafatnya Imam Jaa’far Shadiq di Teheran, Sabtu 25 Oktober 2008
indonesia, jujur, pemimpin
In Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik on 24 Oktober 2008 at 10:27 am
“Kata kakek aku, Bang, cobalah sebulan saja kau ngomong dan bertindak jujur.”
“Bisa?”
“Pernah kucoba, tapi seminggu bahkan sehari saja pun tak lewat.”
Itu caption sederhana dari percakapan saya dengan seorang teman bernama Handoko Aruan. Santai saja kami berbincang waktu itu, ditemani teh manis hangat di suatu sore di kantin kampus kami, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Saya terhentak, karena yang dikatakannya itu benar adanya tapi sulitnya tak terkira. Berkata ataupun bertindak jujur satu hari saja pun susahnya minta ampun, konon lagi seminggu, sebulan, setahun, ataupun mungkin seumur hidup Anda. Padahal itu dengan reward khusus, setelah “laku” itu dilakukan, Anda boleh berbohong sepuas-puasnya. Toh, tetap tidak bisa juga.
Saya tak menemukan kendala apa yang membuat saya cukup susah untuk melakukan itu. Dan kemudian langsung saja hal itu dibenturkan dengan perilaku junjungan saya, Muhammad shalallahu alaihi wassalam yang bahkan digelari seluruh orang di daerahnya, Makkah dan sekitarnya, “Al-Amin” atau yang terpercaya.
Read the rest of this entry »
In Islam, Lapak on 7 Oktober 2008 at 1:22 pm
Selamat Idul Fitri 1429 H. Belum terlambat, toh?
In Lapak, Panggung on 19 September 2008 at 10:08 pm
Gak tahan saya untuk ketawa ngeliat dua orang yang “ganjen” itu, Dewi Persik versus Andi Soraya. Kata orang, seharian ini kedua cewek ini “berkelahi” di infotainment. Pas bulan puasa lagi. Betul-betul menghibur…
Hahaha…hahaha…hahaha…hahaha…
Semoga sukses aja lah…
cerita, kekuasaan, lelaki, manusia, perempuan
In Lapak on 14 September 2008 at 12:07 am
“Tatapan Anda sebagai seorang lelaki sangat nakal,” kata Mariana.
“Ah, aku tak tahu kalau sejauh itu matamu memandang mataku,” kata Wira sambil tersenyum. Dia memainkan keempat jari tangan kanannya di permukaan meja. Mereka berdua sedang duduk di sebuah warung kopi, di pinggir jalan Sudirman yang riuh itu.
“Apa pendapatmu tentang seorang wanita?” tanya Leman.
Mariana mengernyitkan dahinya.
“Seharusnya aku yang menanyakan itu.”
“Hahaha… Aku memang bermaksud mendahuluimu. Toh, tidak ada salahnya.”
“Hhahhhh … I don’t know. Wanita terlalu complicated. Kadang mereka sangat lembut tapi bisa jadi sangat cerewet. Kadang kecantikannya menyembunyikan kelicikan tindakannya. Kadang kehalusan suaranya menyimpan nafsu yang membara…”
“Maksudmu, wanita lebih senang berbohong?”
“Bukan. Hal itu berbeda sekali dengan berbohong. Katakanlah, mereka mempunyai kodrat alami untuk menguasai dunia dengan cara mereka sendiri. Mereka menentukan alam dan tak pernah ingin dikendalikan alam.”
“Everything is about power.”
“No, everything is about woman.”
“Hahaha…hahaha…hahaha…”
“Dan, mereka akan tertidur nyaman di dada lelaki yang hanya tersenyum soal itu.”
“Soal apa?”
“Kuasa wanita.”
(my sleeping beauty)
In Kebudayaan, Lapak on 4 September 2008 at 5:47 pm
Itulah makanya ada orang yang berani menempuh resiko digebuki orang sekampung, hanya untuk mencuri dan mencium sebuah celana dalam.
Itulah makanya pabrik-pabrik celana dalam bisa menghidupi orang paling jelek dan miskin sedunia sebagai buruhnya dan orang paling cantik-kaya sedunia sebagai modelnya.
