Arsip

Posts Tagged ‘amerika’

Geothermal Sarulla, Mengapa?

9 Juni 2009 nirwan 2 komentar

Sebuah posting dari blog ‘nBASIS, mengernyitkan kening saya. Silahkan klik di sini untuk melihat postingan itu.

Ada banyak pertanyaan di situ yang harus dijawab oleh pemerintah daerah Sumatera Utara tentang persoalan Proyek Geothermal Sarulla, sebuah proyek pembangkit tenaga listrik yang diprediksi memiliki kapasitas 330 MW (mega watt) yang terletak di Pahae, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dengan pelibatan konsorsium MedcoEnergi bersama Itochu Corp. (Itochu) dari Jepang dan Ormat Technologies Inc. (Ormat) dari Amerika Serikat, maka lagi-lagi, pesakitan bernama “neo liberalisme” diam-diam menusuk dalam dalam tubuh Sumatera Utara.

Setelah kasus konflik berdarah di PT Indorayon, Taput, beberapa waktu lalu, dan kemudian membekaskan luka yang sangat dalam, inilah proyek yang nantinya diprediksi bakal menjadi sumber-sumber ketidakadilan sosial di negara ini.

Neo-liberalisme telah menjadi sumber petaka bagi negara ini. Tapi, mengapa negara justru menikmatinya? (*)

Menjadi Sekutu Amerika

24 Februari 2009 nirwan 15 komentar

Hillary Clinton, salah seorang lulusan hukum terbaik Yale University, tersenyum-senyum melihat Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara awal yang dikunjunginya pasca pelantikannya Menteri Luar Negeri Amerika.
* * *

cie ciePerhatikanlah baik-baik, mengapa Indonesia harus didatangi, dan telaah juga pelan-pelan negara-negara yang ada dalam daftar Hillary; Jepang, Korea Selatan dan China . Apa yang bisa Anda duga? Ya, negara-negara itu berada dalam lingkup “negara sekutu Amerika”, minus Cina. Miris? Ya sudah, terima saja. Jusuf Kalla memang sudah mengundang langsung Obama langsung ke Amerika. Dia diterima wapres Amerika, Joe Bidden. Di sana, salah seorang calon presiden Golkar ini, ketawa-ketiwi dengan si Bidden, orang Partai Demokrat itu.

Jadi ada dua persoalan: benarkah Indonesia telah menjadi sekutu Amerika, dan kalau itu benar, apakah untungnya bagi Indonesia?

Read more…

Persatuan Bangsat-Bangsat

30 Desember 2008 nirwan 27 komentar

Entah mengapa, ketika saya melihat daftar berita di salah satu situs, tertumbuk mata saya kepada satu berita. Judulnya, “Indonesia Desak PBB Hentikan Serangan Israel.”

Siapapun di dunia ini tahu kalau PBB itu tak lain adalah tangannya Amerika dan Eropa untuk menguasai dunia. Siapapun tahu Eropa dan Amerika itu didanai oleh Yahudi. Siapapun tahu itu. Nah, kemudian, Departemen Luar Negeri Indonesia mendapat tugas dari pemerintah RI, untuk menyampaikan surat. Isinya, ya seperti judul berita di atas.

Ini bukan pertanda kegoblokan Departemen Luar Negeri dan Pemerintah RI. Mereka pasti tahu, PBB adalah Amerika dan Eropa. Mereka pasti tahu Yahudi adalah penyokong ekonomi Eropa dan Amerika. Wong, Deplu itu kerjaannya setiap hari menongkrongi peta politik internasional kok. Jadi, mereka tidak goblok untuk itu. Mereka tahu dengan pasti soal itu.

Tapi tindakan itu memang khasnya sebuah pemerintahan yang selama ini mengangkangi konstitusinya sendiri. Pembukaan UUD 1945 sudah menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Titik.

Read more…

Bush Dilempar Sepatu, 1001 Celetukan

18 Desember 2008 nirwan 15 komentar

Muntazar al Zaidi, wartawan Irak melempar Presiden Amerika Serikat, George W Bush dengan sepatunya.
“Masih mending, ketimbang dilempar bom…” kata bang Mamat.

Sepatu Al-Zaidi ditawar US$ 20 Juta.
“Terima saja. Ambil Satu juta dolar, sisanya sumbangkan untuk perlawanan melawan Amerika,” kata Bung Somad.

Seorang pria Mesir bernama Saad Gumaa, menawarkan anak perempuannya untuk dinikahi Zaidi.
“Alhamdulillah … ” kata Bang Maskur.

Presiden Brazil, Luiz Inancio Lula da Silva, memohon agar dia juga tak dilempar sepatu.
“Hahahaha …. Mungkin dia pengen bilang, lempar saja saya pakai bola,” kata Om Pletik.

