Posts Tagged ‘kekuasaan’
indonesia, kabinet, kabinet indonesia bersatu, kekuasaan, militer, pemerintahan, Politik, presiden, reformasi, SBY-Boediono
In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, militer on 22 Oktober 2009 at 8:25 pm
Nah, Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang diracik Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Prof Boediono, untuk sementara, selesai sudah. Saya tulis sementara karena masih ada prosedur “reshuffle” bila nantinya si Presiden sudah tak berkenan. Dan kini, nama-nama itu sudah tersaji bak hidangan di restoran Minang.

SBY, Hatta Radjasa dan Sudi Silalahi (sumber foto: beritasore.com)
Yang bisa dikatakan dan hampir umum dibicarakan khalayak adalah pemilihan kue-kue kabinet memang sangat heterogen dari segi politik. Tampaknya geliat partai politik dalam peta koalisi sebelum pilpres kemarin, jadi kenyataan di kabinet ini. Bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan lima tahun ke depan, sangat terasa. Apalagi, dengan judul kabinet yaitu “Kabinet Indonesia Bersatu II”, si Presiden tampaknya tak ingin merubah tema starting line up pemerintahannya. Dia ingin persatuan lebih diutamakan. Dengan demikian juga, itu tandanya dia mau stabilitas politik yang kokoh dalam lima tahun ke depan. Dan itu tak cuma di level eksekutif, tapi juga di sektor lain misalnya di legislatif.
Intinya, SBY ingin membentuk pemerintahan yang kuat di mana dia menjadi poros alias sumbu utama kekuasaan dan kekuatan politik. Kalau pemerintahan kuat, program akan mudah dijalankan. Rakyat pun sejahtera. Itu versi Presiden.
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, negara, pemilu 2009, Politik, rakyat, reformasi
In All News, Kebudayaan, Politik on 11 Mei 2009 at 12:51 pm
Hasil pemilu legislatif sudah diketahui, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pemenang, Yusuf Kalla nomor dua dan Megawati nomor tiga. Partai Golkar sekali lagi membuktikan keperkasaannya, walau dikacau habis-habisan oleh SBY di seluruh penjuru –seluruh DPD melapor ke JK betapa selama lima tahun koalisi antara JK dan SBY mereka merasa ditikam dari belakang oleh Demokrat – partai ini tetap mampu mencapai 14,5% suara. Ada beberapa yang latah menyebutkan ini kemenangan dari partai yang dibentuk oleh masa reformasi dan ujung-ujungnya mengatakan ini adalah kemenangan reformasi atas partai-partai Orde Baru.
Alasannya memang tersedia. Bila ditotal perolehan suara Demokrat, PKS, PAN, PKB, Gerindra dan Hanura (keseluruhannya adalah partai-partai yang dibentuk pasca reformasi 1998), suaranya melebihi partai-partai Golkar, PDIP (14%), PPP (5,3%).
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, korupsi, Politik, presiden, SBY, KPK, antasari azhar
In All News, Politik on 5 Mei 2009 at 4:47 pm
Mas Susilo berkata, kasus Antasari Azhar adalah kasus serius. Saya setuju, sangat setuju, amat sangat setuju dan amat-amat sangat-sangat setuju. Itu memang kasus serius.
Tapi di titik keseriusannya mana?
* * *
Beberapa hari ini, saya berusaha sedapat mungkin menjauhi informasi mengenai kasus itu. Kalau tiba-tiba ketika melihat televisi dan kemudian dibacakan tentang hal itu, langsung saya rubah channelnya. Dan tibalah suatu saat ketika remote tivi tak digenggaman dan berita Antasari muncul di hadapan saya. Ya sudahlah, saya tonton saja.
Sesungguhnya saya bosan melihat apa yang dilakukan SBY, apa yang digebrak Antasari dan apa yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagi saya, ini satu paket semua dengan SBY menjadi komandannya. Dalam benak saya sudah tertanam kalau Antasari merupakan orangnya SBY dan KPK merupakan salah satu mesin politik SBY yang paling bisa diandalkan dalam lima tahun belakangan ini.