Itulah cikal bakal banyak orang mengintip ria di kamar mandi, karena tergelitik pada apa yang ada di balik celana dalam. Karena bila mereka bugil seluruhnya, sungguh jadi tak misterius lagi.
Itulah sebabnya modal dan gaya celana dalam itu banyak betul, karena orang-orang, konon, merasa terwakili kualitas pribadinya dari bentuk celana dalam yang mereka pakai.
Read the rest of this entry »
amien rais, nirwan
In Lapak on 28 Agustus 2008 at 9:04 pm
Saya baru saja membikin halaman baru, khusus untuk Amien Rais. Yah, dia memang idola saya.
Jangan banyak protes, ntar Anda ditangkap menkominfo pula hahahaha. Silahkan buka halamannya dan maaf, tidak akan ada bonus menanti Anda. (hahahahaha….)
Salam
Nirwan-Tukang Ngarang
gak ada tag
In Lapak on 21 Agustus 2008 at 5:04 pm
Saya tentu saja tak melarang Anda membaca seluruh isi blog ini. Mengutipnya juga silahkan. Kalau sedang berbaik hati, ya sebutin nama, tapi kalo sedang marah-marah, ya, copy paste aja. Hahahahaha… atur ajalah…
Anda sebaiknya juga jangan marah sama saya, kalau tulisannya tak update setiap hari. Kalau saya sedang ngamuk, mungkin bisa minimal sepuluh tulisan setiap hari..dan sayangnya itu belum pernah terjadi, hahahaha
Nah sekarang, awak mesti mandi dulu, sambil menikmati indahnya kamar mandi yang penuh dengan kepulan asap. Bukan asap uap ato air panas, tapi kepulan marlboro la…mana tau saya bisa menjelma jadi Wirosableng dan punya guru Si Binal Gendeng…. hahahahaha…
Bagi orang dewasa yang umurnya dah 50 taon ke atas, postingan ini dilewatin aja. Mendingan Anda konsentrasi bikin tim sukses untuk jadi presiden. Siapa tahu beruntung. Bagi yang 50 taon ke bawah, mending gak usah baca juga, lebih baek Anda ikut saya, menunggu waktu untuk jadi Presiden nanti… hahahahahaha ….
c u tomorrow …
kolot, posting
In Lapak on 7 Agustus 2008 at 11:24 am
Maaf seribu maaf, awak baru sempat bales comment aja. Jadi, awak kege-eran aja ngerasa kalau postingan awak sedang ditunggu-tunggu teman-teman, adik-adik, guru-guru, orang-orang tua ataupun mereka yang tak senang sama saya (halah!)
I love everyone who visit my blog (sumpah!).
Sayangnya, rokok saya keburu habis untuk nulis postingan baru, jadi saya terpaksa beli yang baru dulu dan pastinya nyari duit dulu, wekekekekekekkkkkk. Maklum, gini-gini saya masih berpikiran kolot; tak bisa berpikir logis tanpa logistik!
In Lapak on 1 Agustus 2008 at 8:08 pm
enough 4 this day. komen yang masuk, besok aja dibales ya
… sampai jumpa besok.
salam … nirwan
perempuan, seksi
In Lapak on 1 Agustus 2008 at 11:34 am
Lebih setengah jam dia berdiri di pinggir jalan. Orangnya kelihatan cerdas tapi saat ini buku di ranselnya sedang malas dikeluarkan. Mau ngerokok? Waduh, merokok di sebelahnya, bisa-bisa kepala kau kena tokok.
Tapi dia cantik betul seperti Mariana Renata. Aduhai seksi bodinya. Kalau rombongan Slank sedang melintas, lagu Gadis Sexy Suit he he… dah paling pas kali la untuknya.
Pacar? Hmm, orang yang kek gini, para pria jelek jangan coba-coba ngampirin. Laki-laki kaya? Boleh juga, tapi itupun tergantung kata pembuka. Salah mukaddimah bisa-bisa kerlingannya pun tak berasa.
