Geothermal Sarulla, Mengapa?
Sebuah posting dari blog ‘nBASIS, mengernyitkan kening saya. Silahkan klik di sini untuk melihat postingan itu.
Ada banyak pertanyaan di situ yang harus dijawab oleh pemerintah daerah Sumatera Utara tentang persoalan Proyek Geothermal Sarulla, sebuah proyek pembangkit tenaga listrik yang diprediksi memiliki kapasitas 330 MW (mega watt) yang terletak di Pahae, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dengan pelibatan konsorsium MedcoEnergi bersama Itochu Corp. (Itochu) dari Jepang dan Ormat Technologies Inc. (Ormat) dari Amerika Serikat, maka lagi-lagi, pesakitan bernama “neo liberalisme” diam-diam menusuk dalam dalam tubuh Sumatera Utara.
Setelah kasus konflik berdarah di PT Indorayon, Taput, beberapa waktu lalu, dan kemudian membekaskan luka yang sangat dalam, inilah proyek yang nantinya diprediksi bakal menjadi sumber-sumber ketidakadilan sosial di negara ini.
Neo-liberalisme telah menjadi sumber petaka bagi negara ini. Tapi, mengapa negara justru menikmatinya? (*)
Perhatikanlah baik-baik, mengapa Indonesia harus didatangi, dan telaah juga pelan-pelan negara-negara yang ada dalam daftar Hillary; Jepang, Korea Selatan dan China . Apa yang bisa Anda duga? Ya, negara-negara itu berada dalam lingkup “negara sekutu Amerika”, minus Cina. Miris? Ya sudah, terima saja. Jusuf Kalla memang sudah mengundang langsung Obama langsung ke Amerika. Dia diterima wapres Amerika, Joe Bidden. Di sana, salah seorang calon presiden Golkar ini, ketawa-ketiwi dengan si Bidden, orang Partai Demokrat itu.

Yang Ngomen