Arsip

Posts Tagged ‘muhammad’

Muhammad dan Kurma

24 Agustus 2009 nirwan 3 komentar

Berbukalah dengan yang manis. Betul? Betul, dan itu betul-betul betul. Nabi suka kurma? Betul, dan itu betul-betul betul. Apakah kemudian kurma identik dengan yang manis-manis? Betul sebagian, sebagian lagi tidak. Apakah kemudian menjadi sunnah berbuka dengan kurma? Betul, tapi hanya separuh, separuh yang lain mungkin saja tidak.

Ketika nabi diikuti sikap dan perilakunya, maka itu adalah sunnah. Dan untuk itu, maka kurma bisa jadi menjadi pahala tersendiri bagi orang yang memakannya ketika berbuka. Namun saya juga membayangkan ketika berbuka di suatu daerah yang sama sekali tidak kenal dengan kurma. Kalau “sunnah” itu diberlakukan, maka akan terjadi “ketidakadilan sunnah”.  Bagaimana mungkin saya mendapatkan pahala kalau saya tidak menemukan kurma?

Karena itu, “berbuka dengan manis” menjadi sandaran keduanya. Dia lebih lentur. Itu artinya, makanan halal yang rasanya manis, akan mendapatkan predikat “sunnah”. Dan mengikuti sunnah sudah jelas pahala.

Tapi untuk itu pun, ukurannya masih akan tetap ada. Bagaimana seandainya ketika Anda suatu saat berbuka dan tidak tersedia makanan yang manis-manis? Apakah Anda akan kehilangan pahala “sunnah”? Apakah nabi akan setega itu?

Read more…

Indonesian Slumdog

15 Maret 2009 nirwan 15 komentar

“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan himpunkanlah aku ke dalam golongan orang fakir miskin.” (Muhammad SAW)


* * *

Bernama Jamal Malik, dia adalah seorang yang selalu lurus-lurus saja pandangannya. Hampir saja dia menjadi naif kalau tidak ada abangnya, Salim; seorang yang realitis memandang hidup. Mereka menjadi yatim dan piatu, saat Ibu mereka tewas ketika gerombolan bersenjata tajam dan tumpul menyerbu perkampungan muslim mereka. Kampung mereka, kampung mayoritas muslim di Mumbai, India itu, adalah sebuah perkampungan para “slumdog”. Sudahlah anjing, kumuh pula lagi.

Menarik sekali. Film itu, “Slumdog Millionaire”, seperti yang telah Anda tahu, meraih Oscar dan Golden Globe Award sebagai Film Terbaik 2008. Film yang bercerita soal kemiskinan, terbuang, mempertahankan hidup, nasib, buruknya hukum, kesenjangan sosial di India itu, menjadi jawara setelah dinilai dan ditonton oleh para juri dan masyarakat yang lahir dari bangsa yang kaya, berpendidikan, modern dan maju; Eropa dan Amerika.

Read more…

Sepotong Tumpeng Kala Maulid

10 Maret 2009 nirwan 12 komentar

quranSewaktu kecil, di madrasah kami, Ibtadaiyah Al-Ittihadiyah, setiap maulid nabi Muhammad  selalu dilakukan acara. Ada lomba baca al-quran, azan, tafsir, busana muslim, gerak jalan dan macam-macam. Kalau tidak salah, saya sudah berani ikut-ikutan lomba waktu umur saya tujuh tahun. Saya ikut lomba azan dan baca quran. Saya tak pandai betul melantunkan qiraat, walau ayah saya pernah juara mengaji. Tapi minimal dapatlah juara harapan. Saya tak kebagian piala tapi hadiah buku tulis. Namun, senangnya bukan main.

Kala lomba azan -sudah tabiat saya dan teman-teman sekelas dulu- bukan malah jadi lomba indah-indahan, tapi lomba kuat-kuatan suara. Siapa yang dapat nada paling tinggi, bolehlah agak nyombong dikit sama teman-teman. Tapi tetap yang selalu menang itu namanya Azra’i. Dia ini memang muadzin tetap di mesjid dekat madrasah kami. Suaranya tak pernah melengking, tapi ‘kok rasanya enak betul mendengar lantunan azannya.

Tahun kemarin, saya lewat lagi di depan madrasah itu. Tak besar memang, cuma ada lima ruang kelas. Guru yang dulu mengajar saya tinggal seorang. Guru-guru yang lain umurnya relatif sepantaran saya dan ada juga yang di bawah saya. Sesekali ibu saya pernah mengobati kerinduannya mengajar anak kelas satu. Tapi sesekali saja memang karena beliau sudah pensiun sejak lama. Dia pernah berkata kepada saya begini: “Jadi guru itu sudah darah daging, jadi sebenarnya tak bisa ditinggalkan.”