Ah rasanya? Konon katanya, paling nikmat memang merasakan perempuan. Bukan cuma merasa di hati, tapi tentu saja lewat sentuhan. Di luar itu, jadinya cuman khayalan. Lagipula, toh pria dan perempuan kan berpasangan. Tentu, sekali hidup di dunia, sayang betul dilewatkan. Tapi kok dia sepertinya sedang bergumam? Dengarlah sedikit, biar kita bisa paham.
“Kemananya angkot ampat anam?”
…………………….. :D (to my sleeping beauty)
demokrasi, indonesia, pengangguran, Politik, politisi
In All News, Lapak, Politik on 31 Juli 2008 at 1:22 pm
Begini. Suatu kali, terlintas dalam benak saya kalau partai politik yang sedang berkampanye sekarang ini, tidak ada lagi. Artinya, tinggallah dua atau tiga partai saja yang bertahan akibat hukum alam. Kemana para politisi itu akan bekerja lagi?
Saya mencoba menyusun daftarnya, berdasarkan perkiraan kelas warung kopi saja.
Berminat nambahin silahkan aja.
Read the rest of this entry »
demokrasi, indonesia, militer, pemilu, prabowo, presiden, SBY, seoharto, soekarno, wiranto
In All News, Lapak, Politik on 29 Juli 2008 at 11:00 am
Ini prediksi tak matematis tapi paling tidak bisa di-share dengan rasional “ecek-ecek”. Dan mungkin saja lebih “terukur” daripada ramalan Jayabaya.
Suatu malam, teman sekantor bilang begini.
“Tampaknya, ramalan Jayabaya memang benar adanya. Bahwa penguasa di Indonesia adalah seseorang yang namanya berakhiran ‘No’ dan ‘To”. Jadi dia berasal dari satu kata…notonegoro.
Read the rest of this entry »
In Lapak on 12 Juli 2008 at 10:09 pm
Maaf, teman. Sekedar ngisi absen ajah…hehehehe
brando, de niro, film, godfather, mafia, pacino
In Lapak, Panggung on 24 Juni 2008 at 12:21 pm
The Godfather Trilogy adalah film terhebat. Tentu bagiku. Novelnya? Idem ditto. Mario Puzzo harus berterimakasih kepada Francis Ford Coppola yang telah –meminjam istilah iklan rokok- “bikin hidup lebih hidup”. Aku berkali-kali menekankan pada diriku supaya jangan menulis soal film ini. Bukan apa-apa, hasilnya pasti sangat subjektif.
Film ini pertama kali kutonton ketika aku SMP, tepatnya kelas berapa, aku sudah lupa. Tapi, ia sungguh berkesan dan tak ada yang bisa dipikirkan oleh seorang anak SMP selain kagum. Dunia menjadi begitu sempit dan yang sempit itu hanya dipenuhi oleh godfather, godfather, godfather…Marlon Brando, brando, brando…Al Pacino, pacino, pacino…De Niro, Niro, Niro…dan mafia.
Read the rest of this entry »
euro, Italia, piala dunia, pirlo, rossi, sepakbola, seri A, totti
In Lapak, Sport on 23 Juni 2008 at 3:07 pm
Italia masa kini adalah sebuah Andrea Pirlo. Italia di masa depan adalah Danielle De Rossi.
Pirlo adalah nyawa Italia. Dia menangis, matanya sembab dan kulit wajahnya yang putih itu berubah merah ketika Fabio Cannavaro merangkulnya pasca sebuah keputusan yang diteken oleh Fernando Torres-David Villa-Fabregas: Italia harus angkat kaki dari Euro 2008.
Dia kalem, tak meledak-ledak namun insting untuk mengatur permainan sudah lebih ganas dari idolaku yang dulu, Roberto Baggio. Kekalahannya pada Baggio hanyalah insting membunuh Baggio di depan gawang jauh lebih unggul darinya. Zinedine Zidane tak takut pada Materazzi, tapi mengkhawatirkan Pirlo kalau dalam kondisi fit. Michael Ballack tak gentar pada Cannavaro, tapi harus was-was kalau Pirlo akan memberikan umpan.