Wakil juru bicara Deplu AS, Robert Wood, bilang, kasus Zaidi sepenuhnya otoritas Irak.
“Hmmm… kayaknya Zaidi bakal mati pelan-pelan di Irak,” kata Bung Dedi.

Read more…

“The United States of America”

28 November 2008 nirwan 10 komentar

“We are not black american, we are not white american, we are not african-american, we are not hispanic-american, we are not asian-american….but we are the united states of america…”

* * *

Jean-Jacques Rousseau (1712- 1778) salah seorang penetas Revolusi Perancis, di antaranya membahas “nasionalisme” dalam teori kontrak sosial-nya. Manusia dikelilingi dalam suatu bahasan bangsa (dan suku bangsa) yang dikelilingi oleh sebuah pagar dan kemudian mereka-mereka ini bersepakat untuk saling mengatur dirinya dalam sebuah ikatan. Kemudian, terciptalah sebuah identitas yang membedakan antara manusia dalam satu pagar tertentu dengan manusia yang berada di pagar yang lain. Nasionalisme adalah sebuah identitas.

Dia seperti sebuah lukisan indah dalam bingkai yang lebih indah dari lukisannya. Lukisan itu berwarna-warni, ada yang merah, hijau, kuning, abu-abu sampai putih. Indonesia mengartikannya dalam Bhinneka Tunggal Ika –berbeda-beda tapi satu juga. Hal ini menjadikan nasionalisme dianggap sebagai suatu ideologi yang bahkan melampaui definsi ideologi itu sendiri. Di dalamnya, orang bisa berkata apa saja, berbuat apa saja, atau malah diam saja. Di dalamnya, orang bisa berkelahi, berdebat, saling tonjok, dan sisi lain, orang tak dilarang untuk bersilaturahim, bersahabat dan boleh pula mengucilkan dirinya. Syaratnya hanya satu: jangan pernah ke luar dari pagar.

Read more…

Imam Samudra-Amrozi-Ali Ghufron: Al-Qoriah dan Tauhid Sosial

8 November 2008 nirwan 4 komentar

Saya berkeyakinan, setiap orang akan menemui tuhannya sesuai dengan keyakinannya masing-masing ketika dia berada di dunia. Itulah makanya, ketika Al-Qoriah nanti, yang ada bukan hanya kehancuran alam semesta namun yang lebih penting adalah sidang pertanggungjawaban setiap individu kepada Tuhannya. Para malaikat dijamin tak membuat kesalahan sedikitpun karena hari itu adalah harinya Tuhan secara langsung mengadili setiap manusia.

Demikian juga dengan ketiga orang yang akan dihukum mati oleh pemerintah Indonesia: Imam Samudra, Amrozi dan Ali Ghufron. Tidak ada yang tahu seperti apa nantinya sidang pengadilan akhirat itu nanti. Kita pun tak akan mempedulikannya, karena kita lebih sibuk mengurusi nasib kita sendiri. Karena itu, luangkanlah waktu untuk mereka-reka apakah yang akan terjadi nantinya, ketika kita masih berada di dunia.

Read more…

Bermainlah dengan Amerika

6 Juni 2008 nirwan 3 komentar

Inilah sebuah negara yang menjadi lawan politik sesungguhnya dari siapapun yang di dunia ini mengaku ingin bermain-main di bidang politik.

Merekalah sesungguhnya penerap terbaik dari konsep politik adiluhung, yaitu kekuasaan. Mereka buas namun mereka cukup menyeringai. Mereka tak berbasa-basi karena mereka tahu, basa-basi hanyalah membuang-buang waktu. Ini salah satu contohnya, informasi dari detik.com

Indonesia, bahkan sebelum merdeka pun, sudah menjadi wilayah baru bagi negara ini. Semacam wilayah protektorat dan kini bahkan lebih dari itu, negara jajahan baru yang tidak pernah merasa sedang terjajah.

Negara jajahan yang tidak pernah merasa dirinya sedang terjajah. Bukankah itu sesungguhnya makna penjajahan?

Review Pameran Edward S Curtis

20 Maret 2008 nirwan 1 comment

KEDUTAAN Besar Amerika Serikat menggelar pameran fotografer legendaris Edward Sherrif Curtis di Sun Plaza Medan hingga 19 Maret mendatang. Berjudul Sacred Legacy: Edward S Curtis dan North American Indian (Warisan Sakral: Edward S Curtis dan Indian Amerika Utara), pameran ini seakan “mengejek” warisan budaya suku bangsa di Indonesia yang sering dibajak negara lain.

Read more…