Read more…

Dian yang Tak Kunjung Padam

24 Januari 2009 nirwan 11 komentar

Sutan Takdir Alisjahbana adalah masterpiece Indonesia. Dialah yang membuat kalimat itu, sebuah kalimat luar biasa yang hanya bisa keluar dari perenungan mendalam. Atas apa? Atas cinta.

* * *

Palestina adalah hati yang terluka. Sakitnya dirasakan hingga ke Indonesia, ke Sumatera Utara, ke sebuah rumah yang terpaku melihat pembantaian Palestina di sebuah kotak kaca yang hidup. Mengapa kita mesti sakit, merinding, marah, sedih dan menitikkan air mata. Mengapa Michael Hart harus menulis lagu untuk Gaza. Mengapa?

Manusia memang tak pernah paham-paham makna cinta. Dialah misteri yang tak berjawab dan teka-teki tak terungkap.

Seorang ibu tiba-tiba harus menangis ketika anaknya akan diopname di rumah sakit. Seorang istri sekonyong-konyong sumringah ketika suaminya mengetuk pintu dan membawakannya bubur ayam. Seorang anak terbahak-bahak ketika dia bersama ayahnya bermain Downhill di PS 2. Seorang kakek menahan-nahan dengan kuat sesak nafasnya ketika cucunya mengajaknya berlari. What is all about?

Read more…

Menuduh Orang Batak

24 November 2008 nirwan 25 komentar

sisingamangarajaBlog bertajuk lapotuak.wordpress.com jelas adalah sebuah tuduhan paling menyakitkan yang diterima suku bangsa Batak soal komik penghina Nabi Muhammad. “Orang Batak” seolah-olah menjadi tersangka utama dalam kasus itu. Ada dua senjata yang langsung diarahkan yaitu primordialisme dan agama. Dua-duanya masuk kriteria titik utama untuk mengobarkan peperangan: SARA.

Saya kira ini berdasarkan asumsi tak beralasan yang masih dihinggapi segelintir orang, yaitu mengidentikkan antara “batak” dengan agama non muslim. “Lapotuak” itu memanglah istilah batak namun mengindentifikasi Batak menjadi nonmuslim adalah kesalahan yang sangat-sangat besar. Beberapa saat yang lalu, sebuah blog dikabarkan memposting sebuah tuduhan bahwa yang membuat dan menyebarkan komik penghina nabi Muhammad itu adalah suku bangsa Batak. Yang kena tuduh langsung meradang dan mengancam memperkarakan. Akhirnya, postingan itu dicabut.

Belum ada bukti kalau tersangka komik penghina nabi Muhammad itu adalah orang Batak dan beragama non muslim. Namun, persangkaan itu tumbuh, saya kira, karena masih adanya identifikasi batak=tak Islam. Sekali lagi itu tak benar.

Read more…

Anehnya, Si Komikus itu Belum Terbekuk Juga

22 November 2008 nirwan 6 komentar

kartun biasaAneh dan betul-betul aneh. Polisi mampu membekuk pelaku bom Bali I dan II sekejap mata dan pemerintah RI digdaya mengeksekusi mati mereka sebentar saja ketika Amerika sedang memilih Presidennya, namun pembuat komik nabi Muhammad hingga kini belum jelas juga batang hidungnya? Ada apa?

Kepolisian menyatakan itu karena servernya konon berada di Amerika dan berpindah-pindah. Dan untuk ke sana butuh paspor. Betul-betul menggelikan, membuat geleng-geleng kepala dan, ah, pokoknya anehlah. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, pun mengeluarkan komentar anehnya. “Saya belum lihat,” katanya.

Sementara itu, gejolak di Indonesia sudah tak bisa ditawar-tawar lagi. Ulama Jawa Barat sudah mengeluarkan ancaman akan menangkap dengan cara mereka sendiri. Organisasi Islam di Solo pun tak ketinggalan. Front Pembela Islam sudah mengancam akan sweeping warnet. Untuk hal ini, kata mereka, cuma ada satu kata: hukuman mati. Ini berlainan dengan versi polisi yang “hanya” akan mengenakan pidana 6 tahun penjara atau denda 1 miliar.

Ancaman polisi ini terlalu kecil mengingat dampak komik yang luar biasa itu. Bila versi polisi ini betul-betul dilakukan, maka siapapun akan gampang membuat komik-komik serupa di masa depan. Siapa yang akan takut dipidana 6 tahun kalau dia sudah berhasil menggoncang seluruh dunia ini? Soal dana? Jangankan miliaran, triliunan pun akan digelontorkan untuk menghujat habis Islam dan simbol-simbolnya.