Read the rest of this entry »
belanda, doa, euro 2008, fans, Italia, perancis, sepakbola, tuhan
In All News, Lapak, Sport on 17 Juni 2008 at 12:53 pm
Ini ada hubungannya dengan perhelatan Euro 2008. Waktunya pas ketika Italia ditahan seri Rumania dan Perancis keok sama Belanda. Nasib Italia dan Perancis pun diujung tanduk. Nah, kawanku bilang begini.
“Kau tahu, sekarang langit sudah dipenuhi jutaan, dan mungkin milyaran, doa.”
“Gimana…gimana?”
Read the rest of this entry »
FPI, indonesia, Islam, militer, NU, Politik, reformasi, revolusi, Shiah, Sunni
In Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 6 Juni 2008 at 11:11 am
Katanya, FPI mau perang sama Nahdhatul Ulama
Katanya, mahasiswa mau perang sama SBY-JK
Katanya, proletar mau perang sama borjuis
Katanya, sosialis komunis mau perang sama kapitalis
Katanya, Islam mau perang sama Kristen
Katanya, Kristen mau perang sama Islam
Katanya, Shiah mau perang sama Sunni
Katanya, Sunni mau perang sama Syiah
Read the rest of this entry »
indonesia, mahasiswa, militer, polisi, Politik, reformasi
In All News, Esai, Lapak, Politik on 5 Juni 2008 at 4:44 pm
John, yang mahasiswa tingkat akhir itu, menghajar polisi. Geli aku membaca berita itu di detik.com, ketika ia meminta maaf kepada keluarga korban. Dia harus diberi apresiasi tinggi. Pasalnya, dia menghajar perwira pertama kepolisian. Sekali lagi, dia menghajar perwira kepolisian sampai babak belur! Mari ngakak dulu. 
Read the rest of this entry »
amien rais, bahasa, indonesia, Islam
In Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak on 4 Juni 2008 at 2:33 pm
Sebuah sms menghampiri hapeku yang sudah buluk. Isinya, Amien Rais akan membedah bukunya Agenda Bangsa Selamatkan Indonesia, di Emerald Garden Hotel Medan pada Sabtu, 7 Juni mendatang. Kubalas, aku akan hadir.
Yang kutulis bukan soal Amien Rais-nya, tapi “akan”-nya.
Read the rest of this entry »
istri, marlboro
In Lapak on 23 Mei 2008 at 11:52 am
Sudah lama aku tak menulis dengan serius. Yang menghabiskan bacaan beratus-ratus lembar, rokok berbungkus-bungkus dan teh manis bergelas-gelas. Yang menguras tenaga dan membuat kamar berserak-serak.
Read the rest of this entry »
selingkuh
In Lapak on 10 Mei 2008 at 10:40 pm
Peringkat ini disadur dari situs kapanlagi.com. Karena udah lama, saya lupa alamat linknya.
Peringkat ini disusun mulai dari zodiak yang paling memungkinkan untuk berselingkuh sampai zodiak yang dikenal setia dengan pasangannya. Tapi minimal, Anda sendiri bisa menilai apakah Anda berbakat, punya kesempatan, atau malah tidak berbakat sama sekali untuk selingkuh. Kebenarannya? hehehe…
Read the rest of this entry »
BBM, indonesia, minyak
In All News, Lapak, Politik on 9 Mei 2008 at 6:56 pm

Pemerintah mau menaikkan harga BBM lagi? Itu hak mereka. Hak saya juga untuk mengatakan, “Tolak!”
Itu saja.
cantik, perempuan, tuhan
In Esai, Islam, Lapak on 8 Mei 2008 at 11:54 am
Kegelisahan saya di antaranya ketika hendak melongok apa yang ada di balik ”hijab”. Saya ingin mengandaikannya dengan seorang perempuan yang luar biasa cantik namun bercadar.
