Buronan Cilik

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘agama’

Untuk “Seorang” Bayi Berkepala Dua

In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 29 Juli 2009 at 8:26 pm

Dia diberitakan wafat kemarin, Selasa 28 Juli 2009. Terhimpit di sesaknya pemberitaan mengenai gugatan Pilpres 2009 ke MK, kasus Flu Babi yang mengemuka dan pemboman JW Marriot/Ritz Carlton milik Amerika dan Eropa. Badrun nama ayahnya, Nurhayati disematkan pada ibunya. Mereka berdua mengaku, sudah menginginkan bayi itu sejak sembilan tahun lamanya. Belum sempat mereka memberi nama, bayi itu telah ditimang Sang Maha Kuasa.

Beruntunglah mereka. Sejatinya, mereka diberikan dua anak sekaligus, dua kepala dalam satu tubuh. Dua kepala manusia itu bersatu, berdempet erat, berpeluk di sebuah ruang yang penuh kasih sayang, ruang yang jauh dari kemunafikan dan suci dari segala kebohongan; jantung dan hati. Seolah-olah tak ingin mereka berpisah walau hidung telah menghirup bumi.

Mereka hanya sempat mencicipi sebentar luapan kerinduan ayah dan bunda. Nantinya, mereka pastilah tak perlu merengek menghamba susu dari ibunya. Mereka tahu, ibunya tak akan ragu untuk bangun jam berapa pun, setiap harinya setiap malamnya. Darah ibunya adalah susu bagi mereka. Mereka juga mafhum, ayah mereka, Badrun, akan selalu melangkahkan kakinya mencari rezeki dalam hamparan luasnya dunia.

Secercah senyum ketika mengandung, seulas kejut saat terlahir, setitik hasrat kala dirawat, bercampur-campur kala tangan Izrail datang menjulur.

* * *

Read the rest of this entry »

Batak, Malim, Sisingamaraja dan eh, Islam?

In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 4 Maret 2009 at 9:58 pm

Saya membongkar-bongkar lagi dokumen yang ada pada saya dan mata saya tertumbuk pada artikel ini, ”Mohammad Said di Antara Ilmuan Sosial” ditulis oleh Shohibul Anshor Siregar. Saya baca ulang lagi dan saya langsung mengontak beliau dan meminta izin agar tulisan ini bisa diposting di blog saya. Beliau tertawa dan berujar, ”Up to you.”

Indonesia Religion

Shohibul Anshor Siregar adalah seorang sosiolog Medan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia ini salah seorang cendekiawan muslim yang dulunya diceritakan orang sempat dicegah agar tak lagi pulang ke Medan, Sumut, dari Pulau Jawa. Saya mendapat cerita kalau karir intelektual dan ”politik”-nya akan sangat “cerah” kalau dia tetap bertahan di sana. Maklum, sebelum ke sana, dia mantan Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut tahun 1980-an. Dia ditarik-ditarik untuk masuk ke partai politik, namun hingga kini dia tetap memilih sebagai Dosen PNS di Kopertis Wilayah I Sumut-NAD. Seingat saya, hingga kini, dialah peneliti sosiologi politik yang terus konsisten berada di garis intelektual. Di blog ini, profil dia pernah juga saya postingkan. Orangnya sangat sederhana dan selalu tergelak. Ada yang latah menyebut, dia ini ”sosialis”. Tapi saya tak percaya.

Ini tulisannya.

Read the rest of this entry »

Mereka Iri Kepada Islam

In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, luar negeri on 13 Januari 2009 at 7:36 pm

Orang di luar Islam itu, ngeri betul melihat Islam itu bersatu. Bagi mereka-mereka ini, Islam itu adalah suatu keindahan karena itu pula tak seharusnya umat Islam itu juga indah. Di pikiran mereka mungkin begini, “Manalah tahu, kalau jelek umat islam itu maka jelek pulalah Islam itu, jadi marilah kita jelekkan tampang umat Islam.”

