Arsip

Posts Tagged ‘palestina’

Dian yang Tak Kunjung Padam

24 Januari 2009 nirwan 11 komentar

Sutan Takdir Alisjahbana adalah masterpiece Indonesia. Dialah yang membuat kalimat itu, sebuah kalimat luar biasa yang hanya bisa keluar dari perenungan mendalam. Atas apa? Atas cinta.

* * *

Palestina adalah hati yang terluka. Sakitnya dirasakan hingga ke Indonesia, ke Sumatera Utara, ke sebuah rumah yang terpaku melihat pembantaian Palestina di sebuah kotak kaca yang hidup. Mengapa kita mesti sakit, merinding, marah, sedih dan menitikkan air mata. Mengapa Michael Hart harus menulis lagu untuk Gaza. Mengapa?

Manusia memang tak pernah paham-paham makna cinta. Dialah misteri yang tak berjawab dan teka-teki tak terungkap.

Seorang ibu tiba-tiba harus menangis ketika anaknya akan diopname di rumah sakit. Seorang istri sekonyong-konyong sumringah ketika suaminya mengetuk pintu dan membawakannya bubur ayam. Seorang anak terbahak-bahak ketika dia bersama ayahnya bermain Downhill di PS 2. Seorang kakek menahan-nahan dengan kuat sesak nafasnya ketika cucunya mengajaknya berlari. What is all about?

Read more…

Surat dari Palestina

12 Januari 2009 nirwan 8 komentar

Saya dapat mail dari seorang teman bernama Haris. Dia mengirimi saya tentang “Palestinians Farmers Union” yang memohon bantuan dari seluruh manusia, seluruh saudara, seluruh teman-teman yang ada di dunia, yang masih hidup hati nuraninya. Anda bisa melihat soal organisasi ini di http://www.pafu.ps/pafu/. Ini isi suratnya.

Read more…

Puisi Perlawanan Penyair Palestina

9 Januari 2009 nirwan 6 komentar

Pertama, saya girang bukan kepalang ketika seorang sastrawan senior di Sumut, A Rahim Qahar –biasa disingkat ARQ– memberikan artikel kebudayaannya kepada saya.

Namun, setelah membacanya, kegirangan saya berubah menjadi kesedihan, bulu roma pun merinding. Di benak saya langsung melintas, dulu, Iqbal adalah seorang penyair, yang kemudian membahasakan pemikiran Islamnya dalam bait-bait sastra. Selama ini, kita telah meluputkan sastra Islam, padahal kita punya sejarah yang memberitakan sastra juga merupakan satu kekuatan, suatu gerak yang langsung menikam jantung sehingga tak sadarlah kita kalau kulit kita sudah digores pisau.

Beliau kerap dipanggil “ayah”, sebuah simbol pengakuan kultural terhadap seorang figur. Ketika Saddam digantung, beliau mementaskan pergelaran Sajak Buat Saddam Hussein di Taman Budaya Sumatera Utara pada 2008 lalu. Pergelaran itu dinilai banyak orang lebih mirip aksi teatrikal daripada pembacaan puisi semata. Dan Ayah Rahim ini seolah menampar-nampar saya, kalau Palestina telah lama dibingkai oleh puisi. Puisi yang menggerakkan, puisi perjuangan, puisi perlawanan.

Ayah Rahim telah mengizinkan saya untuk mempostingnya di blog saya. Inilah artikel beliau.

Read more…

Sunni dan Shiah adalah Kita

8 Januari 2009 nirwan 19 komentar

“Yang harus terus diasah adalah apakah metodologi dan kesimpulan kita itu bisa menjawab tantangan zaman. Apakah Islam bisa menyediakan formula-formula untuk hal-hal seperti modernisasi dan seterusnya…”

* * *

============================

(Tulisan ini diniatkan sebagai jawaban saya atas komentar Bang Londoner di artikel Karbala dan Palestina. Bang Londoner ini salah seorang abang saya yang sekarang mukim di negeri Queen Elizabeth, London. Saya takut, bila saya menjawab singkat, akan membuat salah paham sehingga saya memilih menuliskannya dalam artikel tersendiri. Karena artikel ini cukup panjang, bila Anda berkenan untuk menyimaknya, ya, agak-agak sabarlah sedikit membacanya. )

============================

Read more…

Karbala dan Palestina

6 Januari 2009 nirwan 9 komentar

Imam Husein mati di Karbala. Yazid bergembira, berpesta pora, menancapkan kepalanya di atas tombak dan menggiringnya ke seluruh penjuru kota Baghdad.

* * *

10 Muharram adalah lembar penuh darah dan tangis di sejarah Islam. Husein, cucu nabi yang dulu bermain-main di kepala Muhammad, harus mati, menjadi martir dari sebuah ideologi Islam. Yazid pun terbahak-bahak di singgasananya. Dia berbangga dan hatinya berbisik, kau telah berhasil melawan Tuhan, melawan sang Pencipta, melawan Sang Maha Kuasa yang membikin Muhammad dari tangannya sendiri. Awan mendung, sungai Elfrat berwarna merah dan Ali Zainal Abidin tinggal sendirian.

Islam adalah agama perlawanan. Islam adalah agama yang kalimat pertamanya mengajarkan untuk mengucapkan “Tidak”: Tidak Ada Tuhan selain Allah. Islam adalah agama perlawanan.

Read more…

Palestina Dibantai, SBY ke Kebun Binatang

5 Januari 2009 nirwan 21 komentar

Ketika pembantaian di Palestina menginjak hari ke sembilan, Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono, jalan-jalan ke kebun binatang Ragunan.

