Buronan Cilik

Posts Tagged ‘militer’

Persatuan Politik a la Es Beye

In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik, militer on 22 Oktober 2009 at 8:25 pm

Nah, Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang diracik Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Prof Boediono, untuk sementara, selesai sudah. Saya tulis sementara karena masih ada prosedur “reshuffle” bila nantinya si Presiden sudah tak berkenan. Dan kini, nama-nama itu sudah tersaji bak hidangan di restoran Minang.

presiden

SBY, Hatta Radjasa dan Sudi Silalahi (sumber foto: beritasore.com)

Yang bisa dikatakan dan hampir umum dibicarakan khalayak adalah pemilihan kue-kue kabinet memang sangat heterogen dari segi politik. Tampaknya geliat partai politik dalam peta koalisi sebelum pilpres kemarin, jadi kenyataan di kabinet ini. Bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan lima tahun ke depan, sangat terasa. Apalagi, dengan judul kabinet yaitu “Kabinet Indonesia Bersatu II”, si Presiden tampaknya tak ingin merubah tema starting line up pemerintahannya. Dia ingin persatuan lebih diutamakan. Dengan demikian juga, itu tandanya dia mau stabilitas politik yang kokoh dalam lima tahun ke depan. Dan itu tak cuma di level eksekutif, tapi juga di sektor lain misalnya di legislatif.

Intinya, SBY ingin membentuk pemerintahan yang kuat di mana dia menjadi poros alias sumbu utama kekuasaan dan kekuatan politik. Kalau pemerintahan kuat, program akan mudah dijalankan. Rakyat pun sejahtera. Itu versi Presiden.

Read the rest of this entry »

Hidup di Negeri Para Jenderal

In All News, Lapak, Politik on 13 Maret 2009 at 10:27 pm

Untunglah saya punya jenderal yang mengawal saya dengan setia. Mereka-mereka ini bertempur dengan nyawa menjadi taruhan. Mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala tumpah darah agar saya bisa hidup tenang,aman, damai dan tidak dijajah oleh bangsa dan negara lain. Percayalah.

Jangan Anda katakan kalau mereka bertempur karena uang . Karena nanti mereka akan sangat tersinggung dan marah. Mereka memegang senjata adalah untuk kita. Percayalah.

Jangan pula Anda sebut untuk kekuasaan, karena prioritas mereka bukan itu. Mereka punya Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadi jangan ragukan itu. Percayalah.

Wawancarailah mereka dan mereka akan menyebut apa yang mereka lakukan sepanjang hidup, mulai dari lahir, dididik di akademi militer, bertugas di medan pertempuran, pensiun dan kemudian menulis buku, adalah sebagai sumbangsih kepada bangsa dan negara ini. Percayalah.

Karena kita hidup di negeri para jenderal. Percayalah. (*)

Dua Jenderal

In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 18 Februari 2009 at 11:29 pm

soeharto-dan-soekarno

Hanya ada dua jenderal besar di negeri ini: Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dan Jenderal Besar Soeharto. Yang pertama putra asli Tapanuli, kelahiran Hutapungkut, Kotanopan, Tapanuli Selatan dan yang satu lagi kelahiran Kemusuk, Yogyakarta.

Kalau latah, keduanya bisa dianggap sebagai poros kekuatan para jenderal, satu jenderal Jawa dan satu jenderal Batak. Kalau lebih latah lagi, keduanya laksana bandul kekuatan antara kekuatan politik pulau Jawa dan luar pulau Jawa (termasuk bagian Timur dan Barat). Nasib keduanya jauh berbeda, yang sama adalah kini keduanya telah almarhum.

Read the rest of this entry »

Soeharto, Dakwah Sesat PKS

In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 13 November 2008 at 11:58 am

Dalam sebuah komentar di blog ini, saya ditanya oleh kawan blogger juga, jiwamusik, kondisi apakah yang patut kita tertawakan saat ini? Ia menyempatkan waktunya untuk berkomentar di postingan saya Soeharto di Iklan PKS… Hahaha. Terimakasih saya pada dia untuk hal tersebut.

timeSaya melihat iklan itu ketika menuju rumah orang tua saya, di sebuah gang sempit, di sebuah rumah yang kepala keluarganya adalah seorang supir angkot. Televisi mereka menyala, walau tidak ada satupun yang menonton. Anak-anak mereka bermain di gang dan ibu mereka sedang duduk ngobrol dengan tetangga di depan pintu rumahnya. Saya melihatnya dari balik jendela.

Sebuah iklan pastilah dibuat oleh kalangan terdidik. Mereka mengetahui persoalan teknis, tujuan dan sasaran dari iklan tersebut. Sasarannya jelas masyarakat luas, segala golongan, baik yang terdidik, maupun yang bodoh. Mulai dari bergelar profesor hingga tak pandai membaca dan menulis. Sasaran iklan PKS terutama adalah pemilih di Pemilu 2009. Karena itu, iklan ini dibuat dengan matang dan penuh pertimbangan teknis. Tifatul Sembiring bilang, mereka sudah punya manajemen resiko untuk itu. Dengan kata lain, penempatan Soeharto di iklan tersebut dibuat dengan sadar, sengaja dan punya tujuan.

Read the rest of this entry »

Prabowo Subianto, Wiranto dan Joyoboyo

In All News, Lapak, Politik on 29 Juli 2008 at 11:00 am

Ini prediksi tak matematis tapi paling tidak bisa di-share dengan rasional “ecek-ecek”. Dan mungkin saja lebih “terukur” daripada ramalan Jayabaya. :D

 

Suatu malam, teman sekantor bilang begini.