Jadi, orang di luar Islam itu sebenarnya telah sangat-sangat terbius candu Islam sehingga mereka melihat Islam itu laksana semut mengelilingi gula. Seharusnya mereka paham, karena candu itu pula, umat Islam terlalu sibuk mengurusi agamanya sendiri sehingga tak sempat mengurusi agama lain. Bagi orang Islam, pekerjaan di dunia Islam itu sangat-sangatlah banyak, luas dan panjang. Jadi, umat Islam itu lebih disibukkan oleh “fastabiq al-khairat”, berlomba-lomba menuju akhirat, menuju kebaikan.

Non muslim akan sangat-sangat iri dengan agama ini, siapa pun itu. Mereka iri karena Islam ternyata punya surga untuk diperebutkan, mereka iri karena kematian dalam Islam rupanya menjadi pintu bagi kenikmatan hidup di hari akhir, sehingga sekaligus menjadi pintu bagi surga yang dinanti-nantikan itu. Bukan hanya satu, dua, tiga atau empat, kawan, tapi tujuh sekaligus. Tuhan sangat kasih dan sangat sayang kepada Islam, sehingga untuk mereka, disediakanlah tujuh surga sekaligus!

Read the rest of this entry »

Sudahlah, Sahkan Saja RUU APP

In All News, Islam, Kebudayaan, Politik on 17 September 2008 at 5:06 pm

Soal RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang heboh lagi, kawan saya berceloteh dengan ringannya.
“Daripada ribut-ribut, sahkan saja RUU APP itu. Toh kalaupun nanti dalam pelaksanaannya banyak yang tak sesuai dengan niat sebelumnya, bisa dicabut lagi. UU kan bukan Al-quran.”

“Anda tak bisa seenaknya bertindak begitu. Walau tak abadi dan bisa diganggu-gugat, jangan sampai sebuah UU dan peraturan jadi gampang dibuat gampang dicabut. Itu tak konsisten dan merugikan penegakan hukum,” jawab saya.
Read the rest of this entry »

Bermainlah dengan Amerika

In All News, Islam, Politik on 6 Juni 2008 at 2:27 pm

Inilah sebuah negara yang menjadi lawan politik sesungguhnya dari siapapun yang di dunia ini mengaku ingin bermain-main di bidang politik.

Merekalah sesungguhnya penerap terbaik dari konsep politik adiluhung, yaitu kekuasaan. Mereka buas namun mereka cukup menyeringai. Mereka tak berbasa-basi karena mereka tahu, basa-basi hanyalah membuang-buang waktu. Ini salah satu contohnya, informasi dari detik.com

Indonesia, bahkan sebelum merdeka pun, sudah menjadi wilayah baru bagi negara ini. Semacam wilayah protektorat dan kini bahkan lebih dari itu, negara jajahan baru yang tidak pernah merasa sedang terjajah.

Negara jajahan yang tidak pernah merasa dirinya sedang terjajah. Bukankah itu sesungguhnya makna penjajahan?

Bukan Saya Yang Natalan

In Islam on 25 Desember 2007 at 12:45 pm

Masalah agama luar biasa sensitif. Walau sudah merasakannya sejak lama, tapi tetap saja ketika saya bicara agama dengan beberapa rekan, sensitivitas itu masih sangat kuat. Soal natal, misalnya. Problem ini memang bukan barang baru alias stok jadul. Teman saya itu bilang, haram hukumnya mengucapkan natal bagi umat kristen.

Di titik ini, saya tak terlalu berbeda dengan dia. Malah, ketika natal tiba, ada keengganan untuk berjumpa dengan teman yang umat kristen. Soalnya, dalam hukum tata krama sosial masyarakat, ketika dia sedang dalam “berlebaran”, kok tidak diberi ucapan selamat. Jadi, daripada kikuk, lebih baik menghindari diri.

Read the rest of this entry »