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, Politik, Kebudayaan, Esai, demokrasi, tuhan, reformasi, sosial, nasionalisme, ismail marzuki, proklamasi
In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 27 Maret 2009 at 11:11 am
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
(Indonesia Tanah Pusaka, Ismail Marzuki)
Lagu itu begitu pelan, lembut dan bikin merinding. Diciptakan seorang seniman yang dulu di sekelilingnya terlibat panasnya pertempuran, dentuman senjata, hujan bom, teriakan kesakitan, peluh, darah dan air mata. Namun, masa itu sudah lewat berpuluh-puluh tahun silam. Para pahlawan sudah mati, jasadnya melebur dengan tanah dan nisannya mengharap-harap memori dari mereka yang lewat untuk sekedar membersih-bersihkannya. Mereka sudah mati.
Read the rest of this entry »
indonesia, kekuasaan, Politik, presiden, reformasi
In All News, Ekonomi, Esai, Kebudayaan, Politik on 31 Januari 2009 at 6:54 pm
Ketiga orang itu adalah tiga di antara orang super-cerdas di muka bumi Indonesia ini: Habibie, Tan Malaka dan Soemitro Djojohadikusumo. Ini merupakan kumpulannya orang-orang cerdas, namun juga sekaligus –mengikut baris Chairil Anwar – kumpulannya yang terbuang.
Habibie adalah anak emas kaum eksakta di negeri ini. Belum ada yang bisa melebihi botak jidat Habibie untuk urusan pesawat terbang. Kalaulah Soeharto tidak mengemis kepadanya di Jerman, niscaya sejarah Indonesia tidak akan pernah mencatatkan dirinya sebagai salah seorang Presiden di negeri ini. Kini, dia dan dirinya hidup di Jerman. Percayalah, dia memang sedang merawat istrinya yang sakit di negeri Hitler itu.
Habibie-lah yang membuat setiap anak di negeri ini ingin hidup dan ingin punya cita-cita, dan kemudian berujar dengan mata berbinat-binar, ”Ingin menjadi Habibie”. Di saat Indonesia masih lagi bertelanjang kaki dan mengayuh sepeda, Habibie telah jauh mengangkasa. Dialah yang menepis anggapan kalau bangsa Indonesia seharusnya bukanlah mental geblek, tidak lagi sebagai bangsa jongos, bangsa kuli, bangsa yang cuma bisa menanam singkong! Bangsa Indonesia ini, saudara-saudara, adalah bangsa yang sederajat dengan bangsa-bangsa yang mempunyai kehormatan, martabat, harga diri, marwah dan jati diri sebagai manusia sejati, manusia yang selalu mencari, selalu ingin maju, selalu ingin terbang melintasi relung-relung angkasa raya: alam semesta.
Read the rest of this entry »
cerita, kekuasaan, lelaki, manusia, perempuan
In Lapak on 14 September 2008 at 12:07 am
“Tatapan Anda sebagai seorang lelaki sangat nakal,” kata Mariana.
“Ah, aku tak tahu kalau sejauh itu matamu memandang mataku,” kata Wira sambil tersenyum. Dia memainkan keempat jari tangan kanannya di permukaan meja. Mereka berdua sedang duduk di sebuah warung kopi, di pinggir jalan Sudirman yang riuh itu.
“Apa pendapatmu tentang seorang wanita?” tanya Leman.
Mariana mengernyitkan dahinya.
“Seharusnya aku yang menanyakan itu.”
“Hahaha… Aku memang bermaksud mendahuluimu. Toh, tidak ada salahnya.”
“Hhahhhh … I don’t know. Wanita terlalu complicated. Kadang mereka sangat lembut tapi bisa jadi sangat cerewet. Kadang kecantikannya menyembunyikan kelicikan tindakannya. Kadang kehalusan suaranya menyimpan nafsu yang membara…”
“Maksudmu, wanita lebih senang berbohong?”
“Bukan. Hal itu berbeda sekali dengan berbohong. Katakanlah, mereka mempunyai kodrat alami untuk menguasai dunia dengan cara mereka sendiri. Mereka menentukan alam dan tak pernah ingin dikendalikan alam.”
“Everything is about power.”
“No, everything is about woman.”
“Hahaha…hahaha…hahaha…”
“Dan, mereka akan tertidur nyaman di dada lelaki yang hanya tersenyum soal itu.”
“Soal apa?”
“Kuasa wanita.”
(my sleeping beauty)
AAKBB, agama, amerika, FPI, indonesia, Islam, kekuasaan, Politik
In All News, Islam, Politik on 6 Juni 2008 at 2:27 pm
Inilah sebuah negara yang menjadi lawan politik sesungguhnya dari siapapun yang di dunia ini mengaku ingin bermain-main di bidang politik.