Read the rest of this entry »
medan, siantar, sumut, wisata
In All News, Geliat, Lapak on 6 Mei 2008 at 8:01 pm
Kota Pematang Siantar. Di Sumatera Utara, bagi yang tahu, imej Siantar sudah terlanjur keras, sangar, dan tanpa kompromi. Di kalangan mahasiswa yang bersekolah di Jawa, Medan, dan mungkin juga kota-kota lain di Indonesia, ada hukum tak tertulis, “Jangan main-main dengan anak Siantar!”Entah sudah berapa lama imej itu melekat, belum ada penelitian yang menjawab.
Read the rest of this entry »
chairil anwar, tuhan
In Esai, Lapak on 3 Mei 2008 at 11:10 pm
Apa yang Anda rasakan ketika menceritakan kehebatan kisah Anda ke seluruh dunia? Saya kurang biasa dan bisa menceritakan itu. Apalagi kehebatan diri Anda sendiri. Bagi saya, cukuplah itu menjadi teman di saat Anda sendirian atau ketika sedang menghisap rokokmu di pinggir jalan.
Read the rest of this entry »
gubernur sumut
In All News, Lapak, Politik on 28 April 2008 at 7:30 pm
Ini bukan informasi baru. Tapi sekedar pemberitahuan saja. Kalimatnya pun gak banyak. So, jangan banyak protes. :D

boxing, calzhage, De La Hoya, muhammad ali, tinju, tyson
In All News, Lapak, Sport on 21 April 2008 at 2:16 pm
Judul itu ucapan siapa? Yang pasti bukan selebriti, tapi saya sendiri, wekekekkkkk
Menonton pertandingan antara Joe Calzaghe versus Bernard Hopkins minggu kemarin, syahwat menonton tinju kembali terbakar. Sudah lama tak melihat pertandingan begini. Walau banyak orang mengatakan pertandingan itu tak menarik untuk dua orang juara dunia, namun bagi saya kedua orang ini, terutama Calzaghe, sudah mencapai level tertinggi dari seorang juara dunia.
Read the rest of this entry »
alena kabaeva, putin, rusia
In All News, Lapak on 21 April 2008 at 1:29 pm
Namanya Alina Kabaeva. Seorang pesenam berprestasi dari Rusia dan masih berumur 25 tahun. Dia sedang gundah, digosipkan se-antero Rusia akan dinikahi Presiden Rusian Vladimir Putin. Keduanya membantahnya. Tapi bila itu benar, mata Presiden Putin memang cukup tajam.
Read the rest of this entry »
indonesia, internet, roy suryo, telematika
In Lapak on 31 Maret 2008 at 8:35 pm
Saya tak terlalu mengikuti forum-forum di dunia maya ini. Tapi dari yang selintas ini, nama Roy Suryo kayaknya masuk daftar hitam. Kayaknya lagi, Roy Suryo ini disebut-sebut sebagai pembokis nomor satu yang ada di dunia maya tapi beraksi di dunia nyata.
Read the rest of this entry »
cerita, jenderal, militer, pilgubsu, Politik, sipil, sumut
In Geliat, Lapak, Panggung, Politik, Sastra dan Seni on 24 Maret 2008 at 3:47 pm
Tiba-tiba harga kursi mahal. Seluruh kursi yang ada di Kota Medan berhilangan. Tidak cuma kursi, bangku pun raib. Sangkot dan Wak Labu yang biasa nongkrong di warkop sambil menaikkan kaki di atas bangku, kali ini terpaksa lesehan. Kini, mereka tak lagi duduk di warkop Sudirman, tapi di Warkop Juanda.
Read the rest of this entry »
baleho, hukum, KPU Sumut, medan, sosialisasi, tender
In Lapak, Politik on 20 Maret 2008 at 8:44 pm
Kota Medan adalah sebuah rimba belantara. Di sana yang berlaku hukum alam, siapa kuat dia yang menang. Contoh paling kentara adalah soal traffic light di kota ini.
Di sini, tidak dikenal lampu merah dan lampu kuning karena di sini hanya ada lampu hijau. Setiap orang di Medan merupakan penguasa di jalanan, karena itu jangan harap ada suatu pun yang bisa menghadang. Polisi? Maaf saja, polisi pun menikmati hal tersebut. Perhitungannya sederhana saja. Bila peraturan tak ada yang melanggar, polisi bakal menganggur.