“Tampaknya, ramalan Jayabaya memang benar adanya. Bahwa penguasa di Indonesia adalah seseorang yang namanya berakhiran ‘No’ dan ‘To”. Jadi dia berasal dari satu kata…notonegoro.

Read the rest of this entry »

Amien Rais

In All News, Politik, Sastra dan Seni on 24 Juli 2008 at 11:56 am

Saya mencoba, mencari-cari, mengukur pengaruh Amien Rais di negeri ini. Dan celakanya, saya mulai pula dari ranah ketentaraan alias militer. Dan di negeri yang berada di seberang itu, Amien Rais dipelototi habis-habisan kemudian ditertawakan dan tangannya diikat. Mungkin hampir sama dengan karakter Si Cepot.

Tentara, apapun yang akan terjadi, mempunyai satu konsep penting yaitu “Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Saya dulu tak menyadari betapa pentingnya sepotong kalimat ini untuk melihat politik Indonesia secara utuh.

Amien, berusaha memotong “kesatuan” itu. Soal potong-memotong itu, memang khasnya kaum ilmuwan. Dia memenggal-menggal Indonesia sesuka hatinya. Itulah kelebihan kaum ilmuwan yang bisa berlaku sesukanya.
Read the rest of this entry »

Katanya, Militer…

In Islam, Kebudayaan, Lapak, Politik, Sastra dan Seni on 6 Juni 2008 at 11:11 am

Katanya, FPI mau perang sama Nahdhatul Ulama
Katanya, mahasiswa mau perang sama SBY-JK
Katanya, proletar mau perang sama borjuis
Katanya, sosialis komunis mau perang sama kapitalis

Katanya, Islam mau perang sama Kristen
Katanya, Kristen mau perang sama Islam
Katanya, Shiah mau perang sama Sunni
Katanya, Sunni mau perang sama Syiah
Read the rest of this entry »

Mahasiswa Menghajar Perwira

In All News, Esai, Lapak, Politik on 5 Juni 2008 at 4:44 pm

John, yang mahasiswa tingkat akhir itu, menghajar polisi. Geli aku membaca berita itu di detik.com, ketika ia meminta maaf kepada keluarga korban. Dia harus diberi apresiasi tinggi. Pasalnya, dia menghajar perwira pertama kepolisian. Sekali lagi, dia menghajar perwira kepolisian sampai babak belur! Mari ngakak dulu. :D
Read the rest of this entry »

Untuk Front Pembela Islam

In Islam, Politik on 3 Juni 2008 at 7:03 pm

Islam memang sangat perlu dibela. Islam harus masuk ke kekuasaan.

Kondisinya, orang Islam terpecah dua saja, Islam secara struktural dan islam secara kultural. Ini sudah dibahas orang cerdas sekaligus sangat santun, almarhum Kuntowijoyo. Beliau, membagi itu untuk dua gerakan besar Islam, Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah. NU ke arah kultural dan Muhammadiyah ke struktural. Apa lacur, keduanya belum bisa berdamai dan punya jalan masing-masing. NU mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa dan Muhammadiyah melahirkan Partai Amanat Nasional. Dua-duanya diambil, secara kultural maupun struktural.
Read the rest of this entry »

Menebak Langkah Politik Sang Datuk

In All News, Politik on 28 April 2008 at 4:09 pm

Syamsul Arifin SE ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara (Sumut) sebagai pemenang pemilihan gubsu (pilgubsu) 2008-2013. Pekerjaan besar sudah menanti Syamsul, Partai Golkar pun pantas jadi pemenang.

Read the rest of this entry »

Alkisah Sebuah Kursi

In Geliat, Lapak, Panggung, Politik, Sastra dan Seni on 24 Maret 2008 at 3:47 pm

Tiba-tiba harga kursi mahal. Seluruh kursi yang ada di Kota Medan berhilangan. Tidak cuma kursi, bangku pun raib. Sangkot dan Wak Labu yang biasa nongkrong di warkop sambil menaikkan kaki di atas bangku, kali ini terpaksa lesehan. Kini, mereka tak lagi duduk di warkop Sudirman, tapi di Warkop Juanda.
Read the rest of this entry »

Trisula Militer-Golkar-PDIP

In All News, Panggung, Politik on 26 Februari 2008 at 5:49 pm

Trisula politik nasional adalah dinamika politik antara Militer-Golkar-PDIP. Ini bahasan yang sederhana saja, jangan terlalu serius.

Read the rest of this entry »

Ali Umri Plus Chairuman Harahap

In All News, Panggung, Politik on 26 Februari 2008 at 5:15 pm

Ali Umri boleh sedang tersenyum lega. Chairuman Harahap, bakal calon gubsu yang paling berpotensi namun kemudian tak mendapatkan perahu, sudah bergabung dengannya. Kekuatan Chairuman Harahap dalam politik memang tak bisa dipandang enteng, apalagi sebelah mata.

Read the rest of this entry »

Militer-Sipil dalam Pilgubsu 2008

In Esai, Politik on 14 Februari 2008 at 7:49 pm

militerSaya sungguh kagum dengan militer di Indonesia. Bagi saya, ada tiga institusi yang menjadi penguasa sebenarnya di negeri ini: militer, Departemen Dalam Negeri dan Partai Golkar.

Infrastruktur jaringan tidak sekedar plang nama jaringan tapi kualitasnya dijamin nomor wahid. Setiap jaringan terikat dengan sistem komando di atasnya. Lem perekatnya adalah “ideologi” dan kekuasaan.

Read the rest of this entry »