Merekalah sesungguhnya penerap terbaik dari konsep politik adiluhung, yaitu kekuasaan. Mereka buas namun mereka cukup menyeringai. Mereka tak berbasa-basi karena mereka tahu, basa-basi hanyalah membuang-buang waktu. Ini salah satu contohnya, informasi dari detik.com
Indonesia, bahkan sebelum merdeka pun, sudah menjadi wilayah baru bagi negara ini. Semacam wilayah protektorat dan kini bahkan lebih dari itu, negara jajahan baru yang tidak pernah merasa sedang terjajah.
Negara jajahan yang tidak pernah merasa dirinya sedang terjajah. Bukankah itu sesungguhnya makna penjajahan?
budaya, kata, Kebudayaan, kekuasaan, Politik, puisi, rendra, rumi, seni, sutardji
In Esai, Kebudayaan, Politik, Sastra dan Seni on 22 Februari 2008 at 1:36 pm
Perubahan yang didasarkan atas kata menjadi bukti kuat determinasi kata terhadap hidup manusia. Merangkai kata ataukah meracik coklat?
* * *
“It’s Valentine Day!” Maka di hari itu, pekik hati remaja bersanding dengan ornamen dan produk berwarna merah jambu alias pink, plus hadiah bagi pasangan muda-mudi (di beberapa negara tertentu, pink dan valentine diasosiasikan dengan kelompok homoseksual). Apa wujud hadiah itu, terserah persepsi masing-masing. Syaratnya cuma satu, romantis.
Read the rest of this entry »
golkar, jaringan, kekuasaan, militer, pilgubsu, Politik, sipil
In Esai, Politik on 14 Februari 2008 at 7:49 pm
Saya sungguh kagum dengan militer di Indonesia. Bagi saya, ada tiga institusi yang menjadi penguasa sebenarnya di negeri ini: militer, Departemen Dalam Negeri dan Partai Golkar.
Infrastruktur jaringan tidak sekedar plang nama jaringan tapi kualitasnya dijamin nomor wahid. Setiap jaringan terikat dengan sistem komando di atasnya. Lem perekatnya adalah “ideologi” dan kekuasaan.
Read the rest of this entry »
golkar, kekuasaan, pedang, senjata, syndrom, umri
In Esai, Lapak, Politik on 23 Januari 2008 at 7:32 pm
Seorang teman saya, fotografer, lagi uring-uringan. “Aku lagi nggak punya senjata, Wan,” katanya. Senjatanya, kamera, sudah tak ditangannya lagi. Tak usah alasannya disebutkan di sini. Tapi ini benar-benar menarik bagi saya: pasukan tanpa senjata.
Sebuah komik yang saya gemari, Samurai X, punya karakter paten, Kenshin Himura. Senjata andalannya, pedang sakabato. Pedang ini merupakan pedang legenda dan hanya dibikin kepada orang-orang tertentu saja. Karena Kenshin dijuluki sebagai Battosai alias pembunuh nomor satu, dia pun berhak memiliki pedang itu.
Read the rest of this entry »
jebat, kekuasaan, pertobatan, ramlee
In Kebudayaan on 25 Desember 2007 at 1:50 pm
Dulu, masyarakat Sumatera Utara mendapat siaran televisi gratis dari negara tetangga, Malaysia. TV3, RTM (Radio dan Televisi Malaysia) 1 dan 2, bisa dinikmati di beberapa daerah Sumut. Salah satu program yang memikat adalah program film-film melayu. Umumnya, lakonan P Ramlee, merupakan ikon dari film-film Melayu. Salah satu filmnya yang terkenal adalah Hang Tuah.
Read the rest of this entry »
ideologi, Islam, kekuasaan, muhammadiyah, rakyat
In Islam, Kebudayaan, Politik on 8 Desember 2007 at 3:40 am
oleh Dr Haedar Nashir
(Pengurus PP Muhammadiyah)
* * *
Kenapa para Nabiyullah ternama bergelar Al-Amin? Sosok yang sangat tepercaya. Nabi Muhammad diberi predikat al-amin jauh sebelum diangkat sebagai Rasul, ketika berhasil mempersatukan elite dan kabilah Quraisy yang berselisih tatkala membangun Ka’bah. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu telah menjadi figur baru yang memberikan harapan cerah bagi masyarakat Arab, kendati di belakang hari harus berhadapan dengannya karena membawa agama baru, Islam.
Read the rest of this entry »