* * *

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Indonesia adalah bangsa yang sungguh terpuji di seluruh dunia ini. Kalimat pertama dari Pembukaan UUD 1945 menunjukkan itu. Itu adalah kalimat pertama, sekali lagi, kalimat pertama dari seluruh rangkaian kalimat yang oleh negara ini dianggap sebagai sesuatu yang sakral, sesuatu yang tidak boleh diubah-ubah, yang abadi. Pembukaan tak seperti batang tubuh UUD 1945. Kalimat itu adalah kalimat yang tak bisa ditafsirkan lagi dan sudah dipastikan benar. Dia diinginkan seperti ayat-ayat mutlak.

Kalimat itu menyiratkan sebuah semangat, sebuah gerakan, seruan, ancaman, harapan, dan doa, serta tidak lagi memakai kata “agar” tapi “harus”. Penjajahan harus dibumihanguskan di atas dunia ini. Dia sudah menjadi hukum paling tinggi dari negara ini. Dia adalah kewajiban dari negara, karena itu bila dia tidak dilaksanakan maka berdosalah bangsa dan negara ini.

Read more…

Palestina, Jauh di Mata Dekat di Hati

3 Januari 2009 nirwan 9 komentar

Palestina adalah sebuah ruang sejarah yang penuh asap. Dia lahir dari jerit dan ratap akan butuhnya manusia pada onggokan tanah. Manusia memang diciptakan dari tanah, sehingga tak heranlah bila manusia akan saling berkelahi gara-gara tanah.

Tanah adalah lambang kekuasaan, pertanda kalau manusia punya eksistensi. Pertanda kalau di salah satu petak tanah ini, dialah pemiliknya, dan di petak yang satu lagi milik manusia lain. Kepemilikan adalah salah satu pertanda kekuasaan. Kita akan terganggu kalau tiba-tiba seorang manusia lain masuk ke pekarangan kita tanpa izin dan berucap salam. Kita akan menumpahkan darah kalau setelah itu dia pun berani menyatakan tanah kita adalah tanah dia. Gara-gara tanah, manusia menjadi terbelah, menjadi “aku”, “engkau”, “dia”, “mereka”, “kami” dan “kita”.

Gara-gara tanah, kita menganggap apa yang ada di luarnya juga “tanah”. Kita mulai merasa kalau kelompok, organisasi, partai, malah alam semesta dan makhluk lain adalah tanah kita juga. Maka manusia kemudian mengkavling-kavling tanah-tanah bentuk baru itu sesuai pagar-pagar yang dimilikinya. Kita merasa partai kita paling benar, organisasi kita paling betul dan kelompok kitalah yang akan masuk surga. Kekuasaan telah masuk ke tubuh manusia dengan sesadar-sadarnya dan menikmatinya.

Read more…

Persatuan Bangsat-Bangsat

30 Desember 2008 nirwan 27 komentar

Entah mengapa, ketika saya melihat daftar berita di salah satu situs, tertumbuk mata saya kepada satu berita. Judulnya, “Indonesia Desak PBB Hentikan Serangan Israel.”

Siapapun di dunia ini tahu kalau PBB itu tak lain adalah tangannya Amerika dan Eropa untuk menguasai dunia. Siapapun tahu Eropa dan Amerika itu didanai oleh Yahudi. Siapapun tahu itu. Nah, kemudian, Departemen Luar Negeri Indonesia mendapat tugas dari pemerintah RI, untuk menyampaikan surat. Isinya, ya seperti judul berita di atas.

Ini bukan pertanda kegoblokan Departemen Luar Negeri dan Pemerintah RI. Mereka pasti tahu, PBB adalah Amerika dan Eropa. Mereka pasti tahu Yahudi adalah penyokong ekonomi Eropa dan Amerika. Wong, Deplu itu kerjaannya setiap hari menongkrongi peta politik internasional kok. Jadi, mereka tidak goblok untuk itu. Mereka tahu dengan pasti soal itu.

Tapi tindakan itu memang khasnya sebuah pemerintahan yang selama ini mengangkangi konstitusinya sendiri. Pembukaan UUD 1945 sudah menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Titik.

Read more…

Awas, Pembelokan Isu Media Massa soal Israel

30 Desember 2008 nirwan 23 komentar

Tiga anak Palestina tewas

Headline CNN.com (December 30, 2008 — Updated 0914 GMT (1714 HKT)

“Israel pounds Hamas buildings in ‘all-out war’
Israel bombs a Hamas government compound, leveling at least three structures, including the foreign ministry building, eyewitnesses and Hamas security sources tell CNN. Airstrikes have killed more than 375 Palestinians, most of them Hamas militants, Palestinian medical sources say…”

(Terjemahan bebas: “Israel membombardir sebuah gedung Hamas, yang menghancurkan setidaknya tiga bangunan, termasuk bagian kementrian luar negeri, demikian disebutkan saksi mata dan petugas keamanan Hamas kepada CNN. Bom udara telah membunuh lebih dari 375 warga Palestina dan sebagian besar di antara mereka adalah militan Hamas, kata petugas medis Palestina…” )

Read more…

Foto-foto Pembantaian Israel

29 Desember 2008 nirwan 23 komentar

Ini sebagian foto-foto pembantaian Israel terhadap Palestina. Foto-foto dicopy dan dimiliki sepenuhnya oleh Associated Press (AP Photo) dan masing-masing fotografernya. Karena itu, resolusi foto yang ditampilkan tidak besar.

Semoga ada manfaatnya.

Salam.
Nirwan.