Buronan Cilik

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘PKS’

“Missing Link” Kasus Rama-Allen Marbun-Abdul Hadi-Anggito dan KPK

In All News, Ekonomi, Politik on 26 Maret 2009 at 8:28 pm

Seorang komentator di blog ini mengirimkan penjelasan anggota DPR Rama Pratama soal tudingan Abdul Hadi terhadap dirinya dalam pertemuan “Rlitz Carlton” dan kemudian dikoreksi menjadi pertemuan”Four Season”. Menarik betul penjelasan itu, tapi tentu saja menumbuhkan pertanyaan-pertanyaan baru yang agaknya bisa membawa persoalan ini pada kasus korupsi besar-besaran yang sesungguhnya. Yang sesungguhnya. Penjelasan Rama itu bisa dilihat di postingan saya yang ini: “Sumpah si Rama”.

Rama mengakui adanya pertemuan di Four Season antara dia, Anggito, Allen Marbun (dan mungkin yang lain). Yang jadi pertanyaan besar dari penjelasan si Rama itu adalah: “Apakah yang diperbicangkan oleh Rama, Anggito dan Abimanyu di Four Season?” Cuma minum kopikah? :)

Read the rest of this entry »

Sumpah Si Rama

In All News, Ekonomi, Islam, Kebudayaan, Politik on 19 Maret 2009 at 3:34 pm

Rama diasingkan di sebuah hutan. Di sana, dia berteman dengan si kera sakti, Hanuman, yang kemudian nurut menjadi anak buahnya. Bersamanya, Shinta –istrinya- dan Laksamana –adiknya.

Anda carilah kisah itu di internet dan buku-buku, dan Anda akan menemukan sebuah babad yang bercerita soal kesetiaan, cinta, sikap ksatria dan kekuasaan. Rama-Shinta-Laksamana adalah kisah yang mengilhami miliaran orang di seluruh dunia. Begitu melintas batas kisah itu, hingga dia melompati pagar-pagar yang dibangun oleh agama-agama.

Rama adalah sebuah konsepsi Hindu yang banyak dibaca oleh orang-orang Islam. Tak heranlah bila banyak orang Islam menyematkan nama itu kepada keturunannya. Tak lain, yang diinginkan adalah adanya semangat “Rama” yang bisa dilakukan oleh mereka nantinya.

Read the rest of this entry »

JK-Hidayat, Duh… Akrabnya Golkar dan PKS

In All News, Esai, Islam, Politik on 26 Februari 2009 at 10:38 pm

Kalau Jusuf Kalla dan Hidayat Nur Wahid kawin, siapa yang mau beli? Jawaban yang paling riil ya, para pemilih Golkar dan PKS. Bener gak sih …

ilustrasi ajanya ini

Ya, sudah benarlah itu, tapi yang jadi masalah, apakah suaranya bulat atau tidak. Begini. Hingga sekarang, di Partai Golkar sendiri, ada pertarungan antara Sultan + Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla sendiri. Ini terus berkelahi. Nah, kuatnya niat JK maju ke pentas pilpres gara-gara ditodong oleh “seluruh” DPD. Ini sudah jadi fakta sejarah, jadi jangan lupakan faktor ini. Masalahnya, apakah kemudian JK akan didukung oleh DPD-DPD?

Jawaban pastinya sih ada di Rapimnas pasca pemilihan legislatif nanti. Walau, orang-orang JK saat ini terus berkampanye kalau Rapimnas itu nantinya sebenarnya hanya ajang untuk memformalisasi ke-capres-an JK. Tapi, itu ‘kan kata pendukung Kalla. Kalaupun ada orang-orang non JK yang bilang itu, yang patut dilihat adalah “senyum”-nya pasca mengeluarkan komentar itu. Saya tak perlu lagi bilang siapa orang JK, siapa yang bukan. Itu urusan Andalah untuk mencari tahu.

Read the rest of this entry »

The Real Politics: Golkar vs PAN

In All News, Ekonomi, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 17 Februari 2009 at 9:22 pm

“ … Partai lain tak menakutkan bagi Golkar. Pakem tritomi ideologi: nasionalis, kekaryaaan, dan Islam, telah menjamin itu semua. Partai-partai Islam akan berkelahi di ladang sempit. Di ideologi nasionalis, siapa yang bisa menandingi PDIP? Nah, siapa pula yang bisa menggeser Golkar dari ideologi yang nyata-nyata berdasar dari namanya sendiri, kekaryaan? …. “

tikus

Read the rest of this entry »

Sebuah Diskusi dengan Kader PKS, Saiful Anwar

In All News, Esai, Islam, Kebudayaan, Politik on 10 Desember 2008 at 5:05 pm

Saya sungguh menghargai komentar Bang Saiful Anwar di halaman blog saya, “Si Nirwan”. Karena itu, walau saya sudah mengalihkan diri dari perbincangan soal PKS, dalam rangka penghargaan terhadap beliau, saya menuliskan beberapa potong pendapat saya dalam tulisan tersendiri. Berikut ini saya copy komentar beliau:

Assalaamualaikum Wr. Wb,

Bang Nirwan, tulisan antum bagus-bagus ya, memang budaya berfikir dan saling berbagi pengetahuan masih menjadi permasalahan umum bangsa kita. Saya tertarik dengan tulisan antum yang berjudul ketumpulan berpikir kader PKS, sangat bagus dan masukan yang baik bagi kami para kader PKS.Setelah belasan tahun mengikuti kajian PKS, terus terang baru saat ini saya bisa menyimpulkan tujuan besar kajian tarbiyah PKS, setelah dipaksa professor untuk mempresentasikan Information and Communication Technology in Islamic Perspective.