Read more…

Manusia Muhammad

21 November 2008 nirwan 9 komentar

Muhammad adalah orang yang unik. One and only. Adalah keinginan setiap muslim dan mukmin untuk menjadi Muhammad. Maka Muhammad sebagai manusia mesti “diperas” lagi dalam sebuah konsep Muhammad sebagai rentetan kriteria.

Bila memakai aturan matematika soal “turunan”, Muhammad menjadi puncak dan piramidanya akan menjadi susunan konsep terukur bagi siapapun yang ingin membuat perubahan dalam kehidupan sosial, politik, budaya, ekonomi dan seterusnya, dan seterusnya.

Inilah yang saya maksudkan sebagai manusia Muhammad. Seorang Imam bagi manusia.

Read more…

Ahmad dan Muhammad

20 November 2008 nirwan 4 komentar

Nama nabiku tak panjang: Muhammad. Nama kecilnya Ahmad, yang bermakna orang yang terpuji. Dia manusia biasa namun perilaku dan sejarahnya tak biasa. Dia tak pernah melihat wajah ayahnya, Abdullah, dan hanya empat tahun bisa melihat ibunya, Aminah. Kakeknya, Abdul Muthallib, yang menyematkannya nama itu, hanya bisa dilihatnya sampai umur 8 tahun. Ia adalah orang yang sendiri di dunia ini.

Hiduplah ia bersama pamannya, Abi Thalib, yang sepeninggalnya kelak, mendapat fitnah sebagai “orang tak mukmin”. Abi Thalib tak kaya walau berasal dari golongan terhormat, Bani Hasyim. Namun Abi Thalib punya anak, Ali, yang kemudian menjadi pembenarnya kedua setelah istrinya, Khadijah. Ia dikaruniai putri, Fatimah, dan kemudian dinikahkannya dengan Ali. Ia mendapat dua orang cucu, Hasan dan Husein. Muhammad jadi tak sendiri.

Namun, masa tak sendirinya tak lama. Abi Thalib meninggal dan istri tercintanya pun menyusul. Duka cita menyelimutinya dan ia sendiri lagi. Tinggallah seorang Ali, anaknya Fatimah dan cucu-cucunya.

Dia adalah adalah orang berselimut. Ia adalah orang yang ketakutan ketika disambangi oleh malaikat Jibril di Gua Hira. Dia bukanlah manusia yang bersemedi menanti-nanti wangsit dan kemudian berbangga mentahbiskan dirinya sebagai “penguasa” dan “pilihan Tuhan” ketika menerima wangsit. Ia menyembunyikannya, ketakutan, keringat memenuhi keningnya dan ia minta diselimuti.

Read more…

Categories: All News, Esai, Islam Tag:,

Puasa adalah …

2 September 2008 nirwan 4 komentar

Puasa adalah ketika para pendakwah tiba-tiba mendapatkan honor tertinggi mereka dalam satu tahun.

Puasa adalah ketika honor yang tertinggi itu mestilah dibarengi dengan penampilan yang super sebagai da’i di televisi.

Puasa adalah ketika jamaah dipertontonkan sepatu berkilat bermerk, kepandaian mengolah tawa dan sedikit-sedikit berlogat arabia.

Puasa adalah ketika mereka-mereka yang mengaku kalangan Islam terdidik, istiqomah dan sering bertaubat, kemudian menjadi pengiklan paling populer dari desain baju, kopiah, lebai, jilbab, sampai make-up terbaru.

Puasa adalah ketika televisi menjadi ukuran popularitas da’i dari segi “keilmuwan” dan penampilan di depan orang.

Puasa adalah ketika kesemua orang yang disebutkan itu, menangis tersedu-sedu di hadapan kamera supaya dosanya diampunkan dan kelak dimasukkan dalam jannah dan berdampingan pula dengan rasulullah Muhammad Shallallhu alaihi wassalam.
Read more…

Ilir-ilir dan Tamaknya Manusia

24 Maret 2008 nirwan 4 komentar

difoto oleh RoemonoBelum tentu hujan sehari menghapus kemarau setahun. Belum tentu kering sehari digilas sejam tsunami. Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane, bermaulidlah.

* * *

lir-ilir, lir-ilir, tandure wus semilir
tak ijo royo royo dak sengguh temanten anyar
(lihatlah kini waktu menyemai telah datang,
begitu hijau segar laksana pengantin baru)

Read more…