Read the rest of this entry »
bencong, distorsi, musik
In All News, Lapak, Sastra dan Seni on 10 Maret 2008 at 2:14 pm
Musik Indonesia makin cengeng? Iya dan jangan ragu mengatakannya. Tak ada lagi irama yang menghentak, lirik yang kuat dan aksi garang. Melankolis alias mellow sudah menjadi raja di negeri ini. Persoalan cinta menjadi begitu sepele.
Senior saya, seorang wartawan entertainment bilang begini. “Musik sekarang gak ubahnya kayak Dian Pisesa dulu, cuma sekarang ditambahin distorsi,” kata dia. Saya mengangguk, setuju.
Read the rest of this entry »
artis, budaya, jawa, mutu, rendra, seni, seniman, wayang
In Esai, Geliat, Kebudayaan, Lapak, Panggung, Sastra dan Seni on 19 Februari 2008 at 12:01 pm
Aktivitas dunia hiburan di Kota Medan sungguh marak. Event organizer (EO) tumbuh bak cendawan di musim hujan. Panggung-panggung hiburan, mulai dari yang mendatangkan artis lokal, nasional hingga internasional berdiri gagah di Kota Medan. Kondisi sebaliknya kelihatan di dunia budayawan.
Read the rest of this entry »
In Lapak on 17 Februari 2008 at 12:57 am
Waktu itu dia sedang bermain playstation
Game-nya Ultraman.
Kesenangannya Ultraman Gaia atau Cosmos
Kalau lagi kumat, dia pilih monster badak bernama Gomora
Lesung pipinya membuncah, senyumnya mengembang
Ah, senang sekali dia
Sampai dia kelelahan sendiri
Tertidur di depan tivi
Saat Ultraman dan Gomora tak hendak lagi meladeni
dangdut, irama, metallica, musik, rock
In Esai, Kebudayaan, Lapak, Panggung, Sastra dan Seni on 11 Februari 2008 at 12:10 pm
“Ya, Metallica, lindungilah aku dari godaan dangdut yang terkutuk…” 
Kontan, ketika kalimat itu mampir di gendang kuping saya, saya langsung terbahak. Baru ini saya mendengar kalimat yang super dodol itu. Saya langsung minta teman saya yang nyerocos itu, untuk mengulanginya lagi. Dan lagi, saya tertawa juga.
Read the rest of this entry »
IAIN, Islam, pemikiran, shari'ati
In Islam, Lapak on 30 Januari 2008 at 10:51 am
Saya tak menduga bila tulisan Shari’ati banyak juga pembacanya. Sungguh senang hati saya melihat respon yang diberikan, baik positif, negatif maupun yang datar-datar saja.
Tulisan itu memang agak panjang. Maklum, dia diambil dari makalah kuliah saya sewaktu diskusi soal Pemikiran Islam. Untuk memerasnya menjadi satu tulisan singkat, saya khawatir dengan kemampuan saya sekarang ini, bobot tulisannya akan menjadi seperti kerupuk pula.
Read the rest of this entry »
bahdin, Islam, muhammadiyah, pengkhianat, UMSU
In Islam, Kebudayaan, Lapak on 29 Januari 2008 at 4:13 pm
Baru saja, saya mendapat komentar dari seseorang yang mengaku bernama Sohibul ansor siregar. Begini bunyinya:
“Kawan-kawan seperjuangan. Saya mendapat kabar bahwa 5 orang dosen UMSU telah dipecat mereka adalah: MUSLIM SIMBOLON, SALMI ABBAS, NUR RAHMA AMINI, NALIL KHAIRIAH DAN NUR JANNAH. Mereka merupakan korban kesewenang-wenangan Bahdin Syamsuddin. Ayo kita lawan. Kita harus bergerak membela mereka.
Jabat
Sohibul..”