Read the rest of this entry »

Argumentasi Kemerosotan PKS

In All News, Islam, Politik on 15 November 2008 at 6:57 pm

Apa argumentasi judul postingan ini?

1. Tak bersilaturahim dengan Nahdhatul Ulama soal Iklan mereka. Jangan harap PKS bakal mendulang suara dari anggota, kader dan simpatisan NU yang bejibun itu. Konsep partai ini jelas beda dengan konsep ahli sunnah wal jamaah-nya NU. PR paling besar adalah menjelaskan cap wahabiah yang dikenakan kepada PKS. Iklan dan kemudian tak maunya PKS bersilaturahim dengan NU secara organisatoris membuat antipati semakin tebal dan bukannya simpati. Apalagi, PKS cuma diterima di kalangan perkotaan bukannya di pesantren-pesantren alias desa-desa. Hal ini akan merembet ke organisasi Islam yang berideologi mirip dengan NU seperti Al-washliyah, al-Ittihadiyah, tarekat-tarekat dan seterusnya. Organisasi NU dan organisasi yang berafiliasi di dalamnya sudah terlihat bergerak, tidak hanya untuk membentengi NU tapi juga menyerang.

2. Tak bersilaturahim dengan Muhammadiyah. Muhammadiyah sejak lama telah “ditinggalkan” oleh PKS dalam kinerja politik partai ini. Iklan PKS dan kemudian degilnya petinggi PKS ketika iklan pertama dan kedua soal Ahmad Dahlan, semakin membuat Muhammadiyah semakin ditelikung oleh PKS. Bila selama ini Muhammadiyah membiarkan saja anggota, kader dan simpatisannya didekati oleh PKS, maka pendomplengan Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah itu, akan membuat Muhammadiyah semakin progresif untuk menggembosi PKS. Hal ini kelihatan dari Muhammadiyah dan organisasi otonom-nya yang tak cuma memagari Muhammadiyah dari PKS, elit, pengurus, kader dan simpatisannya. Ini kerugian yang sangat besar bagi PKS, karena Muhammadiyah sebagai organisasi modernis, sempat dijadikan sebagai salah satu pos suara untuk PKS.

Read the rest of this entry »

Ketumpulan Berpikir Kader PKS

In All News, Politik on 6 November 2008 at 6:53 pm

Geli saya melihat reaksi dari pendukung Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Banyak kader PKS yang “marah-marah” kepada isi blog saya yang mereka duga menghantam PKS. Misalnya di tulisan soal “iklan PKS”. Di sisi yang lain, ketika ada tulisan yang sekali lagi mereka duga mendukung PKS, misalnya soal tulisan PDIP vs PKS….banjirlah komentar memuji-muji dan seterusnya.

Sebenarnya, ini sudah bisa diprediksikan. Objektivitas kadang tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan partai. Banyak komentar yang ada di tulisan yang ada hubungannya dengan PKS, justru tak membuat saya bergairah untuk menanggapinya.

Read the rest of this entry »

Iklan PKS…Kok Dompleng KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari?

In All News, Islam, Politik on 30 Oktober 2008 at 11:29 am

“KH Ahmad Dahlan berkata, pemimpin itu sedikit bicara banyak bekerja…”
“KH Hasyim Asy’ari berwasiat, pemimpin itu jangan memberikan jargon-jargon kosong yang hanya merebak di awang-awang…”

Iklan PKS dan KH Ahmad Dahlan.

Iklan PKS dan KH Hasyim Asyari

atau bila link yang saya berikan tak correct…Anda boleh search di youtube…

Itulah sejumput iklan politik yang dikeluarkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam musim kampanye ini. Kontan, iklan ini menuai protes. Setidaknya dari kalangan Nahdhatul Ulama (NU), sudah keluar komentar pedas dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa yang berafiliasi ke NU. Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Adien Jauharudin, mengatakan, iklan PKS yang membawa-bawa nama KH Hasyim Asy’ari, PKS dianggap menghalalkan segala cara untuk mendapatkan massa pendukung.
Read the rest of this entry »

PDIP vs PKS? Hahaha ….

In All News, Islam, Politik on 23 Juli 2008 at 11:39 am

Itu kesimpulan terlalu dini menghadapi Pemilu 2009. PKS jelas masih belum bisa (atau malah memang tak bisa) menghilangkan eksklusifitas platform partainya. Dikotomi muslim-non muslim adalah PR besar yang harus dipecahkan PKS bilapun partai ini nantinya masih akan terus bertahan beberapa belas tahun ke depan.

Underestimated terhadap PKS? Bukan, ini realita politik saja. Di kalangan Islam sendiri, PKS sendiri bukan suatu “aliran” ideologi. PKS tampil penuh percaya diri dengan konsep wadah penampung kekecewaan publik terhadap elit, partai politik dan dinamika politik Indonesia selama lima tahun terakhir. Tapi, ini jelas bukan ideologi, tapi hanya sebuah taktik yang dilakukan parpol untuk mendulang suara. Di atas taktik ada strategi dan strategi ditetaskan oleh platform dan di atasnya ada ideologi partai yang menaungi.
Read the rest of this entry »