Karena bernada provokatif dan fitnah, saya cek langsung kepada bapak Shohibul Anshor Siregar yang saya kenal dengan baik. Seperti saya duga, beliau membantah mengirim komentar di blog saya saya.
Sungguh, beliau adalah orang yang saya hormati dan ketika ada orang yang memfitnah dengan mencatut namanya, ini sudah sungguh keterlaluan.
Read the rest of this entry »
golkar, kekuasaan, pedang, senjata, syndrom, umri
In Esai, Lapak, Politik on 23 Januari 2008 at 7:32 pm
Seorang teman saya, fotografer, lagi uring-uringan. “Aku lagi nggak punya senjata, Wan,” katanya. Senjatanya, kamera, sudah tak ditangannya lagi. Tak usah alasannya disebutkan di sini. Tapi ini benar-benar menarik bagi saya: pasukan tanpa senjata.
Sebuah komik yang saya gemari, Samurai X, punya karakter paten, Kenshin Himura. Senjata andalannya, pedang sakabato. Pedang ini merupakan pedang legenda dan hanya dibikin kepada orang-orang tertentu saja. Karena Kenshin dijuluki sebagai Battosai alias pembunuh nomor satu, dia pun berhak memiliki pedang itu.
Read the rest of this entry »
chairuman, pasaribu, pelangi
In Esai, Lapak, Politik on 22 Januari 2008 at 11:33 am
Jika PPP mencalonkankan Syamsul Arifin, maka posisi wakilnya jadi rebutan.
Jika Syamsul Arifin menjadi calon gubsu, maka calon wakilnya tak mungkin Ibrahim Sakty Batubara, Hasrul Azwar dan apalagi Bahdin Nur Tanjung.
Jika Syamsul maju, maka dia butuh wakil yang punya duit banyak.
Jika Syamsul maju, maka pasangan wakilnya adalah orang HMI-Alwashliyah dan bukannya IMM-Muhammadiyah.
Read the rest of this entry »
harimau, sepatu, seribu, singa
In Lapak on 11 Januari 2008 at 5:18 pm
DUA raja berkumpul. Satu si Singa, sang raja hutan dan yang satu lagi Harimau, raja rimba. Suatu hari, mereka melakukan pertemuan. Topiknya panas, siapa yang berhak menyandang gelar raja segala raja.
Saking panasnya pembicaraan, mereka pun lapar. Karena dua-duanya merasa lebih tinggi dari yang satu, gengsi pun naik. Tidak ada yang mau untuk berburu mencari makan. Dan, tampaknya dua-duanya mengerti kondisi itu. Tapi lapar tak bisa menunggu. Akhirnya mereka ambil kebijaksanaan. Singa lebih dulu angkat bicara.
Read the rest of this entry »
ajian, lapar, mahasiswa
In Lapak on 7 Januari 2008 at 3:39 pm
Kalau Brama Kumbara punya ajian serat jiwa, Wiro Sableng punya “si Kunyuk melempar buah”, Superman bisa terbang, dan masyarakat pendekar Gunung Ceremai punya rapalan sakti-sakti, maka pelajar dan mahasiswa punya ilmu baru yang tak dimiliki pendekar manapun: ajian tahan lapar!
Read the rest of this entry »
seksi
In Lapak on 4 Januari 2008 at 1:38 pm
Dua orang teman saya berdebat serius betul. Padahal, masalahnya sepele: seksi.
“Seksi itu nggak mesti telanjang,” kata Susilo.
Wati menangkis, “Walah, mbok ya ndak usah muna’. Semua pria kan sama saja, seksi ya, telanjang. Dasar tukang eksploitisir!”
“Wah, wah, jangan salah paham dulu, Mbak Wati. Kalo gitu sama aja lihat binatang. Manusia itu ‘kan butuh perjuangan. Kalo belum apa-apa dah telanjang, yah … ‘kan sudah habis perkara. Prosesnya itu, lho, yang buat deg-degan.”
“Proses opo! Toh, tujuannya telanjang juga, ‘kan. Kalo emang itu maunya ya terus-terang saja, ndak usah ragu-ragu,” bibir Wati langsung menyong.
Read the rest of this entry »